Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

GAYA HIDUP

Kisah Pemberdayaan Perempuan, di Balik Sukses Produk Kecantikan Bali Alus

BALIILU Tayang

:

da
Ni Kadek Eka Citrawati, sang pendiri Bali Alus

DI saat tren skincare makin bermunculan dan industri kecantikan Indonesia mulai menggeliat, ada seorang perempuan Bali yang telah menjadi pelopor akan kemajuan dunia kecantikan Tanah Air. Dialah Ni Kadek Eka Citrawati, sang pendiri Bali Alus, produk kecantikan berbahan dasar alami yang dikembangkan dari resep warisan leluhur Bali.

Bali Alus berdiri sejak tahun 1999 akhir. Awalnya, Ni Kadek terinspirasi melihat salah satu hasil bumi di desanya, yaitu tanaman aloe vera atau lidah buaya yang melimpah, tetapi hanya menjadi komoditas ekspor. Menurutnya, lidah buaya ini akan lebih bermanfaat jika diolah dan dimanfaatkan sendiri.

Dari sana, ia pun mulai mencoba meracik produk perawatan kulit dengan resep atau cara membuat yang sudah turun temurun diwarisi oleh keluarganya secara tradisional. Hasil buatannya ini tadinya hanya diberikan pada teman, keluarga, dan tetangganya. Namun, lama-kelamaan Ni Kadek melihat potensi besar pada passion-nya ini.

Pada Selasa, 1 Juni 2021 Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI meninjau ruang produksi Bali Alus dan memberikan kesan positif bahwa pabrik Bali Alus sangat bersih dan higienis.

Kini, Bali Alus telah meluncurkan lebih dari 200 produk. Ni Kadek terus berinovasi membuat produk dari bahan organik yang tahan lama dan bagus untuk kulit. Produknya mulai dari berbagai rangkaian produk perawatan tubuh, sabun mandi dan cuci tangan, essential oil, hingga rangkaian produk untuk spa. Malah selama pandemi Covid-19, Ni Kadek juga berinovasi menciptakan kebutuhan harian untuk menjaga kesehatan, seperti hand sanitizer dan masker kain.

Di balik kesuksesan ini, Ni Kadek ternyata juga sukses memberdayakan perempuan-perempuan di sekelilingnya. Ia mengajak ibu-ibu rumah tangga yang aktif di banjar untuk bergabung memajukan Bali Alus. Keterlibatan mereka mulai dari produksi hingga ikut andil dalam kegiatan pemasaran. 

Ia membuka jalan untuk para ibu tetap memiliki waktu untuk menjalani aktivitasnya sebagai ibu, sambil membantu perekonomian keluarga. Waktu bekerjanya pun tidak mengganggu aktivitas sosial yang mereka ikuti sebelumnya.

“Ada juga di sini misalnya, anaknya sekolah sama anak saya terus kenal di situ, terus (dia) ada kesulitan perekonomian jadi saya pekerjakan di Bali Alus,” kata Ni Kadek. 

Ia bahagia karena bisa membantu dan tentunya, dibantu usahanya oleh kaum perempuan di sekelilingnya. Pegawainya yang pada awal mula Bali Alus berdiri hanya tiga orang, sekarang sudah mencapai 100 orang pekerja.

Pengembangan Bali Alus juga unik dari segi promosi. Sejak awal berdirinya, Ni Kadek tidak pernah menggunakan media iklan besar-besaran. Berkat loyalitas perempuan-perempuan yang menjadi konsumernya, produk Bali Alus bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Kekuatannya ada di produknya ya, terus kita juga nggak punya budget awalnya untuk promosi. Jadi, masih dalam mulut ke mulut dan itu kita sangat terbantu sekali dengan loyalitas ibu-ibu pemakai Bali Alus yang mempromosikan,” katanya.

Pengalaman ini kemudian membuat Ni Kadek belajar, bahwa ketika perempuan saling membantu hasil karya perempuan lainnya, maka ada kesuksesan bersama yang dapat diraih.

“Sebagai perempuan Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri. Kita ada ribuan perempuan Indonesia. Jadi kalo mereka mencintai produk dalam negeri, mereka juga mencintai produk temannya mereka,” ucap Ni Kadek.

Sejak pandemi di 2020, Ni Kadek bersama perempuan-perempuan Bali Alus lebih aktif lagi mengembangkan usahanya. Ia gencar memberdayakan pegawainya untuk bertransformasi secara digital, memindahkan usahanya dari offline ke online.

Ketua DPRRI Puan Maharani berkunjung ke stand Bali Alus di Pameran Bali Bangkit II

Ni Kadek fokus memindahkan kegiatan marketing secara daring. Pegawai yang tadinya aktif berjualan di toko-toko cabangnya, diarahkan serta diberikan pembelajaran untuk berjualan melalui media sosial, website atau marketplace dalam negeri.

Mereka pun belajar untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan promosi secara online, memasang iklan digital, hingga lebih banyak mempublikasikan kegiatan demi kegiatan di media sosial. Semuanya demi merambah pasar baru dan menjaring pembeli lebih luas di dunia digital. 

“Mau tidak mau mereka pengetahuannya diupgrade. Mereka harus bisa yah, biar survive juga di kondisi sekarang ini. Jadi mereka saya tugaskan di online,” ucapnya.

Bali Alus membangun akun Instagram @balialus.id, website www.balialus.com, dan berbagai toko online dengan nama Bali Alus Official. Sejauh ini, pasarnya telah mencapai Pulau Jawa dan Sulawesi. Secara internasional, produk Bali Alus juga diekspor ke Korea Selatan.

Ke depannya, ia berharap produknya dapat lebih dicintai, oleh kaum perempuan dan juga laki-laki. Bagaimana pun, merawat kulit berarti juga merawat kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tampak sehat di luar dan sehat di dalam.

Ni Kadek juga berharap ke depannya keadaan dapat menjadi lebih baik. Vaksinasi dapat berjalan dengan lancar dan penanganan pandemi semakin baik, sehingga cepat usai dampaknya. Sehingga, usahanya dapat menghidupkan kembali toko-toko offline, kemudian dipadukan dengan usaha online yang sudah terbentuk selama pandemi.

Terinspirasi dari Perempuan 

Selain menjadi inspirasi bagi perempuan Tanah Air, Ni Kadek juga mendasari perjalanannya terinspirasi dari perempuan-perempuan Indonesia. Meski pasarnya luas, produk Bali Alus dikembangkan dengan tujuan awal memberikan akses perawatan kulit alami dan organik untuk perempuan.

“Sebenarnya produk natural itu terjangkau buat semua masyarakat, dan semuanya bisa memakai. Karena produk natural itu produk yang bagus, jadi ini kan perawatan untuk itu merawat kulit jadi kulitnya lebih sehat,” kata Ni Kadek.

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI sempat meninjau dapur produksi Bali Alus

Semangatnya menjalankan usaha juga terinspirasi dari perempuan-perempuan di sekelilingnya serta tokoh-tokoh dengan kisah sukses yang ia pelajari pengalamannya. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasinya pernah ia temui pada acara Pameran IKM Bali Bangkit 2. 

Saat itu, ia bertemu dengan Ketua DPR RI Puan Maharani yang sedang melakukan kunjungan kerja di Bali untuk meninjau percepatan vaksinasi dan geliat ekonomi Pulau Dewata.

Ia terinspirasi karena Puan adalah seorang perempuan yang memiliki multi-kemampuan, bisa menjadi ibu rumah tangga sekaligus memiliki karir yang luar biasa. 

Ketika bertemu, Ni Kadek tidak menyangka bahwa Puan adalah orang yang supel dan ramah. Malah, beliau yang banyak bertanya serta memperhatikan produknya. Puan memang mengunjungi stand Bali Alus pada pameran tersebut. 

“Beliau yang banyak berusaha komunikasi sama kita. Jadi saya merasa kok, rasanya nyaman gitu. Lupa ya klo ini sama Ibu Puan yang ketua DPR RI. Saya merasa sama-sama wanita gitu lho,” katanya.

Pertemuan mereka, menurut Ni Kadek, berlangsung sangat terbuka. Puan banyak bertanya tentang perempuan Bali dan kondisinya selama pandemi. Puan juga menanyakan kondisi yang terjadi pada pelaku usaha Bali dan perekonomiannya setelah adanya virus Corona. 

“Beliau juga men-support, gimana caranya wanita bersatu. (Misal) kita belanja sama teman kita, jualan sama teman kita, jadi saling mensupport sesama wanita di Indonesia,” ucap Ni Kadek.

Selain itu, ia melanjutkan, terlepas dari latar belakang daerah, apakah wanita bali, wanita jawa, dan lain sebagainya, semua harus saling bantu membantu. “Saya pribadi sih dibukakan sekali, kita nih wanita, kita harus support sesama wanita. Itu powernya luar biasa,” lanjut Ni Kadek.

Ia setuju akan pandangan Ketua DPR yang dibagikan padanya hari itu, jika perempuan saling mendukung akan banyak keuntungan yang didapatkan. 

“Sebagai wanita Indonesia (sebaiknya) lebih mencintai produk dalam negeri. Kita ada ribuan wanita Indonesia. Jadi kalau mereka mencintai produk dalam negeri, mereka juga mencintai produk temannya mereka,” ujarnya.

Ke depannya, Ni Kadek berharap perempuan Indonesia dapat lebih maju, membuka wawasan, dan bisa menyaring informasi yang didapatkan. Perempuan punya peluang sangat besar jika melangkah dengan cerdas dan kreatif.

Wanita dapat berperan di mana saja, baik itu dalam rumah tangga, karier, maupun di lingkungan luas. “Wanita Indonesia itu sangat pintar-pintar, kuat-kuat juga. Di sini (Indonesia) semuanya sangat ditentukan oleh wanita ya,” kata Ni Kadek. (Anya Putri, Gerakan Perempuan Indonesia Satu)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GAYA HIDUP

Manfaatkan Kekayaan Alam, My Kind of Beauty “Launching” Lulur Kemiri “Candlenut Scrub”

Published

on

By

lulur kemiri my kind of beauty
Produk lulur kemiri "Candlenut Scrub" dari My Kind of Beauty. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Setelah sukses dengan Minyak Kemiri Bakar, My Kind of Beauty kini hadirkan Lulur Kemiri “Candlenut Scrub” memanfaatkan kekayaan alam yang luar biasa. Produk terbarunya tersebut di-launching pada Sabtu (1/6/2024) di Denpasar.

My Kind of Beauty yang berdiri pada 15 Mei 2022 sendiri merupakan salah satu brand UMKM Bali yang kini tengah berkembang dengan produk 100% bahan alami dan sudah terdaftar di BPOM sehingga aman digunakan.

Owner My Kind of Beauty Kadek Ayu Wiswari dalam keterangannya menyampaikan bahwa Lulur Kemiri memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu merawat kulit secara alami dan efektif.

Manfaat utama dari Lulur Kemiri yakni mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit, sehingga kulit tampak lebih cerah dan segar. Proses eksfoliasi ini juga membantu meratakan tekstur kulit.

lulur kemiri my kind of beautyProses produksi lulur kemiri My Kind of Beauty dilakukan secara higienis. (Foto: gs)

“Selain itu, Kemiri kaya akan minyak esensial berupa asam linoleat atau omega 6 yang dapat membantu melembabkan kulit secara mendalam. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit kering atau mengalami kekeringan di area tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Riri, kandungan vitamin E dan asam lemak esensial dalam kemiri mampu membantu menutrisi kulit, menjadikannya lebih sehat dan bercahaya. Vitamin E juga dikenal sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

“Dengan penggunaan rutin, lulur kemiri dapat membuat kulit terasa lebih halus dan lembut. Butiran lulur yang lembut namun efektif bekerja untuk menghilangkan kekasaran pada kulit. Kemiri memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan iritasi dan peradangan pada kulit. Ini sangat berguna bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau mengalami masalah kulit seperti kemerahan atau gatal,” terangnya.

Riri lanjut menjelaskan, penggunaan rutin lulur kemiri juga bisa mengembalikan keremajaan kulit (sebagai anti aging). Selain itu, proses penggosokan lulur pada kulit membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang dapat memberikan efek kulit yang lebih segar dan bercahaya.

“Dengan berbagai manfaat tersebut, Lulur Kemiri menjadi pilihan alami yang efektif untuk perawatan kulit, membantu menjaga kulit tetap sehat, halus, dan bercahaya,” harapnya.

Ditambahkan Riri, semua produk My Kind of Beauty kini sudah tersedia di berbagai e-commerce dan offline store di seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara. Pendistribusian produk My Kind of Beauty dilakukan melalui Super Reseller dan Reseller. Untuk info lebih lanjut, kunjungi Instagram resminya di @mkb.mykindofbeauty. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

GAYA HIDUP

Manjakan Diri di Manifest Wellness, Berikan Keseimbangan ‘’Body and Mind’‘

Published

on

By

manifest
Owner Manifest Wellness Dian Karina (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Beragam kegiatan dapat dipilih menjadi salah satu cara memanjakan diri guna menjaga keseimbangan body dan mind (pikiran). Manifest Wellness, salah satu tempat massage dan reflexology yang bisa menjadi pilihan untuk relaksasi di Denpasar. Terletak di Jalan Pemelisan No.1B, Sesetan, Denpasar Selatan, tempat ini menawarkan kenyamanan dan ketenangan.

Owner Manifest Wellness Dian Karina, Jumat (11/8) mengatakan, Manifes menawarkan massage dan reflekxology dengan berbagai jenis layanan. Tidak hanya dari sisi teknik massage, minyak yang digunakan, tapi Dian benar – benar membuat tempat tersebut nyaman sehingga cocok untuk relaksasi.

“Ruangan kami desain sebaik mungkin, jarak antar-bed juga kita beri ruang lebih leluasa, sehingga tamu kami benar – benar nyaman di tempat ini,” ujar istri Prof. Yoga Segara, Guru Besar Antropologi UHN IGB Sugriwa ini.

Hingga saat ini, tersedia 6 bed dan 4 kursi reflexology dengan therapist yang berpengalaman melakukan massage, Manifest Wellness akan memanjakan setiap tamu yang datang. Ada banyak pilihan oil yang dapat dipilih tamu diantaranya frangipani, jasmine, lemongrass, lavender akan semakin menenangkan pikiran.

Dian menjelaskan, konsep massage dan spa berbeda. Spa berasal dari kata latin solus per aqua atau sante par aqua yang berarti terapi air. Maka dari itu tempat spa selalu ada bath up untuk berendam di air dan menambahkan sauna atau uap air pada beberapa layanan.

Sementara, Dian sendiri menegaskan bahwa tempatnya merupakan tempat massage dan reflexology sehingga menu – menu yang ditawarkan yaitu, back, head, and shoulder massage, reflexology, signature body massage, deep tissue massage, warm stone massage, body scrub and signature body massage, head to toe treatment. Manifest Wellness juga menyediakan perawatan lain diantaranya face massage dengan face mask, hair mask, nail treatment, ear candle.

Sebagai tempat wellness treatment, Dian menyiratkan maksud bahwa dengan relaksasi melalui massage dapat menenangkan tubuh sehingga menciptakan keseimbangan antara body and mind. Dengan keseimbangan itu maka akan muncul pikiran yang jernih dan sehat sehingga bermanfaat untuk kesehatan.

“Maka dari itu ketika pergi ke tempat massage maka menenangkan pikiran dan relaks merupakan hal yang harus didapatkan tamu. Jadi kami buat tempat ini agar tamu nyaman,” imbuhnya.

Dian tahu betul apa yang dibutuhkan tamu ketika datang ke tempat massage. Mulai dari teknik memijat, tempat, hingga aromatherapy yang dibutuhkan. Semua itu ia pelajari dari hobi massage-nya selama ini.

“Saya hobi massage dan sudah keliling Denpasar dan Badung untuk mencoba tempat massage, mulai dari middle to low hingga middle to high. Ekspektasi saya selalu tinggi setiap mengunjungi tempat massage,” ujarnya.

Meskipun background pendidikan maupun pekerjaannya tidak berhubungan dengan usaha yang dibangunnya saat ini, namun dari pengalaman sebagai konsumen massage serta didampingi therapist – therapist yang berpengalaman, membuat Manifest Wellness terwujud dengan baik serta dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dalam memanjakan diri untuk mewujudkan keseimbangan Body and Mind. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

GAYA HIDUP

Tampilkan “Svarna Mahika”, Dekranasda Bali Ikuti LIMOFF 2023

Eksplorasi Kain Rangrang, Endek, Songket serta Kain Tropis Bali Dalam Desain Kekinian

Loading

Published

on

By

ny koster
LIMOFF 2023: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama saat menghadiri Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 di Hotel Merumata Senggigi, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (7/7) malam. (Foto: ist)

Senggigi, NTB, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengikuti Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 di Hotel Merumata Senggigi, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (7/7) malam.

Acara yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut dilaksanakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi serta pariwisata pasca-masa pandemi Covid-19 dan mendukung program Muslim Industri di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta program Pemerintah Republik Indonesia menjadikan Indonesia sebagai kiblat modest fashion dunia.

Pada event ini, Dekranasda Bali ikut serta dalam pagelaran busana atau fashion show dengan tajuk “Svarna Mahika” mengangkat tentang pesona kain-kain Bali dalam beragam rupa. Diramu dalam akulturasi budaya yang kaya, dalam koleksi modest wear yang memikat hati.

Dalam fashion show kali ini, Dekranasda Bali diwakilkan oleh 3 (tiga) brand fashion beserta desainernya yakni Body & Mind by Dayu Karang, Taksu Design by Adi Taksu dan Lusi Damai by Lusi Damayanti. Pada ajang kali ini, desainer-desainer Dekranasda Bali mengeksplorasi berbagai wastra Bali diantaranya, Rangrang, Endek, Songket serta mengangkat kembali popularitas kain tropis Bali dalam desain kekinian.

mny koster
Dekranasda Provinsi Bali mengikuti Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 di Hotel Merumata Senggigi, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (7/7) malam. (Foto: ist)

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster usai acara menyampaikan Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 dapat dijadikan sebagai wadah bagi desainer-desainer Bali untuk belajar, menimba pengalaman serta mengembangkan diri untuk karya selanjutnya sesuai kebutuhan trend atau pasar.

“Kita di Bali tentu kebutuhan pasar seperti apa yang terbuka di depan kita maka harus ambil peluang itu. Ini kesempatan yang sangat baik bagi desainer di Bali untuk dapat menimba pengalaman. Jangan berhenti mencari pengalaman dan menimba pengalaman, karena itu penting. Karena akan mampu menginspirasi karya-karya kita selanjutnya,” jelasnya.

Ny. Putri Koster berharap, para desainer Bali tidak cepat puas dengan apa yang telah diraih saat ini. Ia ingin desainer-desainer Bali ikut ambil bagian dalam memperkaya kemajuan fashion di Indonesia.

“Jangan berhenti dan jangan cepat berpuas diri karena itu akan membuat kita stuck dan jangan berhenti sampai disitu saja. Teruslah menggali, karena dunia mode akan terus berkembang sesuai perkembangan dan kebutuhan zaman. Saya ingin desainer-desainer kita di Bali ikut memperkaya kemajuan dunia fashion di Indonesia, sehingga nanti Indonesia sangat besar untuk menjadi pusat mode karena kita memiliki talenta dan bahannya. Tidak ada negara di dunia yang sekaya karya-karya tenun tradisional. Oleh karena itu, kita harus semangat. Ini sudah ada wadahnya,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca