Denpasar, baliilu.com
– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Senin (10/8-2020),
berhasil menangkap lagi tiga kapal illegal
fishing di laut utara Natuna di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711.
Ketiga kapal satu paket tersebut berbendera Vietnam terdiri dari kapal lampu
untuk menentukan arah, kapal pengangkut, dan kapal penangkap purse sein atau
pukat cincin.
‘’Ketiga kapal ini berhasil dilumpuhkan oleh anak-anak kita, putra-putra terbaik kapten kapal pengawas perikanan Orca III, KP Hiu 11 dan KP Hiu Macan Tutul 02, kapal yang selama ini aktif di tengah laut yang tanpa mengenal henti dan rasa takut untuk menjaga laut kita. Sekarang kapal itu sedang dalam perjalanan menuju Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak,’’ terang Menteri KKP Edhy Prabowo saat konferensi pers illegal fishing di PSDKP Benoa, Denpasar Bali, Rabu (12/8-2020) sore.
KKP: Gelar konferensi pers illegal fishing.
Di depan awak media yang sempat bersama-sama menyaksikan pemutaran
video penangkapan, Edhy Prabowo menyampaikan kebanggaannya atas keberanian
putra-putra terbaik kapten kapal melumpuhkan pelaku illegal fishing dan berpesan jangan pernah menyerah dan lelah untuk
menjaga laut kita. ‘’Saya berpesan, setiap melakukan tugas penangkapan kapal
tetap menjaga keselamatan. Semangat yang kalian baktikan kepada negerimu,
keluargamu menunggu dengan semangat dan selamat,’’ kata Edhy Prabowo berpesan di
depan kapten kapal yang mengikuti konferensi pers secara daring dari Pontianak,
seraya mengatakan pemerintah akan memberikan reward seperti yang sudah dilakukan
sebelumnya.
Edhy Prabowo menjelaskan ketiga kapal tersebut adalah kapal lampu
jenis KH 95758 PS dengan 2 awak kapal, kapal penangkap KH 98168 PS dengan 17
ABK, dan kapal penampung KH 91558 TS dengan 7 ABK sehingga total sebanyak 26
ABK. Kapal ini kini statusnya dalam pemeriksaan, tidak seluruh ABK-nya ditahan,
menyustianya akan dikembalikan seperti biasanya.
Dengan ditangkapnya tiga kapal berbendera Vietnam, Edhy
Prabowo menyatakan sejak diangkat menjadi menteri 8 bulan yang lalu sudah
menangkap 69 kapal asing pencuri ikan yang didominasi kapal ikan berbendera Vietnam
sebanyak 28 kapal, kemudian Malaysia, Filipina, dan Taiwan. Dari 69 kapal ikan
yang ditangkap, ia memprediksi potensi kerugian bisa diukur dari kapasitas
kapal penampung 98 GP jika setengahnya dapat ikan, tinggal mengalikan 69 kapal
yang ditangkap.
Edhy Prabowo menyatakan terhadap pelaku illegal fishing ini, Indonesia tetap mengedepankan proses hukum dan
HAM untuk menunjukkan bahwa Indonesia tetap mengikuti kaidah hukum internasional
yang berlaku.
‘’Kapal ini akan kita proses hukum bersama kapal yang lain saat
ini sedang menuju Pontianak. Kita berharap sejak awal saya menjadi Menteri KKP kapal
ini disita negara akan kita berdayakan, kita gunakan, kalau dia masih bagus dan
efektif. Apakah diserahkan ke sekolah perikanan, diserahkan ke lembaga penelitian
atau koperasi. Yang jelas intinya hari ini kita berhasil menangkap kapal ini
kita berharap bermanfaat buat masyarakat Indonesia,’’ ujarnya.
MENTERI KKP EDHY PRABOWO
Namun Menteri Edhy Prabowo mengatakan untuk menuntaskan persoalan illegal fishing, ke depan akan bertemu dengan pemerintah Vietnam dan negara tetangga lainnya yang kapalnya kita tangkap. ‘’Kita kan negara ASEAN, kita ingin hubungan ini harmonis jangan sampai main kucing-kucingan seperti ini. Kita akan ajak bicara maunya seperti apa, apa investasi bersama,’’ ujarnya menegaskan.
‘’Untuk ASEAN dulu saya pikir, saya akan bertemu dengan
dubes mereka direncanakan setelah 17- an, untuk menawarkan berbagai opsi
kerjasama supaya hal ini tak perlu terjadi. Bagi kami kompromi dengan negara tetangga
jauh lebih penting dari pada kuat-kuatan. Tapi jika dak mau ya.. sudah kita akan
kuat kuatan juga,’’ tegasnya.
Edhy Prabowo juga menyampaikan konsep penenggelaman kapal
jika kapal pencuri ikan lari atau melawan dan sudah ada satu yang tenggelam di
tengah laut. ‘’Kita tak akan tinggal diam, bahkan kita akan memperkuat kemampuan
kapal pengawas kita dengan persenjataan . Saya koordinasi dengan aparat
terkait. Termasuk angkatan laut yang senantiasa memihak, membela kita, Bakamla,
Polariud. Jadi di tengah laut kita sudah tidak ada lagi siapa yang kuat. Di tengah
laut adalah bagaimana sama-sama mengawal mengamankan negara,’’ ujarnya.
Edhy Prabowo tidak yakin kapal-kapal ikan asing rusak , kecuali
terbengkalai di pelabuhan. Di pelabuhan juga banyak sisa yang dulu belum
diselesaikan. Sementara untuk menenggelamkan
butuh ongkos. Daripada ongkos menenggelamkan lebih baik pakai servis untuk
modal nelayan.
Untuk memperkuat pengawasan, Edhy Prabowo menginginkan kewaspadaan
ke depan harus ditingkatkan terutama penguatan sektor pengawasan. Ia mengaku
sudah berkoordinasi dengan Pak Menhan, minta bantuan teknologi yang dimiliki
terutama peningkatan kemampuan kapal pengawas. Kemampuan kapal Orca hanya 24 knots.
Ke depan cari kapal yang 35 knots seperti milik Polairud yang sudah punya kapal
dengan kecepatan di atas 35 knots.
Menteri Edhy juga mengungkapkan ada bantuan ibah dari beberapa negara menawarkan
teknologi satelit yang bisa realtime.
‘’Kita punya senjata SMB tapi bisa diaktifkan dengan perangkat organik yang melalui
proses birokrasi,’’ katanya.
Sesuai pesan Presiden Joko Widodo, untuk menjaga laut,
membangun komunikasi dan tidak boleh sejengkal tanah dan sejengkal air dikuasai
asing. ‘’Kami yakin dengan kekompakan dan dukungan semua elemen di negeri ini
menjaga laut tidak begitu sulit dari kami,’’ pungkasnya. (gs)
Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin, S.I.K., S.H., M.Hum. dipercaya menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. (Foto: Hms Polri)
Jakarta, baliilu.com – Tongkat kepemimpinan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi berganti. Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin, S.I.K., S.H., M.Hum. dipercaya menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri menggantikan Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum.
Pergantian pimpinan Korlantas Polri tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Brigjen Pol. Dr. Aries Syahbudin, S.I.K., S.H., M.Hum pun dilantik sebagai Kakorlantas Polri oleh Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C) Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Senin (12/10/2026).
Usai pelantikan, prosesi serah terima jabatan (sertijab) dilanjutkan di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Jakarta, pada hari yang sama. Prosesi tersebut menandai pergantian kepemimpinan di lingkungan Korlantas Polri. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama dan personel Korlantas Polri.
Pergantian ini menjadi awal bagi Brigjen Pol. Aries Syahbudin untuk melanjutkan berbagai agenda strategis Korlantas Polri.
Brigadir Jenderal Polisi Dr. Aries Syahbudin merupakan Perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994, dengan pengalaman panjang yang mempertemukan pemahaman strategis dan kecakapan operasional.
Saat menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dan Polda Sulawesi Selatan, ia menghadapi beragam karakter wilayah dan persoalan lalu lintas. Pengalaman yang memperkaya pemahamannya tentang kebutuhan masyarakat, kondisi jalan, serta tantangan personel dalam menjalankan tugas.
Di lingkungan Korlantas Polri, tanggung jawabnya berkembang melalui jabatan Kasubdit Audit dan Inspeksi Ditkamsel, Kepala Bagian Operasi, hingga Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri.
Rangkaian posisi tersebut memberinya sudut pandang yang luas: mengenali potensi risiko, menyiapkan langkah antisipasi, dan mengawal kebijakan agar dapat dilaksanakan secara tepat.
Ketika menjabat Kabag Ops, perannya terlihat dalam kesiapan berbagai operasi besar. Dari pengamanan Natal dan Tahun Baru hingga arus mudik dan balik Lebaran, ia terlibat dalam penguatan sistem kendali, kesiapan komunikasi, serta pengarahan personel. Seluruhnya menjadi bagian dari upaya menyatukan perencanaan dengan kebutuhan pelaksanaan.
Dalam persiapan Operasi Ketupat 2025, ia menjabarkan pemetaan titik rawan, antisipasi kepadatan, dan kesiapan rekayasa lalu lintas. Pemantauan berbasis data dan teknologi mendukung respons petugas terhadap perubahan situasi. Keterlibatannya dalam pengaturan langsung di lapangan turut melengkapi pengalaman tersebut.
Pada periode itu, Operasi Ketupat 2025 menorehkan capaian penting. Evaluasi Korlantas mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 31 persen dan jumlah korban meninggal dunia sebesar 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi penyelenggaraan mudik tahun tersebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah.
Sebagai Kabag Ops, Aries Syahbudin menjadi bagian penting dalam mengawal keberhasilan bersama tersebut. Sebuah capaian yang memperlihatkan arti kesiapan operasional, koordinasi lintas instansi, dan keputusan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Perannya juga hadir dalam persiapan menuju Zero ODOL. Sejak 2025, ia menjelaskan penanganan bertahap melalui sosialisasi, peringatan, dan penegakan hukum, disertai pendekatan kepada pengemudi, pemilik kendaraan, serta pelaku usaha. Dalam persiapan Zero ODOL 2027, ia menekankan keterlibatan seluruh fungsi lalu lintas dan konsistensi kerja sama lintas sektor.
Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk membangun angkutan barang yang lebih tertib dan melindungi keselamatan setiap pengguna jalan.
Kini, tanggung jawab sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri dipercayakan kepadanya. Pengalaman dari kewilayahan hingga tingkat nasional menjadi landasan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks, memperkuat pelayanan, dan menjaga kesinambungan berbagai agenda strategis Korlantas Polri. (gs/bi)
ASESMEN: Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, saat membuka kegiatan Asesmen Implementasi PHBS bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aula Dinas Kesehatan Buleleng, Selasa (13/10). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Buleleng, cukup tinggi hingga September 2026. Dalam periode yang sama, tiga orang meninggal dunia akibat rabies. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng untuk memperkuat pencegahan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, saat membuka kegiatan Asesmen Implementasi PHBS bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aula Dinas Kesehatan Buleleng, Selasa (13/10).
Kadis Sucipto menjelaskan dua dari tiga korban meninggal akibat rabies tidak melaporkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sementara itu, satu korban tidak kembali ke fasyankes untuk mendapatkan Vaksin Antirabies (VAR).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko rabies masih perlu ditingkatkan. Padahal, penanganan yang cepat dan sesuai prosedur medis sangat penting setelah seseorang mengalami gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies.
“Kurangnya pemahaman dan kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap kasus gigitan hewan menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.
Berbagai langkah penanganan rabies telah dilakukan dibuleleng melalui koordinasi lintas sektor dan lintas program. Sebanyak 74 Tim Siaga Rabies (TISIRA) telah dibentuk di sejumlah desa. Selain itu, terdapat 129 peraturan desa (Perdes) dari 129 desa serta 33 perarem yang mendukung penanganan rabies.
Namun, berbagai upaya tersebut dinilai belum maksimal dalam menekan risiko penularan. Karena itu, penguatan pencegahan perlu disertai peningkatan kesadaran masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan hewan penular rabies.
Pihaknya menambahkan, rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Selain rabies, zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) juga menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada aspek sosial dan ekonomi.
Risiko penularan dapat meningkat akibat interaksi manusia dengan hewan, perubahan lingkungan, pola hidup, serta mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dan kerja sama berbagai sektor.
“Pencegahan zoonosis dan PIE memerlukan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan serta melibatkan lintas sektor,” ungkap kadis Sucipto
Pendekatan tersebut perlu diterapkan melalui penguatan higiene dan sanitasi, keamanan pangan, penanganan hewan secara aman, serta pengelolaan lingkungan. Pelaksanaannya juga perlu didukung kebijakan dan program yang terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan terkait.
Melalui kegiatan asesmen ini, Kadis Sucipto berharap kegiatan yang melibatkan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut dapat memberikan manfaat bagi penguatan upaya pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng. (gs/bi)
LEPAS KONTINGEN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Denpasar, secara resmi melepas Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar untuk mengikuti Lomba Tingkat IV Kwartir Daerah (Kwarda) Bali Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Denpasar, Selasa (13/10). (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Denpasar, secara resmi melepas Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar untuk mengikuti Lomba Tingkat IV Kwartir Daerah (Kwarda) Bali Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (13/10), ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dan penyematan jaket kontingen secara simbolis. Sebanyak 19 orang diberangkatkan, terdiri atas 16 peserta, satu pimpinan kontingen, serta masing-masing satu pembina pendamping putra dan putri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar, Dr. I Gusti Lanang Jelantik, beserta jajaran pengurus Kwarcab dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk membawa nama Kota Denpasar pada ajang kepramukaan tingkat Provinsi Bali. Arya Wibawa menyebutkan, keikutsertaan kontingen ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Pramuka Penggalang Denpasar meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi pada Lomba Tingkat III Kwarcab Kota Denpasar, Juli 2026 lalu.
Arya Wibawa berpesan agar seluruh peserta mengikuti 21 mata lomba dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik. Ada keterampilan kepramukaan, ketangkasan, kreativitas, pengetahuan, kerja sama, dan berbagai tantangan lainnya. Di samping itu Arya Wibawa juga berharap kontingen Denpasar mampu meraih prestasi tertinggi sekaligus memperoleh tiket menuju Lomba Tingkat V tingkat nasional pada 2027. Namun, menurutnya, prestasi harus diraih melalui usaha yang jujur dan terhormat. Selain itu, peserta diingatkan untuk menjaga kesehatan, keselamatan, kedisiplinan, serta nama baik Kota Denpasar selama mengikuti perlombaan di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai, Margarana, Tabanan.
Lebih lanjut, Arya Wibawa menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persaudaraan dengan seluruh peserta dari kabupaten lain di Bali. Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna bahwa semua adalah satu keluarga besar, diharapkan menjadi landasan bagi para Pramuka untuk menjunjung kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan sikap saling menghormati. Selebihnya Arya Wibawa juga menitipkan pesan kepada pimpinan kontingen dan pembina pendamping agar senantiasa memberikan perhatian terhadap kesehatan, keselamatan, kebutuhan, serta kondisi psikologis peserta selama kegiatan berlangsung.
“Berprestasi dengan kemampuan, menang dengan kehormatan, dan bersaudara dalam kebersamaan,” ujar Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar, Dr. I Gusti Lanang Jelantik, menjelaskan bahwa kontingen telah menjalani pembinaan secara intensif selama dua bulan terakhir. Pembinaan tersebut meliputi materi dan keterampilan kepramukaan, penguatan pengetahuan, serta wawasan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan dalam perlombaan. Sebanyak 16 peserta yang tergabung dalam dua regu, masing-masing beranggotakan delapan orang, merupakan Pramuka Penggalang terpilih yang berhasil meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi pada Lomba Tingkat III Kwarcab Kota Denpasar.
Kontingen dijadwalkan berangkat menuju Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai, Margarana, Tabanan, pada Rabu (14/10) dan mengikuti Lomba Tingkat IV selama kurang lebih empat hari hingga Minggu (18/10). Lanang Jelantik berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kualitas Pramuka Penggalang Kota Denpasar yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami memohon doa restu serta menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wakil Wali Kota Arya Wibawa, sehingga kontingen dapat mengikuti perlombaan dengan persiapan yang optimal,” ujarnya. (eka/bi)