Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kodam IX/Udayana Cetak 1.394 Prajurit Tamtama Siap Mengabdi untuk Negeri

BALIILU Tayang

:

kodam ix/udayana
TUTUP PENDIDIKAN: Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi secara resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025, di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Jalan Surapati, Kelurahan Banyuning, Buleleng, Rabu (4/2/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi secara resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025, yang diikuti oleh 1.394 prajurit, bertempat di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Jalan Surapati, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Rabu (4/2/2026).

Upacara penutupan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat, menandai berakhirnya rangkaian pendidikan dasar kemiliteran yang telah ditempuh para siswa selama kurang lebih dua bulan. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Kodam IX/Udayana, di antaranya Irdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, Kasrem 163/Wira Satya, Asintel Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, LO TNI AL, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, serta unsur Forkopimda Kabupaten Buleleng.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menyampaikan ucapan selamat kepada 21.885 mantan siswa secara nasional yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi dilantik sebagai Prajurit Dua (Prada) TNI Angkatan Darat.

Kasad menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kegigihan, disiplin, dan kerja keras para prajurit, serta tidak terlepas dari dukungan dan doa restu orang tua serta keluarga. Pendidikan intensif yang dilaksanakan selama dua bulan dengan pembinaan fisik dan mental telah menempa para prajurit menjadi sosok tangguh, profesional, dan berkarakter, berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan ini merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat, yang dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia guna memenuhi kebutuhan pengembangan satuan-satuan baru di seluruh wilayah Indonesia. Di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan tugas ke depan, kehadiran generasi prajurit muda ini diharapkan mampu mendukung tugas operasi pertempuran, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi dalam pemberdayaan potensi masyarakat.

Baca Juga  Kasdam IX/Udayana Dampingi Aspers Kasad Tinjau Progres TMMD Ke-126 di Badung

Kasad juga menekankan bahwa peran prajurit dalam Batalyon Teritorial Pembangunan telah terbukti efektif dalam mendukung percepatan penanggulangan serta pemulihan bencana alam di berbagai daerah. Oleh karena itu, para prajurit diminta menjadikan ilmu pengetahuan, kemampuan teknik, dan taktik militer yang telah diperoleh sebagai modal dasar pengabdian, dalam rangka membentuk jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.

Sebagai pedoman awal pengabdian, Kasad berpesan agar setiap tantangan tugas dijadikan sarana pembelajaran dan pengembangan diri, dengan terus mengasah naluri militer, mengoptimalkan potensi, serta berkarya nyata bagi satuan, masyarakat, dan negara, sembari membangun ketangguhan mental dan karakter prajurit sejati.

Di akhir amanatnya, Kasad menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara pendidikan serta pihak-pihak terkait atas dedikasi dan kerja kerasnya, sehingga Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam pendidikan tersebut, para prajurit terbaik Tri Pola Dasar berhasil meraih prestasi sebagai berikut: 1. Prada James Alexsander Imanuel Sinay : Terbaik Bidang Akademik; 2. Prada Dewa Komang Angga Saputra : Terbaik Bidang Sikap dan Perilaku; 3. Prada Alisco Toto : Terbaik Bidang Jasmani.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. menyampaikan bahwa penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mencetak prajurit yang siap operasional, berdisiplin tinggi, dan berkarakter kebangsaan.

“Melalui pendidikan dasar yang terukur dan berkesinambungan, para prajurit telah dibekali kemampuan fisik, mental, serta nilai-nilai keprajuritan yang menjadi fondasi utama dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD, baik dalam operasi militer maupun tugas perbantuan kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Pimpin Sidang Pantukhir Penerimaan Cata PK TNI AD di Singaraja

Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan unjuk kemampuan para prajurit muda, meliputi defile, bongkar pasang senjata, kolone senapan, simulasi halang rintang, perkelahian sangkur, bela diri taktis, serta atraksi mountainering, yang mendapat apresiasi dari para undangan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Seminar Aksara Kawi, Ibu Putri Koster Ingatkan Perbedaan Budaya adalah Kebanggaan yang Harus Dirawat

Published

on

By

Seminar Aksara Kawi
SEMINAR AKSARA KAWI: Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali berfoto bersama usai memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pendamping Gubernur Bali, Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang juga dikenal sebagai seniman multitalenta, mengajak generasi Pulau Dewata untuk menjaga kebudayaan Bali dengan bangga menggunakan bahasa lokal di daerah sendiri. Selain itu, kebanggaan menggunakan busana Bali sekaligus mengenal aksara Bali tentu menjadi kebiasaan yang harus terus ditanamkan, sehingga kita mampu menjaga jati diri budaya Bali dengan keberagaman yang kita miliki.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2).

“Bali tentu kita ketahui sebagai daerah pariwisata dan wajah Indonesia dengan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Masuknya budaya Barat, saya harapkan tidak menjadikan generasi muda Bali lupa akan kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang dimiliki, terutama pada busana, aksara, dan bahasa daerah Bali,” ungkap Ibu Putri Koster.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan budaya kita ini? Antara Bali dengan daerah lain tentu memiliki perbedaan budaya sebagai ciri khas yang melekat. Namun, perbedaan tersebut sudah tentu menjadi kebanggaan yang harus kita jaga dan rawat sebagai kekayaan, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tegasnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan serangkaian Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Dalam seminar yang mengangkat tajuk “Aksara Kawi” ini, salah satu narasumber, Gede Suarbawa, menjelaskan bahwa dalam sejarah sistem aksara di Indonesia dikenal tiga sistem yang pengaruhnya meluas dan mendalam dalam pembentukan tradisi keberaksaraan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga sistem aksara tersebut adalah Pallawa, Arab, dan Latin. Di samping itu, terdapat sistem lain yang dijumpai dalam tinggalan arkeologi Indonesia yang pengaruhnya tidak mendalam dan tidak berkelanjutan, yaitu aksara Siddhamatrka/Pre-Nagari dan aksara Cina.

Baca Juga  Kodam IX/Udayana Resmi Tutup Dikmaba Infanteri dan Diktukba, Ratusan Bintara Baru Dilantik

“Aksara Pallawa memiliki sejarah panjang dalam dunia pertulisan di Indonesia. Aksara ini digunakan pada prasasti tertua dari Muara Kaman, Kutai, yang memuat informasi tentang kebesaran Raja Mulawarman, serta di Jawa Barat tentang Raja Purnawarman yang prasastinya menggunakan aksara dasar Pallawa. Pada masa-masa selanjutnya, di tempat lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, sistem aksara ini mengalami transformasi menjadi aksara Kawi,” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya Seminar Aksara Kawi ini, diharapkan tradisi dan kebudayaan kita sebagai bangsa yang beragam dan penuh warna semakin kuat, namun tetap hidup rukun berdampingan dengan rasa toleransi yang tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Patroli Sat Samapta Polres Gianyar Amankan Ibadah Minggu di Gereja Santa Maria Ratu Rosari

Published

on

By

Polres Gianyar
PENGAMANAN: Personel Polres Gianyar saat melakukan pemgamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar, Minggu (15/2/2026) pagi. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Satuan Samapta Polres Gianyar melaksanakan patroli mobiling R4 pada Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan difokuskan pada pengamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar.

Patroli yang dipimpin kru Kijang 905 tersebut melibatkan personel Aipda I Wayan Beni Sastrawan, S.H., Bripka I Made Susila, dan Bripka I Gusti Putu Ari Purnawan. Petugas melakukan pemantauan langsung jalannya ibadah, berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta berdialog dengan petugas keamanan gereja untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan meningkatkan kewaspadaan.

Selain pengamanan di area gereja, personel juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas saat jemaat mulai berdatangan hingga selesai ibadah guna mencegah kepadatan kendaraan di depan lokasi.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan gereja, jumlah jemaat yang hadir diperkirakan sekitar 600 orang. Ibadah yang dipimpin oleh Romo Gusti Bagus Kusumawanta berlangsung khidmat dan berakhir sekitar pukul 09.45 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan hal mencurigakan.

Kasat Samapta Polres Gianyar, AKP Wibowo Sidi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjamin keamanan seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Patroli preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, aparat kewilayahan, dan petugas keamanan setempat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. “Sinergitas dengan unsur terkait sangat penting agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. Hingga kegiatan selesai, situasi tetap aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.

Baca Juga  Kodam IX/Udayana Resmi Tutup Dikmaba Infanteri dan Diktukba, Ratusan Bintara Baru Dilantik

Kegiatan patroli berakhir dalam keadaan kondusif dengan arus lalu lintas terpantau ramai namun lancar. Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi serta segera melapor apabila menemukan hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Operasi Keselamatan Agung 2026, Polresta Denpasar Tindak Ratusan Pelanggaran Lalin secara Humanis

Published

on

By

Polresta Denpasar
INGATKAN: Personel Sat Lantas Polresta Denpasar saat mengingatkan pengendara motor menggunakan helm yang benar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Operasi keselamatan lalu lintas yang digelar Polresta Denpasar memasuki hari ke-13 dengan hasil yang cukup signifikan. Sejumlah pelanggaran berhasil ditindak sebagai upaya meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di jalan raya.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026, petugas mencatat sebanyak 562 teguran diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan sebagai langkah edukatif.

Sementara itu, penindakan melalui ETLE statis mencapai 1.255 tilang, kemudian tilang manual sebanyak 219 kasus, serta 14 pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) turut ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Kasi Humas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata berfokus pada penindakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Penegakan hukum dilakukan secara humanis dan edukatif. Harapannya masyarakat semakin disiplin sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujarnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama di jalan raya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kasdam IX/Udayana Buka Persami KKRI Gelombang III: Bentuk Generasi Muda Tangguh dan Cinta Tanah Air
Lanjutkan Membaca