Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Kolaborasi dengan Krama, Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pitra Yadnya Krama Payangan Medi

BALIILU Tayang

:

Ngaben banjar payangan medi
HADIRI UPACARA: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Peranan dan komitmen Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan, terus dibuktikan melalui kehadirannya turun langsung ke masyarakat. Konsistensi itu dipertegas kala menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar Payangan Medi, Desa Adat Payangan, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Bupati Sanjaya didampingi salah satu anggota DPR RI Dapil Bali, DPRD Tabanan, Asisten I dan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat. Perbekel, Bendesa Adat, Prawartaka Karya dan juga masyarakat setempat, menyambut baik kehadiran Bupati dan jajaran siang itu.

Tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita, Bupati Sanjaya beserta jajaran langsung menuju Balai Banjar setempat. Disampaikan saat itu kegiatan Ngaben Massal krama Payangan Medi diikuti oleh 19 sawa dengan biaya masing-masing sawa sekitar 7 juta rupiah dan Ngelungah 5 sawa dengan biaya 500 ribu rupiah masing-masing sawa dan untuk pelaksanaan juga disupport oleh 57 KK krama Payangan Medi melalui urunan 220 ribu rupiah per KK oleh Prawartaka Karya.

“Hari ini kehadiran titiang di tengah-tengah masyarakat, selain ngupasaksi, kehadiran titiang juga sebagai wujud terimakasih kepada seluruh krama karena sudah turut berkontribusi memberikan dukungan kepada pemerintah. Dukungan krama Payangan Medi sangat besar dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan,” puji Sanjaya sembari menanyakan asal muasal nama Desa Payangan yang nama banjar-banjarnya menurutnya sangat unik.

Kemudian salah satu krama penglingsir di Banjar Payangan Medi yang juga selaku Manggala Kertha Desa Payangan menuturkan, bahwa adanya nama Payangan Medi yakni pada tahun 1992 mengikuti lomba Desa Adat yang salah satu persyaratannya adalah adanya sejarah Desa Payangan. Dari situlah pihaknya mengaku mencari sejarah tentang nama Payangan ke seluruh sumber informasi, salah satunya Puri Payangan Gianyar.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-6, Bupati Sanjaya Apresiasi Persetujuan Bersama 3 Ranperda Tabanan

Setelah bercerita panjang lebar tentang sejarah Desa Payangan, ia menyampaikan bahwa erat kaitannya Desa Payangan dengan Putra Mahkota Raja Payangan Gianyar dan Ikan Sidat atau bahasa Balinya Be Julit yang diagungkan sebagai penolong saat menuju ke Desa Payangan saat ini, yang sampai saat ini disembah dan hingga detik ini warga Payangan tidak boleh memakan jenis ikan tersebut dan juga Be Julit menjadi simbol dari Desa Payangan, Marga.

“Jadi, semua itu pasti ada filosofinya dan untuk Payangan ini saya sudah ketemu sejarahnya karena bapak Kertha Desa tadi sudah menjelaskan dengan baik. Jadi ke depan, bagaimana Pemerintah Daerah mereferensikan dari 133 nama desa yang ada di Tabanan. Seperti disini, ada Payangan, Marga, Gelagah, Geluntung dan Brida nanti harus mencari tahu itu karena semua desa pasti ada sejarahnya,” imbuh Sanjaya sekaligus sangat mengapresiasi kekompakan krama Payangan Medi.

Di kesempatan yang sama mewakili seluruh krama, I Made Sudiantara selaku Prawartaka Ngaben Massal menyampaikan, bahwa Yadnya Ngaben Massal kali ini mengambil tingkatan Kusa Pranawa, yang mana puncaknya akan digelar pada 13 November 2023 mendatang. Atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, pihaknya menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya, terutama dukungan dan bantuan pemerintah yang tak pernah surut untuk krama, khususnya di Payangan Medi. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Krama Banjar Umadiwang, Marga dan Batulumbang, Selemadeg

Published

on

By

bupati sanjaya
PERSEMBAHYANGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri upacara Dewa Yadnya yang diselenggarakan di dua pura yang ada di Kabupaten Tabanan yang bertepatan pada Sukra Wage, Wuku Uye, Jumat (17/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya selalu konsisten menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan adat, agama, tradisi, dan seni budaya di Kabupaten Tabanan. Hal ini diwujudkan melalui kehadirannya selaku Murdaning Jagat Tabanan dalam upacara Dewa Yadnya yang diselenggarakan di dua pura yang ada di Kabupaten Tabanan yang bertepatan pada Sukra Wage, Wuku Uye, Jumat (17/5).

Turut mengikuti persembahyangan bersama Sanjaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten I Setda Tabanan, Jajaran Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala bagian dilingkungan Setda. Juga hadir, Camat, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh adat setempat, juga para prawartaka karya dan masyarakat yang menyambut kehadiran Bupati Sanjaya dengan penuh semangat dan sukacita.

Dalam kunjungan pertamanya di Pura Luhur Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga dalam rangka pemelaspasan bangunan pura dan piodalan alit. Usai mengikuti persembahyangan, Sanjaya menandatangani prasasti pura yang diempon oleh 325 KK tersebut, turut menebar ikan di jaba sisi kauh Pura Manik Toya dan dilanjutkan dengan meninjau aliran sungai Yeh Sungi.

Selanjutnya, Sanjaya beserta jajaran menghadiri uleman Ngupasaksi Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Mupuk Pedagingan, Melaspas, Ngenteg Linggih, Ngusaba Agung, Ngusaba Nini, dan Pujawali di Pura Puseh, Pura Desa, lan Catus Pata, Desa Adat Batulumbang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

Usai menghaturkan sembah bhakti, melalui sambutannya, Sanjaya memberikan apresiasinya akan pelaksanaan upakara dan upacara karya yang sudah terkonsepkan sejak 15 tahun yang lalu tersebut. Sanjaya menilai segala sesuatunya bermula dari sebuah proses baik yang pendek, menengah maupun panjang, seperti halnya dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih ini yang sudah terkonsepkan sejak lama.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-6, Bupati Sanjaya Apresiasi Persetujuan Bersama 3 Ranperda Tabanan

“Maka dari itu, saya dalam melaksanakan visi misi Kabupaten Tabanan untuk mencapai Tabanan yang Aman Unggul dan Madani, jadi untuk mencapai Aman Unggul Madani di masyarakat Tabanan, bagaimana menciptakan masyarakat yang sejahtera itu melalui sebuah proses. Maka tiang di pemerintah menjalankan yang namanya pelestarian adat, agama dan seni budaya. Ketika masyarakat tiang ingin membangun, pasti titiang dampingi, ikut meringankan beban, baik melalui prosesnya, baik kunjungannya dan ngupasaksi, juga ikut berkontribusi dalam karya,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya kembali mengingatkan masyarakat akan bagaimana perjuangan para leluhur dalam menjaga keharmonisan di Bali melalui konsep Tri Kahyangan yang dikonsepkan sejak ribuan tahun lalu. “Sampai saat ini kita mampu melestarikan dan menjaga Kahyangan Puseh ini, ngwangun khayangan niki sampai pujawali hingga tadi kita sudah sembahyang ngenteg linggih, luar biasa. Jadi tidak main-main leluhur kita masalalu. Lalu tugas kita generasi sekarang ini ngewangiang, yang disebut dengan pelestarian adat, agama dan budaya,” imbuh Sanjaya.

Di kesempatan yang sama, Bendesa Adat Batulumbang, I Made Ardana, menyampaikan bahwa puncak acara di Pura Puseh dan Desa Batulumbang ini nantinya jatuh pada 22 Mei 2024 mendatang. Dengan diempon oleh 99 KK, dikatakan bahwa dalam pembangunan pura selain mendapatkan dana bantuan dari Bupati Tabanan, dan reses serta dana desa. Perwujudan yadnya ini juga merupakan hasil gotong-royong swadaya masyarakat yang sudah berlangsung sejak 15 tahun dengan mengumpulkan iuran sebesar Rp. 5.000 di setiap purnama.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Ardana mewakili masyarakat Batulumbang kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran yang hadir serta menyaksikan rangkaian yadnya, serta atas dukungan dan bantuan yang diberikan dalam upaya mewujudkan karya Dewa Yadnya tersebut. Pihaknya juga sampaikan dukungannya kepada Bupati Sanjaya dalam menjalankan berbagai program di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

Senada dengan Ardana, Made Suama selaku Ketua Pembangunan Pura Luhur Manik Toya juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya atas kehadirannya juga bantuan yang diberikan dalam pembangunan, upakara dan upacara pada pura yang sebelumnya sempat rusak akibat terkena bencana banjir tersebut. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara ‘’Nuasen Ngodakin’’ Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa
UPACARA NUASEN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menghadiri upacara ‘’Nuasen’’ serangkaian ‘’Karya Ngetus, Melaspas, Pasupati lan Pujawali Pralingga Sesuhunan’’ Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa (14/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar IB Alit Wiradana menghadiri upacara Nuasen serangkaian Karya Ngetus, Melaspas, Pasupati lan Pujawali Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa (14/5).

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa didampingi Sekda IB Alit Wiradana turut mengikuti prosesi nuasen Pralingga Ratu Ketut Beludru, Topeng Sidakarya, dan Topeng Dalem.

Manggala Prawartaka Karya, I Ketut Pastika mengatakan upacara nuasen ini merupakan rangkaian awal acara dalam ngodakin pererai Ratu Ketut Beludru, Topeng Sidakarya, dan Topeng Dalem di Pura Taman Buitan.

Lebih lanjut dikatakannya, adapun prosesi ini telah dimulai sejak tanggal 8 Mei 2024 yang diisi dengan upacara Ngetus Pralingga Ida Bhatara yang dilaksanakan di Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel. Dan upacara ini berakhir pada tanggal 22 Juni 2024 yang diisi dengan upacara Mecaru, Mesucian ke Beji, Mamendak, Maturan Soda Bhakti Krama, dan Piodalan.

“Tentunya kami selaku Prawartaka mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak khususnya dari jajaran Pemkot Denpasar, sehingga rangkaian upacara ini dapat terlaksana dengan lancar, dan semoga Ida Bhatara Sesuhunan senantiasa memberikan kerahayuan kepada kita semua,” ujar Ketut Pastika.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, bahwa pelaksanaan Karya di Pura Taman Buitan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat serta pengempon untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Karena sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

Baca Juga  Unik dan Menarik, Peserta Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Tabanan Kenakan Atribut Pejuang Kemerdekaan

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ungkap Arya Wibawa.

Turut hadir dalam pelaksanaan tersebut Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, serta tokoh masyarakat dan pengempon pura setempat. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Atma Wedana ‘’Memukur’’ di Griya Agung Linggaacala Tegallalang Gianyar

Published

on

By

bupati giri prasta
HADIRI ATMA WEDANA: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Atma Wedana Memukur Ibunda Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa di Griya Agung Linggaacala Br. Calo Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Selasa (7/5). (Foto: Hms Badung)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Atma Wedana Memukur Ibunda Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa di Griya Agung Linggaacala Br. Calo Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar. Karya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra saking Griya Agung Linggaacala, Selasa (7/5). Turut hadir Penglingsir Puri Satria A.A. Ngurah Oka Ratmadi, A.A. Gede Agung Rahma Putra dari Puri Kapal Mengwi, para sulinggih dan angga Griya.

Bupati Nyoman Giri Prasta dalam sembrama wacana-nya mengucapkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena sudah bisa hadir dalam pelaksanaan Karya Atma Wedana yang merupakan swadharma kepada para leluhur.

“Sesuai dengan dresta di Bali sebelum Karya Atma Wedana dilaksanakan maka rangkaian upacara seperti warak kruron, ngelangkir, ngelungah dan ngaben harus dilaksanakan dengan harapan para leluhur kita akan mendapatkan tempat terbaik sesuai dengan karmanya semasih hidup sesuai dengan sastra dan keyakinan umat Hindu yang sering disebut dengan surga,” ucapnya yang dilanjutkan menghaturkan punia secara pribadi sebesar Rp. 20 juta.

Prawartaka Karya Nyoman Sariastawa ngaturang swasti prapta kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Penglingsir Puri Satria Cok. Ratmadi dalam rangka Karya Atma Wedana Ida Pandita yang sudah lebar (wafat). “Kami berharap untuk pelaksanaan upacara Karya Atma berikutnya bisa diikuti oleh anak-anak Beliau, serta besar harapan kami juga pemerintah bisa membantu dari sisi pendanaannya,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-6, Bupati Sanjaya Apresiasi Persetujuan Bersama 3 Ranperda Tabanan
Lanjutkan Membaca