Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Kolaborasi dengan Krama, Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pitra Yadnya Krama Payangan Medi

BALIILU Tayang

:

Ngaben banjar payangan medi
HADIRI UPACARA: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Peranan dan komitmen Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan, terus dibuktikan melalui kehadirannya turun langsung ke masyarakat. Konsistensi itu dipertegas kala menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Banjar Adat Payangan Medi, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Sabtu (11/11).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar Payangan Medi, Desa Adat Payangan, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Bupati Sanjaya didampingi salah satu anggota DPR RI Dapil Bali, DPRD Tabanan, Asisten I dan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat. Perbekel, Bendesa Adat, Prawartaka Karya dan juga masyarakat setempat, menyambut baik kehadiran Bupati dan jajaran siang itu.

Tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita, Bupati Sanjaya beserta jajaran langsung menuju Balai Banjar setempat. Disampaikan saat itu kegiatan Ngaben Massal krama Payangan Medi diikuti oleh 19 sawa dengan biaya masing-masing sawa sekitar 7 juta rupiah dan Ngelungah 5 sawa dengan biaya 500 ribu rupiah masing-masing sawa dan untuk pelaksanaan juga disupport oleh 57 KK krama Payangan Medi melalui urunan 220 ribu rupiah per KK oleh Prawartaka Karya.

“Hari ini kehadiran titiang di tengah-tengah masyarakat, selain ngupasaksi, kehadiran titiang juga sebagai wujud terimakasih kepada seluruh krama karena sudah turut berkontribusi memberikan dukungan kepada pemerintah. Dukungan krama Payangan Medi sangat besar dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan,” puji Sanjaya sembari menanyakan asal muasal nama Desa Payangan yang nama banjar-banjarnya menurutnya sangat unik.

Kemudian salah satu krama penglingsir di Banjar Payangan Medi yang juga selaku Manggala Kertha Desa Payangan menuturkan, bahwa adanya nama Payangan Medi yakni pada tahun 1992 mengikuti lomba Desa Adat yang salah satu persyaratannya adalah adanya sejarah Desa Payangan. Dari situlah pihaknya mengaku mencari sejarah tentang nama Payangan ke seluruh sumber informasi, salah satunya Puri Payangan Gianyar.

Baca Juga  Perhatian Pemerintah Terhadap Pembangunan Infrastruktur Tabanan, Bupati Sanjaya Resmikan Jembatan Suralaga - Ganter (Yeh Sungi)

Setelah bercerita panjang lebar tentang sejarah Desa Payangan, ia menyampaikan bahwa erat kaitannya Desa Payangan dengan Putra Mahkota Raja Payangan Gianyar dan Ikan Sidat atau bahasa Balinya Be Julit yang diagungkan sebagai penolong saat menuju ke Desa Payangan saat ini, yang sampai saat ini disembah dan hingga detik ini warga Payangan tidak boleh memakan jenis ikan tersebut dan juga Be Julit menjadi simbol dari Desa Payangan, Marga.

“Jadi, semua itu pasti ada filosofinya dan untuk Payangan ini saya sudah ketemu sejarahnya karena bapak Kertha Desa tadi sudah menjelaskan dengan baik. Jadi ke depan, bagaimana Pemerintah Daerah mereferensikan dari 133 nama desa yang ada di Tabanan. Seperti disini, ada Payangan, Marga, Gelagah, Geluntung dan Brida nanti harus mencari tahu itu karena semua desa pasti ada sejarahnya,” imbuh Sanjaya sekaligus sangat mengapresiasi kekompakan krama Payangan Medi.

Di kesempatan yang sama mewakili seluruh krama, I Made Sudiantara selaku Prawartaka Ngaben Massal menyampaikan, bahwa Yadnya Ngaben Massal kali ini mengambil tingkatan Kusa Pranawa, yang mana puncaknya akan digelar pada 13 November 2023 mendatang. Atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, pihaknya menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya, terutama dukungan dan bantuan pemerintah yang tak pernah surut untuk krama, khususnya di Payangan Medi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Badung “Nodya Karya Maligia Punggel“ di Griya Agung Banjar Aseman

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri “Karya Maligia Punggel” yang dirangkaikan dengan “nyekah” massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna.

“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong-royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

Baca Juga  Mohon Kerahayuan Jagat, Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri “Karya Atma Wedana” dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan.

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh krama desa untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Karya Atma Wedana ini merupakan program Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yang bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga  Desa Adat Batuan Gelar Prosesi Nyekah Massal lan Nilapati, 104 Sekah dan 1 Sangge Bhatara Lingga

Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Rp 900 juta dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Banjar Karangenjung Bhakti Sembung

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Banjar Karangenjung Bhakti. Menurutnya, kekompakan warga dalam ngayah merupakan cerminan nilai luhur yang harus diwariskan ke generasi penerus.

“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya warga dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Selain aspek spiritual, Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dimulai dengan memilah dari tingkat rumah tangga. Hal ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah fokus menangani masalah sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 26 Maret 2026 yang diawali dengan prosesi nancep surya.

“Rangkaian berlanjut pada 4 April dengan upacara Mecaru Panca dan Rsi Gana. Kemudian pada 7 April dilaksanakan Melasti ke Segara Batu Bolong, dan puncak karya jatuh pada 8 April lalu. 11 April, merupakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan mekebat daun, mendem bagia, nyenuk hingga prosesi nyineb sebagai penutup seluruh rangkaian karya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Desa Adat Batuan Gelar Prosesi Nyekah Massal lan Nilapati, 104 Sekah dan 1 Sangge Bhatara Lingga

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca