Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Komitmen Berbagi, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Kembali Menyapa Warga Pupuan

BALIILU Tayang

:

wahyuni
BANTUAN: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M saat memberikan bantuan kepada warga, Jumat (16/6) di GOR Desa Batungsel, Tabanan. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Tak diragukan lagi, komitmen Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M dalam memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat di seluruh kecamatan di Tabanan secara merata, menjadi tekad kuat yang terus dikedepankan. Terbukti pada hari ini, Jumat (16/6) pihaknya kembali hadir di tengah-tengah warga Kecamatan Pupuan melalui aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” yang secara berkesinambungan terus dilakukan.

Berlangsung di GOR Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, dan diikuti oleh Sekretaris PKK Kabupaten Tabanan, serta dihadiri oleh Camat Pupuan, Kadis BPMD, Perbekel Batungsel dan Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan, bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, susu serta kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan anak-anak di Kecamatan Pupuan.

Bunda Rai Wahyuni melalui arahannya, menyampaikan bahwa kunjungannya tak lepas dari kerinduan yang dirasakannya kepada masyarakat Pupuan. Kesempatan bertatap muka ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya mengakui, program yang telah berlangsung semenjak masa pandemi Covid-19 hingga saat ini, dirasa mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, meskipun tidak banyak, namun perhatian pemerintah sangat bisa dirasakan. 

“Kedatangan saya hari ini adalah untuk mengobati kerinduan dan meskipun dengan bantuan ini nanti, sudah pasti tidak bisa menjangkau seluruhnya, tapi nanti saya akan bertahap membantu, mungkin tahun depan program ini akan terus saya lanjutkan agar bisa terus membantu semeton-semeton, lansia, ibu-ibu hamil, alit-alit yang kekurangan gizi dan kader PKK yang merupakan ujung tombak yang akan melanjutkan 10 program pokok PKK, yang saya harapkan bantuannya untuk meneruskan program-program kita di PKK,” ungkap Bunda Rai pagi itu. 

Baca Juga  Semangat Kemerdekaan, TP PKK Tabanan Lanjutkan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi di 4 Kecamatan

Srikandi nomor 1 di Tabanan itu juga menjelaskan, bahwa kehadirannya tak hanya berfokus dalam memberikan bantuan saja, namun sekaligus untuk bersosialisasi terkait masalah-masalah yang menjadi kendala dalam pembangunan di Tabanan. “Di kesempatan ini, karena kita jarang bertemu dan bertatap muka, sekaligus saya akan menyosialisasikan program kita di PKK, karena ini adalah tugas kita bersama, untuk menyejahterakan keluarga, tak hentinya saya mengajak ibu, untuk bagaimana kita selalu menyosialisasikan yang pertama, yaitu Hatinya PKK, apalagi setelah Covid ini, paling tidak kalau kita laksanakan terus, kita bisa membantu menekan pengeluaran keluarga,” ujarnya. 

Bunda Rai berpesan, bantuan-bantuan dari Provinsi kepada masyarakat seperti bibit sayuran dan hewan ternak agar dapat dipantau dan dikontrol pemeliharannya, sehingga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, begitupun pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode eco-enzyme yang sejatinya dapat dipelajari dan diterapkan dengan segera. Ada 3 hal yang menjadi fokus perhatian Ny. Rai Sanjaya dalam 10 program pokok PKK yang patut mendapat atensi khusus. Yakni, program Aku Hatinya PKK, sosialisasi terkait sampah dan penekanan angka stunting di Tabanan. 

“Terkait dengan masalah stunting, itu menjadi fokus pekerjaan kita, fokus ketiga pekerjaan itu dulu, terutama yang saya harapkan masalah stunting ini, bagaimana agar nanti di Kabupaten Tabanan stunting itu bisa kita tekan lagi, sudah ada penurunan, artinya pekerjaan ibu-ibu semua sukses, cuma perlu ditingkatkan lagi. Kita ajak juga dari posyandu, rutin berjalan ke sini setiap bulan, bersama-sama kita sosialisasikan permasalahan stunting ini,” paparnya lebih lanjut. Pihaknya terus menekankan, agar ketiga fokus program tersebut dapat ditindaklanjuti dan terus disosialisasikan. 

Kedatangan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan saat itu mendapat sambutan yang hangat dan antusias dari warga Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan. Ny. Dwi Wahani Wirawan selaku ketua TP PKK Kecamatan Pupuan juga mengungkapkan terima kasihnya atas perkenan Ibu Bupati datang serta memberikan bantuan untuk masyarakat.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Sosialisasikan 6 SPM Posyandu di Tabanan

“Kami ucapkan selamat datang dan matur suksma, kepada Ibu Ketua TP PKK Kabupaten yang telah berkenan hadir di tengah-tengah kami, khususnya di tengah-tengah kader PKK, lansia, ibu hamil dan balita penerima manfaat aksi sosial di Kecamatan Pupuan. Penerima manfaat aksi sosial yang hadir saat ini ada dari Kader PKK sebanyak 140 orang, balita 25 orang, lansia 25 orang dan ibu hamil 20 orang,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Bunda PAUD Tabanan Dorong Kompetensi Pendidik Lewat Workshop Peningkatan Kapasitas Cara Belajar Usia Dini

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Bergerak dan Berbagi Bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya di Kecamatan Tabanan dan Kediri, Ratusan Warga Terima Bantuan

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Bergerak dan Berbagi Bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya di Kecamatan Tabanan dan Kediri, Ratusan Warga Terima Bantuan

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca