Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Koster Telah Bangun 17 Gedung SMA/SMK di Periode Pertama, Periode Kedua Pendidikan Harus Lebih Maju

BALIILU Tayang

:

koster
BERI KETERANGAN: Wayan Koster saat diwawancari media pada beberapa waktu lalu. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan suatu daerah. Di bawah kepemimpinan Wayan Koster pada periode pertama, komitmen terhadap pendidikan terbukti nyata dengan keberhasilan membangun 17 gedung sekolah SMA/SMK di berbagai wilayah Bali. Langkah ini tidak hanya sekadar pencapaian infrastruktur, tetapi juga bukti nyata bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama.

Selama lima tahun pertama kepemimpinannya, Koster mampu membangun rata-rata satu gedung sekolah setiap 3,5 bulan. Di Kabupaten Badung misalnya, lima sekolah baru dibangun, mencakup SMAN 2 Kuta Utara hingga SMKN 1 Mengwi, yang sangat mendukung wilayah pariwisata dan perkembangan ekonomi lokal.

Jembrana, Buleleng, Karangasem, Gianyar, dan Denpasar juga menerima enam tambahan gedung sekolah baru yang signifikan. Ini bukanlah pencapaian kecil, mengingat pembangunan sekolah memerlukan perencanaan matang, anggaran yang terukur, serta koordinasi dengan berbagai pihak.

Dengan adanya tambahan gedung sekolah ini, semakin banyak anak-anak Bali, terutama yang berada di daerah terpencil, mendapatkan akses pendidikan lebih dekat, lebih layak, dan lebih berkualitas.

Sebelumnya, banyak siswa yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah, bahkan ada yang menghadapi keterbatasan fasilitas di sekolah yang sudah ada. Namun, dengan hadirnya 17 sekolah baru, hambatan tersebut semakin berkurang. Kini, anak-anak Bali memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pendidikan tanpa harus menghadapi kendala akses yang sulit.

Selain itu, pembangunan ini juga berdampak positif bagi tenaga pendidik. Dengan bertambahnya sekolah, maka semakin banyak pula tenaga pengajar yang dibutuhkan, membuka peluang kerja bagi para guru dan tenaga kependidikan. Hal ini membentuk ekosistem pendidikan yang semakin kuat di Bali.

Jika pada periode pertama Koster fokus pada pemerataan akses pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah baru, maka di periode kedua ini tantangan yang lebih besar menanti: meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan setiap anak, termasuk yang kurang mampu, mendapatkan hak pendidikan secara penuh.

Baca Juga  Gubernur Koster Harapkan Bali Miliki Basis Pendapatan Daerah Memadai Guna Mendukung Sumber PAD

Salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang sudah ada, termasuk penyediaan fasilitas laboratorium, perpustakaan, serta akses teknologi yang lebih baik. Dengan perkembangan zaman yang semakin cepat, anak-anak Bali perlu dibekali dengan pendidikan berbasis digital agar mereka bisa bersaing di era globalisasi.

Selain infrastruktur, program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu harus diperluas. Koster telah memulai inisiatif bantuan pendidikan di periode pertama, dan kini harus semakin diperkuat agar tidak ada anak Bali yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi.

Selain itu, pendidikan vokasi di SMK harus semakin diperhatikan. Lulusan SMK harus siap kerja dan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu, kerja sama dengan dunia usaha dan industri harus diperkuat agar lulusan SMK bisa langsung terserap ke dunia kerja atau bahkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Keberhasilan membangun 17 gedung sekolah di periode pertama adalah bukti bahwa di bawah kepemimpinan Koster, pendidikan benar-benar mendapat perhatian serius. Namun, perjuangan belum selesai.

Periode kedua harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bali, memastikan anak-anak kurang mampu tetap mendapatkan akses yang layak, serta menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan komitmen dan rekam jejak yang sudah terbukti, masyarakat Bali berharap pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan Koster di periode kedua. Sebab, masa depan Bali ditentukan oleh bagaimana kita mendidik generasi mudanya hari ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pastikan Hadir di Tengah Masyarakat, Bupati Jembrana Instruksikan Satpol PP dan Dishub Turun Langsung Kawal SPBU

Published

on

By

Bupati Jembrana Pimpin Apel Koordinasi Antrean BBM
PIMPIN APEL: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat pimpin apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini terkait kelangkaan BBM di wilayah Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya kehadiran aparat di lapangan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini di wilayah Jembrana.

​Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, agar mereka dapat kembali beraktivitas mencari nafkah.

​Dalam arahannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jembrana diminta untuk bahu-membahu serta berkolaborasi dengan pihak kepolisian. Fokus pengamanan diarahkan secara khusus ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Jembrana.

“Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” kata Bupati Jembrana Kembang Hartawan.

​Aparat diinstruksikan untuk memastikan antrean berjalan tertib, mencegah aksi keserobotan yang dapat memicu kericuhan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas guna menghindari kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan.

“Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana. Kemarin saya sudah melihat teman-teman Satpol PP dan Perhubungan berupaya di lapangan untuk membantu masyarakat, dan ini saya harapkan terus berlangsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemprov Bali Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-78 dan Selamat Hari Jadi Provinsi Bali Ke-65
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Pasokan BBM, Bupati Sutjidra Minta Pertamina Prioritaskan Buleleng dan Kawal Distribusi Bersama Forkopimda

Published

on

By

Bupati Sutjidra Pimpin Rakor Penanganan Antrean BBM
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.

“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.

Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.

“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal.  Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.

“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.

Baca Juga  Inflasi Harus Direspons Cepat, Koster Tekankan Sinergi Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga, Ketahanan Pangan dan Daya Beli

“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.

“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.

Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.

Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Lansia Terjatuh ke Jurang Sedalam 45 Meter di Sidemen Karangasem

Published

on

By

Tim SAR Evakuasi Korban Jatuh ke Jurang di Sidemen
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).

Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.

Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.

Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.

Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.

Baca Juga  Gubernur Koster Harapkan Bali Miliki Basis Pendapatan Daerah Memadai Guna Mendukung Sumber PAD

“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca