Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

KPA Harapkan Peran Media dan Jurnalis di Tengah Kasus HIV-AIDS di Bali dari Tahun ke Tahun Meningkat Signifikan

BALIILU Tayang

:

de
Ketua Pokja Pencegahan, Promosi dan Hubungan Masyarakat (P2HM) KPA Bali Yuniambara (kanan) dan Wakil Ketua KJPA Rofiqi Hasan.

Denpasar, baliilu.com – Menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi Bali sampai September 2020, secara kumulatif jumlah kasus HIV-AIDS sebanyak 23.993 di seluruh Bali. Kebanyakan HIV-AIDS menyerang usia produktif berkisar antara 15 sampai 49 tahun. Setengahnya atau sekitar 50% dari usia produktif tersebut adalah usia remaja dan dewasa.

Hal itu dikatakan Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali AA Ngr. Patria Nugraha, S. Sos, MAP saat memberikan sambutan tertulis pada acara Pertemuan Penguatan Kelompok Jurnalis Peduli AIDS  (KJPA), Selasa (23/3-2021) di Kantor KPA Jalan Melati Denpasar. Sebagai narasumber Ketua Pokja Pencegahan, Promosi dan Hubungan Masyarakat (P2HM) KPA Bali Yuniambara dan Wakil Ketua KJPA Rofiqi Hasan.

Patria Nugraha menyampaikan data ini merupakan sebagian kecil dari fakta yang sesungguhnya di masyarakat, mengingat HIV AIDS sangat sulit dideteksi dan hanya bisa diketahui melalui tes darah, sehingga sering digambarkan sebagai fenomena gunung es.

‘’Data ini menunjukkan betapa besar risiko yang dihadapi oleh kelompok penduduk usia produktif saat ini, sehingga diperlukan kepedulian yang lebih serius dan tindakan yang nyata dari kita semua,’’ ungkap Patria Nugraha seraya berharap peran para jurnalis dan media melalui KJPA dapat terus memberikan informasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat luas dalam upaya membentuk generasi penerus yang kuat, baik jasmani maupun rohani, sehingga menghasilkan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat searah dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

‘’Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pertemuan penguatan Kelompok Jurnalis Peduli AIDS, mengingat peningkatan kasus HIV-AIDS di Bali dari tahun ke tahun sangat signifikan,’’ pungkas Patria.

Baca Juga  IMF 2020 Jadi Peluang bagi UMKM dan Start Up Business Lokal di Bali

Sementara itu, Ketua Pokja Pencegahan, Promosi dan Hubungan Masyarakat (P2HM) KPA Bali Yuniambara dihadapan awak media menyampaikan visi misi KJPA adalah menciptakan suasana kondusif bagi keluarga para pengidap HIV-AIDS dan masyarakat, dengan mengarahkan pemberitaan ke arah yang menimbulkan empati dan simpati.

Ambara mengakui media adalah salah satu mitra kuat KPA sesuai Perda No 3 Tahun 2006  pada Pasal 4 yang menyebutkan penanggulangan HIV-AIDS dilakukan melalui promosi. Selain, pencegahan, konseling dan tes sukarela rahasia, pengobatan dan perawatan dan dukungan. Pokja P2HM inilah yang menaungi KJPA dalam melaksanakan aktivitas penanggulangan HIV-AIDS.

Sedangkan Wakil Ketua KJPA Rofiqi Hasan menyampaikan secara panjang lebar peran media dalam penanggulangan HIV-AIDS di Bali. Ia mulai bercerita tentang kasus HIV/AIDS yang ditemukan pertama kali di Bali tahun 1987. Sejak saat itu berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan menghambat penularan HIV-AIDS.

Di tengah fenomena penanggulangan HIV-AIDS yang bagaikan gunung es, Rofiqi mengatakan media massa dan jurnalis mendapat tempat yang penting sehingga lembaga KPA terus  menggandeng pihak media untuk terlibat dalam upaya pencegahan penularan HIV-AIDS.

Sebagai fenomena kesehatan, Rofiqi  menegaskan media dan jurnalis diharapkan menempatkan masalah secara proporsional dimana HIV-AIDS sebagai masalah kesehatan sehingga cara pendekatan yang tepat adalah dengan pendekatan kesehatan. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat membunuh atau mengatasi penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini. Obat yang sudah ada baru sebatas Antiretroviral (ARV) yang dapat menekan jumlah virus sehingga orang yang hidup dengan HIV-AIDS dapat beraktivitas secara normal.

Dikatakannya, penularan HIV-AIDS dapat terjadi pada siapa saja, termasuk mereka yang perilakunya tak beresiko seperti ibu rumah tangga dan anak-anak. Karena itu, penanggulangan HIV semestinya dipandang sebagai upaya bersama untuk menyelamatkan masyarakat.

Baca Juga  Jelang Nataru Disperindag Denpasar Monitoring Harga, Beberapa Harga Kebutuhan Pokok Naik

Rofiqi menyampaikan strategi penanggulangan HIV-AIDS harus dipahami sebagai suatu cara yang ditujukan kepada kelompok sasaran tertentu dan tidak bisa disamaratakan. Di antaranya jangan berhubungan seks adalah untuk kelompok yang memang belum menjalani perilaku tersebut. Kampanye ini bisa dilakukan secara luas, khususnya di kalangan anak-anak muda.

Tetaplah setia pasangan. Ini adalah pencegahan untuk kelompok yang sudah memiliki pasangan karena berganti-ganti pasangan adalah perilaku yang beresiko. Menggunakan kondom bagi yang tak bisa setia atau terpaksa berganti-ganti pasangan karena pekerjaannya. Jangan menggunakan narkoba dan bila sudah terlanjur jangan gunakan jarum suntik apalagi secara bergantian. ‘’Untuk pencegahan ini, semua pihak harus mau mengedukasi dirinya,’’ ujarnya.

Ditegaskan, dalam upaya menekan penularan HIV-AIDS juga harus dipahami adanya upaya pengurangan resiko (harm reduction) yang seringkali menimbulkan salah paham. Seperti pembagian kondom kepada pekerja seksual, bukan berarti melegalkan bisnis prostitusi tetapi merupakan pencegahan penularan di kalangan ini dan konsumennya yang sekaligus merupakan pencegahan agar tak menyebar ke masyarakat yang lebih luas. Hal sama misalnya dalam kasus pembagian jarum suntik di kalangan pengguna narkoba suntik. Langkah itu bukan berarti melegalkan pemakaian narkoba, tetapi mencegah penularan di kalangan Injecting Drug User.

Ditambahkan lagi, stigmatisasi atau pemberian label buruk dan diskriminasi adalah dua masalah penting dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Hal ini terutama karena anggapan bahwa masalah ini identik dengan kelompok tertentu yang dianggap melakukan penyimpangan norma sosial seperti pekerja seks, LGBT dan lain-lain. Padahal kenyataannya, penularan bisa saja terjadi pada siapa saja dengan berbagai cara.

 Stigma dan diskriminasi juga bisa terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai model penularan virus seolah-olah hanya dengan sentuhan tangan atau kulit, penggunaan alat makan yang sama, penggunaan kolam renang yang sama akan dapat menjadi wahana penularan. Ini pula yang menyebabkan penolakan penguburan mayat ODHA karena dianggap virus masih hidup dalam tubuh jenazah. ‘’Yang penting dipahami adalah, menguatnya stigma dan diskriminasi akan menyebabkan semakin kecilnya pengungkapan kasus secara sukarela, bahkan di kalangan mereka yang rentan penularannya,’’ ujarnya.

Baca Juga  Beasiswa dari Pak Jokowi, Jawaban Doa-doa Ibu Siti

Belum lagi perkembangan maraknya media sosial saat ini yang bisa memungkinkan munculnya informasi yang tak terverifikasi apalagi terkonfirmasi.

‘’Dalam situasi saat ini, peran media menjadi semakin penting untuk menjadi clearing house dengan informasi yang jelas dan terverifikasi berdasarkan sumber-sumber yang berkompeten,’’ pungkas Rofiqi Hasan. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Beasiswa dari Pak Jokowi, Jawaban Doa-doa Ibu Siti

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Tim Yustisi Denpasar Kembali Jaring 11 Orang Langgar Protokol Kesehatan

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Hingga Saat Ini, 535 Nakes di Denpasar telah Ikuti Vaksinasi Covid-19

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Tekankan Kualitas Bangunan demi Kenyamanan Warga

Bersumber dari Perubahan APBD 2026, Bantuan Rp 75 Juta Diharapkan Hadirkan Hunian Layak bagi Keluarga Kurang Mampu

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana
TINJAU BEDAH RUMAH: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana

Program bedah rumah tersebut bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp 75 juta.

Bantuan diperuntukkan bagi pembangunan rumah satu lantai seluas 30 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, teras, dan kamar mandi. Pembangunan rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Saat meninjau kediaman I Gede Yogi Agus Cahaya, Wagub Giri Prasta mendapati kondisi rumah yang tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur juga difungsikan sebagai dapur, sementara atap genteng mengalami kebocoran dan lantai teras masih berupa tanah.

Kondisi sanitasi rumah tersebut juga belum memadai. Kamar mandi mengalami kerusakan berat dan tidak memiliki atap. Selain itu, rumah keluarga tersebut belum terhubung dengan jaringan air bersih PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wagub Giri Prasta meminta agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar memperhatikan kualitas bangunan, mulai dari konstruksi hingga kelengkapan fasilitas dasar.

Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memastikan hunian yang dihasilkan layak ditempati serta mampu memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Baca Juga  Tim Yustisi Denpasar Kembali Jaring 11 Orang Langgar Protokol Kesehatan

I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, istri I Gede Yogi Agus Cahaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterima keluarganya. Ia mewakili suaminya yang saat kunjungan berlangsung masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Giri Prasta dan Bupati Jembrana.

Dalam kesehariannya, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan. Keduanya berupaya memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak.

Selain meninjau kondisi rumah, Wagub Giri Prasta juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, anak pasangan I Gede Yogi Agus Cahaya dan I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Putu Bagus, yang saat ini duduk di kelas II SD Negeri Banyubiru, terus rajin belajar dan bersemangat menempuh pendidikan.

Melalui program bedah rumah ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca