Karangasem, baliilu.com – Antusias masyarakat di Desa Pakraman Pedahan, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem untuk mendukung Calon Bupati Karangasem Gede Dana dan Cawabup I Wayan Artha Dipa (DANA-DIPA) dari nomor urut 1 sangat luar biasa.
Sebelum tiba di lokasi kampanye, rombongan DANA-DIPA yang dipimpin oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster disambut dengan hangat oleh masyarakat di sepanjang jalan Desa Pakraman Pedahan. Ada yang melambaikan tangan, bahkan ada yang meneriakkan DANA-DIPA nomor 1 kepada peserta kampanye.
“Ini sejarah dan kebahagiaan kita, karena sudah lama tidak ada tokoh sekaliber kelas 1 asal Bali datang ke desa ini. Jadi ini adalah keberuntungan untuk desa kita di Pedahan, mengingat desa ini terkenal sangat gersang, dikenal sebagai desa paling miskin di Bali, karena kebanyakan warganya menggepeng, dan otomatis kasus kriminal juga banyak dari sini. Namun hari ini kami bangga, desa kami bisa didatangi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, dan Paslon Nomor 1 DANA-DIPA,” demikian kata Perwakilan Tokoh Masyarakat Pedahan Jro Mangku Artana saat menyambut kedatangan rombongan DANA-DIPA, Sabtu (7/11) di Wantilan Banjar Pedahan Kaja, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu.
Berbagai aspirasi pun disampaikan oleh Perwakilan Tokoh Masyarakat Pedahan, Jro Mangku Artana dihadapan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster dan Cabup-Cawabup Karangasem DANA-DIPA mulai dari infrastruktur jalan yang rusak parah sepanjang 4 kilometer, bahkan pura tertua Panji Sakti sampai saat ini tidak terurus, karena tidak ada pemerintah yang memperhatikan.
“Pura ini diempon oleh dua desa adat, kalau hujan umat Hindu di Desa Pakraman Pedahan tidak ada tempat untuk berteduh,” tambahnya.
Paslon nomor 1 DANA-DIPA di depan warga Pedahan Tianyar
Selain jalan dan pura yang rusak, kebutuhan air juga tidak terlayani maksimal di Desa Pakraman Pedahan. Untuk itu, Jro Mangku Artana menegaskan kepada seluruh Krama Desa Pedahan untuk tidak menyia-nyiakan Pilkada Karangasem 9 Desember 2020 ini dengan satya wacana mewujudkan Karangasem Era Baru.
“Caranya kita harus bersatu mencoblos Nomor 1 DANA-DIPA, dan sekali lagi saya minta satya wacana masyarakat mendukung DANA-DIPA,” jelasnya yang disambut riuh tepuk tangan.
Mendengar dukungan dan aspirasi masyarakat di Desa Pakraman Pedahan, Calon Bupati Karangasem Gede Dana yang didampingi oleh Cawabup I Wayan Artha Dipa menegaskan dirinya siap memfokuskan diri mengurusi Kabupaten Karangasem.
“Saya bukan pengusaha, jadi kemenangan di Pilkada Karangasem akan serius saya jadikan momentum untuk mewujudkan Karangasem Era Baru dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana,” ujar Gede Dana sembari mengatakan program pertama yang akan kami lakukan ialah menyelamatkan APBD dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, untuk jalan rusak berat di Kabupaten Karangasem optimis bisa kami tangani selama 3 tahun.
Terkait masalah air yang sampai saat ini masih krisis di Desa Tianyar Tengah, Gede Dana menegaskan ketika dirinya dipercaya sebagai Bupati Karangasem, maka ia akan melanjutkan program pipa air di Telaga Waja.
“Sejatinya program pipa air di Telaga Waja dengan anggaran Rp 124 milyar sudah selesai, namun tidak dilanjutkan sejak 2015 sampai sekarang, dan saya sudah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan di Karangasem, konon katanya sulit tanah, karena program ini membutuhkan tanah seluas 50 are untuk membangun bak air,” bebernya seraya mengatakan sebagai solusi saya akan melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk mensukseskan program penanganan air ini. Selanjutnya, secara pemerintahan, kami akan memberlakukan subsidi silang antara pemerintah dan PDAM.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga merupakan mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan, Wayan Koster menyampaikan menjadi seorang bupati harus serius, dan jangan seperti boneka, jangan main proyek.
“Kalau terus bupati memperhitungkan proyek, maka masyarakat pasti tidak terurus kesejahteraannya, apalagi infrastrukturnya,” tegasnya.
Maka dari itu pada tanggal 9 Desember 2020 adalah momentum memilih Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, maka sekaranglah harus bersatu memenangkan Paslon Nomor 1 DANA-DIPA. “Syarat untuk memenangkannya harus sabar dan jangan cepat tergoda. Karena godaan pasti datang sebelum pencoblosan tanggal 9 Desember 2020, mulai dari ada yang membawakan uang hingga sembako,” ajak Wayan Koster sembari memohon dukungan masyarakat dengan tulus.
Sebagai penutup, Perwakilan Tokoh Masyarakat Pedahan Jro Mangku Artana menegaskan siap memenangkan Paslon Bupati dan Wabup Karangasem DANA-DIPA Nomor 1 sebanyak 75 persen pada tanggal 9 Desember 2020. (*/gs)
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.
Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.
Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.
“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.
Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.
“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.
Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.
“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.
De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.
Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.
De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.
“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.
Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.
Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.
“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)