Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kritisi Moto Sewaka Dharma, Dosen FISIP Unud Raih Gelar Doktor Kajian Budaya di FIB Unud

BALIILU Tayang

:

doktor
Wakil Dekan II FIB Unud, Dr. Ni Made Suryati, M.Hum. (tengah) memimpin Sidang Promosi Doktor Promovendus Komang Adi Sastra WIjaya, S.S., M.A.P. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Doktor Kajian Budaya, FIB Unud menyelenggarakan Promosi Doktor dengan promovendus Komang Adi Satra Wijaya, S.S., M.A.P. pada Selasa, 10 Januari 2023 secara hybrid di ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, FIB Unud, Denpasar.

Promovendus merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unud. Ujian terbuka dipimpin oleh Wakil Dekan II FIB Unud, Dr. Ni Made Suryati, M.Hum. serta didampingi oleh Promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., serta Kopromotor I, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., dan Kopromotor II, Dr. I Wayan Tagel Eddy, M.S.

komang
Foto bersama Dr. Komang Adi Sastra Wijaya, S.S., MAP dengan Pimpinan Sidang, Promotor dan Penguji. (Foto: gs)

Dalam ujian terbuka, Komang Adi Sastra Wijaya berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Dekonstruksi Moto Sewaka Dharma dalam Praktik Pemerintah Kota Denpasar”. Setelah melalui tahapan ujian terbuka, Komang Adi Sastra Wijaya dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan merupakan Doktor ke-183 di FIB Unud dan Doktor ke-268 di Program Studi Doktor Kajian Budaya, FIB Unud, serta Doktor pertama dari Prodi Administrasi Publik Universitas Udayana.

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Dr. I Wayan Tagel Eddy, M.S., Dr. I Wayan Suwena, M.Hum., Dr. I Gst. Agung Mas Triadnyani, S.S., M.Hum., Dr. I Nyoman Sukiada, M.Hum., Dr. Ni Luh Putu Sri Ariyani, S.S., M.Hum., dan Dr. I Nengah Punia, M.Si.

Rekaman ujian promosi doktor dapat disaksikan di kanal Youtube Media FIB: https://youtu.be/n9Aue-RyuZM

komang
Promovendus, Komang Adi Sastra Wijaya saat sidang promosi doktor. (Foto: ist)

Ideologi di Balik Moto Sewaka Dharma

Dalam disertasinya, Komang Adi Sastra Wijaya menjelaskan bahwa ideologi old state di balik moto Sewaka Dharma memperkuat koalisi jajaran birokrasi pemerintahan yang merasa nyaman dengan pola pemerintahan klasik atau lama. Koalisi ini tampaknya akan semakin menguat di tengah usaha-usaha Kota Denpasar mempertahankan kebudayaan lokal.

Baca Juga  Lurah Sri Sulistiowati Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi di FEB Unud

Old state yang terbangun di balik moto Sewaka Dharma dapat menjadikan pemerintahan Kota Denpasar sebagai pembangunan basis pemerintahan yang dijiwai oleh spirit atau sistem kerajaan. Akan tetapi, spirit tersebut tidak secara realistis ditunjukkan kepada publik atau dengan kata lain berpraktik di tengah kepercayaan publik terhadap kenampakan eksternal pemerintahan Kota Denpasar.

doktor
Promovendus Komang Adi Satra Wijaya. (Foto: ist)

Sewaka Dharma sebagai moto pelayanan publik Kota Denpasar tidak dapat menghindar dari jeratan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi merupakan gaung sistem pemerintahan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk mengatur tatanan birokrasi di setiap daerah di Indonesia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa reformasi birokrasi merupakan ideologi dominan dalam pemerintahan Kota Denpasar, yang akhirnya memberikan dilematisasi terhadap moto Sewaka Dharma di Pemerintah Kota Denpasar.

komang
Penyerahan sertifikat dari promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. kepada Dr. Komang Adi Sastra Wijaya, S.S., MAP. (Foto: gs)

Penelitian Komang Adi Sastra Wijaya dalam disertasinya menemukan bahwa Sewaka Dharma sebagai moto memiliki tendensi atas kata-kata yang digunakan untuk membujuk atau mempengaruhi publik, terutama insan yang menjalankan praktik pemerintahan, yaitu para birokrat di Kota Denpasar. Artinya, Sewaka Dharma mengandung ideologi old state yang menyertakan upaya surveilance dan pendisiplinan yang diarahkan pada gejala-gejala birokrasi patrimornial. Moto Sewaka Dharma yang terbungkus dalam bentuk budaya tertentu beroperasi dalam pengaturan, yaitu kinerja politik dibentuk oleh logika pemerintahan patrimonialistik.

suarka
Promotor Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. (Foto: gs)

Kesan, Makna dan Pesan Disertasi

Prof. Dr. I Nyoman Suarka selaku promotor menyampaikan bahwa moto Sewaka Dharma yang selama ini mapan ternyata menyimpan berbagai persoalan yang perlu dikritisi. Menurut Prof. Suarka, disertasi yang dilahirkan oleh promovendus mampu menunjukkan dinamika makna sebuah moto.

komang adi
Dr. Komang Adi Sastra Wijaya, S.S., MAP foto bersama keluarga. (Foto: gs)

“Disertasi yang dihasilkan oleh promovendus mampu menunjukkan dinamika makna sebuah moto. Moto tidak pernah imun dari wacana pengetahuan dan praktik sosial yang melatarbelakangi. Dengan demikian, moto Sewaka Dharma mengalami pergeseran makna tidak hanya sakral ke profan, tetapi mengalami determinasi terhadap moto yang berlaku di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca Juga  Sri Nopiyani Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud
komang adi
Dr. Komang Adi Sastra Wijaya, S.S.,MAP foto bersama keluarga. (Foto: gs)

Di akhir penyampaiannya, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. selaku promotor juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. dan Dr. I Wayan Tagel Eddy, M.S., selaku kopromotor, serta para penguji yang hadir. Ucapan selamat juga disampaikan kepada keluarga promovendus serta jajaran Dekanat FISIP Unud yang telah hadir dan memberikan semangat kepada promovendus. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Lurah Sri Sulistiowati Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi di FEB Unud

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Bersama Yayasan Mudra Swari Saraswati, FIB Unud Jadi Tuan Rumah Fringe Event 2023

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Laksanakan Road to Campus 2023, SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon Kunjungi FIB Unud
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Lurah Sri Sulistiowati Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi di FEB Unud

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca