Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Launching Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali, Tabungan Berhadiah Bombastis

BALIILU Tayang

:

de
Penandatanganan MOU saat launching program Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali, tabungan berhadiah bombastis, Jumat petang (8/1) di Four Points by Sheraton Bali, Ungasan, Kuta Selatan, Bali.

Badung, baliilu.com – Setelah sukses dengan produk fantastis BPRKanti yaitu ‘’Tabungan Berjangka Arisanku’’ yang telah terbukti dari tahun 2008 hingga sekarang, kini BPRKanti mengajak BPR-BPR se-Bali dengan produk bombastisnya ‘’Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali’’.

Launching produk Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace secara hybrid baik online maupun offline, Jumat petang, 8 Januari 2021 di Hotel Four Points by Sheraton Bali, Ungasan Kuta Selatan Badung Bali. Acara offline berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Wagub Cok Ace dalam sambutannya secara virtual mengatakan peran BPR sebagai lembaga intermediasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat sampai ke pedesaan mampu menumbuhkembangkan dan meningkatkan UMKM di Bali. Prospek BPR di Bali untuk pembiayaan UMKM di masyarakat masih sangat besar. Hal ini sejalan dengan prediksi terus berkembangnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian yang bisa diandalkan di tengah pandemi Covid sehingga memberikan kontribusi maksimum terhadap perekonomian di Pulau Dewata.

Apalagi, BPRKanti bersama BPR di Bali melaunching program Tabungan BPR Bersama dan Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali yang akan menjadi salah satu program yang dapat meringankan kehidupan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid. Untuk itu Wagub Cok Ace mengucapkan selamat, semoga melalui program ini kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tumbuh dan kita dapat bersama dalam pengabdian kita pada Nusa dan Bangsa.

Direktur Utama BPRKanti Made Arya Amitaba

Direktur Utama BPRKanti Made Arya Amitaba dalam pengantarnya menyampaikan produk Tabungan BPR Bersama dan Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali adalah tabungan bersama dari BPR-BPR di Bali. BPR-BPR di Bali memiliki 1 produk tabungan dengan nama, mekanisme, SOP-nya yang semuanya sama, dengan berjangka waktu 1 tahun atau 12 bulan.

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Program bersama BPR yang dimulai tahun 2021 ini, lanjut Amitaba, saat jatuh tempo akan dilakukan pengundian untuk memperebutkan 1 unit mobil Innova Reborn, 1 unit Toyota Agya, 1 Honda PCX, 21 unit TV.

Arya Amitaba menuturkan ide ini muncul karena kelamaan diam, mengurung diri di masa pandemi Covid-19.  ‘’Saatnya keluar harus dong punya gebrakan, gebrakan yang tidak mau biasa-biasa saja, mesti yang bombastis,’’ terang Amitaba.

Berpijak dari produk fantastis BPRKanti yaitu tabungan berjangka arisanku yang telah terbukti dari 2008 hingga sekarang, maka tepat 1 Januari 2021 Amitaba melahirkan ide dengan menggabungkan BPR-BPR yang telah melaksanakan produk ini sehingga hadiah bisa bombastis dari 1 mobil Agya ditambah hampir 3 kali lipat nilainya menjadi Innova Reborn dan 1 sepeda motor Honda PCX.

Dengan berbekal pengalaman 13 tahun menangani produk ini, pernah menjadi ketua BPR se-Bali, dengan dilandasi prinsip berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, prinsip bani meli, bani ngadep (berani beli berani jual), terbukti pada 5 Januari saat sosialisasi virtual meeting (foto zoom) dan 7 Januari finalisasi produk yang hampir diikuti oleh 50 BPR yang hadir secara offline dan tiba saatnya pada 8 Januari dilaksanakan launching Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali.

‘’Program ini menjadi buah penantian yang sangat panjang yang dimulai tahun 2006 saat saya didapuk menjadi ketua pokja Tabungan Bersama BPR-BPR di Bali dalam ruang lingkup APEX BPR Bali yang menjadi pilot project APEX BPR di Indonesia yang saat mana BPR Jayakerti menjadi BPR APEX di Bali. Barulah impian BPR-BPR di Bali memiliki Produk Tabungan Bersama yaitu Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali yang di-launching hari ini oleh Bapak Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,’’ ungkap Amitaba.

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Amitaba memaparkan keunggulan tabungan ini selain bombastis dengan hadiah yang besar juga bagaimana produk tabungan ini diterima masyarakat, memiliki nilai lebih, simpel, mudah, dan membiasakan pola hidup gemar, rajin menabung sebagaimana program yang dianjurkan pemerintah.

Penarikan undian Tabungan Arisanku BPRKanti berhadiah utama mobil Agya TRD Sportivo

‘’Nilai lebihnya yaitu dari 1 mobil Agya ditambah 1 mobil Innova yang harganya hampir tambahan nilainya 3 kali lipat, tambahan 1 motor Honda PCX, namun dengan setoran yang tetap sama,’’ ujarnya.

Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali, bagi BPR eksisting menjadi produk yang sudah dengan gampang dilakukan namun dengan kualitas yang lebih tinggi baik dari hadiah yang menjadi daya tarik masyarakat. Bagi BPR yang baru melaksanakan produk ini tinggal duduk manis karena semua persyaratannya, SOP, mekanisme, petunjuk pelaksanaannya, tinggal copi paste mengubah nama BPRKanti dengan nama BPR sendiri, bahkan jika targetnya kurang terpenuhi maka nasabah BPRKanti akan menjadi nasabah BPR anggota.

 ‘’Saya berjanji karena kami di BPRKanti sebagai BPR Leader, BPR Koordinator, maka mengadakan pendekatan ke regulator adalah tugas kami dan saya yakin regulator dalam hal ini akan memberikan relaksasi karena apa? Karena ini niat baik, niat baik harus didukung karena kita orang baik, salah satu ciri orang baik adalah menyampaikan hal-hal baik dan mendukungnya,’’ ucap Amitaba seraya menyatakan dengan menginvenstasikan dana masyarakat di BPR yang sudah diawasi secara ketat oleh OJK , pengelolannya profesional dan bertanggung jawab sehingga masyarakat Bali nantinya terhindar dari iming-iming lembaga investasi bodong.

Amitaba juga menyampaikan keberadaan strategis BPRKanti yang menjadi pilot project pendamping dengan sparkassestiftung Jerman, pilot project digitaliasi BPR merupakan langkah awal BPRKanti sebagai BPR koordinator ini menjadi jembatan strategis bagi regulator, OJK, Bank Indonesia kepada BPR dalam mempercepat program digitalisasi perbankan. Tidak hanya itu, namun kerjasama bersama BPR juga pada penguatan kapasitas building SMD BPR, penggunaan peningkatan IT yang murah berbasis transaksi, dan pengembangan produk-produk berkelanjutan.

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Dalam acara launching ini turut memberikan sambutan Kepala OJK KR 8 Bali & Nusa Tenggara Giri Tribroto dan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho.

Sebelum penarikan undian utama dilakukan penandatanganan kesepatakan bersama (MOU) yang diwakili BPR dari wilayah masing-masing.  Penarikan Tabungan Arisanku BPRKanti dengan hadiah utama mobil Agya diraih salah seorang nasabah BPRKanti dari Payangan Gianyar. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Juli 2026, Optimisme Penjualan Eceran Tetap Kuat Ditopang High Season Pariwisata dan Tahun Ajaran Baru

Published

on

By

Infografis Indeks Penjualan Riil Provinsi Bali yang dirilis Bank Indonesia
Infografis Indek Penjualan Riil Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada Juni 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 126,4 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,5% (mtm), terutama didorong oleh meningkatnya penjualan pada kategori Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 2,2% (mtm), Makanan, Minuman dan Tembakau 2,0% (mtm), serta Barang Lainnya sebesar 0,5% (mtm). Penguatan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama periode libur sekolah serta persiapan berbagai aktivitas pariwisata yang berlangsung pada musim wisata pertengahan tahun. Kinerja penjualan eceran yang tetap kuat juga sejalan dengan membaiknya fundamental perekonomian Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,78% (yoy), didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan aktivitas sektor pariwisata yang tetap kuat, sehingga turut menopang kinerja perdagangan dan penjualan eceran di Bali.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan tetap kuat. Hal ini tercermin dari IPR Juli 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 128,7, atau meningkat 1,8% (mtm), ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori Sandang, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat memasuki periode ajaran baru serta momentum high season. Sementara itu, ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu September 2026 dan Desember 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 dan Desember 2026 masing-masing sebesar 192 dan 200. Sementara itu, inflasi Bali pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Inflasi yang tetap terkendali tersebut mendukung terjaganya daya beli masyarakat, sehingga memberikan ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tetap tumbuh dan menopang aktivitas perdagangan eceran.

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Optimisme pelaku usaha tetap terjaga sebagaimana tercermin pada Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang berada di level optimis (>100). IEP enam bulan mendatang (Desember 2026) meningkat menjadi 198 dari 190 pada survei sebelumnya. Sementara itu, IEP tiga bulan mendatang (September 2026) tercatat 184, sedikit lebih rendah dibandingkan ekspektasi Agustus 2026 sebesar 190. Meskipun mengalami moderasi jangka pendek, pelaku usaha tetap meyakini prospek penjualan ritel Bali akan meningkat, terutama didukung aktivitas pariwisata dan konsumsi rumah tangga yang masih kuat. Keyakinan pelaku usaha tersebut turut didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha Perdagangan yang hingga Juni 2026 tercatat tumbuh 1,47% (yoy).

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga (pro stability) sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapai inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Juli 2026, Keyakinan Konsumen Bali Menguat

Published

on

By

Infografis Indeks Keyakinan Konsumen Provinsi Bali periode Juli 2026.
Infografis konsumen Provinsi Bali. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pada Juli 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali mengalami peningkatan sebesar 126,3 (nilai indeks > 100) dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 121,5. IKK Bali lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 116,8. Peningkatan pada Juli 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran >Rp 8 juta sebesar 32,5% (mtm), Rp 7-8 juta sebesar 12,5% (mtm), Rp 6-7 juta sebesar 7,8% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11,4% (mtm), Rp 4-5 juta sebesar 9,0% (mtm), dan Rp 2-3 juta sebesar 7,2% (mtm). Meski demikian, masih terdapat moderasi keyakinan pada sebagian responden kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta dan Rp 3-4 juta, masing-masing sebesar 2,6% (mtm) dan 10,4% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor formal (127,3) dan sektor informal (124,8).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa lebih detail, peningkatan IKK pada Juli 2026 didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami peningkatan dari 119,3 pada Juni 2026 menjadi 122,3 pada Juli 2026 atau tumbuh sebesar 2,5% (mtm). Peningkatan IKE bersumber dari ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (132,0), penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (128,5), serta konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (106,5). Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga mengalami peningkatan dari 123,7 pada Juni 2026 menjadi 130,3 pada Juli 2026 atau tumbuh sebesar 5,4% (mtm). Peningkatan terutama terjadi pada komponen perkiraan penghasilan (127,5), perkiraan ketersediaan lapangan kerja (133,0), dan perkiraan kegiatan usaha (130,5).

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Achris Sarwani lanjut mengungkapkan, peningkatan IKK Bali pada Juli 2026 mencerminkan semakin kuatnya optimisme masyarakat terhadap perekonomian Bali, setelah menunjukkan tren moderasi sepanjang Semester I 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 yang tumbuh 5,78% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Triwulan I 2026 sebesar 5,58% (yoy). Pertumbuhan tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy), didukung peningkatan aktivitas konstruksi, perdagangan, pertanian, serta berlanjutnya aktivitas pariwisata pada periode libur sekolah dan rangkaian Hari Raya Keagamaan. Optimisme konsumen juga tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama periode liburan sekolah dan masih kuatnya aktivitas sektor pariwisata dan perdagangan yang mendorong peluang usaha serta penyerapan tenaga kerja di Bali. Menguatnya keyakinan konsumen ini menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi Bali ke depan, seiring dengan semakin baiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi perekonomian.

Achris Sarwani menegaskan bahwa menguatnya keyakinan konsumen juga ditopang oleh terjaganya daya beli masyarakat di tengah perkembangan harga yang kondusif. Inflasi Bali pada Juli 2026 tetap rendah dan berada dalam rentang sasaran nasional. Kondisi tersebut didukung oleh terjaganya pasokan serta menurunnya harga sejumlah komoditas pangan strategis. Kondisi tersebut turut memperkuat persepsi positif masyarakat terhadap kemampuan konsumsi dan prospek ekonomi ke depan.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penguatan pengendalian inflasi, antara lain melalui pelaksanaan operasi pasar, pemantauan harga komoditas strategis, serta penguatan kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia juga menetapkan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Sinergi bauran kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil sehingga menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Harga Properti Residensial Bali Meningkat pada Triwulan II 2026

Published

on

By

Infografis Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Provinsi Bali triwulan II 2026 dari Bank Indonesia.
Infografis SHPR Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali mengindikasikan harga property residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (HPR) pada triwulan II 2026 yang tumbuh sebesar 1,02% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode triwulan I 2026 sebesar 0,87% (yoy).

Peningkatan IHPR Provinsi Bali utamanya disebabkan oleh kenaikan harga jenis properti menengah (luas bangunan antara 36 m² sampai dengan 70 m²), dan besar (luas bangunan> 70 m²) yang masing-masing meningkat sebesar 1,52 % (yoy), dan 0,82% (yoy).

Pada triwulan II 2026, pertumbuhan IHPR terutama dipicu oleh kenaikan harga bangunan yang dipengaruhi oleh peningkatan biaya faktor produksi. Sebanyak 81,3% responden menyatakan kenaikan harga bahan bangunan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga rumah, diikuti oleh peningkatan upah tenaga kerja yang disampaikan oleh 46,9% responden. Selain itu, tekanan harga juga berasal dari peningkatan biaya perizinan, kenaikan harga BBM, serta penambahan fasilitas dan fasilitas sosial perumahan.

Di tengah tren kenaikan harga properti, para pengembang di Bali memandang sejumlah faktor masih menjadi tantangan dalam penjualan properti residensial primer. Beberapa hambatan utama tersebut meliputi tingginya suku bunga KPR, keterbatasan ketersediaan lahan, beban pajak, serta besarnya uang muka pembelian rumah.

Dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan property residensial di Bali masih bersumber dari dana sendiri (develope) dengan pangsa sebesar 56,6%, dikuti oleh pinjaman bank, dana nasabah, serta pinjaman Lembaga Keuangan (LK) non bank, masing-masing sebesar 35,3%, 5,9%, dan 2,2%. Dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih memiliki porsi terbesar atas pembelian rumah dengan porsi sebesar 67,6% dari total pembelian rumah.

Baca Juga  ArisanKu BPR Kanti Gelar Seminar, Kumpulkan Pelaku BPR Se-Indonesia

Ke depan, responden memperkirakan harga properti residensial masih akan mengalami peningkatan pada triwulan II 2026. Kenaikan harga diperkirakan terjadi baik pada harga tanah maupun harga rumah, termasuk untuk rumah yang dibeli melalui skema tunai maupun KPR. Namun demikian, ekspektasi kenaikan harga tersebut relatif terbatas, sejalan dengan kehati-hatian responden dalam melakukan penyesuaian harga di tengah kondisi penjualan yang masih menghadapi berbagai tantangan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca