Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Libatkan 500 Pegawai Pemprov, Ny. Putri Koster Ikuti Gebyar Merah Putih

Ajak Generasi Muda Teladani Semangat para Pendahulu dalam Mengisi Kemerdekaan

Loading

BALIILU Tayang

:

my. putri koster
Ny. Putri Koster saat mengikuti kegiatan Gebyar Merah Putih. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengikuti kegiatan Gebyar Merah Putih di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), Selasa (Anggara Paing Medangkungan), 9 Agustus 2022. Acara Gebyar Merah Putih ini dilaksanakan Pemprov Bali melalui Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Bali ke-64 dan HUT ke-77 RI.

Gebyar Merah Putih berlangsung meriah dengan melibatkan 500 pegawai Pemprov Bali. Dengan membawa bendera yang telah disiapkan, mereka berbaris mengelilingi lantai 1, 2 dan 3 MPRB. Lantai 1 diisi oleh 300 pegawai lanjut di lantai 2 dan 3 masing-masing ditempati oleh 120 dan 80 orang pegawai. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan anggota pramuka yang dibariskan pada tangga sisi selatan monumen yang juga dikenal dengan nama Bajra Sandhi ini.

Prosesi gebyar merah putih diawali dengan penyerahan bendera utama dari Kasatpol PP Dewa Nyoman Rai Dharmadi kepada Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang didampingi Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin dan Kadis Kebudayaan I Gede Arya Sugiartha. Diawali dengan kibaran bendera oleh Sekda Dewa Indra, peserta yang berada di lantai 1, 2 dan 3 secara serentak mengikuti dengan menggerakkan bendera ke kiri dan kanan. Selanjutnya seluruh pembawa bendera di tiap lantai mengelilingi MPRB sembari menggerakkan Bendera Merah Putih dengan penuh semangat.

Ny. Putri Koster saat membagikan bendera merah putih kepada pengemudi ojek online. (Foto: Ist)

Semangat peserta makin tersulut saat Ny.Putri Koster tampil membacakan sajak yang diambil dari syair lagu ‘Merah Putih’ ciptaan I Gde Dharna. Pembacaan sajak diiringi kumandang lagu ‘Merah Putih’ yang dinyanyikan seluruh peserta pengibar bendera.

Diwawancarai di sela-sela pelaksanaan kegiatan, Ny. Putri Koster menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menggelorakan semangat kemerdekaan. “Ini kan baru mengawali rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan yang ke-77. Melalui kegiatan ini kita galang dan pupuk semangat hingga sampai puncaknya yaitu tanggal 17 Agustus, semangat kemerdekaan telah benar-benar meresap,” ucapnya. Menurutnya kegiatan Gebyar Merah Putih yang dibuatkan video serta pembagian bendera adalah salah satu cara menyegarkan kembali ingatan masyarakat tentang makna kemerdekaan.

Baca Juga  Diawali di Gianyar, Ny. Putri Koster Kembali Laksanakan Program Berbakti dan Berbagi

Ditambahkan olehnya, salah satu cara untuk memaknai kemerdekaan adalah dengan meresapi dan melaksanakan prinsip Tri Sakti Bung Karno yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. “Mari tata perilaku dan tindakan untuk mewujudkan kejayaan dan kekuatan bangsa kita,” ajaknya. Karena menurutnya, apa yang diperbuat generasi saat ini akan diwariskan untuk generasi mendatang. “Sama halnya sekarang, kita banyak meneladani semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan. Apa yang kita lakukan sekarang juga akan menjadi cermin bagi generasi berikutnya. Karena itu, kita hendaknya berusaha melakukan hal positif yang bisa menjadi inspirasi,” terangnya.

Pada bagian lain, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali ini mengajak generasi muda meneladani semangat para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan agar Bangsa Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lainnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Dewa Rai Dharmadi menambahkan, kegiatan ini bertujuan menggugah dan membangkitkan kembali semangat pemulihan Bali pasca pandemi Covid 19 yang sudah meluluhlantakkan hampir semua aspek kehidupan masyarakat Bali. “Melalui momentum Hari Jadi Provinsi Bali yang ke- 64 dan HUT RI ke – 77 ini, kita kembali tumbuhkan semangat dan kepercayaan diri menyongsong Bali Era Baru, dari Bali Pulih Bersama, Tumbuh Bersama, Hidup Bersama, Berkembang Bersama, Kuat Bersama, Manfaat Bersama, menuju Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat,” urainya.

Gebyar Merah Putih di MPRB dilanjutkan gerakan pembagian 10 juta bendera yang diawali secara simbolis oleh Ny. Putri Koster dengan memasangkan bendera pada sepeda motor milik pengendara yang melintas di Jalan Raya Puputan. Bendera yang dibagikan merupakan sumbangan dari seluruh OPD Pemprov Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Terima Kunjungan Dekranasda Minahasa dan Bogor, Ny. Putri Koster Sampaikan Upaya Pelestarian Tenun Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Published

on

By

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memperoleh laporan terkini mengenai kondisi karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan secara keseluruhan di Kalimantan dan Sumatra.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla ini antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan secara masif. Kepala BNPB mengatakan bahwa OMC akan dilakukan setidaknya sampai dengan musim hujan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Sementara Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.

Baca Juga  Terima Kunjungan Dekranasda Minahasa dan Bogor, Ny. Putri Koster Sampaikan Upaya Pelestarian Tenun Bali

Rapat ini menegaskan perhatian Presiden terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp 218,3 Triliun

Published

on

By

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998.

“Utang yang obligasi yang Rp 218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Menkeu, pada Selasa, 22 September 2026.

Menurut Menkeu, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara bertahap dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.

“Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus. Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar, itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak,” jelasnya.

“Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” tambahnya.

Meski kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia telah tuntas, Menkeu menegaskan bahwa pelunasan tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. Pemerintah tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban yang belum diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank, bank-nya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi, kemudian diambil alih oleh pemerintah, maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih, atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut. Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Maknai Hari Kartini, Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Jadi Agen Perubahan

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut. Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Forum Digital Kemenkominfo RI

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca