Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Live IG @toyadevasya, Ketut Siti Maryati: Kartini Bali yang Ingin Jadikan Coco Group ‘Go International’

BALIILU Tayang

:

de

MENGENAL lebih dekat sosok Kartini inspiratif Bali, Ketut Siti Maryati adalah salah satu di antara wanita Bali itu. Ia adalah owner Coco Group yang memulai usaha rintisan dari sebuah toko baju Billabong pada tahun 1998. Berkat kegigihannya, Coco Group kini berkembang menjadi 120 gerai, 22 restoran, 6 hotel dan villa, 1 SPBU, 1 BPR yang tersebar di seluruh Bali.

“Peran strategis seorang ibu tidak hanya berkewajiban membesarkan anak, namun turut mendukung gerak langkah suami. Sebab di balik kesuksesan suami terdapat pendamping seorang istri yang hebat,” tutur Ketut Siti Maryati @Maryati909, founder Coco Group saat live instagram di akun @toyadevasya untuk memperingati Hari Kartini 2020, Selasa (21/4-2020).

Di balik kesuksesan mengembangkan Coco Group, sebagai perempuan pewirausaha, Ketut Siti Maryati @Maryati909 , sudah melewati berbagai tantangan. Mulai dari tragedi Bom Bali 1 dan 2, sampai fenomena Gunung Agung meletus, dimana seluruh bisnis pariwisata terkena imbasnya. “Namun yang paling mengguncang adalah saat pandemi virus Covid-19 ini yang terberat buat kami,” tutur Maryati.

“Bagaimana tidak, rencana panjang yang telah Coco Group susun untuk bisa melangkah di lantai bursa dengan menjual kepemilikan saham ke publik atau IPO (initial public offering) menjadi kandas,” ujarnya lirih.

Namun, sebagai wirausaha sejati, ia mengaku tetap optimis dalam menghadapi cobaan ini. “Kami melakukan roadmap alternatif berupa penundaan waktu IPO. Kami tetap bertekad menjadikan Coco Group sebagai perusahaan ritel pertama yang go international. Untuk itu ke depan, kami sedang menyiapkan tenaga-tenaga profesional yang mumpuni dan kompeten untuk membantu manajemen perusahaan,” pungkasnya menggebu-gebu.

Putu Ayu Astiti Saraswati, CEO Toya Devasya @putume yang menjadi host dalam live Instagram tersebut merasa tersanjung dengan kehadiran figur tangguh Kartini Bali di dalam diskusi ini.

Baca Juga  Bantu Petani hingga UMKM Lokal, Inspektorat Provinsi Bali Turut Gelar Pasar Gotong-Royong

“Untuk menghadapi situasi ini, kita harus selalu terkoneksi satu sama lain. Dihadapi dengan tenang dan saling share sesuatu yang positif dan bisa melakukan adaptasi di setiap perubahan. Kita sebenarnya tetap bisa melanjutkan kehidupan cuma harus dengan cara yang lain, social distancing dan physical distancing, tetaplah semangat,” pungkas Ayu Astiti. (*/gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Survei April 2024, Penjualan Eceran Bali Diprakirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada April 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada April 2024 yang diprakirakan sebesar 110,7 atau meningkat 9,6% (yoy) dibandingkan bulan April 2023.  Hal ini mencerminkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100).

Peningkatan IPR ini didorong oleh kegiatan konsumsi masyarakat pada periode Bulan Ramadhan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. IPR Bali terus dalam tren peningkatan selama 14 (empat belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arahan pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 4,7% (mtm), Kelompok Barang Lainnya sebesar 3,4% (mtm) dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 3,1% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat pada saat periode HKBN Idul Fitri dan kuatnya daya beli karena adanya tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerja dan banyaknya program potongan harga menjelang Lebaran.

Sementara itu, terdapat kelompok barang yang terkontraksi menahan penguatan penjualan eceran yakni pada Kelompok Barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar -3,5% (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -1,4% (mtm). Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni 2024 diprakirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang tercatat sebesar 198,0 lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya sebesar 200,0.

Baca Juga  SE FKUB Prov Bali Diterbitkan, Atur Kegiatan Keagamaan dan Keramaian di Bali saat Pandemi Covid-19

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Konsumen April 2024: Optimisme Meningkat, Perekonomian Menguat

Published

on

By

survei konsumen bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali semakin membaik. Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan April 2024 yang tercatat sebesar 144,5 meningkat dibandingkan periode Maret 2024 yang tercatat 142,0 dan tetap terjaga pada area optimis (indeks > 100).

Optimisme konsumen yang meningkat disebabkan oleh adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri pada April 2024. Peningkatan IKK Bali pada April 2024 sejalan dengan kondisi IKK nasional yang tercatat meningkat sebesar 127,7 dibandingkan periode bulan sebelumnya sebesar 123,8. Survei Konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa meningkatnya terjaganya optimisme keyakinan konsumen di Bali pada April 2024 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Meningkatnya IKE dipengaruhi oleh peningkatan salah satu komponen pembentuknya yaitu Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dari sebelumnya 145,0 menjadi 151,0. Sementara itu peningkatan IEK dipengaruhi oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya, terutama pada Ekspektasi Kegiatan Usaha dari sebelumnya 147,0 menjadi 154,5, dan Ekspektasi Lapangan Kerja dari sebelumnya 144,50 menjadi 151,0.

Selain itu, Ekspektasi Penghasilan juga meningkat dari sebelumnya 146,5 menjadi 148,5. Ekspektasi konsumen yang meningkat di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan dan membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih kuat. ‘’Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk untuk menjaga daya beli Masyarakat,’’ ujar Erwin.

Baca Juga  SE FKUB Prov Bali Diterbitkan, Atur Kegiatan Keagamaan dan Keramaian di Bali saat Pandemi Covid-19

Untuk itu Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali berkoordinasi erat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Belanja Negara Berkualitas, Tingkatkan Ketahanan Fiskal

Published

on

By

belanja apbn
KONFERENSI PERS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat konferensi APBN Kita edisi April 2024 hari ini, Jumat (26/4) di kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta.  (Foto: kemenkeu.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Belanja negara yang berkualitas merupakan bentuk kehadiran negara melalui dukungan APBN untuk penguatan ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan fiskal.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2024, pemerintah pusat telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 427,6 triliun atau 17,3 persen dari target APBN. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 23,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas penyelenggaraan Pemilu.

“(Selain itu) Kemudian juga ada beberapa bantuan sembako pangan. Dan kalau kita lihat realisasi subsidi juga cukup besar mempengaruhi dari sisi belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) kita,” ungkapnya pada konferensi APBN Kita edisi April 2024 hari ini, Jumat (26/4) di kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta.

Selanjutnya, Menkeu menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2024, belanja K/L telah mencapai 20,4 persen dari pagu yang telah ditetapkan yaitu Rp 222,2 triliun. Dimana terjadi peningkatan signifikan pada komponen belanja pegawai sebesar 42,8 persen dibanding periode yang sama dari tahun sebelumya. Utamanya dikarenakan kenaikan gaji pegawai dan pensiunan, serta pemberian penuh 100 persen tukin pada THR.

Selain belanja pegawai, Menkeu juga menyebut terdapat kenaikan pada belanja barang hingga mencapai Rp 80,6 triliun atau 38,9 persen, disebabkan belanja operasional terkait Pemilu. Sementara, belanja modal dan bantuan sosial juga dikatakan Menkeu menunjukan kenaikan yang cukup impresif dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk belanja bansos yang mencapai Rp 43,3 triliun, ada kenaikan dari tahun lalu yang base-nya rendah yaitu Rp 35,9 triliun,” sambung Menkeu.

Sementara, selain belanja K/L juga terdapat belanja non K/L yang realisasinya sudah mencapai Rp 205,4 triliun atau setara 14,9 persen dari pagu. Menkeu menyebut, pemberian subsidi dan kenaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi belanja tersebut.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Masuki Era Kebiasaan Baru, Bali terus Tingkatkan Faskes dan Implementasi Prokes

“Debitur KUR jumlah orangnya meningkat 937,4 (ribu) dan itu cukup baik karena memang kita berharap akan lebih banyak dan lebih merata, jadi naiknya 88,6 persen,” ucapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca