Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

LSPR Bali Kick Off Kampus Baru dan Peluncuran Buku Biografi Pendiri LSPR

Year End Gathering LSPR Bali 2022

Loading

BALIILU Tayang

:

lspr
Prita Kemal Gani, Founder & CEO LSPR Institute of Communication and Business (kanan) bersama sang suami Kemal Effendi Gani (tengah) saat konferensi pers. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com  – LSPR Bali mengadakan Year End Gathering dengan agenda Kick Off kampus tambahan yang akan dibangun di Jalan Gatot Subroto di atas lahan 2.000 M2 serta peluncuran buku Biografi Ibu Prita Kemal Gani yang berjudul ‘‘Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu‘‘. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar LSPR Bali yang terdiri dari mahasiswa mahasiswi, alumni, dosen, staff management dan rekanan media LSPR Bali.

Year End Gathering LSPR Bali berlangsung di Auditorium Kampus LSPR Bali Renon pada Rabu, 28 Desember 2022. Acara ini dibuka dengan opening speech dari Founder and CEO LSPR Institute – Dr (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR dilanjutkan penampilan dari mahasiswa LSPR Bali, doorprize, press conference, ditutup dengan makan malam.

lspr
Prita Kemal Gani, Founder & CEO LSPR Institute of Communication and Business dan Kemal Effendi Gani saat kick off pembangunan Kampus LSPR di Gatot Subroto Denpasar. (Foto: gs)

LSPR Bali akan membangun kampus tambahan di Jl. Gunung Catur, Gatsu Barat, Denpasar, Bali per bulan April 2023. Hal ini merupakan sebuah bukti keseriusan LSPR dalam bidang pendidikan di Bali. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Bali terhadap pentingnya komunikasi dalam industri dan bisnis dibuktikan dengan bertambahnya jumlah mahasiswa dalam tiap tahunnya, membuat LSPR semakin ingin memberikan pelayanan terbaik didukung dengan lokasi yang luas serta sarana dan prasana yang lebih lengkap.

Bersama dengan Kampus LSPR Bali Gatsu, hadir program terbaru yaitu Lembaga Pelatihan dan Keterampilan – London School Beyond Academy (LSBA) yang akan memberikan pendidikan serta keterampilan bagi individu berkebutuhan khusus yang ada di Bali.

“LSPR Kampus Gatsu ini, tentunya lebih luas dari kampus LSPR Renon yang konsepnya city college. LSPR Bali ini adalah pusat dari program E-Learning LSPR yang saat ini mahasiswanya berjumlah 1607 mahasiswa dari program e-learning dan dari program blended learning dan program vocational LSPR di Bali total + 200 orang. Sehingga jumlah total mahasiswa yang terdaftar aktif kuliah di LSPR Bali saat ini berjumlah 1.807 orang,” ujar Prita Kemal Gani, Founder & CEO LSPR Institute of Communication and Business.

Baca Juga  Jaga Tradisi Keaksaraan, Ny. Putri Koster Apresiasi Buku "Semua Karena Nirankara?"

Gede Bisma, salah satu mahasiswa aktif di Program Blended Learning batch 2 LSPR Bali yang juga merupakan President Student League LSPR Bali mengatakan, metode blended learning yang diterapkan di LSPR sangat membantu dalam mengembangkan skill lain di luar perkuliahan. Metode belajar ini juga memberikan keleluasaan bagi para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di luar kampus seperti menjadi relawan event G20.

“Banyak mahasiswa LSPR Bali yang ikut terjun menjadi bagian dari pagelaran besar ini dan saya adalah salah satunya. Selain itu, diajarkan oleh praktisi menjadi pengalaman yang mengesankan buat saya karena ilmu yang diberikan bersifat practical yang sangat berguna nantinya di dunia kerja. Sosok inspirasi bagi saya adalah Ibu Prita. Beliau merupakan role-model tak hanya bagi saya tapi juga banyak mahasiswa LSPR. Dedikasi dan semangat beliau terhadap dunia pendidikan telah melahirkan banyak praktisi-praktisi PR yang hebat dan menjadi inspirasi,” paparnya.

Seorang LSPR Alumni yang sekarang bekerja dalam Hospitality Industry di Bali, Tony Sutiono juga turut memberikan testimoni terkait kehadiran Kampus LSPR Bali. Menurutnya, Bali itu bagian dari Indonesia yang paling interesting, karena di sini pusat terjadinya akulturasi budaya. Basis dari semua industri adalah komunikasi karena komunikasi adalah soal aksi dan reaksi.

“Oleh sebab itu kehadiran LSPR di Bali sangatlah tepat dan bermanfaat, karena Bali merupakan tempat di mana komunikasi harus lebih meningkat lagi dan membawa dampak yang baik untuk Bali khususnya.” ujar Tony Sutiono selaku Restaurant Manager & Content Creator (Alumni LSPR batch 14).

Selain Kick Off Pembangunan Kampus LSPR Bali Gatsu, acara Year End Gathering ini juga dirangkaikan dengan Book Launch Biografi Ibu Prita Kemal Gani yang berjudul: ‘’Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu’’. Lewat buku setebal 184 halaman, Ibu Prita Kemal Gani membagikan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Antara lain bagaimana memulai membangun LSPR dari nol dengan dua pegawai dan puluhan murid saja, sampai akhirnya bisa meluluskan hampir seratus ribu tenaga terampil di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Peluncuran Buku dan Film Pendek Purwa Carita Campuhan

‘’Buku ini menceritakan perjalanan 30 tahun LSPR. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujar Prita Kemal Gani. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  LSPR Institute Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada Anugerah Diktisaintek 2025

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Apresiasi Jurnalis, LSPR Bali Gelar Media Gathering 2024
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Peluncuran Buku dan Film Pendek Purwa Carita Campuhan

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca