Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Mahasiswa Teknologi Pangan Ciptakan Olahan Granola Berbasis Flakes Ubi

BALIILU Tayang

:

ftp
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana menciptakan olahan granola berbasis flakes ubi. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana menciptakan olahan granola berbasis flakes ubi. Olahan ini diciptakan oleh kelompok mahasiswa yang mengikuti kegiatan Wirausaha Merdeka (WMK) yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kemendikbud Ristek RI.

Program WMK ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar serta mengembangkan diri menjadi calon entrepreneur melalui kegiatan di luar kelas perkuliahan. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam olahan granola berbasis flakes ubi diketuai oleh Kadek Diah Ary Putri serta 4 anggotanya yaitu Ni Made Arini Santi Dewi, I Gusti Ayu Sitiari, Ragil Yosanda, dan Gusti Ayu Virga Dewi Mahayani yang berada di bawah bimbingan Dosen Program Studi Teknologi Pangan yakni Putu Julyantika Nica Dewi, S.TP., M.TP.

Produk inovatif yang dibuat adalah berupa granola dengan flakes ubi. Granola sendiri merupakan salah satu produk makanan sehat yang rendah lemak, tinggi serat dan energi. Selain itu, granola ini juga menggunakan flakes yang berbahan dasar ubi, dimana ubi merupakan salah satu komponen utama sumber serat dan karbohidrat kompleks yang ada di dalam granola. Olahan granola ini juga menggunakan bahan-bahan tinggi gizi lainnya seperti oat, dan kacang-kacangan berupa almon dan biji bunga matahari dimana granola ini memiliki citarasa yang enak dan dapat dikonsumsi oleh seluruh kalangan.

Adapun proses pembuatan dari granola tersebut terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama yaitu tahap pembuatan flakes dengan dicampurkannya beberapa bahan-bahan seperti tepung ubi ungu, tepung kedelai, gula halus, tepung tapioka, dan garam menggunakan air matang sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi kalis. Setelah kalis, adonan flakes diratakan dengan rolling pin untuk kemudian dipanggang di atas kertas roti yang sudah diolesi margarin selama 15 menit dengan suhu 160 derajat celcius.

Baca Juga  FTP Unud Jalin Kerja Sama dengan Kecamatan Banjarangkan Kembangkan Produk Kreatif Penunjang Pariwisata

Setelah flakes matang sempurna yang ditandai dengan perubahan warna dan kerenyahan, proses dilanjutkan ke tahap kedua yaitu tahap pembuatan granola. Dengan cara dicampurkannya beberapa bahan-bahan utama seperti flakes ubi ungu, VCO, madu, vanilla extract (liq), kacang almond, biji bunga matahari, oat, coklat bubuk, dan coklat batang. Dimana setelah semua bahan tersebut tercampur dengan rata, selanjutnya dituang ke loyang dan dipanggang selama 25 menit pada suhu 180 derajat celcius untuk mendapatkan hasil akhir berupa granola yang renyah dan enak.

Kadek Diah Ary Putri selaku ketua mengatakan, usaha granola dengan flakes ubi ungu ini muncul dari ide bagaimana cara agar mengolah ubi menjadi lebih menarik dan mampu memenuhi kebutuhan gizi harian khususnya kepada anak kecil maupun remaja. Seiring dengan berkembangnya produk di pasaran, granola menjadi makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat karena rasanya yang nikmat namun juga tetap sehat. Diah dan tim berinovasi dengan mencampurkan flakes ubi ungu dengan granola sebagai langkah awal mengenalkan flakes ubi ungu.

“Selain sebagai upaya pengembangan pangan lokal, kami juga ingin konsumen mendapatkan manfaat yang dimiliki oleh ubi ungu, sehingga konsumen tidak hanya merasa kenyang saja”, ujar Diah. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2640-Inovatif-Mahasiswa-Teknologi-Pangan-Ciptakan-Olahan-Granola-Berbasis-Flakes-Ubi.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Sapa Siswa-siswi SD 9 Kesiman, Ny. Sagung Antari Jaya Negara Sampaikan Literasi Soal Pemilahan Sampah

Published

on

By

bunda literasi denpasar
MENYAPA SISWA: Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada siswa sekolah serta untuk menumbuhkan budaya kebersihan dan mengajarkan siswa tentang pentingnya mengelola sampah secara bijak dan ramah lingkungan.

Dalam arahannya di depan para siswa-siswi, Sagung Antari yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, dan jajaran kecamatan Denpasar Timur, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber hendaknya dijadikan kebiasaan baik yang diterapkan sejak dini.

“Anak-anakku, mulailah kebiasaan baik memilah sampah sejak dini. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun juga di lingkungan rumah. Bunda mengajak kalian semua untuk menerapkan kebiasaan ini setiap hari,” kata Sagung Antari.

Tidak hanya berbicara seputar pengelolaan sampah berbasis sumber saja, selebihnya Sagung Antari juga mengajak para siswa-siswi untuk mulai menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Memulai hidup sehat dengan rajin berolahraga, berpakaian rapi dan sopan, mengurangi penggunaan gadget, serta menghindari merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektrik juga menjadi pesan yang disampaikan Sagung Antari kepada para siswa-siswi.

Sementara itu, Kepala SD 9 Kesiman, I Putu Agus Sucipta Ariawan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan sosialisasi yang dilaksanakan di sekolahnya. Pihaknya menjelaskan, siswa-siswi SD 9 Kesiman sendiri telah mulai menerapkan pemilahan sampah berbasis sumber.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bunda Literasi Kota Denpasar. Semoga dengan kunjungan ini, akan menambah semangat siswa-siswi kami,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Aplikasikan Ekstrak pada Mayones, Muhammad Eriansyah Sukses Raih Gelar Sarjana Hingga Ikut Serta pada ‘’International Conference’’
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menteri LH dan Gubernur Koster Bertemu, Sesama Alumni ITB Satukan Langkah Selesaikan Persoalan Sampah Bali

Published

on

By

gubernur koster
BERTEMU: Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster bertemu di kantor KLH Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster bertemu di kantor KLH Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Pertemuan kedua figur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini guna membahas sejumlah langkah strategis penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata.

Usai pertemuan, Gubernur Koster menjelaskan, bersama Menteri LH membahas penanganan sampah di Bali termasuk rencana pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) di Denpasar Raya.

“Pak Menteri LH komitmen, Provinsi Bali menjadi prioritas penyelesaian masalah sampah terlebih karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Bali dua periode ini mengatakan, Menteri LH sangat mendukung langkah-langkah strategis penanganan sampah yang telah dilaksanakan Gubernur Bali dan jajarannya di Bali mulai dari hulu hingga hilir.

Koster juga mengatakan, Menteri LH akan datang ke Bali 9 Juni 2026. Menteri akan melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati beserta jajaran terkait dalam penanganan sampah. Termasuk membahas terkait TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi energi listrik/PSEL.

“Nanti Pak Menteri juga akan meninjau lapangan ke TPA Suwung dan lokasi PSEL pada lahan Pelindo di Benoa,” kata Koster.

Gubernur Koster dan Menteri Jumhur Hidayat memiliki kedekatan emosional karena almamater ITB. Kedekatan ini memudahkan kedua sosok terbaik tanah air ini dalam menyamakan persepsi kebijakan dan upaya nyata yang harus segera dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.

Sejumlah regulasi dan langkah nyata strategis terkait pengelolaan sampah di Bali telah dijalankan Gubernur Koster dan jajarannya. Seperti aplikasi regulasi Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 (Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai), Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan jargon pengelolaan sampah di Bali karena bisa mengurangi volume sampah organik ke TPA Suwung. Sehingga, saat PSEL beroperasi akan mendapat suplai sampah anorganik dan residu yang berkualitas tanpa bercampur sampah organik. (gs/bi)

Baca Juga  FTP Unud Jalin Kerja Sama dengan Kecamatan Banjarangkan Kembangkan Produk Kreatif Penunjang Pariwisata

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Sesuai Aturan, DPRD Badung Setujui Hibah Tanah Pura Dalem Gulingan Gede Mengwi 

Published

on

By

hibah tanah pura dalem gulingan
RAKER GABUNGAN: Rapat kerja gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Ketua Komisi III I Made Ponda Wirawan bersama sejumlah OPD terkait persetujuan hibah tanah untuk Pura Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi di Ruang Gosana II Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 26 Mei 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait persetujuan hibah tanah untuk Pura Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi di Ruang Gosana II Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 26 Mei 2026.

Raker Gabungan DPRD Badung membahas tindak lanjut permohonan hibah tanah yang diajukan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede.

Sejumlah OPD yang hadir dalam Raker Gabungan DPRD Badung meliputi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung, Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Bagian Hukum hingga Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Badung.

Raker Komisi I, II dan III DPRD Badung dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Ketua Komisi III I Made Ponda Wirawan serta dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung.

Agenda ini merupakan tindak lanjut surat dari Kepala BPKAD Kabupaten Badung tertanggal 18 Mei 2026 terkait permohonan persetujuan hibah tanah.

Dalam Raker tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara menyatakan persetujuan terhadap proses hibah tanah antara Desa Adat dan Pemerintah Kabupaten Badung karena dinilai telah memenuhi mekanisme hukum dan aturan yang berlaku.

Lanang Umbara menjelaskan, sebelumnya telah terjadi kesepakatan lisan antara Pemda Badung melalui DLHK Badung dengan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede mengenai pertukaran lahan.

“Kita telah memberikan persetujuan terkait permohonan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede perihal hibah menghibahkan tanah tersebut. Kenapa kita menyetujui dan merekomendasikan persetujuan tersebut, karena dari mekanisme hukum dan aturan sudah sesuai. Nantinya, Desa Adat menghibahkan tanah 24 are ke Pemda Badung dan Pemda Badung menghibahkan 45 are ke Desa Adat,” kata Lanang Umbara.

Baca Juga  Prodi Magister Teknologi Pangan FTP Unud Gelar Kunjungan Ilmiah

Lanang Umbara menyebutkan, tanah aset pelaba pura seluas 24 are saat ini telah digunakan sebagai kantor UPT DLHK Mengwi. Sebagai pengganti, Pemkab Badung akan menghibahkan lahan seluas 45 are yang berada di Munduk Suka Jiwa, Subak Dalem, Mengwi.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Rai Wirata mengatakan proses hibah tersebut perlu segera mendapatkan legalitas hukum agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Untuk itu, kami mohon rekomendasi kepada DPRD Badung agar ini sah secara hukum,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca