Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Malam Puncak HUT Ke-530 Kota Tabanan, Bius Ribuan Masyarakat

BALIILU Tayang

:

puncak hut tabanan
PERAYAAN HUT KOTA TABANAN: Malam Perayaan HUT ke-530 Kota Tabanan berlangsung meriah di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (29/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com –  Setelah melewati sebulan penuh pagelaran rangkaian kegiatan HUT ke-530 Kota Tabanan yang dihiasi oleh aktivitas seni khas Tabanan dan melibatkan kreativitas dari seluruh komponen masyarakat serta seniman asli Tabanan, Malam Puncak Perayaan HUT Kota bertajuk “Paduraksa Jayaning Singasana” digelar dengan suasana meriah dan harmonis di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (29/11).

Puncak Perayaan HUT ke-530 Kota Tabanan kali ini, menampilkan suguhan spektakuler yang masih mengangkat tema kesenian khas Tabanan. Di kesempatan itu juga turut ditampilkan pemutaran video Wonderful of Tabanan, rangkaian kegiatan sepanjang berlangsungnya HUT Kota Tabanan dan juga tarian kontemporer, Tari Kebesaran Jayaning Singasana, Tari Oleg Tamulilingan, pentas Drama Gong dan penampilan dari artis-artis kenamaan di Tabanan.

Acara akbar ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Hadir pula Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan Komandan Rindam IX Udayana, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta undangan terkait lainnya dan melibatkan ribuan masyarakat.

Tak hanya menampilkan kesenian khas Tabanan, malam puncak juga ditandai dengan acara Peluncuran Buku Biografi I Ketut Marya oleh Prof. Dibia dan dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan dari Bupati Tabanan kepada para Seniman Pengabdi Seni dan penghargaan lainnya sejumlah 20 seniman, penyerahan hadiah Lomba Porsenijar Provinsi Bali kepada sejumlah 4 orang serta penyerahan hadiah lainnya terkait rangkaian HUT Kota ke-530, salah satunya lomba Vlog Bangga Jadi Orang Tabanan.

Baca Juga  Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan ‘’Tumpek Wariga’’ di Parahyangan Kantor Bupati Tabanan

“Tanpa terasa, kota kita, Kota Tabanan telah memasuki usia yang begitu panjang, yaitu 530 tahun. Jika dimaknai, usia ini bukanlah semata-mata deretan angka, tetapi ia memliki kesejahteraan, cerita maupun romantisme sebuah peradaban kota yang begitu panjang dan mengagumkan. Atas dasar kesejarahan inilah, saya memiliki keyakinan untuk membangun Kabupaten Tabanan khususnya Kota Tabanan dengan sebuah jargon ‘Bangga Sebagai Orang Tabanan’,” ujar orang nomor satu di Tabanan itu penuh semangat.

Dimana, jargon yang dicetuskan itu bermaksud untuk membangunkam spirit “Jengah”, kesadaran “Menyama Braya” untuk membangun rumah kita bersama yaitu kota Tabanan.

“Inilah langkah awal yang saya lakukan, yaitu membangunkan kesadaran bersama sebagai modal dasar. Langkah selanjutnya, tentu adalah melakukan pembangunan fisik, mempercantik Kota Tabanan di sana sini dan masyarakat sekarang dapat melihat gerak pembangunan Kota Tabanan. Lapangan Alit Saputra dibenahi dan lain-lainnya akan segera menyusul,” sebutnya lebih lanjut.

Oleh sebab itu, selaku pemerintah pihaknya berharap, niat baik ini akan disambut oleh masyarakat dengan suka cita. Salah satu harapan terbesarnya adalah masyarakat bisa ikut memberikan perhatian dan menjaga apa yang sudah dan akan dibangun oleh Pemerintah Daerah. Hal tersebut penting, mengingat tidaklah mungkin pemerintah untuk bergerak sendirian, butuh kontribusi kuat dari masyarakat untuk menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan.

“Pada tahap inilah pemerintah dan seluruh masyarakat harus bersatu padu, dengan mengedepankan tiga konsep dasar, yaitu pade eling atau rasa peduli, pade liang atau rasa gembira dan pade gelahan atau rasa memiliki untuk mencapai masa kejayaan bersama. Inilah sejatinya makna tema HUT Kota tahun ini, yaitu ‘Paduraksa Jayaning Singasana’ yaitu bagaimana Pemerintah dan masyarakat harus memadukan rasa dan niat untuk kemajuan kita bersama,” jelas Sanjaya lebih lanjut.

Baca Juga  Kejadian Unik, Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya ‘’Ngayah Nyiratin’’ Staf

Di kesempatan itu, pihaknya seraya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak, dalam rangka menyukseskan perayaan HUT Kota ke-530.

“Semoga segala karma baik yang telah ditanamkan akan memberikan harapan baru bagi daerah kita. Ke depan, tentu kita akan terus melakukan evaluasi untuk memastikan perayaan HUT Kota di tahun 2024 akan lebih meriah dan bermakna. Dirgahayu Kota Tabanan ke-530. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan tuntunan dan berkahNya kepada kita semua,” Sanjaya mengakhiri.

Dengan penuh tekad, Bupati Sanjaya rayakan Hari Ulang Tahun Kota Tabanan yang istimewa ini bersama-sama dengan masyarakat. Seluruh undangan dan masyarakat juga berkesempatan untuk mengunjungi ragam kuliner dari UMKM dan IKM Tabanan yang sudah digelar sejak pagi hari, bahkan dari 27 November 2023. Puluhan stan dengan total 88 UMKM dan IKM nampak memadati kawasan Taman Bung Karno dan Gedung Marya, dan tentunya bisa dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Dorong Pemanfaatan EBT Laut di Nusa Penida, Bali Harus Mandiri Energi

Published

on

By

ebt nusa penida
PIMPIN FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar pada Kamis (9/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Bali harus mandiri energi dan tidak bergantung dengan pasokan energi dari luar Bali. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar pada Kamis (9/7).

Sebagai salah satu tujuan wisata utama di dunia, Koster menyampaikan bahwa sangat riskan jika Bali masih bergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. Terlebih konsumsi energi di Bali terus meningkat setiap tahunnya akibat pertumbuhan industri dan pariwisata.

“Bali harus mandiri energi dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan,” jelasnya.

Diketahui bahwa kebutuhan energi listrik di Bali saat ini berkisar 1300 MW hingga 1400 MW dimana 400 MW masih bergantung pada jaringan interkoneksi kabel bawah laut dari PLTU Paiton di Jawa Timur.

Berbagai upaya telah Wayan Koster lakukan untuk mendorong visi Bali Mandiri Energi dengan pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan sebagaimana diamanatkan dalam Pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Salah satunya adalah dengan akselerasi pemasangan PLTS Atap secara massal pada gedung pemerintahan, bangunan komersial serta bangunan hotel dan industri lainnya.

Kemudian ia juga mendorong Pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi krisis sampah perkotaan sekaligus menambah bauran EBT dalam memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Dewata.

Tidak hanya itu, Koster saat ini bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui kajian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) di bawah koordinasi Prof. Dwi Susanto dari Maryland University, ia tengah melirik pemanfaatan EBT Laut melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Kawasan Selat Nusa Penida.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Ngaben Bersama di Tiga Desa di Kecamatan Pupuan dan Marga

“Saya sudah menangkap idenya dan ini memang sangat kita perlukan. Ternyata kita memiliki potensi besar, ini harus kita manfaatkan sebagai sumber penghidupan masyarakat Bali,” jelasnya.

Prof. Dwi Susanto dari Maryland University USA, menjelaskan bahwa selat-selat di Indonesia termasuk selat-selat di wilayah Nusa Penida memiliki potensi energi arus laut yang besar yang sangat cocok untuk dikembangkan menjadi PLTAL. Lebih lanjut, potensi energi listrik yang dihasilkan dari tiga selat di sekitar Nusa Penida mencapai 376,8 MW. Lebih dari cukup untuk menjadikan Nusa Penida mandiri energi, walaupun pembangunannya akan bersifat modular menyesuaikan dengan kebutuhan.

Sementara itu, Dirjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kartika Listriana melalui sambungan zoom menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas upayanya dalam mendorong pemanfaatan EBT Laut. Ia berharap EBT Laut dapat diterapkan di Pulau Dewata untuk selanjutnya dapat implementasi di daerah lainnya di Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Bimtek Desa Antikorupsi, Gubernur Koster Tak Ingin Perbekel Tersangkut Masalah Hukum Pengelolaan APBN dan APBD

Published

on

By

gubernur koster
BUKA BIMTEK: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Bimtek Percontohan Desa Antikorupsi di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (9/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai ujung tombak dan motor penggerak pembangunan pada struktur pemerintahan terbawah, Gubernur Bali Wayan Koster tak ingin perbekel tersangkut masalah hukum dalam pengelolaan keuangan negara baik yang bersumber dari APBN maupun APBD. Oleh karena itu, ia mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percontohan Desa Antikorupsi di Provinsi Bali yang melibatkan sejumlah perbekel. Hal itu terungkap dalam sambutan Gubernur Koster saat membuka Bimtek Percontohan Desa Antikorupsi di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (9/7).

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyinggung peran perbekel dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di struktur terbawah.

“Perbekel memegang peran penting dalam menyukseskan program pembangunan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga kepentingan lokal desa,” ujarnya.

Sangat memahami hal ini saat duduk di DPR RI, Gubernur Koster getol memperjuangkan penguatan posisi desa sehingga melalui kerja kerasnya berhasil merampungkan regulasi yang khusus mengatur tentang desa.

“Keluarnya UU Nomor 6 Tahun 2014 kemudian diimplementasikan dalam kebijakan pemberian alokasi anggaran untuk desa, baik dari APBN maupun APBD. Kenapa kita sasar desa, karena desa adalah entitas terkecil yang paling dekat dengan rakyat. Kalau desa berhasil menjalankan agenda pembangunan, maka sebagian pelayanan publik dan pembangunan akan tuntas,” urainya.

Gubernur Koster menambahkan, niat baik pemerintah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk desa belum tentu sampai di tingkat bawah. Karena menurutnya kalau ada uang, ada juga celah untuk nakal.

“Ada kesempatan dan ada niat, maka terjadilah tindakan melanggar aturan yang disebut korupsi,” sebutnya.

Mencermati hal ini, saat UU Nomor 6 Tahun 2014 disahkan, ia menggarisbawahi agar dana desa dikelola dengan baik dan akuntabel untuk mencegah terjadinya korupsi.

Baca Juga  Mohon Kerahayuan Jagat, Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali

“Ini tentu tidak mudah karena melibatkan lintas kementerian,” imbuhnya.

Dan benar saja, selang beberapa tahun, mulai bermunculan kasus hukum di sejumlah daerah yang melibatkan kepala desa dalam konteks penggunaan uang negara.

“Makanya saya selalu wanti-wanti agar di Bali tak ada kasus korupsi yang melibatkan perbekel,” tambahnya.

Sejak periode pertama masa kepemimpinannya, Gubernur Koster memberi atensi serius pada upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan unit Kopsurgah KPK RI.

“Kita rutin turun untuk menggulirkan spirit antikorupsi di desa-desa. Saya tak ingin ada kepala desa tersangkut masalah hukum karena korupsi dana desa baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi dan Kota/Kabupaten,” bebernya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur desa, Pemprov Bali juga mengucurkan insentif untuk perbekel dan aparaturnya.

“Di Bali ini saya keras karena wilayahnya kecil. Kades adalah ujung tombak dan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” tambahnya.

Yang melegakan, secara umum berdasarkan pemantauannya, pemanfaatan dana desa di Bali sejauh ini berjalan cukup baik.

Menutup arahannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menilai Bimtek sebagai kegiatan yang sangat penting untuk menyegarkan dan memperkuat komitmen untuk  pencegahan korupsi. Ke depannya, ia berharap seluruh desa di Bali bisa dilibatkan dalam kegiatan seperti ini.

“Jangan hanya percontohan, tapi harus menjangkau 636 desa di Bali, harus progresif agar lebih bermanfaat. Kalau ada panduan dari KPK, saya siap memimpin dan mengumpulkan seluruh kepala desa,” pungkasnya.

KPK Apresiasi Pemprov Bali

Wakasatgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Ariz Dedy Arham mengapresiasi inisiatif Pemprov Bali menggelar Bimtek Desa Percontohan Antikorupsi. Diterangkan olehnya, program ini dilaksanakan oleh KPK sejak tahun 2021 dan diawali di Yogyakarta. “Hingga saat ini, 235 desa telah menjadi percontohan dan kami bersyukur program masih berjalan dan makin diperluas,” ungkapnya.

Baca Juga  Kejadian Unik, Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya ‘’Ngayah Nyiratin’’ Staf

Ia berpendapat, program ini memberi dampak positif dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Selain itu, ada pula dampak turunan yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat, insentif dari pemerintah dan dukungan sektor swasta melalui program CSR.

Sementara itu, Inspektur Daerah Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana melaporkan, Bimtek melibatkan perbekel dan aparatur dari 13 desa percontohan yang dipilih melalui proses observasi dan verifikasi. Menurutnya, ini merupakan program pencegahan korupsi yang melibatkan berbagai eleman masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Rakerda REI, Gubernur Koster Ajak Developer Perumahan Bangun Hunian Bali Hemat Lahan

Published

on

By

gubernur koster
BUKA RAKERDA: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Rakerda REI Bali Tahun 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para pengembang perumahan yang tergabung dalam wadah Real Estate Indonesia (REI) berkolaborasi untuk menyusun konsep hunian masa depan yang lebih hemat lahan. Menurutnya, hal ini dibutuhkan guna mengatasi ketersediaan lahan yang kedepannya akan semakin berkurang sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan saat membuka Rakerda REI Bali Tahun 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyinggung ketersediaan lahan yang menjadi tantangan Bali dalam upaya penyediaan hunian layak huni. Menjawab tantangan tersebut, pengembangan perumahan di Pulau Dewata mesti dirancang secara khusus karena kian berkurangnya lahan.

“Bali itu kecil, luasnya hanya 5.590 kilometer persegi. Secara umum tingkat kepadatan penduduk masih bagus, kecuali Kota Denpasar,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, menurutnya Bali membutuhkan desain untuk perumahan warga di kawasan perkotaan dan perdesaan.

“Kita harus punya desain perumahan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Jangan sampai satu rumah dirancang dengan kebutuhan lahan yang luas, lama-lama lahan akan habis hanya untuk rumah,” urainya.

Lahan Produktif Tak Bisa Dilabrak untuk Kawasan Pemukiman  

Ditambahkan olehnya, konsep pemanfaatan lahan yang efisien sejalan dengan implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Praktik Nominee.

“Ini berarti, lahan produktif tak bisa dilabrak untuk pengembangan kawasan permukiman. Hanya lahan tak produktif saja yang boleh dikembangkan,” cetusnya.

Untuk itu, ia minta OPD terkait memetakan kawasan yang bisa dikembangkan sebagai permukiman di setiap kabupaten dan kota.

Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung aspirasi REI terkait batas minimum pengembangan perumahan yang saat ini ditetapkan seluas 100 meter persegi.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Ngaben Bersama di Tiga Desa di Kecamatan Pupuan dan Marga

“Ini PR bagi saya. Saya akan bicarakan dengan para bupati agar luasan itu bisa dikurangi agar lebih fleksibel,” imbuhnya.

Ia berpendapat, hal ini harus menjadi perhatian karena ke depan tekanan terhadap lahan akan semakin tinggi sejalan pertambahan jumlah penduduk.

“Tak bisa lagi satu rumah itu 5 are, 10 are. Sudah harus merancang konsep rumah masa depan yang efisien dan efektif. Seperti rumah-rumah di Jepang itu, kamarnya kecil-kecil. Sehingga lebih hemat lahan, khususnya di Kota Denpasar,” pungkasnya.

Ketua DPD REI Bali, Anak Agung Darma Setiawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi merupakan momentum evaluasi agar organisasi ini makin kuat dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Darma Setiawan menambahkan, pertumbuhan ekonomi merupakan peluang bagi anggota REI karena kebutuhan hunian pasti meningkat.

“Terlebih lagi saat ini pemerintah punya program tiga juta hunian bagi masyarakat. Sebagai organisasi pengembang tertua dan terbesar, REI punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan program ini dengan menggerakkan ekosistem dan memberi kontribusi nyata,” terangnya.

Masyarakat Bali harus Bangga, Gubernur Koster Profesional dan Rasional  

Sementara itu, Ketua DPP REI Joko Suranto mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster pada Rakerda REI Bali.

“Ini membuktikan bahwa Bapak Gubernur Bali profesional dan rasional, masyarakat Bali harus bangga,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Joko Suranto menyinggung tingginya tingkat investasi properti di Daerah Bali yang mencapai Rp. 12,1 triliun. Namun demikian, besarnya investasi ini membutuhkan terobosan dan perhatian dari pemerintah.

“Ini penting agar investasi sebesar itu dikelola dengan cara yang baik,” ujarnya. Menurut dia, yang paling dibutuhkan saat ini adalah penetapan zonasi dan kehadiran lembaga yang bertindak sebagai offtaker.

Baca Juga  Kejadian Unik, Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya ‘’Ngayah Nyiratin’’ Staf

Ketua Panitia Rakerda REI Bali, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya menginformasikan, kegiatan yang melibatkan 61 peserta ini bertujuan untuk evaluasi dan menyusun program kerja serta menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan dalam sektor properti. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca