Monday, 15 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Masa Kampanye Selesai, Pj. Gubernur Bali Ajak Masyarakat Datang ke TPS Salurkan Hak Pilih

BALIILU Tayang

:

mahendra
PENUTUPAN KAMPANYE: Pj. Gubernur Bali, S.M.Mahendra Jaya berfoto bersama saat menghadiri acara Penutupan Kampanye Damai Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali di Gedung Dharma Alaya, Lumintang, Denpasar, Sabtu (10/2). (Foto: Hms Pemprov)

Denpasar, baliilu.com – Setelah memasuki hari ke-75 pelaksanaan tahapan kampanye Pemilu Tahun 2024 yang sudah dimulai sejak tanggal 28 November 2023, mulai 11 Februari 2024 kita akan memasuki masa tenang sampai dengan tanggal 13 Februari 2024. Selanjutnya, pada tanggal 14 Februari 2024 kita bersama-sama akan ke TPS melakukan pencoblosan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif, seperti anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota.

Untuk itu, Penjabat (Pj.) Gubernur Bali mengajak seluruh masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya. Harapan tersebut disampaikan Pj. Gubernur Bali, S.M.Mahendra Jaya dalam sambutannya dalam acara Penutupan Kampanye Damai Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali di Gedung Dharma Alaya, Lumintang, Denpasar, Sabtu (10/2).

Lebih jauh dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali menyampaikan bahwa kita semua patut bersyukur tahapan kampanye yang diprediksi terdapat kerawanan-kerawanan dengan kedewasaan peserta Pemilu, tim sukses, masyarakat, dan pengaturan oleh penyelenggara Pemilu, pengamanan dan juga ASN telah menjaga netralitasnya, serta adanya peran serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda yang berperan sebagai cooling system menjadikan tahapan kampanye berjalan dengan aman dan damai, sehingga situasi Kamtibmas di Bali sangat kondusif.

“Atas capaian dan situasi Kamtibmas Bali yang sangat kondusif tersebut, saya atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih. Pada saat pelaksanaan kampanye para peserta Pemilu didukung tim sukses telah menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya. Saya juga melihat masyarakat antusias, gembira dan damai hadir atau mengikuti kegiatan kampanye tersebut. Tidak ada peristiwa yang mengganggu keamanan dan kedamaian, dari tahapan pelaksanaan kampanye,” imbuhnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Hadiri Karya Bhakti Kodam IX/Udayana

Pj. Gubernur Mahendra Jaya menambahkan sebagaimana kita ketahui salah satu indikator keberhasilan Pemilu adalah tingkat partisipasi publik. Semakin tinggi tingkat partisipasi publik menunjukkan kuatnya legitimasi terhadap pemimpin. Terkait hal tersebut KPU Provinsi Bali telah menargetkan partisipasi publik dalam Pemilu Tahun 2024 adalah 83%. Suatu angka yang realistis kalau melihat partisipasi publik di Bali pada Pemilu sebelumnya (tahun 2019) di atas 80%. Pemilihan Umum selain memilih calon pemimpin dan calon legislatif untuk keberlanjutan pemerintahan, secara esensi juga merupakan proses pembelajaran dan ujian bagi seluruh elemen bangsa seberapa jauh nilai-nilai demokrasi, keanekaragaman telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Penggunaan hak pilih adalah swadarma terhadap Negara yang sangat penting guna keberlanjutan pemerintahan, kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Pj. Gubernur mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan mempertahankan suasana kondusif seperti ini sehingga perhelatan Pemilu Serentak 2024 dapat berjalan aman, lancar dan damai.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dimana pihaknya telah memastikan seluruh penyelenggara Pemilu tidak main-main dan mengikuti aturan yang ada dan tidak ada tendensi apapun. Pihaknya juga memastikan bahwa logistik pemilu telah siap untuk didistribusikan ke masing-masing desa.

Ketua KPU Provinsi Bali juga meminta agar mulai besok seluruh atribut kampanye baik spanduk, umbul-umbul atau alat kampanye lainnya agar dibersihkan dan tidak ada pelaksanaan kampanye di luar jadwal.

Di akhir sambutannya, Ketua KPU Bali juga mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mengawal semua kegiatan dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS  sehingga target 83% partisipasi pemilih di tahun ini dapat tercapai dan zero sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga  Situasi Berangsur Normal, Pj. Gubernur Bali Dorong Maskapai Garuda Tambah Penerbangan ke Bali

“Dalam demokrasi, gesekan dan perbedaan itu pasti ada, tapi semua dilakukan dengan cara-cara yang baik sesuai peraturan yang ada, saya harap kita semua damai, demokrasi boleh berbeda tetapi kedamaian yang utama,” pungkasnya.

Dalam acara yang bertajuk “Harmoni dalam Demokrasi Bali Shanti” turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Bali, Brigjen TNI Agus M Latief, S.I.P, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Saguna, Jajaran Forkopimda Provinsi Bali, kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Bali, tokoh agama, para pengurus partai dan undangan lainnya. Acara juga diisi dengan doa lintas agama serta persembahan “Nyanyian Dharma”. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

POLITIK

Totalitas Pengabdian, Adi-Parwa Siap Lanjutkan Program Giri Prasta

Published

on

By

putu parwata
Ketua DPRD Badung Putu Parwata. (Foto: dok baliilu)

Badung, baliilu.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) diberikan semua kadernya untuk melakukan kerja nyata dan mempromosikan dirinya di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan bisa melihat kinerja dari kader-kader Partai PDI Perjuangan. Salah satunya pasangan Adi-Parwa atau Wayan Adi Arnawa dan Putu Parwata.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata, saat diwawancarai awak media di rumahnya, Jalan Panji, Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin, 10 Juni 2024.

“Kader-kader yang lain juga diberikan kesempatan yang sama, seperti Bagus Alit Sucipta, Anom Gumanti, Satria, Alit Yandinata,” ucap Putu Parwata.

Sesuai data yang masuk dan sudah memberikan pendaftaran administratif, yang harus dipenuhi oleh Calon Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung. “Calonnya, Pak Bupati Badung itu ada dari ASN, yaitu pak Adi Arnawa, kemudian ada Bagus Sucipta, Anom Gumanti. Namun, ada yang tidak menyetorkan sebagai Calon Bupati Badung adalah Made Sudiarsa,” tegasnya.

Kemudian, untuk posisi Wakil Bupati Badung, Putu Parwata mengakui sudah melakukan pendaftaran. “Selain itu, ada Alit Yandinata dan Nyoman Satria juga sudah melakukan pendaftaran. Untuk pak Sutama juga sudah untuk posisi Bupati Badung,” imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk totalitas pengabdian di masyarakat, sekaligus ingin memberikan ruang yang lebih besar buat masyarakat, supaya semakin maju, baik sisi perekonomian, pendidikan dan kesehatan. “Kita totalitas bekerja. Apakah nanti ini menjadi satu kekuatan partai, nanti akan dilihat oleh DPP, lalu Ibu Mega akan memberikan rekomendasi,” bebernya.

Pada prinsipnya, Putu Parwata mengucap terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungan penuh kepada Adi-Parwa, sehingga dukungannya semakin kuat dan dicintai serta disegani sebagai bentuk bagian dari masyarakat.

Baca Juga  Terima Audiensi Konsul Jenderal Tiongkok, Pj. Gubernur Bali Terima Undangan Pamerkan Produk Tani Bali di Tiongkok

“Jadi, saya mengucapkan terima kasih. Namun yang penting buat saya, kembali kepada nassar dan komitmen untuk bekerja buat rakyat, masyarakat dalam segala hal,” ucapnya menegaskan.

Tak hanya itu, Putu Parwata juga menyebutkan totalitas sisa hidupnya dipakai untuk mengabdi kepada masyarakat. “Itu dimanapun. Toh pun di Wakil Bupati diizinkan dan diberikan peluang oleh Ibu Megawati, siap perintah. Kalau toh pun ditugaskan di tempat yang lain juga siap. Pada prinsipnya, saya sebagai kader PDI Perjuangan siap untuk melakukan  pengabdian totalitas,” tegasnya.

Soal penantang dari kubu sebelah, yang telah mengumumkan bakal Calon Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung disebutkan, bahwa mereka juga punya hak yang sama, sesuai dengan Undang-Undang untuk ikut serta dalam konstelasi Pilkada nanti.

“Silakan saja. Kita khan masing-masing punya strategi sendiri-sendiri, tapi saya yakin dengan pengabdian daripada kami di PDI Perjuangan ini, PDI Perjuangan tetap akan dicintai oleh masyarakat Badung, karena pengabdiannya dan hasil kerja yang sudah bisa kita lihat,” tambahnya.

Meski sejumlah pembangunan harus  diperbaiki, pihaknya dari PDI Perjuangan siap meneruskan dan melanjutkan secara berkelanjutan program Bupati Giri Prasta, demi meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan, keadilan serta selalu ada bersama-sama dengan masyarakat.

Untuk diketahui, Wayan Adi Arnawa merupakan seorang ASN sebagai Sekda Badung, yang kemudian mendaftar sebagai Bacalon Bupati Badung, karena setiap orang juga mempunyai hak masing-masing yang sama, untuk mempromosikan dirinya. “Tentu pak Adi Arnawa sebagai Bacalon di PDI Perjuangan juga tidak ada yang melarang untuk men-endorse dirinya, tapi itu diluar jam kerja yang ditentukan,” ungkapnya.

Jika mereka melakukan tugasnya sehari-hari sebagai ASN, lanjutnya hal tersebut memang merupakan tugas di Pemerintah Kabupaten Badung sebagai Sekda Badung atau mewakili Bupati Badung atau Wakil Bupati Badung, untuk menghadiri acara-acara resmi tentang kegiatan Pemerintah. “Tapi, jika mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang  lain, nah itu juga hak mereka. Tidak ada yang melarang itu, kecuali kampanye. Ini khan belum masa kampanye, boleh aja dia,” kata Putu Parwata.

Baca Juga  Senja Pratiwi Jadi Pembicara Kehumasan dan Multimedia pada Sosialisasi Pemilu Serentak 2024

Dipaparkan pula, bahwa dia bekerja menunjukkan dirinya dekat dengan masyarakat serta bekerja dengan masyarakat. “Lalu, dia menghadiri acara-acara kedinasan, itu tidak masalah. Saya kira itu belum, mereka itu melakukan tugas yang memang menjadi mandat daripada kedinasan. Saya kira itu tidak ada masalah,” tutupnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

KPU Bali: Bakal Calon Perseorangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024 Nihil

Published

on

By

ketua kpu bali laporkan calon perseorangan gubernur bali
Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan pada Senin, 13 Mei 2024 menyampaikan bahwa Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dinyatakan nihil pada Pilkada 2024.

Hal itu dikatakannya melalui keterangan pers setelah pada 12 Mei 2024 hingga pukul 23.59 Wita, rekapitulasi penyerahan dukungan minimal Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nihil yang kemudian dituangkan dalam Berita Acara Rekapitulasi Penyerahan Dukungan Minimal Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Lidartawan menjelaskan dengan memperhatikan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024, serta surat edaran Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 676/PL.02.2-SD/05/2024 perihal Persiapan Penyerahan Syarat Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan pada Pemilihan Serentak Tahun 2024, tanggal 4 Mei 2024, KPU Provinsi Bali telah mengumumkan Jadwal Penyerahan Dokumen Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024 yang termuat dalam Pengumuman Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali Nomor : 650/PL.02.2-Pu/51/2.1/2024 tentang Jadwal Penyerahan Dokumen Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024, tertanggal 5 Mei 2024.

‘’KPU Bali telah melaksanakan sosialisasi berkenaan dengan tahapan dan syarat dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024. Sosialisasi dilakukan di website, media sosial KPU Provinsi Bali serta dilaksanakan juga dalam bentuk rapat dengan mengundang tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Sosialisasi juga dilakukan di setiap kesempatan pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali dan juga kegiatan yang dihadiri oleh KPU Provinsi Bali,’’ ujar Lidartawan.

Baca Juga  Terima Audiensi Konsul Jenderal Tiongkok, Pj. Gubernur Bali Terima Undangan Pamerkan Produk Tani Bali di Tiongkok

Berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali Nomor 54 Tahun 2024 tentang Syarat Minimal dan Pesebaran Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024, tertanggal 17 April 2024, bahwa jumlah minimal Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024 adalah 277.909 (dua ratus tujuh puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan) dengan persebaran minimal di 5 Kabupaten/Kota di Bali.

Waktu pernyerahan Dokumen Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024, mulai pada hari Rabu, 8 Mei 2024 hingga Minggu, 12 Mei 2024. KPU Provinsi Bali telah melaksanakan tahapan Penyerahan Dukungan Minimal Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, dengan membuka helpdesk Fasilitasi Syarat Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024.

‘‘Hingga pukul 23.59 WITA, rekapitulasi penyerahan dukungan minimal Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dinyatakan nihil,’’ pungkas Lidartawan. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Prof. Dasi Astawa: Wayan Koster Punya Kans Besar untuk Menjadi Gubernur Bali

Published

on

By

Pandangan I Nengah Dasi Astawa terhadap Wayan Koster
Direktur Politeknik elBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. (Foto: dok baliilu.com)

Denpasar, baliilu.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar Bulan November 2024. Sejumlah partai telah menyusun strategi merebut kursi orang nomor satu Provinsi Bali termasuk kabupaten dan kota di Bali.

Tak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) besutan Megawati Soekarnoputri. Sebagai partai pemenang pemilu di Bali, PDIP tak mau kalah dalam perebutan kursi, gubernur, bupati dan walikota.

Khusus untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali, aspirasi rakyat sudah muncul melalui DPC se-Bali yang secara bulat mengusulkan nama I Wayan Koster sebagai “nakhoda kapal”  lima tahun ke depan, 2024-2029.

Munculnya nama Wayan Koster melalui aspirasi DPC memang tidak salah. Mengapa? Putra kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini adalah kader senior partai, incumbent (petahana) dan Ketua DPD PDIP Bali.

Namun di atas segalanya, hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memastikan siapa kader PDIP Bali yang pantas menerima tiket dan boarding pass (rekomendasi) dari Sang Ketua Umum untuk bertarung di Pilgub Bali November 2024.

Pengamat Kebijakan Publik yang juga Direktur Politeknik elBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. punya pandangan tersendiri tentang petahana Wayan Koster.

Ditemui di kediamannya pekan lalu (19/4/2024), mantan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII ini mengatakan Wayan Koster punya kans besar untuk menjadi Gubernur Bali lima tahun ke depan.

Prof. Dasi Astawa menyarankan, bila Wayan Koster maju lagi maka teori trickle down effect mesti dijawab dengan peluang dan kesempatan kerja. Menurutnya, bila peluang dan kesempatan kerja tidak ada, maka trickle down effect tidak muncul karena teori ini harus diukur.

“Selain itu harus memperhatikan apa yang dibutuhkan anak muda. Karena anak muda adalah pewaris dan pemilih terbesar. Yang kedua gender. Itu saran saya. Perhatian kepada gender perlu langkah yang konkret,” sarannya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Hadiri Karya Bhakti Kodam IX/Udayana

Dasi Astawa menyebut ada tiga saran yang ia sampaikan kepada calon petahana (Wayan Koster-red) kalau maju lagi. Mungkin juga sudah dilakukan lima tahun lalu, dan kalau belum tolong dijelaskan atau mulai dijelaskan kepada publik melalui media massa agar masyarakat tahu apa yang sudah dikerjakan petahana.

“Hari ini dan seterusnya, Pak Koster secara rigid dan detail menjelaskan kepada publik melalui media massa pencapaian selama lima tahun baik di bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli. Itu yang dirasakan masyarakat,” sarannya.

Dan yang kedua, sebagai petahana harus dipikirkan apa kebutuhan anak muda sebagai estafet dan pemilih terbesar. Karena, selama tahun kemarin, Pak Koster mungkin sudah melakukan. Kalau sudah,  itu mesti dijelaskan tentang program untuk anak muda.

“Tolong dijelaskan atau mulai dijelaskan. Kalau belum, diprogramkan. Kalau belum dilakukan selama lima tahun kepemimpinan harus diprogramkan. Kalau sudah dijelaskan,” ujarnya.

Dan  yang ketiga menurut Dasi Astawa, persoalan gender dan manula harus menjadi perhatian dan diprogramkan. Program-program manula terutama kesejahteraan dan kesehatan manula harus dijadikan program termasuk membuat program untuk gender.

“Bagaimana agar perempuan tidak terpinggirkan. Karena pemilih perempuan itu 51 persen, dominasi pemilih adalah perempuan dan generasi muda. Komposisi pemilih adalah wanita dan generasi muda. Oleh karena itu, Pak Koster mesti menjelaskan secara detail dan rigid program yang telah dilakukan dan akan dilakukan,” sebutnya.

Menurutnya, tiga point itu disampaikan apabila petahana (Pak Koster) mau maju lagi. “Dan beliau punya peluang untuk maju lagi sangat besar. Kenapa? karena, Pak Koster itu incumbent, kader senior dan Ketua DPD PDIP Bali,” ucapnya menegaskan.

Ketika ditanya apakah Koster berpeluang mendapat rekomendasi dari PDIP? Pria yang sehari-hari menghabiskan waktunya di Labuan Bajo itu mengatakan sangat berpeluang.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Sampaikan Laporan Capaian Kinerja dengan Tagline ‘’Ngrombo-Satu Hati, Satu Kata, Satu Tindakan’’

“Dalam tradisi PDIP yang saya amati (semoga tak salah) incumbent pasti diberikan kepercayaan untuk maju lagi. Dan jangan ditanya atau berpikir berpasangan dengan siapa dulu. Lebih baik berpikir, Koster berpeluang mendapat rekomendasi. Kalau di tingkat lokal 100 persen berpeluang, karena semua DPC PDIP telah memberi rekomendasi. Semua kompak,” bebernya dengan semangat.

Ia menjelaskan, apakah nanti berpeluang mendapatkan rekomendasi partai atau tidak, menurutnya, di kultur PDIP hak mutlak ada di tangan Ketua Umum.

“Sekarang untuk meyakinkan seratus persen mendapatkan rekomendasi dari Ibu Megawati, saya berpikir Pak Koster sudah tau, pak Koster kan ‘orang dalam‘. Bagaimana berkomunikasi dengan Ibu Mega saya pikir Pak Koster tahu cara berkomunikasi,” katanya.

Soal Koster kembali berpasangan dengan Cok Ace secara formal di bawah kan sudah. Bahkan di grass root pun sudah banyak tahu dan melihat Koster Ace selaras selama lima tahun.

Tapi apakah Pak Koster disetujui dan Cok Ace juga disetujui? Atau kedu- duanya tidak disetujui. Atau Koster saja atau Cok Ace saja. Atau Koster dengan yang lain, atau Cok Ace dengan yang lain. “Banyak kemungkinan. Dan itu dalam tradisi PDIP menjadi hak prerogatif Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.

Sebagai petahana Pak Koster mesti merancang program Nangun Sat Kerthi Loka Bali plus dan Bali Era Baru plus. Karena menurutnya, dua program sudah menjadi program lima tahun lalu.

Dalam masa-masa seperti sekarang ini Pak Koster mesti menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang sudah dikerjakan melalui program Nangun Sat Kerthi Loka Bali termasuk program Bali Era Baru.

“Jadi kerja Pak Koster hari-hari ini ialah secara terus-menerus menjelaskan kepada masyarakat apa yang sudah dikerjakan melalui program Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Bali Era Baru. Untuk apa? Untuk memperkokoh posisi Pak Koster agar diterima di masyarakat. Jadi kerja Pak Koster sekarang ini adalah menjelaskan pencapaian lima tahun memimpin,” tandasnya. (*/gs)

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Lantik 4 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca