Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cegah Bunuh Diri, Pentingnya Kelola Stres dan Deteksi Dini Gangguan Mental

BALIILU Tayang

:

edukasi gangguan jiwa
TALKSHOW: Narasumber Talkshow SMSI Denpasar: Dewa Nyoman Budiasa (kiri ke kanan); dr. Amelia Dwi Nurulita Sugiharta, SpKJ; Luh Putu Anggreni, SH dan Gede Eka Sandi Asmadi atau akrab disapa Bli Lolo. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sosialisasi dan edukasi tentang deteksi dini gangguan kejiwaan atau skrining kesehatan mental perlu terus dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bunuh diri.

Dokter spesialis kesehatan jiwa dari BIMC Hospital dr. Amelia Dwi Nurulita Sugiharta, SpKJ. mengatakan saat ini layanan deteksi dini mental health sangat mudah diakses, baik di rumah sakit, klinik, maupun puskesmas.

“Salah satu alasan masih tingginya angka bunuh diri adalah karena kurangnya deteksi dini. Padahal, melalui skrining awal, kita bisa mengenali gejala awal dan segera memberikan bantuan kepada mereka yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan,” ujar Amelia.

Hal tersebut disampaikan Amelia dalam acara Talkshow Mental Health bertajuk ‘Merawat Kesehatan Mental: Menjaga Harapan Masyarakat Kota Denpasar’ yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar di Istana Taman Jepun, Denpasar, Kamis (17/7/2025).

Ia juga menyoroti pengaruh negatif media sosial terhadap kesehatan mental. Menurutnya, banyak orang merasa stres karena terus-menerus membandingkan hidupnya dengan gambaran ‘kehidupan ideal’ yang sering ditampilkan di media sosial.

Amelia menyebut media sosial memang punya sisi positif, tapi juga bisa menimbulkan dampak negatif, terutama bagi mereka yang mudah membandingkan diri. Standar hidup ala media sosial bisa membuat seseorang merasa tidak cukup atau gagal, dan itu memicu stres.

“Padahal, stres bisa dikelola. Tidak ada masalah yang terlalu ringan atau terlalu berat semua tergantung bagaimana kita memaknainya. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk belajar mengelola stres dengan cara yang sesuai dengan kebutuhannya,” tambahnya.

Edukasi Kesehatan Mental

Narasumber lain yang juga seorang penyintas gangguan kesehatan mental, Gede Eka Sandi Asmadi—akrab disapa Bli Lolo—menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang keberanian untuk speak up dan menerima kondisi yang sedang dialami.

Baca Juga  Tekan Penyebaran Covid-19, Satgas Denpasar Barat Lakukan Patroli Dialogis ke Pelaku Usaha

“Saat ini banyak orang mengalami stres yang tidak terlihat, diperparah dengan arus informasi yang tak selalu tersaring dengan baik. Sering kali, kekuatan mental kita tidak cukup kuat untuk memikul beban tersebut. Karena itu, edukasi dan sosialisasi tentang kesehatan mental perlu dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan membumi agar mudah dipahami,” jelas Bli Lolo.

Kata dia pada era digital saat ini, informasi tentang kesehatan mental sangat mudah diakses. Namun sayangnya, tidak semua informasi mudah dicerna. Banyak di antaranya yang bersifat teoritis dan terlalu ‘melangit’, sehingga bukannya membantu, justru bisa menambah beban pikiran.

Bli Lolo berpendapat penting bagi kita untuk mencari solusi yang terarah, misalnya dengan memeriksa kondisi fisik jika ada gejala seperti Gerd atau stres berkepanjangan.

Ia mengimbau jangan malu untuk pergi ke psikolog dan jangan takut dengan stigma yang masih ada. Masih banyak yang menganggap pasien psikolog sebagai sesuatu yang negatif, padahal tidak demikian.

“Cobalah mulai dengan aktivitas sehat seperti mengubah pola makan, meditasi, yoga, atau olahraga lainnya. Bergabunglah dengan komunitas atau sistem dukungan (support system) yang bisa membantu kita merasa bahwa kita tidak sendiri,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan praktik di beberapa negara seperti Australia, di mana layanan konseling dan nomor call center untuk bantuan psikologis mudah ditemukan di ruang-ruang publik. “Itu bentuk kepedulian nyata agar orang yang mengalami gangguan mental tidak sampai pada titik bunuh diri,” cetusnya.

Pentingnya Manajemen Kasus

Sementara itu, narasumber Luh Putu Anggreni, S.H., pendamping hukum Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Denpasar mengangkat pentingnya manajemen kasus terkait persoalan mental di masyarakat terutama bagi perempuan dan anak.

Baca Juga  Pimpinan DPR: Belum Ada Komitmen Tegas Pemerintah Selesaikan Masalah Pinjol

“Manajemen kasus dapat menjadi pendekatan yang dibutuhkan untuk menjamin anak dan keluarga memperoleh aset secara akses terhadap pelayanan yang tepat,” jelas Luh Putu Anggreni yang juga seorang pengacara ini.

Ia juga membahas perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) yaitu sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

“PATBM merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya promosi dan pencegahan kekerasan terhadap anak dengan membangun kesadaran ke arah perubahan pemahaman sikap dan perilaku berkenaan upaya perlindungan anak,” urainya.

Fenomena bunuh diri bukan hanya soal individu, tapi merupakan masalah sosial yang bisa dicegah bila ditangani bersama-sama. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, ia berharap Kota Denpasar bisa menjadi kota yang lebih peduli terhadap kesehatan mental warganya, dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih suportif, terbuka, dan penuh harapan.

Menggenapi wawasan tentang kesehatan mental ini, Dirut Padma Bahtera Medical Group sekaligus pemilik Istana Taman Jepun Dewa Nyoman Budiasa mengulik soal bagaimana menciptakan ketenangan dalam menjaga kesehatan mental di tengah badai kehidupan kerja di Bali.

Kata dia seringkali manusia fokus pada kesehatan fisik namun lupa bahwa pikiran dan perasaan kita juga butuh perhatian apalagi di tengah tuntutan hidup yang kian kompleks.

“Hari ini kita menyelami bagaimana lingkungan kerja baik ekstrem maupun yang dialami sehari-hari bisa mempengaruhi mental dan yang terpenting Bagaimana bisa tetap tegar dan menemukan ketenangan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan tekanan sosial dan ekonomi di Bali usai pandemi yang mengubah banyak hal meskipun pariwisata mulai pulih namun jejaknya masih terasa dan memunculkan tekanan baru satu ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga  Dari Seminar Pencegahan Bunuh Diri di Bali

Pada bagian akhir talkshow, Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja atau akrab disapa Edo menjelaskan terkait pemberitaan kasus bunuh diri di media sosial maupun media massa. Menurutnya, media sosial kerap menampilkan konten yang terlalu vulgar terkait kasus bunuh diri, yang justru bisa memicu tindakan serupa (copycat suicide) oleh orang yang membaca atau melihatnya di medsos.

Namun, Edo menilai tidak sepenuhnya benar jika media disebut sebagai penyebab meningkatnya kasus bunuh diri. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara media sosial dan media pers yang bekerja dengan standar dan kode etik jurnalistik yang jelas. (*/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Dari Seminar Pencegahan Bunuh Diri di Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Polisi Ungkap Kematian Mahasiswa Asal Medan, Ternyata Karena Ini

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Refleksi Hari Pers Nasional 2022, Pers Harus Kuatkan Fungsi Edukasi di Era Disrupsi

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca