Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menkumham Berikan Gubernur Koster Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual untuk Buku “Ekonomi Kerthi Bali”

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA: Gubernur Koster menerima Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) dengan judul ciptaan buku “Ekonomi Kerthi Bali” dari Menkumham RI, Yasonna H. Laoly di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu,16 Januari 2022 malam. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) dengan judul ciptaan buku “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru yang secara langsung diberikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu (Redite Paing, Matal) 16 Januari 2022 malam.

Penerimaan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) ini turut juga disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual, Razilu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, dan Bupati /Walikota se-Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementrian Hukum dan HAM RI, karena telah memfasilitasi secara cepat komponen masyarakat yang mempatenkan kekayaan intelektualnya. Sehingga tiga tahun kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster tercatat Kekayaan Intelektual yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkumham RI mencapai 149 dengan kategori Kepemilikan Komunal Ekspresi Budaya Tradisional sebanyak 19, Indikasi Geografis sebanyak 6. Kemudian kategori Kepemilikan Personal Hak Cipta 105, Hak Paten 2, dan Hak Merek 17.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menceritakan bahwa setahun yang lalu Bapak (Menkumham, Yasonna H. Laoly, red) telah menyerahkan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal Produk Endek Bali yang sejalan dengan semangat Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tradisional Bali. “Berkat pengakuan dari Bapak Menteri Hukum dan HAM RI dan keluarnya SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 ini, membuat Kain Tenun Endek Bali berkembang cepat sekali, motifnya juga berkembang sangat variatif dan kaya di wilayah Bali. Karena setiap hari Selasa, kami mengimbau menggunakan busana Endek Bali. Sehingga Endek Bali telah menjadi sumber perekonomian masyarakat Bali, khususnya masyarakat di bawah sampai menengah ke atas,” kata Wayan Koster yang disambut tepuk tangan.

Gubernur Bali jebolan ITB ini menilai, di Bali banyak terdapat pegiat-pegiat inovatif, kreatif dalam bidang pangan, sandang, dan juga industri-industri kerajinan rakyat berbasis budaya. Namun masyarakat belum tahu, betapa pentingnya Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) untuk melindungi karyanya. Lebih dari itu, kalau karyanya dimanfaatkan oleh orang lain, itu akan mendapatkan nilai ekonomi atau kompensasi. Jadi ini menjadi sumber perekonomian untuk masyarakat. Itulah sebabnya saya terus mengkampanyekan ini. “Kalau punya karya segera daftarkan, pendaftarannya gratis dan kalaupun itu bayar, maka akan disubsidi oleh Pemprov Bali,“ jelasnya yang disambut ditepuk tangan.

Baca Juga  Orang Bali Ras Unggul, Gubernur Koster: Harus Bangga, Jangan Saling Sikut, Ayo Bersama Bangun Bali

Secara khusus, Gubernur Wayan Koster mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri, Yasonna H. Laoly karena telah memberikan Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual dengan buku yang ditulisnya mengenai “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru. “Buku ini disusun bersumber dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dan referensinya diambil juga dari Lontar Batur Kalawasan, serta dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Menkumham RI, Yasonna H. Laoly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bali, karena telah memberi perhatian penuh di dalam mendaftarkan Kekayaan Intelektual masyarakatnya sebagai salah satu upaya membangkitkan ekonomi masyarakat.

Menteri Yasonna mendorong masyarakat Bali untuk terus menggali potensi wilayah, terus berkreasi, berkarya dan berinovasi, serta bersama-sama memahami pentingnya pelindungan Kekayaan Intelektual. Kemudian menjaga kualitasnya, mengembangkannya dan membuatnya semakin bernilai ekonomi tinggi. “Bali sangat terkenal dengan industri seni-nya, itulah sebabnya kami terus mendorong pendaftaran Kekayaan Intelektual. Semakin banyak Kekayaan Intelektual yang dimiliki suatu daerah, maka daerah tersebut akan semakin maju. Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, Asosiasi, para Pelaku Industri, Usaha Kecil dan Menengah harus berperan aktif serta bersinergi dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang salah satunya dengan pemanfaatan sistem Kekayaan Intelektual,” jelasnya.

Dalam acara Penyerahan Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) di Provinsi Bali, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada kesempatan tersebut menyerahkan 47 Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual diberikan kepada : 1) Wayan Koster (Gubernur Bali) dengan judul ciptaan Buku “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru; 2) Bupati Klungkung dengan judul ciptaan Indikasi Geografis Garam Kusamba Bali; 3) I Putu Rasta Adi Kusuma dengan judul ciptaan Kisah Cinta Jaya Prana di Tengah Pandemi; 4) Ida Bagus Hari Kayana Putra dengan judul ciptaan A Land to Remember (Napak Pertiwi); 5) I Nengah Wijana dengan judul ciptaan Tabuh Gerabah; 6) I Gede Benny Dipo Pratama (Sanggar Kini Berseri) dengan judul ciptaan Malaikat Pencubit Nyawa; 7) Ida Bagus Purwasila/IB. Anom Ranuara dengan judul ciptaan Sawitri; 8)  I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., (Sanggar Seni Gumiart) dengan judul ciptaan Dipa Hredaya; 9) I Kadek Sumariyasa, S.Sn., (Sanggar Surya Nada Mandala), SMKN 5 Denpasar dengan judul ciptaan Selampah Laku; 10) I Ketut Alita Jatendra, (Yayasan Symphony Kasih) dengan judul ciptaan Angkus Prana Mula Segala Ada; 11) I Gst. Ngrh. Agung Giri Putra,S.Sn.,M.Sn, dengan judul ciptaan LE’LEGONG; 12) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Kolaborasi Batik Bapak Proklamator; 13) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Keling Jaya Prana; 14) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Sawung Galing; 15) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Patra Sari; 16) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Patra Punggel; 17) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Penyu Kambang; 18) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Endek Desain Anggur Buleleng; 19) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Endek Desain Bunga Matahari; 20) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Endek Desain Lumba-Lumba Lovina; 21) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Kolaborasi Dengan Jumputan; 22) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif “Mekepung”; 23) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif Sekar Jepun; 24) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif “Jalak Bali”; 25) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Lukis; 26) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif”Jegog”; 27) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Bali full motif “Karang Boma”; 28) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Kombinasi Endek; 29) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Bali Full Motif “SEKAR TUNJUNG”; 30) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Cerari; 31) Ni Putu Antari Ekayanti dengan judul ciptaan Bordir Putri Malu; 32) Ngakan Nyoman Wedana dengan judul ciptaan Banana Painting Fan; 33) Ngakan Nyoman Wedana dengan judul ciptaan Kipas Lukis Flora Fauna Full Motif; 34) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan COSTOR (Cow Sterility Detector); 35) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan Smart Digital Psychrometer; 36) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd  SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan SATPAM (Smart Automayic Poison Vulcano Alarm) sebagai Alat Pendeteksi Gas Beracun Gunung Merapi; 37) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan IPTAMDAK (Inovasi Pakan Ternak Campuran Dari Maggot dan Dedak); 38) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan SPORT BANGET (Smart Portable Balinese Gamelan Tutorial); 39) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan APEKSI (Alat Pendeteksi Sapi Birahi); 40) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan KATANA (Kaca Mata Buta Warna); 41) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan DETEKTIF (Detektif Kebuntingan Sapi Inovatif); 42) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan SANTI (Smart Rindik Tutorial); 43) DR. I Ketut Raka Armaja SE.MMA dengan judul ciptaan Model Ketersediaan Dan Stabilitas Harga Daging Ayam Broiler Dengan Pendekatan Sistem Dinamik; 44) Drs. I Made BendiYudha, M.Sn dengan judul ciptaan Vibrasi Suci Kalpataru Biru; 45) Ketut Cemil (alm) dengan judul ciptaan Desa Taro Tari Legong Taro; 46) Ketut Cemil (alm) dengan judul ciptaan Desa Taro Tari Goak Ngajang Sebun; dan 47) Ida Ayu Wimba Ruspawati dengan judul ciptaan Tari Saraswati.

Baca Juga  Pemprov Bali Perkuat Sinergi dengan Ombudsman RI demi Tingkatkan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

 Selanjutnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI juga menyerahkan 17 Sertifikat Merek, yang diberikan kepada : 1) Yetie dengan nama merek CAVA BEAUTY; 2) Dian Adriana dengan nama merek DIAN HEALTHY FOOD; 3) I Gusti Putu Akasbani dengan nama merek BUJIDET; 4) Made Vairagya Yogantari dengan nama merek PUTU KOPI; 5) Ns. Putu Eryk Gunawan, S.Kep dengan nama merek LINGSIR; 6) Stephen David Watimena dengan nama merek BTR – BALI TARU RAHAYU; 7) Bambang Adi Purnomo dengan nama merek KACANG ALE (Lukisan Teratai); 8) I Pande Wayan Sudarmawan dengan nama merek PANDE URIP WESI SDM; 9) Ketut Wijayanthi dengan nama merek JOOTI; 10) AA. Mirah Darma Astuti dengan nama merek MOM BAKERY; 11) I Gst. Agung Ngurah Raka dengan nama merek BIANG BAKERY; 12) Dewa Made Puspa dengan nama merek PUSPA FARM; 13) I Putu Mahendra Candra Yuda dengan nama merek PEN GRIYE; 14) Gede Subianta Eka Kresnawan dengan nama merek BOGAKITA INDONESIA; 15) Dewa Ayu Laksmiadi J dengan nama merek B’S ROLL; 16) Anak Agung Alit Martini dengan nama merek MURTINI KACANG TELUR; 17) I Gusti Agung Dewi Giri Suryaningrat dengan nama merek NAKA. (gd/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Ingin Salurkan Rp 400 Triliun pada 2027: Gerakkan Ekonomi Rakyat dari Daerah

Published

on

By

Presiden Prabowo Sampaikan Sambutan di Rakornas TPAKD
RAKOR: Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027 guna menggerakkan ekonomi dari daerah. Pembiayaan tersebut menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengapresiasi penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp 53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Presiden menginginkan agar jangkauan pembiayaan tersebut terus diperluas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan kredit merupakan bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh daerah. “Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang bekerja dan menjalankan usaha untuk menopang penghasilan keluarga.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.

Baca Juga  Orang Bali Ras Unggul, Gubernur Koster: Harus Bangga, Jangan Saling Sikut, Ayo Bersama Bangun Bali

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan penghasilan riil masyarakat dan daya beli setiap keluarga. Hal tersebut menjadi arah kebijakan ekonomi yang diperjuangkan pemerintah.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Presiden mengingatkan tanggung jawab pemerintah pusat hingga daerah dalam menjaga dan mengelola kekayaan Indonesia. Menurutnya, pengamanan sumber daya alam dapat memperbesar kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan para kepala daerah bahwa kesejahteraan rakyat merupakan kebanggaan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi bangsa harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” kata Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi kekuatan nasional. Melalui perluasan pembiayaan hingga Rp400 triliun pada 2027, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan memastikan pembangunan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Presiden Prabowo, ekonomi yang kuat bukan hanya ekonomi yang tumbuh tinggi, tetapi ekonomi yang membuat rakyat semakin sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jambore KSPAN 2026, Pemkab Buleleng Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan HIV/AIDS

Published

on

By

Jambore KSPAN Buleleng 2026 di Pancasari
JAMBORE: Pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong peran generasi muda dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan serta pencegahan HIV/AIDS. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kepedulian terhadap isu HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi yang benar dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat di sekolah maupun masyarakat.

Mewakili Wakil Bupati Buleleng selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Melalui Jambore KSPAN ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak berhenti belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan, memperluas pertemanan, serta membangun keberanian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Ia juga berharap semangat yang diperoleh selama jambore tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi kesehatan remaja serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Baca Juga  Orang Bali Ras Unggul, Gubernur Koster: Harus Bangga, Jangan Saling Sikut, Ayo Bersama Bangun Bali

Salah seorang peserta, Komang Nila Handayani, mengaku senang dapat mengikuti Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus bertemu dengan siswa dari sekolah lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Senang sekali bisa ikut jambore ini karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Kadek Indra Kresna Yudistira, berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama jambore dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolahnya. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan secara positif.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada teman-teman di sekolah. Saya juga ingin semakin banyak siswa yang peduli, saling mendukung, dan berani menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan bahaya narkoba. Semoga kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan Jambore KSPAN Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Keterlibatan aktif para siswa diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Padukan Seni dan Kelestarian Alam, Pemkab Badung dan PPBI Sukses Gelar Kontes Bonsai Skala Nasional

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Kontes Bonsai dan Suiseki Badung 2026
PAMERAN BONSAI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersiap menancapkan tanda pemenang usai membuka Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Kabupaten Badung, Rabu (21/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 menjadi langkah nyata dalam memadukan pelestarian lingkungan, pengembangan seni, sekaligus penguatan daya tarik pariwisata daerah. Kegiatan yang mengusung tema “Seni Alam dan Tradisi” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (21/10).

Pameran berskala nasional ini menghadirkan daya tarik luar biasa dengan melibatkan sedikitnya 850 peserta yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kehadiran ratusan penghobi dan kolektor ini menjadikan Puspem Badung sebagai pusat perhatian para pecinta seni tanaman kerdil tingkat nasional sepanjang pekan ini.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini tidak sekedar menjadi ajang perlombaan keindahan tanaman, namun memiliki nilai edukasi lingkungan yang tinggi serta potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan lewat kehadiran peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Seni bonsai dinilai sebagai medium pelestarian yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan hayati.

“Bapak dan Ibu yang selama ini merawat pohon-pohon ini merupakan pahlawan lingkungan. Bonsai menjadi bagian dari pelestarian sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis pohon yang ada di alam kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Badung melaporkan bahwa partisipasi 850 peserta pada tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme komunitas bonsai dan suiseki di tanah air. Kunjungan para peserta dari luar daerah ini diyakini memberikan dampak positif (multiplier effect) terhadap sektor pariwisata lokal, terutama dalam meningkatkan tingkat hunian akomodasi perhotelan serta menggerakkan aktivitas ekonomi UMKM di Kabupaten Badung.

Baca Juga  Gubernur Koster Bertemu DJSN, Bali Siap Jadi Pilot Project Reformasi Sistem Rujukan Kesehatan Nasional

Pameran yang dihadiri Ketua umum PBBI Pusat dan Korwil PBBI Bali ini diharapkan menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan pertukaran pengetahuan antar-penggemar sekaligus memperkuat citra pariwisata Badung yang berbasis seni alam dan kebudayaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca