Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menkumham Berikan Gubernur Koster Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual untuk Buku “Ekonomi Kerthi Bali”

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA: Gubernur Koster menerima Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) dengan judul ciptaan buku “Ekonomi Kerthi Bali” dari Menkumham RI, Yasonna H. Laoly di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu,16 Januari 2022 malam. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) dengan judul ciptaan buku “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru yang secara langsung diberikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Minggu (Redite Paing, Matal) 16 Januari 2022 malam.

Penerimaan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) ini turut juga disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual, Razilu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, dan Bupati /Walikota se-Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementrian Hukum dan HAM RI, karena telah memfasilitasi secara cepat komponen masyarakat yang mempatenkan kekayaan intelektualnya. Sehingga tiga tahun kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster tercatat Kekayaan Intelektual yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkumham RI mencapai 149 dengan kategori Kepemilikan Komunal Ekspresi Budaya Tradisional sebanyak 19, Indikasi Geografis sebanyak 6. Kemudian kategori Kepemilikan Personal Hak Cipta 105, Hak Paten 2, dan Hak Merek 17.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menceritakan bahwa setahun yang lalu Bapak (Menkumham, Yasonna H. Laoly, red) telah menyerahkan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal Produk Endek Bali yang sejalan dengan semangat Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tradisional Bali. “Berkat pengakuan dari Bapak Menteri Hukum dan HAM RI dan keluarnya SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 ini, membuat Kain Tenun Endek Bali berkembang cepat sekali, motifnya juga berkembang sangat variatif dan kaya di wilayah Bali. Karena setiap hari Selasa, kami mengimbau menggunakan busana Endek Bali. Sehingga Endek Bali telah menjadi sumber perekonomian masyarakat Bali, khususnya masyarakat di bawah sampai menengah ke atas,” kata Wayan Koster yang disambut tepuk tangan.

Gubernur Bali jebolan ITB ini menilai, di Bali banyak terdapat pegiat-pegiat inovatif, kreatif dalam bidang pangan, sandang, dan juga industri-industri kerajinan rakyat berbasis budaya. Namun masyarakat belum tahu, betapa pentingnya Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) untuk melindungi karyanya. Lebih dari itu, kalau karyanya dimanfaatkan oleh orang lain, itu akan mendapatkan nilai ekonomi atau kompensasi. Jadi ini menjadi sumber perekonomian untuk masyarakat. Itulah sebabnya saya terus mengkampanyekan ini. “Kalau punya karya segera daftarkan, pendaftarannya gratis dan kalaupun itu bayar, maka akan disubsidi oleh Pemprov Bali,“ jelasnya yang disambut ditepuk tangan.

Baca Juga  Cakupan Vaksinasi di Bali Sangat Tinggi, Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Jokowi

Secara khusus, Gubernur Wayan Koster mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri, Yasonna H. Laoly karena telah memberikan Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual dengan buku yang ditulisnya mengenai “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru. “Buku ini disusun bersumber dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dan referensinya diambil juga dari Lontar Batur Kalawasan, serta dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Menkumham RI, Yasonna H. Laoly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bali, karena telah memberi perhatian penuh di dalam mendaftarkan Kekayaan Intelektual masyarakatnya sebagai salah satu upaya membangkitkan ekonomi masyarakat.

Menteri Yasonna mendorong masyarakat Bali untuk terus menggali potensi wilayah, terus berkreasi, berkarya dan berinovasi, serta bersama-sama memahami pentingnya pelindungan Kekayaan Intelektual. Kemudian menjaga kualitasnya, mengembangkannya dan membuatnya semakin bernilai ekonomi tinggi. “Bali sangat terkenal dengan industri seni-nya, itulah sebabnya kami terus mendorong pendaftaran Kekayaan Intelektual. Semakin banyak Kekayaan Intelektual yang dimiliki suatu daerah, maka daerah tersebut akan semakin maju. Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, Asosiasi, para Pelaku Industri, Usaha Kecil dan Menengah harus berperan aktif serta bersinergi dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang salah satunya dengan pemanfaatan sistem Kekayaan Intelektual,” jelasnya.

Dalam acara Penyerahan Sertifikat dan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) di Provinsi Bali, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada kesempatan tersebut menyerahkan 47 Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual diberikan kepada : 1) Wayan Koster (Gubernur Bali) dengan judul ciptaan Buku “Ekonomi Kerthi Bali” Membangun Bali Era Baru; 2) Bupati Klungkung dengan judul ciptaan Indikasi Geografis Garam Kusamba Bali; 3) I Putu Rasta Adi Kusuma dengan judul ciptaan Kisah Cinta Jaya Prana di Tengah Pandemi; 4) Ida Bagus Hari Kayana Putra dengan judul ciptaan A Land to Remember (Napak Pertiwi); 5) I Nengah Wijana dengan judul ciptaan Tabuh Gerabah; 6) I Gede Benny Dipo Pratama (Sanggar Kini Berseri) dengan judul ciptaan Malaikat Pencubit Nyawa; 7) Ida Bagus Purwasila/IB. Anom Ranuara dengan judul ciptaan Sawitri; 8)  I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., (Sanggar Seni Gumiart) dengan judul ciptaan Dipa Hredaya; 9) I Kadek Sumariyasa, S.Sn., (Sanggar Surya Nada Mandala), SMKN 5 Denpasar dengan judul ciptaan Selampah Laku; 10) I Ketut Alita Jatendra, (Yayasan Symphony Kasih) dengan judul ciptaan Angkus Prana Mula Segala Ada; 11) I Gst. Ngrh. Agung Giri Putra,S.Sn.,M.Sn, dengan judul ciptaan LE’LEGONG; 12) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Kolaborasi Batik Bapak Proklamator; 13) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Keling Jaya Prana; 14) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Sawung Galing; 15) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Patra Sari; 16) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Patra Punggel; 17) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Desain Penyu Kambang; 18) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Endek Desain Anggur Buleleng; 19) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Endek Desain Bunga Matahari; 20) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Endek Desain Lumba-Lumba Lovina; 21) Ketut Radjin dengan judul ciptaan Songket Kolaborasi Dengan Jumputan; 22) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif “Mekepung”; 23) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif Sekar Jepun; 24) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif “Jalak Bali”; 25) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Lukis; 26) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Endek Motif”Jegog”; 27) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Bali full motif “Karang Boma”; 28) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Kombinasi Endek; 29) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Bali Full Motif “SEKAR TUNJUNG”; 30) Ni Made Laba dengan judul ciptaan Songket Cerari; 31) Ni Putu Antari Ekayanti dengan judul ciptaan Bordir Putri Malu; 32) Ngakan Nyoman Wedana dengan judul ciptaan Banana Painting Fan; 33) Ngakan Nyoman Wedana dengan judul ciptaan Kipas Lukis Flora Fauna Full Motif; 34) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan COSTOR (Cow Sterility Detector); 35) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan Smart Digital Psychrometer; 36) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd  SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan SATPAM (Smart Automayic Poison Vulcano Alarm) sebagai Alat Pendeteksi Gas Beracun Gunung Merapi; 37) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan IPTAMDAK (Inovasi Pakan Ternak Campuran Dari Maggot dan Dedak); 38) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan SPORT BANGET (Smart Portable Balinese Gamelan Tutorial); 39) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan APEKSI (Alat Pendeteksi Sapi Birahi); 40) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan KATANA (Kaca Mata Buta Warna); 41) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan DETEKTIF (Detektif Kebuntingan Sapi Inovatif); 42) Kadek Yuli Artama, ST.M.Pd (SMAN BALI MANDARA) dengan judul ciptaan SANTI (Smart Rindik Tutorial); 43) DR. I Ketut Raka Armaja SE.MMA dengan judul ciptaan Model Ketersediaan Dan Stabilitas Harga Daging Ayam Broiler Dengan Pendekatan Sistem Dinamik; 44) Drs. I Made BendiYudha, M.Sn dengan judul ciptaan Vibrasi Suci Kalpataru Biru; 45) Ketut Cemil (alm) dengan judul ciptaan Desa Taro Tari Legong Taro; 46) Ketut Cemil (alm) dengan judul ciptaan Desa Taro Tari Goak Ngajang Sebun; dan 47) Ida Ayu Wimba Ruspawati dengan judul ciptaan Tari Saraswati.

Baca Juga  Peringatan Hari Arak Bali Pacu Peningkatan Kesejahteraan Petani & Perajin

 Selanjutnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI juga menyerahkan 17 Sertifikat Merek, yang diberikan kepada : 1) Yetie dengan nama merek CAVA BEAUTY; 2) Dian Adriana dengan nama merek DIAN HEALTHY FOOD; 3) I Gusti Putu Akasbani dengan nama merek BUJIDET; 4) Made Vairagya Yogantari dengan nama merek PUTU KOPI; 5) Ns. Putu Eryk Gunawan, S.Kep dengan nama merek LINGSIR; 6) Stephen David Watimena dengan nama merek BTR – BALI TARU RAHAYU; 7) Bambang Adi Purnomo dengan nama merek KACANG ALE (Lukisan Teratai); 8) I Pande Wayan Sudarmawan dengan nama merek PANDE URIP WESI SDM; 9) Ketut Wijayanthi dengan nama merek JOOTI; 10) AA. Mirah Darma Astuti dengan nama merek MOM BAKERY; 11) I Gst. Agung Ngurah Raka dengan nama merek BIANG BAKERY; 12) Dewa Made Puspa dengan nama merek PUSPA FARM; 13) I Putu Mahendra Candra Yuda dengan nama merek PEN GRIYE; 14) Gede Subianta Eka Kresnawan dengan nama merek BOGAKITA INDONESIA; 15) Dewa Ayu Laksmiadi J dengan nama merek B’S ROLL; 16) Anak Agung Alit Martini dengan nama merek MURTINI KACANG TELUR; 17) I Gusti Agung Dewi Giri Suryaningrat dengan nama merek NAKA. (gd/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Puncak Dies Natalis Ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Berharap Konsep Ekonomi Kerthi Bali Dikenalkan di Kampus

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.

Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.

Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.

Baca Juga  Prof. Dasi Astawa Sebut Gubernur Koster Miliki Program Monumental dan Jadi Pioner di Bidang Pendidikan

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.

Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panitia Lomba Layang-layang Tak Profesional, Bupati Jembrana Kecewa Berat

Published

on

By

Bupati Tinjau Lomba Layang-layang
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)

Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.

Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.

Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.

Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Bangun 14 SMA/SMK Baru di Bali dengan Anggaran Rp 364 Milyar

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Koster Bangun 14 SMA/SMK Baru di Bali dengan Anggaran Rp 364 Milyar

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca