Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Mensesneg Pratikno Pastikan Presiden Hadir di Acara Puncak HPN 2022 di Kendari

BALIILU Tayang

:

de
Mensesneg Pratikno mengatakan, Presiden Joko Widodo akan hadir secara langsung pada puncak peringatan HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kepastian itu disampaikan Pratikno saat rapat dengan panitia HPN secara virtual, Selasa (1/2/2022) malam. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Joko Widodo akan hadir secara langsung pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang berlangsung 9 Februari 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Presiden direncanakan melakukan penanaman pohon mangrove dan melepas Anoa.

Kepastian kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) disampaikan Menteri Sekretraris Negara Pratikno dalam pertemuan dengan panitia HPN 2022, Selasa (1/2/2022) malam. Pertemuan berlangsung secara virtual.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PWI Atal S Depari, Sekjen PWI Mirza Zulhadi, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Sekretaris Panitia HPN Suprapto, Ketua Bidang Acara Nurjaman Mochtar, Ketua Konvensi Agus Sudibyo, Bendara M Ichsan, dan seksi acara Merdi Sofansah. Mensesneg didampingi  Kepala Sekretriat Kepresidenan Heru Budi Hartono, dan Jusuf Permana, protokol Sekretariat Presiden.

Pertemuan diawali dengan laporan Atal S Depari terkait acara yang akan diadakan dalam rangkaian puncak peringatan HPN 2022. Konsep acara menekankan pada tiga tujuan penyelenggaraan HPN yaitu berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, dan membahas isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional.

Isu strategis nasional antara lain diisi kegiatan pelepasliaran Anoa dan gerakan penanaman mangrove yang menjadi bagian komitmen Indonesia dalam G20. “Terkait kepentingan daerah, kami sampaikan harapan agar daerah tetap diberi kewenangan perizinan pertambangan. Isu pers dibahas di acara konvensi 2 hari, yaitu keberlanjutan media, publisher right, dan kedaultan digital yang juga isu nasional,” katanya.

Setelah mendengar pemaparan Penanggung Jawab HPN dan beberapa panitia lain, Mensesneg Praktino menyambut baik isu-isu strategis yang mendapat perhatian di acara puncak HPN dan seiring dengan kepentingan nasional.

“Regulasi nasional terkait pengaturan platform media global atau publisher right.  Kami ada janji bertemu Menkopolhukam, semoga beberapa isu itu sudah ada pembicaraan lebih konkret sebelum diadakan konvensi 7-8 Feb tersebut,” kata Praktikno.

Baca Juga  Gelar Pertemuan dengan Vale, Presiden Harap Dukungan untuk Transisi Energi Bersih Indonesia Makin Kuat

Penanaman mangrove dan pelepasliaran Anoa, menurut Praktikno, ini juga sesuai rencana Indonesia yang akan melakukan show case mangrove di acara puncak G20 di Denpasar, Bali. Karena itu, Mensesneg berterima kasih atas dukungan panitia HPN yang telah mengawali gerakan penanaman mangrove tersebut.

“Yang lebih penting, bukan sekadar menanam, tetapi memastikan bahwa mangrove itu tumbuh dan menjadi hutan. Jangan sampai hari ini ditanam, besok mati. Begitu juga terkait Anoa, jangan sampai membahayakan bagi Anoa itu sendiri,” katanya.

Presiden Hadir Secara Langsung

Mensesneg Praktikno akhirnya menyampaikan kepastian kehadiran Presiden Jokowi pada puncak peringatan HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Puncak acara  9 Februari, kita sudah booking waktu. Semoga Presiden bisa hadir secara fisik. Tapi ya tolong, memang protokol kesehatan harus benar-benar didisiplinkan. Sekarang mulai naik kasus positif Covid. Terus kemudian BOR-nya juga sedikit naik. Jadi ini perhatian kita semua,” kata Pratikno.

Pratikno memastikan format acara terkait kehadiran Presiden di Kendari, yakni memberikan sambutan dan melakukan penanaman mangrove. Hanya, dia berpesan agar acara bisa dikemas se-simple  mungkin tanpa mengurangi subtansi acara. “Mohon Pak Heru bisa kawal lebih detail supaya pesannya sampai,” katanya.

Heru Budi Kartono menambahkan, pihaknya akan segera mengadakan rapat dengan panitia HPN dan pihak-pihak terkait untuk membahas lebih detail acara Presiden di Kendari. Misal, tempat acara puncak HPN apakah tetap di kantor gubernur atau dicarikan tempat yang dekat dengan lokasi penanaman mangrove.

“Harapannya, setelah acara seremonial HPN, presiden bisa langsung melakukan penanaman mangrove atau menyerahkan mangrove ke relawan. Dan Presiden hadir ke Kendari tidak langsung dari Jakarta, tapi dari tempat acara lain,” ujar Heru. (*/gs/bi)

Baca Juga  Tinjau SMKN 3 Sukawati, Presiden: Relevan dengan Potensi Pariwisata Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Serahkan CSR St Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Serahkan CSR St Regis untuk Budaya Bali
SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyerahkan secara simbolis bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group kepada sejumlah kelompok seni dan desa adat di Bali yang berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan secara simbolis bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group kepada sejumlah kelompok seni dan desa adat di Bali. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pelestarian adat, seni tradisi, dan budaya Bali.

Penyerahan bantuan CSR berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10/2026). Bantuan diberikan kepada sejumlah sekaa, kelompok masyarakat, serta pengempon pura di Kabupaten Buleleng.

Penerima bantuan meliputi Br. Adat Bukit Seni, Desa Sembiran, Buleleng; Sekaa Angklung Genta Kencana, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu; serta Sekaa Baris Buleleng, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula.

Bantuan juga disalurkan kepada Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh, Desa Sembiran; kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi, Desa Sembiran; serta Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung, Buleleng.

Penerima lainnya adalah Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas, Desa Bengkel. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan adat, seni tradisi, serta kebutuhan pelestarian budaya di masing-masing wilayah.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada St Regis atas dukungan yang diberikan bagi kelompok seni dan masyarakat adat di Bali. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap upaya pelestarian kebudayaan Bali.

“Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Koster.

Koster juga meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Ia menekankan agar dukungan tersebut memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan kegiatan adat dan seni tradisi.

Menurut Koster, Bali memiliki kekayaan adat dan budaya yang unik. Kekayaan tersebut perlu dijaga secara bersama-sama agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Baca Juga  Presiden Jokowi Salurkan BLT El Nino untuk Dorong Daya Beli Masyarakat

“Bali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya,” kata Koster.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada St Regis atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai turut memperkuat keberadaan kelompok seni tradisi di Bali.

Direktur Marketing dan Komunikasi St Regis, Clarissa Claudia, mengatakan pemberian CSR tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

Menurut Clarissa, St Regis berupaya mendukung keberlangsungan seni tradisi yang berkembang di Bali. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal.

Clarissa mengatakan program CSR tersebut sekaligus mendukung program dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Bantuan CSR yang disalurkan memiliki nilai yang bervariasi sesuai kebutuhan dan peruntukan masing-masing penerima, mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 350 juta. Seluruh bantuan diberikan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan adat, seni, dan pelestarian budaya.

Penyerahan CSR tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya di tingkat desa adat dan komunitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

YKI Badung Salurkan PMT bagi 20 Penderita Kanker, Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Published

on

By

SALURKAN PMT: Ketua YKI Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, saat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kecamatan Kuta Utara, Kamis (1/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 20 penderita kanker di Kecamatan Kuta Utara, Kamis (1/10).

Langkah ini menjadi bagian dari program pendampingan dan kepedulian nyata Pemerintah Kabupaten Badung terhadap masyarakat yang sedang menjalani pengobatan kanker. Dari total penerima bantuan, sebanyak 19 orang menerima PMT langsung di Kantor Camat Kuta Utara, sementara satu orang lainnya mendapat kunjungan khusus ke rumah tinggalnya.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa program ini membuktikan kehadiran pemerintah yang tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga turun ke lapangan untuk mendampingi warga yang membutuhkan bantuan medis dan moral.

Dalam rangkaian acara, Ketua YKI Badung memotivasi para penderita agar tetap optimistis dan tidak merasa berjuang sendirian. Ia mengingatkan pentingnya deteksi dini agar penanganan medis dapat dilakukan secara optimal sebelum penyakit memasuki stadium lanjut.

“Jangan bersedih hati, jangan merasa sendiri karena Pemerintah Kabupaten Badung melalui YKI selalu menemani dan mendampingi Ibu untuk kesembuhan,” ujar Rasniathi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti kontrol medis dan mematuhi anjuran dokter, seraya menjaga asupan makanan bergizi selama masa pemulihan.

Usai menyalurkan bantuan di Kantor Camat, Nyonya Rasniathi bersama jajaran YKI Badung melakukan kunjungan langsung ke rumah Ni Kadek Desy Aryani, seorang penderita kanker payudara di Banjar Campuan, Kerobokan. Kunjungan door to door tersebut bertujuan memberikan dukungan psikologis langsung agar pasien tetap konsisten menjalani pengobatan berkala. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Presiden Jokowi Dorong Penambahan Subsidi Pupuk untuk Tingkatkan Produksi Petani
Lanjutkan Membaca

NEWS

Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Wabup Tekankan Pemerataan Pembangunan

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
HARI KESAKTIAN PANCASILA: Wabup Bagus Alit Sucipta menjadi inspektur upacara saat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Kamis (1/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Kamis (1/10). Momentum ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan daerah.

Sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memimpin jalannya rangkaian acara, sedangkan Iptu I Ketut Rai Darsana bertindak sebagai Komandan Upacara.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB. Surya Suamba beserta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, unsur TNI/Polri, serta aparatur sipil negara setempat.

Dalam rangkaian upacara, Wabup Bagus Alit Sucipta memimpin pembacaan teks Pancasila. Sementara itu, naskah Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Kepala Dinas Sosial Badung I Gde Eka Sudarwitha, dan naskah Ikrar dibacakan oleh Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Wijaya.

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema ini merefleksikan peran krusial Pancasila sebagai ideologi pemersatu di tengah keberagaman masyarakat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa esensi tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan Pemkab Badung. Menurutnya, kedaulatan masyarakat diwujudkan secara nyata lewat program strategis pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendorong kemandirian lokal.

“Nilai keadilan diterjemahkan melalui komitmen kami untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik, prima, akuntabel, dan transparan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Ia menambahkan, Pemkab Badung berkomitmen meratakan pembangunan infrastruktur dan kualitas SDM secara komprehensif, mulai dari wilayah Badung bagian selatan, tengah, hingga utara. Langkah ini dinilai esensial untuk menciptakan ekosistem pariwisata Badung yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.

Baca Juga  Gelar Pertemuan dengan Vale, Presiden Harap Dukungan untuk Transisi Energi Bersih Indonesia Makin Kuat

Bagus Alit Sucipta juga menyoroti pentingnya kesinambungan pembangunan lintas wilayah sebagai strategi jangka panjang untuk mendongkrak perekonomian daerah.

“Setelah masif membangun infrastruktur di wilayah selatan, pada tahun-tahun mendatang fokus pembangunan akan merata ke wilayah tengah dan utara. Kami berharap masifnya pembangunan infrastruktur ini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca