Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Modus Penipuan Online, PT Pegadaian Minta Masyarakat Waspada dan Segera Konfirmasi ke Outlet Terdekat

BALIILU Tayang

:

hary wibawa
MEDIA GATHERING: Kabag Humas PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang meliputi wilayah kerja Bali, NTB, serta NTT, Komang Hary Wibawa saat menggelar media gathering di Kantor Cabang Pegadaian Jalan Tamrin Denpasar, Senin (26/6/2023). (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Berbagai modus penipuan di era disrupsi digital kembali menghantui lembaga keuangan, tak terkecuali menimpa PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar. Setidaknya ada empat modus penipuan yang terjadi yakni modus lelang secara online, permintaan mengganti user name atau password Pegadaian Digital Service, rekrutmen palsu karyawan PT Pegadaian, dan modus menang undian berhadiah.

‘‘Walaupun kasusnya masih relatif rendah, tetapi tetap saja ada terjadi mengatasnamakan PT Pegadaian,‘‘ terang Kabag Humas PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang meliputi wilayah kerja Bali, NTB, serta NTT, Komang Hary Wibawa saat menggelar media gathering di Kantor Cabang Pegadaian Jalan Tamrin Denpasar, Senin (26/6/2023).

Hary Wibawa lanjut memaparkan beberapa kasus yang terjadi belakangan untuk mengingatkan kepada masyarakat luas untuk berhati-hati jika dihubungi atau mendengar informasi dari media sosial untuk mengkonfirmasi langsung ke outlet Pegadaian. Seperti kasus penipuan lelang sebuah IPhone secara online yang mengatasnamakan PT Pegadaian yang menimpa mahasiswa asal Jimbaran tahun 2022 silam. Dimana mahasiswa tersebut mentransfer Rp 3,5 juta untuk melelang IPhone seri 13 Pro. Untuk meyakinkan, penipu saat menghubungi secara online biasanya menggunakan ID card seperti profile picture.

‘’PT Pegadaian tidak mungkin seperti itu. Lelang di Pegadaian harus datang ke kantor dengan ditunjukkan langsung barangnya. Kalau cocok silakan dikredit atau mau dibayar DP-nya saja kemudian dikredit di kami itu sah,‘‘ ucap Hary Wibawa.

pegadaian
Kabag Humas PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang meliputi wilayah kerja Bali, NTB, serta NTT, Komang Hary Wibawa. (Foto: gs)

Hary menegaskan bahwa di Pegadaian tidak ada transaksi lelang secara online karena pelayanan lelang dilaksanakan di outlet. Outlet PT Pegadaian di Bali ada 126 buah juga bisa di BRI berlogo senyum ada 59 outlet. Jika ingin lelang bisa dikonfirmasi ke outlet tersebut karena barang milik orang lain itu harus dicek, kalau sudah cocok barangnya baru ditransaksikan.

Baca Juga  Terobosan Baru Pegadaian: Emas Fisik Kini Bisa Langsung Jadi Tabungan Emas

Selanjutnya, kata Hary Wibawa  ada modus minta mengganti password. PT Pegadaian menyiapkan layanan digital melalui aplikasi yang didownloud di appstore dengan nama Pegadaian Digital Service, yang memang ada user name dan passwordnya. Namun PT Pegadaian tidak pernah menanyakan user name atau password tersebut dan meminta menghubungi secara personal atau melalui selebaran. ‘‘Tidak pernah ada pemberitahuan seperti itu,‘‘ tegas Hary seraya meminta agar masyarakat berhati-hati dengan user name atau password di Pegadaian Digital Service yang dimilikinya jika ada seseorang yang meminta agar mereset user name atau passwordnya. ‘‘Ini sering terjadi karena di Pegadaian Digital Service ada tabungan emas, dimana bisa ditransaksikan melalui hanphone bisa beli, jual dan gadai. Jika akunnya diambil alih maka dia bisa bebas menjual itu dan mentransfer dari rekeningnya,‘‘ ujarnya.

Kemudian modus rekrutmen karyawan. Hary Wibawa mengungkapkan modus ini setiap tahun ada juga yang berupaya meski pihaknya sudah melakukan langkah hukum. Pelaku mengatasnamakan Pegadaian untuk melakukan seleksi penerimaan karyawan melalui travel. Calon korban diminta untuk mengikuti prosedur dengan menyetorkan sejumlah uang untuk biaya pembelian tiket, akomodasi dll. Biasanya calon korban dari daerah yang jauh dari luar kota atau luar pulau.

Untuk modus ini, PT Pegadaian menegaskan rekrutmen di PT Pegadaian tidak ada memungut biaya apa pun dan diumumkan di website resmi www.pegadaian.co.id . Terkait rekrutmen karyawan, PT Pegadaian juga tidak pernah bekerja sama dengan sponsor manapun. Kalau memang ada dari daerah jauh harus mengikuti proses seleksi wawancara atau assesmen itu secara independent datang sendiri. ‘’Kami tidak menyampuri bagaimana proses kedatangannya ke kantor kami untuk kelengkapan kegiatan seleksi tersebut,’’ ucapnya.

Baca Juga  Polri Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Investasi Crypto, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
pegadaian

Teakhir, kata Hary terkait undian berhadiah seperti menang undian logam mulia. Ini modus lama yang begitu familiar. Untuk mengurus administrasinya calon korban diminta agar mentransfer sejumlah uang. Bahkan modus ini dikombain dengan mengorek username Pegadiaan Digital Servicenya yang buntutnya mau mengambil akun pegadaian calon korban.

Untuk kasus-kasus yang terjadi di Bali, PT Pegadaian Kanwil Denpasar sudah melaporkan ke Kantor Pusat, dan pihak Pusat yang kemudian melaporkan ke pihak berwenang. Namun dari laporan itu setelah dipelajari ternyata penyelesaiannya sulit karena akun-akun tersebut semua informasi tidak sesuai dengan lokasi alamat, nomor telepon yang tercantum juga tidak bisa dihubungi.

‘’Karena itu, kami secara terus-menerus mengingatkan kepada masyarakat akan modus penipuan ini termasuk menyosialisasikan melalui rekan-rekan media agar masyarakat lebih waspada,’’ tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ketua TP Posyandu Ny. Sagung Antari Pimpin Rapat Penguatan Kelembagaan dan Kader Posyandu di Kota Denpasar

Published

on

By

sagung antari jaya negara
PIMPIN RAPAT: Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara memimpin langsung rapat penguatan kelembagaan dan kader posyandu di Kota Denpasar melalui zoom meeting yang digelar di Ruang Rapat Dinas DPMD Kota Denpasar pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara memimpin langsung rapat penguatan kelembagaan dan kader posyandu di Kota Denpasar melalui zoom meeting yang digelar di Ruang Rapat Dinas DPMD Kota Denpasar pada Jumat (17/4). Dalam kesempatan tersebut Ketua TP Posyandu Kota Denpasar didampingi oleh Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha.

Dalam sambutannya, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengungkapkan bahwa Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar sangat mendukung program aksi sosial Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali. Hal ini tentu sangat menginspirasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota untuk terus bersinergi dan bergerak bersama membangun pemberdayaan masyarakat melalui aksi nyata yang dapat menyentuh langsung masyarakat.

“Melalui implementasi Pelaksanaan Enam Standar Pelayanan Minimal sebagai bentuk transformasi layanan posyandu menuju posyandu era baru ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat kita wujudkan bersama-sama,” ungkap Sagung Antari.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha selaku pengarah TP Posyandu Kota Denpasar menuturkan pelaksanaan sosialisasi hari ini adalah salah satu bentuk upaya penguatan dan peningkatan pemahaman bersama tentang Pelaksanaan Layanan Posyandu 6 SPM, sebagai bentuk tindak lanjut dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Budha menjelaskan, Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi atau imunisasi saja. Posyandu telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menjadi pusat layanan dasar masyarakat. Sehingga mulai sekarang dan kedepannya peran kader tidak hanya lagi tentang deteksi pertumbuhan dan perkembangan atau memantau pelayanan kesehatan untuk siklus kehidupan.

“Para kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan pelayanan dan medeteksi kebutuhan masyarakat akan layanan 6 SPM meliputi Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, hingga Sosial,” ujar Budha.

Baca Juga  Gadai Harian dari Pegadaian, Pinjaman dengan Tarif Sewa Modal Mulai dari Rp 900 per Hari

Lebih lanjut dikatakannya, Kader Posyandu memiliki peran menerima pengaduan dari setiap permasalahan terkait layanan 6 SPM, kemudian kader dapat menyampaikan data yang diperoleh kepada pemerintah Desa/Kelurahan dengan tetap mendapatkan pengawasan kepala dusun/lingkungan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali: Reformasi Hukum Pidana Berdampak Nyata bila Sinergi Legislatif, Eksekutif, Aparat Penegak Hukum, Akademisi Berjalan Efektif

Published

on

By

Pansus TRAP DPRD Bali
SOSIALISASI: Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., mewakili Ketua DPRD Bali saat menghadiri sosialisasi nasional reformasi hukum pidana yang digelar Kementerian Hukum Republik Indonesia wilayah Bali, di Gedung Widya Sabha Unud Jimbaran, Jumat (17/4/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H.,M.H., mewakili Ketua DPRD Bali menghadiri sosialisasi nasional reformasi hukum pidana yang digelar Kementerian Hukum Republik Indonesia wilayah Bali, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Auditorium Widya Sabha Unud Jimbaran, menghadirkan Wakil Menteri Hukum RI, Edward Omar Sharif Hiariej, bersama Kepala Kanwil Kemenkum Bali Eem Nurmanah dan Rektor Universitas Udayana.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H.,M.H., menegaskan pentingnya kesiapan daerah menghadapi era baru hukum pidana nasional.

“Perubahan KUHP, KUHAP, dan penyesuaian pidana ini bukan sekadar regulasi, tetapi arah baru penegakan hukum. Pemerintah daerah harus siap beradaptasi agar implementasi berjalan efektif dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” tegas Dr. (c) I Made Supartha, S.H.,M.H., yang juga ketua Fraksi DPRD Bali ini.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara legislatif, eksekutif, aparat penegak hukum, hingga akademisi agar reformasi hukum benar-benar berdampak nyata. “Ini momentum memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus memastikan kepastian hukum di daerah,” tambahnya.

Sosialisasi ini membahas implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, serta UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, yang menjadi tonggak transformasi sistem hukum pidana Indonesia.

Dalam pemaparannya, Wamenkum yang kerap disapa Prof. Eddy menegaskan bahwa pembaruan hukum pidana nasional merupakan tonggak penting dalam sistem hukum Indonesia. Prof. Eddy menekankan bahwa implementasi KUHP dan KUHAP terbaru tidak hanya berdampak pada aspek normatif, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap perlindungan hak asasi manusia serta praktik penegakan hukum yang lebih modern dan adaptif.

Baca Juga  Polri Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Investasi Crypto, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas berlakunya ketiga undang-undang tersebut sejak 2 Januari 2026.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Hukum sebagai narasumber utama. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam konteks pembaruan hukum pidana di Indonesia serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi dan Implikasi bagi Profesi Hukum, Pemerintah Daerah, dan Posbankum” ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat dalam memahami arah kebijakan hukum pidana ke depan.

Pemerintah menegaskan, ketiga undang-undang tersebut resmi berlaku sejak 2 Januari 2026 dan menjadi tonggak besar reformasi sistem hukum pidana nasional. Kehadiran unsur DPRD Bali dinilai penting untuk memastikan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, khususnya dalam penegakan hukum serta perlindungan masyarakat di tengah dinamika hukum baru. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemprov Bali Tegaskan Rapat Penanganan Sampah Bersifat Internal, Media Tetap Diberi Akses Wawancara

Published

on

By

penanganan sampah bali
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait pembatasan akses awak media dalam rapat penanganan sampah di Rumah Jabatan Gubernur Bali (Jayasabha), Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Biro Humas dan Protokol memberikan klarifikasi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba, Jumat (17/4) di Denpasar menegaskan bahwa rapat tersebut pada dasarnya merupakan rapat internal yang bersifat koordinatif antara Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian Lingkungan Hidup, Bupati Badung, Walikota Denpasar, serta unsur Forkopimda.

“Rapat yang dilaksanakan di Jayasabha tersebut merupakan rapat internal untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam penanganan sampah di Bali. Dalam forum seperti ini, pembahasan bersifat teknis, membutuhkan suasana yang kondusif dan memerlukan diskusi mendalam antar-pemangku kepentingan. Untuk memastikan kelancaran dan fokus pada substansi pembahasan materi tersebut, akses peliputan di dalam ruang rapat pada sesi tersebut dibatasi. Kami memahami bahwa hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan, dan kami mohon maaf apabila hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali senantiasa menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi publik. Kami sangat menghargai peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan objektif kepada masyarakat. Komitmen kami terhadap keterbukaan informasi adalah hal yang fundamental dalam setiap pelaksanaan tugas dan kegiatan pemerintah.

“Kami tetap memberikan ruang kepada rekan-rekan media untuk mendapatkan informasi. Sesuai rencana, wawancara akan dilakukan setelah rapat berakhir,” imbuhnya.

Namun demikian, situasi di lapangan mengalami penyesuaian jadwal. Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup bersama kepala daerah dan Forkopimda langsung melanjutkan agenda ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu dan beberapa lokasi lainnya usai rapat.

Baca Juga  Pegadaian Media Awards 2024, Perebutkan Total Hadiah Rp 240 Juta

“Karena keterbatasan waktu dan padatnya agenda, rombongan langsung bergerak menuju TPST Kertalangu. Oleh karena itu, kami telah memfasilitasi rekan-rekan media untuk melaksanakan peliputan dan sesi wawancara dengan narasumber yang hadir. Kami berharap kesempatan ini dapat memberikan gambaran yang utuh dan mendalam mengenai upaya-upaya yang sedang dan akan dilakukan dalam penanganan sampah di Bali, sesuai dengan komitmen kami terhadap transparansi,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya meningkatkan sinergi dan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk rekan-rekan media, demi tersampaikannya informasi yang akurat dan komprehensif kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca