Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Antari Jaya Negara Pimpin Rombongan Studi Komparatif Bunda PAUD Se-Kota Denpasar ke Jakarta Pusat

Pelajari Mode Pembelajaran, Upaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini

Loading

BALIILU Tayang

:

Bunda PAUD Denpasar
PIMPIN ROMBONGAN: Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, memimpin rombongan Bunda PAUD dari seluruh kecamatan dan desa/kelurahan se-Kota Denpasar, serta Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar ke Kota Administrasi Jakarta Pusat dari tanggal 21 hingga 24 Mei 2024. (Foto: Hms Dps)

Jakarta, baliilu.com – Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, memimpin rombongan Bunda PAUD dari seluruh kecamatan dan desa/kelurahan se-Kota Denpasar, serta Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar, dalam kegiatan Studi Komparatif ke beberapa lembaga pendidikan TK dan PAUD di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ny. Witri Yenny Arifin, bersama Kabag Kesra Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ahmad Juhandi, dan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Mulawarman Hanase, di Kelompok Bermain (KB) Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (21/5).

Dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (23/5), kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian “Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan Tahun 2025”.

Selain Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, turut menyertai rombongan yang terdiri dari 64 peserta ini Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua PP PAUD Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, dan juga Plt. Kabid Paud dan PNF Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olaraga Kota Denpasar, I Nyoman Ardika.

Selain lokasi Kelompok Bermain (KB ) Istiqlal Jakarta, adapun beberapa titik lokasi kunjungan lainnya meliputi Tempat Bermain Anak (TPA) Negeri Bale Bermain Balaikota, TK Mini Pak Kasur, dan TK Negeri Besuki.

Di lokasi KB Istiqlal, rombongan Bunda PAUD menyaksikan bagaimana anak-anak usia 2 tahun sudah dipersiapkan dengan detail dalam kegiatan bermain, makan, dan pembelajaran lainnya. Begitu juga di TPA Negeri Bale Bermain Balaikota, TK Mini Pak Kasur, dan TK Negeri Besuki, pola pembelajaran dan pendidikan usia dini juga menjadi referensi kunjungan yang diharapkan akan dapat diadaptasi di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Ketua TP PKK Kota Denpasar Hadiri Rakornas PKK 2023 di Jakarta

Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran ini akan menjadi role model yang luar biasa dan, pihaknya berharap dapat menjadi acuan serta bisa diterapkan di Kota Denpasar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat beserta  seluruh jajaran Kepala Sekolah yang telah berkenan menerima kami. Kita berharap hasil studi ini dapat ditiru dan dipraktikkan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tumbuh kembang anak usia dini seperti yang ditetapkan Kelompok Belajar di Istiqlal maupun TPA Negeri Bale Bermain Balaikota, TK Mini Pak Kasur, dan TK Negeri Besuki,” ungkap Sagung Antari.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ny. Witri Yenny Arifin, dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa Madrasah Istiqlal merupakan lembaga pendidikan yang menyediakan pendidikan dari tingkat Kelompok Belajar, TK hingga S3, dengan penekanan pada pendidikan intelektual, spiritual, dan sosial.  Ia berharap kolaborasi ini dapat menciptakan generasi penerus yang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa menuju generasi emas 2045.

“Kegiatan studi komparatif ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Bunda PAUD di Kota Denpasar dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan holistik,” kata Witri Yenny.

Ketua Yayasan Setia Balita, Surjo Prasodjo didampingi Kepala Sekolah TK Mini Pak Kasur, Nurmiyati juga menyampaikan hal senada, bahwa pendidikan yang diberikan di TK Mini Pak Kasur adalah bermain sambil belajar. Karena sejak berdirinya TK Mini Pak Kasur pihaknya telah berkomitmen untuk menyediakan pendidikan yang bermutu & membangun dasar yang kuat bagi perkembangan anak-anak.

“Kami memahami pentingnya masa-masa awal dalam pembentukan karakter, kreativitas, dan potensi anak-anak kita. Tim pengajar di TK Mini Pak Kasur Pusat Cikini memiliki dedikasi yang tinggi & profesional, tidak hanya berkompeten dalam pendidikan anak usia dini, tetapi juga mengutamakan kebahagiaan serta keselamatan setiap anak. Untuk itu, kami berusaha menciptakan lingkungan belajar yang mengoptimalkan perkembangan setiap anak,” ungkapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Buka Lomba Kreativitas Serangkaian Gebyar PAUD Kota Denpasar 2025

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Dukung Transisi PAUD ke SD, Kecamatan Denbar Gelar Kegiatan Belajar Bersama

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

Published

on

By

koruptor ngopi di cafe
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana korupsi yang kedapatan ngopi berada di sebuah kafe. Ia menilai ada indikasi petugas disuap sehingga memungkinkan narapidana bisa keluar dari Rumah Tahanan (Rutan).

“Warga binaan atau napi yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas Lapas atau Rutan,” kata Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Seperti diketahui, Napi kasus korupsi bernama Supriadi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial.

Adapun Supriadi merupakan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Supriadi divonis penjara lima tahun terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas pun menilai ada kemungkinan keterlibatan dari petugas rutan hingga Supriadi bisa ngopi santai di kafe.

“Adanya Napi di Sultra yang bisa berkeliaran di kafe harus disediki lebih mendalam,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Menurut Andreas, persoalan ini bukan hanya pada warga binaannya saja. Tetapi juga terletak pada persoalan dengan petugas rutan.

“Termasuk sampai pada tingkatan mana kasus ‘izin khusus’ diberikan sehingga Napi yang bersangkuatan bisa melenggang bebas di kafe,” sebut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kasus Napi yang berkeliaran di luar lapas atau Rutan biasanya karena petugas Lapas atau Rutan-nya disuap, sehingga Napi yang bersangkutan perlu diberikan sangsi khusus,” imbuhnya.

Andreas juga menilai Karutan pun harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Ia meminta meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Buka Lomba Kreativitas Serangkaian Gebyar PAUD Kota Denpasar 2025

“Kalapas harus bertanggung jawab, sementara petugas di setiap tingkatan yang meloloskan harus diberi sangsi tegas. Komisi XIII DPR mendesak Dirjen Lapas harus mengusut kasus ini dan menjelaskan kepada publik,” ungkap Andreas.

Dalam persoalan Napi yang bisa nongkrong di kafe itu, Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran menyampaikan permohonan maaf. Karutan juga mengakui ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y.

Pihak Rutan menyebut sebelumnya Y ditugaskan mengawal napi Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) di pengadilan. Namun bukannya dibawa langsung kembali ke rutan usai sidang, Napi Supriadi justru diberi kesempatan singgah di kedai kopi.

Andreas menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan terhasap petugas saja, tetapi juga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme izin keluar, pengawalan narapidana, dan standar pengawasan berbasis risiko.

“Sebab jika pengawasan hanya berhenti pada sanksi individual semata, maka akar masalah kelembagaan tidak tersentuh,” tutur Andreas.

Di sisi lain, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pemasyarakatan itu menilai harus ada ketegasan dalam sistem pemasyarakatan. Terutama, kata Andreas, soal ketegasan antara hak prosedural narapidana dan ruang yang dapat menimbulkan persepsi perlakuan istimewa kepada narapidana oleh petugas.

“Kemunculan kembali narapidana kasus korupsi di ruang publik saat masih berstatus warga binaan menunjukkan bahwa persoalan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia bukan lagi sekadar kapasitas lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

“Tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman itu sendiri,” tambah Andreas.

Menurut Andreas, kasus Supriadi juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran prosedur pengawalan yakni sejauh mana sistem pengawasan internal mampu menjamin bahwa setiap hak administratif narapidana tidak bergeser menjadi ruang toleransi yang membuka privilege.

“Dalam tata kelola pemasyarakatan, setiap perpindahan narapidana keluar rutan seharusnya berada dalam parameter pengamanan yang presisi,” tegasnya.

Baca Juga  Dukung Transisi PAUD ke SD, Kecamatan Denbar Gelar Kegiatan Belajar Bersama

“Terutama bagi narapidana kasus korupsi yang secara sosial selalu berada dalam sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap kesetaraan penegakan hukum,” lanjut Andreas.

Ketika narapidana dapat singgah di ruang publik tanpa pengawasan yang ketat, Andreas memandang bahwa yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri.

“Yang perlu dibaca dari kasus ini adalah bahwa publik tidak lagi melihat insiden seperti ini sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai pola yang berulang dalam memori kolektif penegakan hukum Indonesia,” ucapnya.

Andreas menyinggung berbagai kasus yang muncul sebelumnya. Mulai dari fasilitas berlebih di dalam lapas hingga kemudahan akses tertentu bagi narapidana korupsi telah membentuk persepsi bahwa pidana bagi pelaku korupsi kerap dijalani dengan tingkat kontrol yang berbeda dibanding tindak pidana lain.

“Karena itu, setiap kejadian baru langsung dibaca sebagai penguat anggapan bahwa sistem pemasyarakatan masih memiliki celah privilege yang belum sepenuhnya tertutup,” pungkas Andreas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Telan Anggaran 1,7 Miliar Lebih, 3 Ruas Jalan Desa Candikusuma Diperbaiki

Published

on

By

jalan Desa Candikusuma
TINJAU PROYEK: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak tiga ruas jalan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya diperbaiki dengan menelan anggaran Rp. 1,7 miliar lebih yang bersumber dari BKK Provinsi Bali tahun 2026.

Ketiga ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Tiga ruas jalan tersebut yakni, akses jalan Pura Dalem & Setra menuju Pantai Desa Candikusuma panjang 0,255 km dengan anggaran Rp. 520 juta. Kemudian akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma II (Kampung Madura) dengan panjang 0,202 km anggaran Rp. 404 juta dan akses jalan Banjar Candikusuma – Banjar Candikusuma III (Kampung Madura) dengan panjang 0,425 km, anggaran Rp. 850 juta.

“Jadi total keseluruhan 3 paket ruas jalan ini menelan anggaran, Rp. 1,774 M dengan panjang keseluhan 0,882 km,” kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPRP Jembrana, Gede Soni Indrawan saat dihubungi, Jumat (17/4).

Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat meninjau proyek pengerjaan jalan, Rabu (15/4) yang lalu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas pembangunan infrastruktur jalan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil ekonomi, serta mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memastikan pengerjaan proyek jalan ini sesuai spesifikasi dan nantinya selesai tepat waktu. Ini pengerjaan sudah 40% nanti kita juga akan cek 2 ruas jalan yang lain,’’ ungkapnya.

Bupati Kembang juga mangajak peran aktif masyarakat dalam pengawasan atas proyek pemerintah, yang sangat diperlukan dalam memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan standar yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Candikusuma, I Wayan Suardana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Desa Candikusuma.

Baca Juga  HUT Ke-50 TK Dharma Putra Banjar Kedaton Sumerta

“Tentunya kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Jembrana, atas pembangunan yang telah dilakukan di Desa Candikusuma. Karena ini sangat membantu masyarakat untuk memperlancar transportasi dan juga meningkatkan perekonomian,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca