Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ny. Putri Koster Buka Webinar ‘’Upakara Pitra Yadnya ring Krematorium’’

Harmoniskan Perubahan Tatanan Kehidupan Pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya agar Berjalan Damai dan Harmonis

Loading

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Manggala Utama PAKIS Bali Ny. Putri Koster saat membuka Webinar dengan tema ‘‘Upakara Pitra Yadnya ring Krematorium’’, Kamis (Wraspati Wage, Bala) 15 September 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Webinar Paiketan Krama Istri (PAKIS) Bali dengan tema Upakara Pitra Yadnya Ring Krematorium pada Kamis, (Wraspati Wage, Bala) dibuka oleh Manggala Utama PAKIS Bali, Ny. Putri Koster secara hybrid dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 800 orang peserta.

Manggala Utama PAKIS Bali Ny. Putri Koster menyampaikan, tema webinar kali ini sangat menarik karena terkait dengan bagaimana pandangan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya yang dilaksanakan di desa adat dan di krematorium dengan menghadirkan dua pakar untuk memberikan pencerahan kepada peserta webinar. Dua narasumber yang dihadirkan dalam webinar PAKIS Bali kali ini adalah Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran dan Bendesa Madya MDA Badung, AA Putu Sutarja, S.H., M.H.

Bunda Putri juga menyampaikan bahwa PAKIS mengangkat tema ini yang memang sedang sangat hangat dibicarakan di masyarakat. Tujuannya bukan untuk mencari yang benar dan salah namun mengharmoniskan perubahan tatanan kehidupan yang terkait dengan agama, tradisi, adat dan istiadat khususnya terkait dengan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya agar dapat berjalan dengan damai dan harmonis.

Tidak dapat dielakkan bahwa saat ini sudah mulai banyak muncul tempat kremasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga muncul kekhawatiran terkait dengan keberadaan desa adat. Banyak menjamurnya krematorium saat ini menurut Bunda Putri pasti ada sebabnya. Bunda Putri mengatakan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya warga yang melarikan diri karena kesulitan menjalankan upacara Pitra Yadnya di desa adat sehingga pelaksanaannya di krematorium yang dinilai lebih efektif dan efisien.

ny. putri koster
Ny. Putri Koster foto bersama dua narasumber dan pengurus PAKIS Bali usai webinar ”Upakara Pitra Yadnya ring Krematorium’’. (Foto: Ist)

Banyaknya masyarakat yang mulai beralih melaksanakan upacara Pitra Yadnya ini kemudian memunculkan kekhawatiran desa adat bahwa setra adat tidak lagi berfungsi, gotong-royong di masyarakat luntur dan masyarakat mulai tidak terikat lagi dengan adat. Namun Bunda Putri menegaskan bahwa tugas utama masyarakat Bali adalah melestarikan warisan leluhurnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dalam Dialog Interaktif ‘’Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital’’

Menurut Bunda Putri hal ini dapat diantisipasi dengan adanya pengaturan Pitra Yadnya yang baik di desa adat sehingga keluarga yang punya yadnya tidak lagi terlalu disibukkan karena kedepannya semakin sedikit waktu yang dimiliki masyarakat. “Serati-serati dibekali dengan ilmu manajemen, bila saat ini membakar jenazah masih menggunakan cara yang konvensional, memang terlihat klasik namun bagi orang di luar Bali itu terlihat agak mengerikan,” ungkap Bunda Putri. Ia menambahkan bahwa bagaimana agar tata pelaksanaan upacara Pitra Yadnya di desa adat dapat disesuaikan dengan perkembangan saat ini sehingga menjadi lebih higienis, rapi dan aman.

Kedepannya Bunda Putri berharap terdapat solusi terbaik mengenai tata laksana Upacara Pitra Yadnya di Bali sehingga bisa diwariskan ke anak cucu ke depan. Di samping itu Bunda Putri juga berharap bahwa desa adat dapat memperingan beban adat dengan sistem pola yang tepat dan jangan memberatkan masyarakat dengan aturan adat yang ada. “Fleksibilitas, ketegasan dan kecerdasan dalam memimpin adat itu yang membuat desa adat akan menjadi lestari. Di Indonesia banyak desa adat yang telah hilang namun di Bali, desa adat masih lestari. Hal ini disebabkan oleh masyarakat Bali yang masih sangat kokoh mempertahankan dan mewariskan adatnya,” tutup Bunda Putri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep

Published

on

By

tumpek landep
TUMPEK LANDEP: Persembahyangan bersama Rahina Suci Tumpek Landep di Pura Agung Lokanatha yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sabtu (18/4). (Foto: Hms Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Suci Tumpek Landep, Sabtu (18/4), di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar. Kegiatan ini berlangsung khidmat sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi.

Persembahyangan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang turut mengikuti prosesi pembersihan pusaka keris di pura setempat. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Wibawa, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sebagai bentuk peningkatan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, Tumpek Landep juga dimaknai sebagai momentum untuk menyucikan diri, pikiran, serta segala sarana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Jaya Negara berharap melalui pelaksanaan upacara ini, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat ketajaman pikiran (landep) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Jaya Negara juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.

“Melalui Tumpek Landep ini, kami berharap seluruh komponen masyarakat, khususnya jajaran Pemkot Denpasar, dapat terus meningkatkan kualitas diri, serta menjaga keharmonisan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Kompyang Beji dari Griya Beji Taman Santi, Sanglah, Denpasar Barat.

“Persembahyangan bersama ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan keharmonisan antarpegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dalam Dialog Interaktif ‘’Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital’’

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung “Nodya Karya Maligia Punggel“ di Griya Agung Banjar Aseman

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri “Karya Maligia Punggel” yang dirangkaikan dengan “nyekah” massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna.

“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong-royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

Baca Juga  Wujudkan Masyarakat Aman dan Tertib, Ny. Putri Koster Gandeng Kelompok Ahli Sosialisasi Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Sipandu-Beradat

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri “Karya Atma Wedana” dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan.

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh krama desa untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Karya Atma Wedana ini merupakan program Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yang bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Beri Pelatihan Etika Berbusana Adat dan Tata Rambut Sesuai Budaya Bali

Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Rp 900 juta dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca