Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SASTRA

Ny. Putri Koster Gelorakan Jiwa Nasionalisme Lewat Puisi ‘’Sumpah Kumbakarna’’ di Jakarta

BALIILU Tayang

:

de
NY. PUTRI KOSTER: Beri pesan nasionalisme lewat puisi ''Sumpah Kumbakarna''

ISTRI Gubernur Bali Ny. Putri Koster yang dikenal dengan julukan “Penyair Mantra”, menyampaikan  pesan yang demikian mendalam lewat sebuah puisi berjudul “Sumpah Kumbakarna” karya Dhenok Kristianti yang nampak hadir menyaksikan pagelaran saat malam Apresiasi Puisi yang menghadirkan penyair-penyair nasional dengan tema “Seni vs Korupsi “, di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jln Medan Merdeka Barat No. 4 & 5 Jakarta Pusat, Sabtu (29/2-2020).

Seniman multitalenta ini menegaskan puisi yang sarat akan makna, “benar atau salah sang raja, negeri tetap ku bela” erat dengan jiwa nasionalisme. Hal itu perlu ditanam sejak dini, menjadi karakter yang baik dan kuat untuk generasi penerus ke depan. Bahwa dengan jiwa nasionalisme yang dimiliki tiap insan, ia pasti akan berpikir dua kali untuk merusak negerinya sendiri seperti halnya korupsi.

Selain pembacaan puisi ‘’Sumpah Kumbakarna’’ oleh Ny. Putri Koster, malam Apresiasi Puisi ini juga diisi dengan gelar aksi dan karya dari para seniman seperti Ine Febrianti, Joshua Suherman, Septian Dwi Cahyo, Mustapa, Nabila Gomez, dan penampilan Sosiawan Leak, serta dihadiri Ketua KPK RI Komjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si., dan Direktur Utama LPP RRI M. Rohanudin serta seniman lainnya.

Dalam gelar karya puisi yang dibawakan masing-masing dengan sangat apik dan mendalam diiringi dengan denting piano yang manis hasil aransemen sang pianis kebanggaan Indonesia, Dwiki Dharmawan.

de
PARA SENIMAN: Di Acara Malam Apresiasi Puisi di Jakarta. (Foto:Ist)

Ny. Putri Suastini Koster mengatakan “Idealisme kita, kesetiaan kita terhadap negeri bisa dari mana saja. Mulainya dari mana? Mulai dari anak-anak kita. Tanamkan itu sebagai karakter dirinya, budi pekertinya, apa yang harus dia lakukan untuk negeri ini.”

“Bila nasionalisme itu tetap membara di dada, kita akan mikir bila melakukan sesuatu yang merusak kejayaan bangsa ini. Jadi, korupsi juga bisa dikikis bila nasionalisme di dada kita tetap menyala,” imbuh Ny. Putri Koster. (*/balu1)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SASTRA

Lestarikan Keberadaan Lontar, Penyuluh Bahasa Bali Konservasi dan Identifikasi Lontar di Desa Panji

Published

on

By

konservasi lontar
KONSERVASI: Penyuluh Bahasa Bali Buleleng saat melakukan konservasi lontar di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (8/2). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bagi masyarakat Hindu Bali, lontar tidak hanya sebagai tradisi dan produk budaya Bali, namun sebagai cerminan dan bukti historis peradaban Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi di dunia. Untuk itu lontar menjadi penting untuk dilestarikan di kehidupan masyarakat Bali.

“Salah satu upaya pelestarian lontar yaitu melakukan konservasi dan identifikasi atas lontar-lontar yang dimiliki masyarakat Bali khususnya di Buleleng, agar kondisi, isi dan judul dari lontar tersebut diketahui,” ucap Putu Pertamayasa saat melakukan konservasi lontar di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (8/2).

Bersama 16 orang penyuluh Bahasa Bali, pihaknya mengaku telah mengidentifikasi 15 cakep lontar dengan 17 judul dari klasifikasi Kanda, Wariga, Usada, dan Embatan-embatan dengan berbagai judul seperti, penerang, penyarang, piwelas, kawisesan, pipil dan lain-lain.

“Identifikasi naskah lontar milik keluarga Komang Agus Darmawan Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Panji Kecamatan Sukasada ini merupakan program dari Penyuluh Bahasa Bali, serangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024. Lontar ini merupakan warisan dari kumpinya dengan kondisi awalnya dalam keadaan kering, kotor, sambrag, atau terlepas namun dijadikan satu ikat,” jelas Putu Pertamayasa yang dilansir dari laman bulelengkab.go.id.

Ditambahkan, dalam melakukan konservasi dan identifikasi ini  menggunakan sarana seperti kuas, gunting, benang, kemiri bakar, tisu/kapas, stiker tempel dan minyak sereh.

“Pihaknya memerlukan ketelitian, kesabaran untuk mengidentifikasi judul dan jumlahnya. Tanggapan dari pemilik setelah diidentifikasi sangat bersyukur karena lontar milik keluarganya bisa diketahui judulnya yang sebelumnya belum pernah dibaca,” imbuhnya.

Di pengujung, dirinya mengajak bagi masyarakat yang lontarnya ingin dirawat maupun dibaca bisa langsung melapor ke kepala desa atau menghubungi penyuluh Bahasa Bali terdekat. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar 2024 Resmi Dibuka

Jadi Ajang Pelestarian dan Pengembangan Sastra, Bahasa dan Aksara Bali

Published

on

By

Bulan Bahasa Bali denpasar
BULAN BAHASA BALI: Gelaran Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar tahun 2024 resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan Gong di Lapangan Lumintang, Jumat (2/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar tahun 2024 resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan Gong di Lapangan Lumintang, Jumat (2/2). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan ajang pelestarian dan pengembangan sastra, bahasa dan aksara Bali.

Dalam sambutannya, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang dibacakan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menekankan bahwa Bahasa Bali merupakan bahasa ibu di Bali. Keberadaan bahasa, sastra, dan aksara Bali menjadi jati diri masyarakat Bali. Karenanya, upaya pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali harus terus digelorakan.

“Jika kreativitas sudah didasari oleh kebudayaan Bali, itulah dinamakan jadi diri yang menjadi nafas pembangunan di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa lewat pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebudayaan dan globalisasi. Sehingga mampu beradaptasi terhadap kemajuan peradaban.

“Kedepannya tentu kita berharap segala kegiatannya terus dikembangkan sehingga mampu mendukung penguatan dan pengembangan budaya Bali, termasuk bahasa, sastra, dan aksara Bali,” jelasnya.

Pihaknya mengaku bangga dimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali telah dilaksanakan dari tingkat Desa/Lurah, Kecamatan hingga Kota Denpasar.

“Karena di era sekarang, globalisasi dan kebudayaan adalah saling berkaitan dan mempengaruhi, dimana jika Bali sudah terkenal, maka tugas generasi muda untuk memperkuat sehingga menjadi suatu hal yang spesifik dalam menghadapi adaptasi global,” jelasnya.

Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan tema gelaran Bulan Bahasa tahun ini yakni Jana Kerthi-Dharma Sadhu Nuraga. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni Lomba Nyurat Lontar, Bali Simbar, Nyurat Aksara Bali, Lomba Ngwacen Aksara Bali Ring Lontar, dan Lomba Mesatua Bali, Pidarta hingga Debat Bahasa Bali.

“Dari berbagai lomba yang diadakan diikuti peserta sebanyak 324 orang mulai dari siswa-siswi, sekaa teruna hingga bendesa adat/ kelian adat,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Sekda Dewa Indra Wakili Pj. Gubernur Bali Buka Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024

Published

on

By

Bulan Bahasa Bali 2024
BUKA BULAN BAHASA: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Arya Sugiartha membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Kamis (1/2). (Foto: Hms Pemprov)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Kamis (1/2).

Dalam sambutan Pj. Gubernur Bali yang dibacakan oleh Sekda Dewa Indra, dikatakan bahwa Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu komitmen Pemprov Bali dalam melestarikan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali. “Patut kita ketahui bahwa Pemprov Bali beserta segenap masyarakat Bali mempunyai keinginan yang sama dalam upaya pelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, sehingga Bahasa Bali yang kita cintai bisa semakin membumi dan menjadi sarana komunikasi baik di tingkat keluarga, desa dan lainnya,” ujarnya.

Ia pun berharap, pelaksanaan bulan Bahasa Bali ini bisa diselenggarakan serentak dengan baik hingga di tingkat desa adat, desa dinas dan lembaga pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi. “Sehingga Bahasa Bali bisa benar-benar menyusup dan digunakan oleh masyarakat Bali,” imbuhnya.

Apalagi, imbuhnya, dalam perkembangan global ini, sudah banyak bahasa daerah yang tidak terpakai atau punah. Sebagai contoh, di Indonesia sendiri terdapat sekitar 718 bahasa daerah, dan 11 di antaranya sudah tidak digunakan lagi. Hal itu juga dipertegas dengan pernyataan UNESCO pada tahun 2018 yang mengatakan bahwa telah banyak bahasa Ibu yang punah. Untuk itu pun Lembaga PBB tersebut menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, dan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali pada bulan Februari juga sejalan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.

“Sehingga, sudah sepatutnya kita sebagai pemilik Bahasa Bali terus menggunakan Bahasa Bali untuk komunikasi sehari-hari. Jika sudah masyarakat Bali guyub melaksanakan hal itu, terlebih lagi mempunyai semangat yang sama melestarikan, saya yakin Bahasa Bali akan terus ada. Mari kita lestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali,” tutupnya.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra melakukan sesi foto bersama usai membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Kamis (1/2). (Foto: Hms Pemprov)

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Arya Sugiartha sebelumnya melaporkan bahwa Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024 bertemakan Jana Kerthi: Dharma Sadhu Nuraga yang berarti Bulan Bahasa Bali merupakan sarana untuk memuja Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali dan juga menjalankan kewajiban, kebijaksanaan serta cinta kasih masyarakat Bali.

Sama seperti pelaksanaan sebelumnya, Bulan Bahasa Bali VI ini juga akan dilaksanakan selama satu bulan, dari tanggal 1 Februari hingga 2 Maret 2024. Tahun ini juga dilaksanakan berbagai kegiatan seperti Festival Nyurat Lontar dan Ngetik Keyboard Bahasa Bali yang diikuti oleh siswa SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se-Bali, widyatula/seminar, wimbakara/lomba berjumlah 20 lomba yang diikuti oleh perwakilan Kabupaten/Kota dan masyarakat umum, kriyaloka/workshop, reka aksara/pameran yang diikuti oleh komunitas dan UMKM yang tergabung dalam komunitas bahasa, aksara, dan sastra Bali, sesolahan berupa apresiasi sastra Bali, Konservasi Lontar, dan puncaknya berupa penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama yang merupakan penghargaan tertinggi bagi tokoh yang konsen dalam pelestarian Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca