Connect with us

SASTRA

Buku Puisi Berisi QR-Code, Tumbuhkan Minat Baca

BALIILU Tayang

:

de
NY. NI PUTU PUTRI SUASTINI KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Memasuki zaman digitalisasi, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan melakukan physical dan social distancing, membuat banyak sekali aspek dalam kehidupan sehari-hari beralih memanfaatkan teknologi digital. Di antaranya buku yang selama ini menjadi sumber ilmu pengetahuan yang paling mudah untuk dibaca.

Menjawab tuntutan zaman untuk menarik minat baca buku, Percetakan Bali kini sedang bergeliat dalam era tatanan kehidupan baru, dimana buku-buku Percetakan Bali bakal didesain masuk ke sistem digitalisasi.

Salah satu pejabat Percetakan Bali Sayani menyampaikan buku-buku hasil Percetakan Bali akan didesain digitalisasi. Dimana dalam buku teks akan ditanamkan QR-Code yang akan menyambungkan link ke Youtube. Hal ini dilakukan agar buku menjadi lebih menarik. Diakuinya, daya minat anak-anak sekarang lebih senang dan mudah menyerap ketika ada visual ketimbang membaca secara monoton.

“Saat ini orang lebih suka dan mudah menyerap melalui visual dibandingkan membaca buku. Namun, buku secara fisik mesti tetap ada. Sementara perkembangan teknologi harus juga diikuti. Dengan QR-Code ini akan menyambungkan ke Youtube untuk melihat tampilan visualnya sehingga menjadi lebih menarik,” kata Sayani. Di era ke depan, kata dia,  buku-buku hasil Percetakan Bali akan dibuat digitalisasi, baik buku pelajaran sekolah, buku teks atau nonteks, maupun buku sastra. 

Salah satu buku yang saat ini sedang digarap adalah Trilogi Puisi buah pena Ni Putu Putri Suastini.  Sayani mengatakan, dari trilogi puisinya masing-masing buku ada maskot yang menjadi jargon puisinya yang akan dijadikan QR-Code-nya. Sehingga ketika kode itu dihubungkan dengan ponsel smartphone akan langsung terhubung dengan Youtube, yakni melihat langsung istri Gubernur Bali itu membacakan puisinya secara visual atau bisa juga dalam bentuk suara.  “Ini akan menjadi nilai tambah dari buku tersebut,” imbuhnya. 

Baca Juga  Gubernur Koster: Desa Abuan, Padangkerta dan Bondalem Agar Diisolasi Ketat

Ia menilai, tiga buku puisi karya Ny. Putri Koster sangat menarik untuk dibaca dari masa ke masa. “Kami akan mencetak ulang dan memperbaiki dari segi perwajahan berdasarkan  standar-standar pembuatan buku. “Kami akan buat dalam dua versi, model biasa dan lux.  Setiap isi buku ada QR-Code untuk menampilkan visualnya,” jelasnya. 

Sementara itu, Putri Suastini Koster menandaskan dengan dicetaknya buku puisi ini, ia berharap akan semakin banyak lagi buku yang dicetak di Percetakan Bali dengan sistem digital.  Ia juga mengajak para sastrawan untuk terus berkarya dan mengikuti perkembangan zaman dalam menampilkan karya-karya mereka.

“Saya ingin memberi semangat kepada para penulis untuk terus berkarya, agar semakin banyak buku dicetak. Ini juga salah satu upaya membangkitkan minat baca masyarakat Bali,” kata seniman multitalenta ini.  

Putri Suastini Koster  menuturkan, ia memulai menulis puisi dengan memanfaatkan platform media sosial. Ketika ide muncul, ia langsung  menuangkan ke dalam tulisan di media sosial. Tanpa terasa akhirnya, ia bisa merampungkan tiga buku antalogi puisinya:  Bunga Merah, Rumah Merah, dan Merah Putih.

Ia berharap, versi baru Trilogi Puisi cetakan dari Percetakan Bali akan rampung di akhir September dan bisa ikut meramaikan khazanah kesusastraan di Bali. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali

SASTRA

Ny. Putri Koster Harapkan Seniman Turut Sumbang Pikiran untuk Pembangunan Bali

Published

on

By

DE
Seniman multitalenta Ny. Putri Suastini Koster membuka secara resmi acara seni 'Pesta Puisi Bedah Kreasi Buku Gajah Mina' bersama para seniman, dan dimeriahkan dengan kegiatan pembacaan puisi di Galeri Kopi, Kerobokan, Badung, Senin (29/3).

Denpasar, baliilu.com – Seniman multitalenta Ny. Putri Suastini Koster membuka secara resmi acara seni ‘Pesta Puisi Bedah Kreasi Buku Gajah Mina’ bersama para seniman, dan dimeriahkan dengan kegiatan pembacaan puisi di Galeri Kopi, Kerobokan, Badung, Senin (29/3).

Acara yang digelar secara sederhana di halaman galeri ini, sangat kental dengan suasana keakraban. Momen ini diharapkan Ny Putri Koster bisa menjadi ajang bagi para pegiat seni untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali, terutama di bidang seni melalui sumbangan pemikiran-pemikiran, upaya dan tindakan-tindakan dalam memajukan seni atau kemajuan Bali secara umum.

“Ada pepatah mengatakan, hal-hal besar dimulai dari obrolan santai dan kekeluargaan yang menumbuhkan jiwa gotong royong untuk membangun. Semoga melalui pertemuan yang penuh keakraban ini, bisa terbangun pemikiran – pemikiran untuk Bali. Sumbangsih pembangunan melalui pemikiran dan cara sesuai versi yang dimiliki para seniman,” ujar pendamping orang nomor satu di Bali ini.

Selanjutnya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi atas gelaran acara seni ‘Pesta Puisi Bedah Kreasi Buku Gajah Mina’. “Gelaran yang sangat luar biasa, sehingga bisa memahami satu sama lain. Seni sastra memahami seni rupa, begitu juga sebaliknya. Semoga tetap bisa memotivasi dan memantik semangat para seniman untuk tetap berkarya dan menampilkan karyanya, dengan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes). Sehingga kita tetap bisa berkreasi, namun tetap sehat di tengah deraan pandemi Covid 19,” imbuhnya sembari menyampaikan upaya – upaya Pemprov Bali dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali, di antaranya melalui gelaran Festival Seni Bali Jani (FSBJ), yang memiliki tujuan menyeimbangkan porsi seni tradisi dan seni non-tradisi.

Saat ini, menurutnya, juga sedang dirancang program Festival Buku, guna mendukung kreativitas para pelaku seni sastra. “Selain rancangan program Festival Buku, nanti Pemprov Bali juga akan memberikan penghargaan berupa awards bagi para penulis terbaik, saat ini masih dalam tahap penilaian. Semoga dengan ini semua, penulis Bali bisa menjadi tuan rumah di tanah kelahirannya sendiri,” kata Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Kembali Gelar Operasi, Tim Gabungan Yustisi Denpasar Temukan 11 Pelanggar Prokes

Pada kesempatan ini, penyelenggara kegiatan Hartanto dan Gede Hartawan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan Ny. Putri Koster, seraya menjabarkan bahwa even tersebut selanjutnya menjadi ajang pendewasaan seni Bali, khususnya seni sastra dan seni rupa.

Tidak lupa, pada acara ini Ny. Putri Koster didapuk untuk membacakan puisi dengan gaya khas yang menggetarkan. Selanjutnya bersama perupa lainnya, Ny. Putri Koster juga berkesempatan menorehkan kuas di atas material kertas padi, sesuai dengan karakter lukisannya masing-masing. Menjelang penghujung acara, para seniman sastra satu persatu menampilkan kemampuannya membaca puisi dengan ekspresif dan penuh penghayatan.

Acara ini dihadiri pula oleh budayawan dan maestro seni dari Bali Prof. Dr. I Wayan Dibia, Jro Jengki, dan sejumlah seniman lainnya. Beberapa penikmat seni juga nampak hadir, namun tetap dengan berdisiplin menjalankan protokol kesehatan. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Pasatmian dalam Alih Kreasi Puisi, Lukisan, dan Sketsa ‘‘Gajah Mina”

Published

on

By

de

Denpasar, baliilu.com – Mempertemukan dua genre berbeda, puisi dan seni visual (lukisan, sketsa), penyair Dewa Putu Sahadewa dan perupa Made Gunawan melahirkan buku bersama bertajuk “Gajah Mina”. Buku ini menjadi titik berangkat perbincangan pada Timbang Pandang “Alih Kreasi Puisi, Lukisan, dan Sketsa” yang berlangsung secara luring dan daring pada Rabu, 17 Maret 2021.

Dua narasumber, yakni Prof. Dr. Nyoman Darma Putra, M.Litt. dan Dr. Jean Couteau membahas bagaimana upaya alih kreasi dan kolaborasi kedua kreator ini. Disinggung pula perihal kedalaman tematik, juga keunggulan karya, berikut kemungkinan penciptaannya di masa mendatang. Sebagai moderator yakni penyair Warih Wisatsana.

Timbang pandang disiarkan secara daring, diikuti 103 peserta berbagai latar melalui saluran Zoom. Dewa Putu Sahadewa dan Made Gunawan mengemukakan proses kreatif penciptaan karya-karya yang terangkum dalam buku “Gajah Mina”. Buku terbitan Bali Mangsi Foundation (2021) ini memuat 27 puisi buah cipta Sahadewa dan 41 lukisan serta sketsa kreasi Made Gunawan.

Sahadewa dan Made Gunawan mengungkapkan awal mula ‘kolaborasi’ mereka dalam buku ini. “Karya-karya lukisan maupun sketsa Made Gunawan yang luar biasa memicu imajinasi saya untuk menulis puisi sebagaimana tertuang di dalam buku Gajah Mina,“ ujar Sahadewa.

Lebih lanjut, keduanya menyatakan bahwa proses kreatif ini berlangsung alami, terlebih karena ada komunikasi dan kontak personal yang intens antara Sahadewa dan Made Gunawan. Dalam proses memaknai pertemuan keduanya, mereka kemudian sepakat melibatkan Hartanto dari Penerbit Bali Mangsi Foundation untuk mewujudkannya dalam sebuah buku.

Sahadewa yang juga seorang dokter di Kupang, Nusa Tenggara Timur sesungguhnya telah menulis puisi sedari SMA. Puisi-puisinya disertakan dalam beberapa festival sastra dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Rusia bersama beberapa penyair Indonesia lainnya.  Gajah Mina adalah kumpulan puisi tunggal ketiganya setelah 69 puisi di Rumah Dedari dan antologi puisi bilingual: Penulis Mantra.

Baca Juga  Gubernur Koster: Jadikan Benoa, Pelabuhan Berkelas Dunia

Adapun acara juga berlangsung luring di Ruang Cinema, Lantai 1 Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali dengan hadirin terbatas serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Secara khusus, Ny. Putri Koster menyampaikan pembuka kata melalui Zoom, mengawali agenda timbang pandang.

Ny. Putri Koster, yang juga sastrawan dan dramawan mumpuni, mengapresiasi program timbang pandang seraya mengungkapkan bahwa ini adalah pertanda bahwa para seniman masih terus berkarya meski masih dalam masa pandemi Covid-19. Agenda-agenda kesenian sesungguhnya bisa menjadi ‘imun’ untuk masyarakat Bali. Dengan berkesenian penuh semangat dan tetap mengolah elan kreatif, daya imun seseorang atau masyarakat bisa terjaga.

Menurutnya, para pegiat seni, termasuk sastra patut berbangga dan bersemangat karena Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster tidak hanya telah memberi wadah untuk pengembangan seni tradisi, namun juga seni modern dan kontemporer melalui penyelenggaraan program Festival Seni Bali Jani.

Oleh karena itu, Ny. Putri Koster juga terus mengajak seniman-seniman Bali multitalenta untuk tak henti berkreasi  dan berkolaborasi antarbidang, serta terus bertumbuh menjadi sumber daya manusia yang kental dengan kekuatan seninya.

Proses Dialog Estetik

Seturut percepatan kemajuan teknologi informasi, kini lahir beragam seni multi-media, tidak sedikit buah alih kreasi dari satu bidang seni menjadi bentuk seni yang lain. Melalui alih kreasi dan kolaborasi terbuka kemungkinan apresiasi yang lebih luas dari publik yang lintas batas.

Kritikus sastra Nyoman Darma Putra mengungkapkan, buku “Gajah Mina” yang karya Dewa Putu Sahadewa dan Made Gunawan merupakan bentuk alih kreasi atau alih wahana yang menarik. Buku ini menyajikan karya alih wahana dari lukisan atau sketsa menjadi karya puisi. Sisi uniknya ialah ada sejumlah karya lukisan Made Gunawan yang sejatinya berangkat dari sastra, semisal Lubdaka, dan ini kemudian direspons kembali oleh Sahadewa menjadi puisi.

Baca Juga  Ketua TP PKK & Dekranasda Bali Ni Putu Putri Suastini Koster: Selamat Hari Pendidikan Nasional

“Gajah Mina boleh dikata memperkaya proses alih wahana dalam tradisi seni. Saya ingin menyebutnya sebagai Pasatmian, ini merupakan sebuah proses dialog estetik antara puisi dan lukisan,“ jelas Darma Putra.

Pasatmian berasal dari kata Satmiya, yang dalam Bahasa Sansekerta berarti menjadi satu, dipersatukan, satu dalam hakikat, satu dalam sifat dasar, atau cocok dengan sifatnya. Pasatmian diartikan Darma Putra sebagai sebuah ‘hybrid’, mencerminkan pula sebentuk rwabhineda.

“Sebagai penyair, Sahadewa tidak berhenti pada karakteristik kasatmata atau penampakan saja, tetapi masuk ke dalam esensi,“ lanjut Darma Putra.

Sementara itu, budayawan asal Perancis yang lama menetap di Bali, Jean Couteau, mendalami lukisan-lukisan dan sketsa-sketsa Made Gunawan dalam buku Gajah Mina yang secara stilistik dan estetik telah mempribadi.

Adapun karya-karya Made Gunawan dalam buku tersebut sebelumnya telah pula dipamerkan di Galeri Komaneka at Keramas Beach, Gianyar, pada 23 Februari hingga 16 Maret 2021. Pameran ini serangkaian peluncuran buku “Gajah Mina” yang dilangsungkan, 23 Februari 2021.

Made Gunawan telah aktif berpameran sejak tahun 1995, baik di dalam maupun luar negeri. Pameran tunggal terpilihnya antara lain Pameran Sketsa dan Lukisan “Nungkalik” di rumah kos, pameran di Galery Hadiprana Jakarta (2002), “Perempuan” di Jenggala Keramik Jimbaran Bali, “Melody & Beauty From the Paradise Island di Galery Hadiprana Jakarta (2004), pameran di Montiq Galery Jakarta (2007), pameran “ Third Solo Exhibition” di Galery Hadiprana Jakarta (2008), pameran di Art Village Gallery Malaysia (2009), Tree Of Life di Hadiprana Gallery Jakarta (2014), “Garis Bali “ di AMBIENTE Jakarta (2015), Tree of Life at Hadiprana Gallery Jakarta (2018).

Rangkaian program ini terselenggara atas kerja sama Penerbit Bali Mangsi Foundation dan Sahaja Sehati, didukung Taman Budaya Provinsi Bali, Komaneka at Keramas Beach dan Gunawan Art Studio. (gs)

Baca Juga  Sekda Rai Iswara Ikuti Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN dalam Pilkada 2020

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Ny. Putri Koster Apresiasi Kolaborasi Penyair dan Perupa Dalam Buku ”Gajah Mina”

Published

on

By

de
Ny. Putri Suastini Koster

Denpasar, baliilu.com  – Ny. Putri Suastini Koster mengapresiasi alih kreasi puisi, lukisan dan sketsa hasil kolaborasi penyair Dewa Putu Sahadewa dan perupa Made Gunawan yang tertuang dalam buku puisi ‘’Gajah Mina’’.

Apresiasi tersebut diutarakannya saat memberi pandangan pada acara timbang pandang alih kreasi puisi, lukisan dan sketsa dalam buku puisi ‘’Gajah Mina’’ yang dilaksanakan secara hybrid, perpaduan offline dan online. Narasumber dan peserta dibatasi untuk hadir di Ruang Sinema Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. Ny. Putri Koster mengikutinya secara daring dari ruang kerjanya di Gedung Jayasabha, dan peserta lainnya mengikuti melalui aplikasi zoom dari lokasi masing-masing.

Lebih jauh Ny. Putri Koster yang dikenal sebagai penyair atau seniman multitalenta ini menyampaikan, terbitnya buku puisi ‘’Gajah Mina’’ menjadi bukti bahwa pandemi Covid-19 tak menyurutkan kreativitas seniman Bali dalam berkarya. Menurutnya, kreativitas yang ditunjukkan oleh para seniman dan budayawan Bali di tengah pandemi adalah hal yang sangat positif karena berkaitan dengan upaya mempertahankan imun tubuh. “Ketika seorang seniman berkreasi, itu akan menimbulkan rasa bahagia karena pasti didasari dengan hati yang tulus. Ini akan memberi energi positif yang membuat imun dan iman kita tetap kokoh di masa pandemi,” ucapnya.

Terkait dengan alih kreasi lukisan dan puisi yang tertuang dalam sebuah buku puisi, Ny. Putri Koster menyebutnya sebagai kolaborasi yang apik. Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang penyair, inspirasi menulis puisi memang kerap muncul setelah melihat sebuah lukisan, foto atau gambar.

“Dalam menulis puisi, saya merasakan inspirasi banyak muncul saat melihat foto atau lukisan. Saat melihat foto bertema gothic, akan lahir puisi bertema seram. Sebaliknya, foto atau gambar pemandangan akan menjadi inspirasi untuk menulis puisi bertema romantis. Biarkan rasa dan emosi itu terpancing sehingga lahir karya puisi yang menarik,” tuturnya.

Baca Juga  Dukung Tatanan Kehidupan Era Baru, BI Bakal ‘’Roadshow’’ Sosialisasi Protokol Kesehatan

Berdasarkan pengalaman itu, ia memahami betul apa yang dirasakan penyair Dewa Sahadewa yang terpancing untuk menulis puisi setelah melihat lukisan karya perupa Made Gunawan. Ia berharap, kolaborasi dua seniman ini menjadi inspirasi bagi yang lain untuk menghasilkan alih kreasi lain yang memperkaya khasanah karya sastra berupa puisi dan lukisan. Lebih dari itu, karya apik seperti ini diharapkan mampu menggugah minat generasi muda agar semakin tertarik membaca puisi sehingga mereka tidak terbawa arus dan termakan oleh hoax yang banyak bermunculan di berbagai media sosial.

Masih dalam arahannya, pendamping orang nomor satu ini juga menginformasikan adanya atensi yang diberikan Gubernur Bali Wayan Koster terhadap upaya pengembangan seni non-tradisi yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.

Dia menyebutkan, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan seni-non tradisi melalui pelaksanaan Festival Seni Bali Jani. “Pemerintah telah memberi ruang, tugas kita sebagai seniman dan budayawan adalah mengisi dengan karya yang makin berkualitas agar menjadi tuan di tanah sendiri hingga mampu go international,” tambahnya.

Selain Festival Seni Bali Jani, Pemprov Bali juga telah memulai proses pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Kabupaten Klungkung yang ditargetkan kelar tahun 2023 mendatang. Ia berpendapat, keberadaan Pusat Kebudayaan Bali itu akan menjadi angin segar bagi seniman dan budayawan Pulau Dewata dalam menghasilkan karya-karya berkualitas.

Penyair Dewa Putu Sahadewa menyampaikan terima kasih atas pandangan yang diberikan Ny. Putri Koster. Ia menuturkan, buku puisi Gajah Mina terinsipirasi dari lukisan Gajah Mina karya Made Gunawan. Lukisan yang menggambarkan makhluk mitos dalam samudera ini sangat memukau Sahadewa.

Demikian dahsyat getaran yang dirasakan Sahadewa saat memandangi karya Gunawan sehingga semua puisi tercipta dalam rentang waktu satu bulan. Kolaborasi ini menjadi makin menarik karena beberapa lukisan Gunawan tercipta sebagai respons dari karya puisi Sahadewa.

Baca Juga  Gubernur Koster: Desa Abuan, Padangkerta dan Bondalem Agar Diisolasi Ketat

Pujian terhadap kolaborasi penyair dan perupa ini juga disampaikan kritikus sastra Prof. Dr. Nyoman Dharma Putra. Ia menyebut karya ini sebagai pasatmian, sebuah dialog estetik dua seniman yang menghasilkan karya mengagumkan. “Dalam karya ini, muncul sebuah buku puisi yang terinspirasi dari lukisan. Ke depannya saya ingin ada juga lukisan yang terinspirasi karya puisi,” harapnya. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca