Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SASTRA

Wagub Cok Ace Tutup Bulan Bahasa Bali: Pergub 80/2018 Bukti Keseriusan Pemprov Bali Dalam Upaya Pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali

BALIILU Tayang

:

de
WAGUB COK ACE: Tutup Bulan Bahasa Bali 2020. (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyatakan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali merupakan implementasi dari Pergub Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pergub ini merupakan payung hukum dan bukti keseriusan Pemprov Bali dalam upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Hal itu dikatakan Cok Ace saat menutup Bulan Bahasa Bali Tahun 2020 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (27/2-2020). Ia juga menyampaikan terimakasih atas dukungan seluruh peserta, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat yang telah memberi usul saran sehingga pelaksanaan bulan bahasa tahun ini berjalan lancar.

‘’Saya bangga karena Bulan Bahasa Bali yang pelaksanaannya memasuki tahun kedua mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Hal ini terbukti dari makin banyaknya peserta yang mengikuti berbagai lomba yang digelar serangkaian pelaksanaan Bulan Bahasa Bali. Ini membuktikan bahwa kalangan generasi muda dari kota hingga desa makin menunjukkan kecintaan dan keseriusan mendukung upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali,’’ terang Cok Ace

Lebih lanjut dikatakan, sebanyak apa pun punya lontar, tak akan ada manfaatnya bila tidak bisa membaca. Ibarat tumbuhan yang tidak akan bisa berkembang bila akarnya tidak kokoh. ‘’Semoga Bulan Bahasa Bali tahun mendatang pelaksanaannya bisa makin bagus dan selamat kepada para pemenang lomba, semoga mampu memotivasi anak yang lain agar meningkatkan kecintaan pada budaya Bali, khususnya bahasa, aksara dan sastra Bali. Jangan pernah surut untuk mengasah kemampuan,’’ harap Cok Ace.

Sementara itu, Kadisbud Provinsi Bali Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn menyampaikan Bulan Bahasa Bali 2020 yang mulai dilaksanakan pada 1 Februari lalu sudah berjalan lancar. Hal ini membuktikan besarnya perhatian Gubernur yang didukung bupati/walikota dan krama se-Bali. Bulan Bahasa Bali tak hanya dilaksanakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, namun hingga tingkat desa/kelurahan.

Baca Juga  Update Covid-19 (17/9) di Bali, 6 Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 92 Orang

Dukungan terhadap pelaksanaan Bulan Bahasa Bali menjadi bukti bahwa masyarakat Bali ingat pada bahasa dan sastra Bali. Semua kegiatan mulai dari pertunjukan dan lomba diikuti antusias oleh seluruh peserta.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menganugerahkan Bali Kerthi Nugraha Mahotama kepada Ida Bagus Sunu Pidada, seorang satrawan dari Griya Pidada Klungkung yang mengabdikan hidup pada upaya pelestarian sastra Bali. Ia aktif menyalin isi lontar ke buku agar lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Selain itu, Cok Ace juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pemenang berbagai lomba yang dilaksanakan serangkaian Bulan Bahasa Bali 2020. Penutupan Bulan Bahasa Bali 2020 ditandai dengan pemukulan gong dan diakhiri dengan pementasan fragmen tari Begawan Domya. (*/balu1)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SASTRA

Bulan Bahasa Bali VI 2024 Resmi Ditutup

Generasi Muda Diharapkan Aktif Lestarikan Bahasa Bali di Tengah Pengaruh Budaya Global

Published

on

By

Bulan Bahasa Bali 2024
SERAHKAN PIAGAM: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyerahkan piagam sebelum secara resmi menutup acara Bulan Bahasa Bali VI yang telah diselenggarakan selama satu bulan, Sabtu (2/3) bertempat di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar. (Foto: Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra secara resmi menutup acara Bulan Bahasa Bali VI yang telah diselenggarakan selama satu bulan, Sabtu (2/3) bertempat di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar.

Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra yang mewakili Pj. Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bulan Bahasa Bali VI 2024, yang merupakan upaya dari Pemerintah dalam melestarikan Bahasa Bali. Untuk itu, Dewa Indra berharap peringatan Bulan Bahasa Bali tidak hanya menjadi euforia simbolisasi semata melainkan upaya generasi muda secara aktif melestarikan bahasa bali terlebih ditengah gempuran budaya globalisasi.

“Dan kepada para pemenang lomba serta kepada yang mendapatkan penghargaan saya ucapkan selamat semoga kedepannya yang belum mendapatkan juara akan lebih meningkatkan prestasinya sehingga muncul generasi-generasi muda yang fasih dan cinta akan bahasa Bali,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha mengatakan bahwa Bulan Bahasa Bali VI 2024 telah terselenggara secara baik dan lancar. Terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan selama Bulan Bahasa Bali seperti Utsawa Nyurat Lontar dan Mengetik Aksara Bali menggunakan keyboard yang telah diikuti oleh 600 siswa SMA/SMK serta mahasiswa, selain itu sebanyak 852 peserta duta kabupaten/kota mengikuti Wimbakara atau lomba-lomba. Selanjutnya sebanyak 606 peserta mengikuti Widyatula serta berbagai kegiatan lainnya.

Selanjutnya, Gede Arya Sugiartha menyampaikan bahwa pada Bulan Bahasa Bali VI juga diserahkan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali terkait Ngaben, Melukat dan Hari Suci Nyepi, kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan terkait Jukut Gonda dan Megandu Tabanan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem terkait Tari Rejang Gede. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli terkait Loloh Cemcem dan Nganten Massal Pengotan Bangli. Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng terkait Sampi Gerumbungan dan Mengarak Sokok. Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung terkait Tenun Rangrang Nusa Penida, Kerajinan Genta, Kerajinan Gamelan Klungkung dan Uyah Kusamba. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana terkait Tenun Cagcag Jembrana, Bumbung Kepyak dan Kendang Mebarung. Dinas Kebudayaan Kota Denpasar terkait Lukisan I Gusti Made Deblog dan Tari Baris Kekupu Banjar Lebah Denpasar.

Baca Juga  Seimbangkan Struktur Perekonomian Bali, Gubernur Koster Lirik Sektor Industri

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Dewa Indra juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang Lomba/Wimbakara, serta ditutup dengan peluncuran tema Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Lestarikan Keberadaan Lontar, Penyuluh Bahasa Bali Konservasi dan Identifikasi Lontar di Desa Panji

Published

on

By

konservasi lontar
KONSERVASI: Penyuluh Bahasa Bali Buleleng saat melakukan konservasi lontar di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (8/2). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bagi masyarakat Hindu Bali, lontar tidak hanya sebagai tradisi dan produk budaya Bali, namun sebagai cerminan dan bukti historis peradaban Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi di dunia. Untuk itu lontar menjadi penting untuk dilestarikan di kehidupan masyarakat Bali.

“Salah satu upaya pelestarian lontar yaitu melakukan konservasi dan identifikasi atas lontar-lontar yang dimiliki masyarakat Bali khususnya di Buleleng, agar kondisi, isi dan judul dari lontar tersebut diketahui,” ucap Putu Pertamayasa saat melakukan konservasi lontar di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (8/2).

Bersama 16 orang penyuluh Bahasa Bali, pihaknya mengaku telah mengidentifikasi 15 cakep lontar dengan 17 judul dari klasifikasi Kanda, Wariga, Usada, dan Embatan-embatan dengan berbagai judul seperti, penerang, penyarang, piwelas, kawisesan, pipil dan lain-lain.

“Identifikasi naskah lontar milik keluarga Komang Agus Darmawan Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Panji Kecamatan Sukasada ini merupakan program dari Penyuluh Bahasa Bali, serangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024. Lontar ini merupakan warisan dari kumpinya dengan kondisi awalnya dalam keadaan kering, kotor, sambrag, atau terlepas namun dijadikan satu ikat,” jelas Putu Pertamayasa yang dilansir dari laman bulelengkab.go.id.

Ditambahkan, dalam melakukan konservasi dan identifikasi ini  menggunakan sarana seperti kuas, gunting, benang, kemiri bakar, tisu/kapas, stiker tempel dan minyak sereh.

“Pihaknya memerlukan ketelitian, kesabaran untuk mengidentifikasi judul dan jumlahnya. Tanggapan dari pemilik setelah diidentifikasi sangat bersyukur karena lontar milik keluarganya bisa diketahui judulnya yang sebelumnya belum pernah dibaca,” imbuhnya.

Di pengujung, dirinya mengajak bagi masyarakat yang lontarnya ingin dirawat maupun dibaca bisa langsung melapor ke kepala desa atau menghubungi penyuluh Bahasa Bali terdekat. (gs/bi)

Baca Juga  Tips Orangtua Dampingi Anak di Masa Pandemi, dari Selly Mantra

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar 2024 Resmi Dibuka

Jadi Ajang Pelestarian dan Pengembangan Sastra, Bahasa dan Aksara Bali

Published

on

By

Bulan Bahasa Bali denpasar
BULAN BAHASA BALI: Gelaran Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar tahun 2024 resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan Gong di Lapangan Lumintang, Jumat (2/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar tahun 2024 resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan Gong di Lapangan Lumintang, Jumat (2/2). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan ajang pelestarian dan pengembangan sastra, bahasa dan aksara Bali.

Dalam sambutannya, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang dibacakan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menekankan bahwa Bahasa Bali merupakan bahasa ibu di Bali. Keberadaan bahasa, sastra, dan aksara Bali menjadi jati diri masyarakat Bali. Karenanya, upaya pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali harus terus digelorakan.

“Jika kreativitas sudah didasari oleh kebudayaan Bali, itulah dinamakan jadi diri yang menjadi nafas pembangunan di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa lewat pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebudayaan dan globalisasi. Sehingga mampu beradaptasi terhadap kemajuan peradaban.

“Kedepannya tentu kita berharap segala kegiatannya terus dikembangkan sehingga mampu mendukung penguatan dan pengembangan budaya Bali, termasuk bahasa, sastra, dan aksara Bali,” jelasnya.

Pihaknya mengaku bangga dimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali telah dilaksanakan dari tingkat Desa/Lurah, Kecamatan hingga Kota Denpasar.

“Karena di era sekarang, globalisasi dan kebudayaan adalah saling berkaitan dan mempengaruhi, dimana jika Bali sudah terkenal, maka tugas generasi muda untuk memperkuat sehingga menjadi suatu hal yang spesifik dalam menghadapi adaptasi global,” jelasnya.

Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan tema gelaran Bulan Bahasa tahun ini yakni Jana Kerthi-Dharma Sadhu Nuraga. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni Lomba Nyurat Lontar, Bali Simbar, Nyurat Aksara Bali, Lomba Ngwacen Aksara Bali Ring Lontar, dan Lomba Mesatua Bali, Pidarta hingga Debat Bahasa Bali.

Baca Juga  Update Covid-19 (17/9) di Bali, 6 Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 92 Orang

“Dari berbagai lomba yang diadakan diikuti peserta sebanyak 324 orang mulai dari siswa-siswi, sekaa teruna hingga bendesa adat/ kelian adat,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca