Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Ingatkan Masyarakat Bali untuk Turut Serta Berperan Aktif Jaga Kelestarian Lingkungan

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. (Foto: Ist)

Jembrana, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menjadi narasumber dalam Talkshow “Amertha Taksu Abhinaya”, Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera dari Perspektif Gender, di Pantai Karangsewu-Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana, Rabu, Buda Wage Menail (31/8.2022).

Talkshow yang diselenggarakan serangkaian Hari Konservasi Alam Nasional ini menghadirkan tiga narasumber yakni Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, IA Rusmarini selaku Pembina Desa Wisata se-Bali sekaligus Penerima Kalpataru 2020 Pembudidaya Tanaman Obat, Upakara dan Tanaman Langka serta I Nyoman Alit Putrawan yang merupakan Wakil Direktur Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Menyimak tema yang diangkat, “Amertha Taksu Abhinaya”, Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera dari Perspektif Gender, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengingatkan kepada masyarakat Bali tanpa terkecuali untuk turut serta berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan kita sebagai tempat kita hidup, tempat kita mengenyam pendidikan dan mencari nafkah sekaligus tempat berpijak dalam meneruskan keturunan dan cita-cita leluhur.

“Kita sebagai manusia yang diberkahi kesempurnaan diantara makhluk lainnya, sudah wajib bersyukur atas nikmat yang diberikan. Sehingga wajiblah bagi kita untuk tetap menjaga keselarasan hidup dan kelestarian semesta untuk kehidupan jangka panjang yang lebih baik. Untuk itu mari kita jangan pernah lupa untuk menjaga hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan, yang kita kenal dengan konsep Tri Hita Karana,” tegas Ny. Putri Koster.

Selain menjaga keselerasan lingkungan agar tetap hijau dan bersih, juga bisa kita lakukan melalui pemuliaan semesta beserta isinya dengan persembahan yadnya yang bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Tumpek Wariga, Tumpek Landep, Tumpek Kuningan dan Tumpek Wayang. Dengan merawat lingkungan bersama, maka upaya untuk melindungi alam agar tidak semakin mengikis dan tidak punah, akan dapat memberikan perlindungan masa depan yang tidak membahayakan bagi anak cucu dan generasi selanjutnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Terima Kunjungan IIKM ke PKB

Sesuai Rakernas ke-9 tahun 2021 melalui program unggulan PKK, Tim Penggerak PKK aktif menyosialisasikan agar kadernya mulai memberikan contoh tentang penataan halaman rumah yang teratur, indah, nyaman dan bermanfaat atau yang biasa dikenal dengan Gerakan amalkan dan kukuhkan halaman teratur, indah, nyaman dan bermanfaat “AKU HATINYA PKK”. Dengan halaman yang rapi dan pengaturan yang indah serta nyaman terlebih memiliki manfaat dalam pemenuhan kebutuhan sayur mayur dan bumbu dapur sehari-hari, tentu saja akan meringankan beban pengeluaran, selain itu tentu saja vibrasi positif akan tumbuh, mulai dari kenyamanan yang membuka komunikasi yang baik antar anggota keluarga, memberikan O2 yang sehat dan juga mampu menumbuhkan semangat dan kebiasaan keluarga untuk bergotong-royong di hari libur (membersihkan areal HATINYA PKK) sehingga rumah adalah istana bagi anggota keluarganya.

ny. putri koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menyerahkan bantuan kepada lansia. (Foto: Ist)

Selain itu, perlindungan alam Bali secara menyeluruh juga sudah diatur ke dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dimana secara gamblang telah dijabarkan terkait pengelolaan sampah berbasis sumber yang pemilahannya dilakukan dari tingkat rumah tangga sebelum kemudian diangkut oleh petugasnya.

Tim Penggerak PKK sebagai partner pemerintah yang berfungsi menggerakkan masyarakat untuk Bersama membangun Bali agar tetap ajeg sesuai tata-titi yang diwariskan oleh para leluhur, mengajak agar seluruh masyarakat untuk sadar akan kewajiban menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan secara luas. “Mari kita memulai dari diri kita sendiri untuk membiasakan hidup bersih, agar jangan sampai di hilir terus sibuk mengelola dan memilah sampah sedangkan di hulu tetap sibuk membuat dan menghasilkan sampah. Mari kita jadikan Bali untuk kembali kepada tatanan yang sesuai untuk menuju Bali yang taat, kokoh dan kuat dengan warisan leluhurnya yang tata-titi-tenteram-kerta-raharja dengan prinsip ‘desaku bersih tanpa mengotori desa lain’,” imbuh Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Satukan Mindset “Sampah adalah Tanggung Jawab Bersama”

Sebagai bentuk cinta kasih dan kepeduliannya, Ny. Putri Koster yang didampingi oleh Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta Bupati Jembrana menyerahkan 100 paket sembako dari TP PKK Provinsi Bali kepada 100 lansia yang berasal dari desa penyangga Taman Nasional Bali Barat yakni Desa Gilimanuk, Desa Pejarakan, Desa Melaya, Desa Sumberkima, Desa Sumber Klampok, Desa Ekasari dan Desa Belimbing Sari.

IA Rusmarini selaku Pembina Desa Wisata se-Bali sekaligus Penerima Kalpataru 2020 pembudidaya tanaman obat, upakara dan tanaman langka menyampaikan sampah jika dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan rupiah dan membantu perekonomian masyarakat. Karena semua potensi alam yang ada bisa diolah dengan cara yang kreatif, misalnya sampah organik atau limbah bisa dijadikan pupuk organik yang bermanfaat bagi tumbuhan serta tanaman perkebunan. Hal ini tentu saja akan mengurangi penggunaan zat kimiawi bagi petani dan sehat bagi kita yang akan mengkonsumsi hasil panen pertanian.

Selain itu, di dalam tubuh yang sehat tentu membutuhkan pangan yang berasal dari olahan tangan yang bersih dan sehat juga, baik itu dari mulai menanam, panen hingga pengolahannya atau memasak.

Oleh karena itu maka diharapkan perempuanlah yang menjadi agen perubahan yang mempromosikan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Kedepannya diharapkan perempuan dapat mendorong lebih banyak lagi untuk memimpin langkah – langkah pelestarian lingkungan hidup, yang mungkin dapat memberikan inspirasi luar biasa kepada kita semua dalam bidang lingkungan hidup.

Sementara, I Nyoman Alit Putrawan yang merupakan Wakil Direktur Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengatakan sesuai Niti Sastra 39 terdapat tujuh (7) IBU yang harus dihormati, yakni ibu kandung, istri guru kerohanian, istri brahmana, istri raja, perawat, sapi dan bumi. Sehingga kita wajib menjaga lingkungan dari kerusakan alam baik itu penebangan pohon secara brutal dan liar (pembalakan hutan), polusi air dari limbah industri dan pertambangan serta polusi udara.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Harap Puteri Cilik dan Remaja Bali 2021 Jadi Duta Anti Narkoba

“Menghormati alam semesta sama juga artinya dengan menghormati Ibu atau kaum perempuan, karena dimana wanita dihormati maka disanalah para dewa berkenan, namun dimanapun wanita tidak dihormati maka upacara suci apa pun tidak akan membuahkan hasil. Hal ini bisa diartikan bahwa apabila lingkungan kita dirusak dengan sengaja, maka tidak akan pernah ada kesejahteraan dan kenyamanan hidup yang dirasakan,” ungkapnya.

Selain itu ia juga mendukung visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang berfokus kepada Danu Kerthi yang menitikberatkan kepada air sebagai sumber kehidupan. Dimana “janganlah satu orang pun yang membuang kotoran dan mencemari sungai, karena segala sumber kehidupan kita berasal dari air,” imbuhnya lagi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

3 Desa di Nusa Penida Jadi Sasaran Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Edukasi Pengelolaan Sampah, dan Pencegahan Stunting

Loading

Published

on

By

TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyerahkan sembako saat menghadiri aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4).

Adapun tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Desa Bunga Mekar, Desa Batukandik, dan Desa Suana.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP PKK terus bergerak aktif mendukung program pemerintah melalui berbagai aksi nyata di masyarakat. Fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menyukseskan pembangunan daerah.

Putri Koster menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah, melalui pengelolaan berbasis sumber.

Penanganan sampah dari rumah tangga dilakukan melalui pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan yang efektif melibatkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pengolahan sampah dapur menjadi kompos, serta penyediaan tempat sampah terpisah guna meningkatkan efisiensi daur ulang dan mengurangi volume sampah ke TPA.

“Di Nusa Penida jangan sampai ada sampah yang menumpuk seperti di TPA Suwung. Untuk itu, kita harus bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga. Nusa Penida sebagai daerah wisata harus dijaga keindahan alamnya dengan baik,” ujarnya sembari mengajak masyarakat mendukung kebijakan kepala daerah.

Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti gangguan kesehatan pada anak-anak atau generasi muda yang seharusnya dapat dicegah sejak masa kehamilan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan guna mencegah stunting.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak guna memaksimalkan fase tumbuh kembangnya. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak. Konsumsi ikan sangat direkomendasikan karena kaya protein dan zat gizi penting yang mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kesehatan mata dan jantung,” ungkapnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Satukan Mindset “Sampah adalah Tanggung Jawab Bersama”

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan aksi sosial di Kecamatan Nusa Penida.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali yang telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.

Di masing-masing desa tersebut, diserahkan berbagai bantuan, antara lain 50 paket Gemarikan yang berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung; 10 paket sembako yang terdiri atas beras 10 kg, minyak goreng 2 pcs, gula pasir 3 kg, kopi bubuk 2 bungkus, serta makanan ringan.

Selain itu, diberikan pula paket susu SGM Explor 150 gram (@2 kotak) kepada 10 balita dan paket susu SGM Bunda 150 gram (@2 kotak) kepada 10 ibu hamil. Bantuan lainnya berupa paket multivitamin untuk balita dan dewasa, 50 pak telur (@40 butir), 1.000 bibit cabai, 25 bibit jambu kristal, 25 bibit nangka, serta buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal dalam rangka kegiatan aksi sosial tahun 2026.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan demo memasak yang menghadirkan Bali Chef Community.

Selain melaksanakan aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan kunjungan ke tempat pengolahan rumput laut menjadi kerupuk yang diproduksi oleh Sarining Segara Semaya di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Klungkung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Sagung Mas Dwipayani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni di Tengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Published

on

By

Dharma Santi Nyepi
DHARMA SANTI NYEPI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Acara diisi dengan dharma wacana (siraman rohani), pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Selain digelar secara nasional di Bali, Dharma Santi juga dilaksanakan di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bentuk perayaan serentak umat Hindu di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Bali, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan tokoh masyarakat Hindu dari berbagai daerah.

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan keharmonisan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Ny. Putri Koster, Salah Satu Pembaca Puisi Terbaik di Indonesia

“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak umat Hindu untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional.

Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali pada keheningan diri. Ia mengaitkannya dengan ajaran dalam Bhagavad Gita tentang karma yoga—bertindak tanpa keterikatan pada hasil.

Acara ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam—satu bumi satu keluarga—yang diharapkan semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Usai acara, suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di area pelataran Taman Budaya Art Center Denpasar. Gubernur Wayan Koster menjadi pusat perhatian para peserta yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama. Dengan ramah, ia melayani permintaan swafoto dari masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Satukan Mindset “Sampah adalah Tanggung Jawab Bersama”

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPA Suwung, TPST Kertalangu, Tahura I dan II hingga TOSS Center Klungkung

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah dan Semua Bupati/Walikota Mengakhiri Praktik “Open Dumping”

Loading

Published

on

By

gubernur koster
DAMPINGI MENTERI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P saat meninjau Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, TPST Kertalangu di Kota Denpasar serta melakukan kunjungan kerja ke pengelolaan sampah TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026).

Dalam tinjauannya di TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster yang didampingi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melihat langsung pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dikerjakan secara sistematis oleh puluhan pekerja di TPST.

Menteri Lingkungan Hidup RI menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Walikota Denpasar serta Bupati Badung, karena dalam kurun waktu satu bulan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Badung telah mampu memilah sampah lebih dari 50 persen. Semangat ini dimintanya tidak boleh kendur. Ada upaya yang harus kita lakukan lagi untuk membangun kapasitas TPST.

“Sampai saat ini, pengelolaan sampah di TPST terus kita pantau, karena itu TPST Tahura I kita minta ditingkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton per hari dan TPST Tahura II menjadi 100 ton per hari,” pesan Menteri LH seraya menjelaskan tadi alat – alat sudah datang dan saya yakin akhir bulan Juli sampah bisa ditangani dengan baik.

Selain memberikan perhatian terhadap TPST, Menteri Lingkungan Hidup juga berharap agar Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan kapasitas TPS-3R. “Untuk di kawasan Denpasar – Badung, kami minta kapasitas pengelolaan sampah di TPS-3R ditingkatkan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Sapa TP PKK, Dekranasda dan Pakis Se-Bali, Bersama Sinergikan Kekuatan Mencapai Satu Tujuan

Kemudian terkait Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi yang melanggar aturan pemilahan sampah, Saya minta Pangdam IX Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali dan Kasi Intel agar mendukung sepenuhnya dari Bupati/Walikota untuk segera mempertajam pelaksanaan Tipiring, karena tidak adil, bilamana masyarakat yang sudah pilah, tidak dilindungi dengan perlindungan hukum, pada saat ada yang tidak pilah,” tegas Menteri Hanif Faisol Nurofiq saat didampingi Gubernur Wayan Koster di TPA Suwung.

Mengakhiri kunjungannya di TPA Suwung dan TPST Tahura I – TPST Tahura II, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pihaknya akan mendatangi semua TPA di Bali. Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga meminta Gubernur Wayan Koster untuk memanggil semua Bupati/Walikota se-Bali tanpa terkecuali, agar diingatkan untuk mengakhiri praktik open dumping.

“Jadi, ini kita maknai sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan sampah tidak hanya di Bali, namun kami menggunakan kewenangan yang diberikan Undang – Undang untuk memaksa kita semua mengakhiri open dumping di seluruh tanah air,” tegasnya.

Usai meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II di Kota Denpasar, Menteri Lingkungan Hidup RI bersama Gubernur Bali langsung bergerak ke Kabupaten Klungkung melihat kondisi pengelolaan sampah TOSS Centre di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda.

Setibanya di TOSS Center, kehadiran Menteri Lingkungan Hidup bersama Gubernur Bali disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster melihat kondisi TOSS Center yang telah melakukan pengolahan sampah organik sampai menjadi pupuk. Kata Sekda Klungkung, hasil pupuk organik yang diolah ini, kami berikan kepada petani secara gratis.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak

Selain melihat adanya pupuk organik, Menteri Lingkungan Hidup kemudian menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan anorganik di bagian Selatan TOSS Center.

Atas kondisi itu, Menteri Hanif Faisol Nurofiq meminta Sekda Klungkung untuk menjaga kawasan TOSS Centre, supaya tidak ada open dumping, dan meminta Pemerintah Klungkung untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat melakukan pemilahan sampah.

“Ini cukup terpilah, kalau tercampur akan tambah parah lagi. Kalau bisa dijaga di hulunya, agar lebih murah anggaran dalam kelola sampahnya. Untuk tumpukan sampah ini harus ditangani, agar tidak ada potensi kerusakan lingkungan.

Jadi seluruh Bali sampai bulan Agustus ini agar mengakhiri open dumping,” tutupnya sembari langsung menuju ke Embung Tukad Unda, Klungkung untuk melihat Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca