Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Seminar “Peranan Generasi Muda Dalam Pembangunan Budaya Bali”

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster hadir sebagai narasumber dalam seminar “Peranan Generasi Muda Dalam Pembangunan Budaya Bali”. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Mewujudkan provinsi yang sejahtera dan berkembang membutuhkan pemimpin dan generasi yang cerdas dan siap bersaing di mana pun. Mereka harus berbekal kemampuan dan wawasan yang luas. Untuk itu, sebagai orangtua memiliki tugas dan kewajiban mendidik dan menanamkan kesopanan, etika dan tata krama sebagai ilmu mendasar serta garda utama dalam kehidupan mereka.

Hal ini disampaikan Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali saat diundang sebagai narasumber dalam seminar “Peranan Generasi Muda Dalam Pembangunan Budaya Bali” yang diselenggarakan secara hybrid oleh Universitas Dwijendra, di Aula Sadhu Gocara-Yayasan Dwijendra, Kamis, Wraspati Pon Wuku Uye (25/8).

Menjadikan generasi muda yang berilmu dan berbakat, memerlukan ketelitian juga dalam memilih sekolah untuk mengenyam pendidikan. Karena output dari sekolah akan menentukan masa depan bagi anak-anak nantinya.

Ny. Putri Koster menambahkan, “Jika zaman dulu pahlawan berjuang memerdekakan tanah air melawan penjajah, namun sekarang kita wajib menyiapkan generasi untuk melawan kebodohan dan keterbelakangan, agar bersama kita membangun daerah untuk lebih maju dan berkembang mewujudkan kesejahteraan masyarakat.”

“Apabila kita semua sudah berbekal pengetahuan, maka kita semua akan paham membedakan mana yang pantas untuk ditiru dan tidak. Karena masa sekarang yang padat dengan perkembangan teknologi dan informasi dalam bentuk digital tentu saja akan memberikan banyak pilihan, sehingga kita harus mampu memilah informasi. Sebagai orangtua kita wajib mengawal anak-anak kita agar tidak terjerumus oleh berita yang palsu dan membahayakan pola pikir. Hal ini menjadi penting karena kita memegang teguh budaya ketimuran, yang penuh dengan sopan santun, etika, tata krama, sifat gotong-royong dan toleransi dalam menjaga keberagaman. Tugas kita adalah menjaga budaya itu, baik fisik, mental dan spiritual, karena manusia yang diberkahi otak untuk berpikir harus mampu menjadi pribadi yang berkarakter dalam mengisi kehidupan berbangsa dan bertanah air, terutama menjaga hubungan baik di lingkungan terdekat kita yakni keluarga,” imbuh Ny. Putri Koster.

Baca Juga  ‘’Fashion Show’’ Bali Bangkit, Ny. Putri Koster: Bangkitkan Kecintaan Produk Dalam Negeri
ny. putri koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama pimpinan Universitas Dwijendra. (Foto: Ist)

Untuk menumbuhkan bakat dalam diri anak-anak, maka tanamkan niat untuk melakukan hal yang bersifat positif, sehingga muncul rasa tanggung jawab dalam dirinya untuk menyelesaikan setiap tugas yang dimilikinya.

Selain itu, menjaga kebudayaan dalam bentuk fisik yakni dengan cara menjaga warisan budaya leluhur kita. Contohnya, memulai dari hal kecil. Kita sebagai penerus harus mampu menjadi objek yang aktif meneruskan kekhasan budaya Bali, seperti seni bentuk dan warna yang dituangkan di atas kain tradisional Bali (endek), seni ukiran yang dituangkan di atas kayu, cincin dan sejumlah media lain. Jangan sampai ini punah, oleh sebab itu mari kita menjaga kelestariannya.

“Sederhana saja, apabila kita tidak bisa mengerjakannya, mari kita gunakan kemampuan untuk turut membeli hasil kerajinan tangan mereka dan menggunakannya. Jangan sampai produksi kelestarian seni dan budaya kita punah karena kita sendiri tidak mau mencintai dan menggunakannya. Menjadi pelopor sebagai pengguna itu penting, karena lebih baik kita menggunakan produk asli buatan tangan perajin Bali, daripada kita membeli produk luar Bali dan menggunakannya secara massal yang nantinya secara tidak langsung akan membunuh keterampilan seni dan kelestarian budaya kita,” tegas Ny. Putri Koster di hadapan para mahasiswa peserta seminar.

Hal ini penting ditanamkan kepada generasi muda agar tidak terlalu bablas menggunakan produksi luar Bali, yang nantinya akan mempengaruhi jumlah produksi dan penggunaan kerajinan daerah Bali sehingga mempengaruhi kelestariannya.

Selain itu, penting bagi kita semua selaku warga Bali untuk menjaga taksu Bali, agar tidak ada kelompok atau bahkan seorang pun yang menjajah bumi Bali lagi. “Merdeka saat ini juga bisa kita implementasikan dengan menjaga Bali agar kita tidak ada di persimpangan jalan yang membuat budaya kita semakin terkikis. Karena perusak budaya tidak hanya bisa dilakukan dengan membobol secara fisik, namun yang lebih ganas adalah budaya, kebersamaan, toleransi dan persaudaraan kita bisa rusak hanya dengan lentingan jemari seseorang melalui berita hoax,” tegas Ny. Putri Koster mengingatkan kita semua.

Baca Juga  Aksi Sosial Ny. Putri Koster Menyapa dan Berbagi di Gianyar

Pada kesempatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster juga menjelaskan bahayanya remaja putri yang memprogram diet untuk tubuhnya, sehingga mengakibatkan maag akut, yang tidak hanya membahayakan perkembangan fisiknya secara langsung tetapi juga memberi peluang bagi rahimnya untuk melahirkan bayi stunting di masa yang akan datang.

Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar I Ketut Wirawan mengucapkan rasa syukurnya atas kehadiran Ketua Tim Penggerak PKM Provinsi Bali yang bersedia membagikan sejumlah pengalaman hidup, tata cara menjaga kebudayaan Bali dari serangan pihak luar, sekaligus berbagi sejumlah kiat dalam meningkatkan perekonomian Bali melalui kegiatan yang menggerakan perajin Bali, sekaligus kiat menjaga kesehatan bagi masyarakat Bali khususnya generasi muda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Putri Koster Tinjau Taman Pujaan Bangsa Margarana, Dorong Perawatan dan Penguatan Nilai Patriotisme

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Dialog Interaktif "Perempuan Bali Bicara"
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Aksi Sosial Ny. Putri Koster Menyapa dan Berbagi di Gianyar

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca