Sunday, 25 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster: Pendampingan Orangtua dalam Proses Belajar Online merupakan Energi Positif Penambah Semangat Belajar Anak

BALIILU Tayang

:

de
PEREMPUAN BALI BICARA: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dalam dialog Perempuan Bali Bicara dengan tema 'Pendampingan Anak Belajar di Rumah di Masa Pandemi Covid-19', di Denpasar, Jumat (17/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Meski Pemerintah Provinsi Bali sudah masuk tatanan kehidupan era baru yang tahap pertama dibuka 9 Juli lalu, namun untuk meminimalisir bertambahnya kasus Covid-19, tetap akan memberlakukan pembelajaran sistem online (dalam jaringan/ daring) antara guru dengan siswa. Dalam masa pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini, anak belajar di rumah membutuhkan pendampingan dari orangtua.

‘’Peran orangtua sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak dalam kehidupannya sebagai peran guru rupaka sehingga menjadikan putra-putrinya berkarakter baik, berbudi pekerti dan memiliki etika berbudi luhur,’’ kata Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dalam dialog Perempuan Bali Bicara dengan tema ‘Pendampingan Anak Belajar di Rumah di Masa Pandemi Covid-19’, di Denpasar, Jumat (17/7-2020). 

Jika ingin bangsa tetap jaya, lanjut seniman multi talenta ini, maka orangtua menjadi peran utama dalam mendidik tata krama, etika, sopan santun dan menumbuhkan rasa toleransi di tengah pergaulannya. Agar menjadi putra-putri yang suputra, yang berbakti tidak hanya kepada sesama dan lingkungannya namun juga tertanam rasa bakti terhadap Sang Hyang Penciptanya, sehingga menjadi putra-putri yang berbudi pekerti yang luhur dengan landasan dasar kasih sayang yang mendidik.

Ny. Putri Koster berpesan kepada orangtua jangan pernah lalai dalam mendidik anak-anak agar tumbuh putra putri yang wiweka, memiliki kepedulian yang berlandaskan atas spiritual dan jiwa yang subur (memiliki kecerdasan, namun disertai nalar dan logika yang seimbang, memiliki kemampuan otak dan budi pekerti yang baik serta seimbang).

Untuk menghindari jarak yang renggang antara orangtua dan anak-anak, pendamping orang nomor satu di Bali ini menandaskan perlu dibuatkan jadwal untuk berkumpul bersama keluarga di ruangan keluarga, selain peran penting mengawasi waktu belajar mereka sehingga waktu berdiskusi itu menjadi wadah menyenangkan bagi anak remaja yang mulai tumbuh dengan masanya sendiri.

‘’Jangan memaksakan kehendak orangtua kepada anak agar mereka tidak terbebani, sehingga tidak menjadi anak yang tumbuh besar namun tidak berbekal pengalaman, pengetahuan dan wawasan. Dengan demikian, mereka tumbuh dengan spirit yang kaya disertai cara berfikir yang mumpuni,’’ ujar Ny. Putri Koster menegaskan.

Baca Juga  PAD Bali dari Pajak dan Bea Kendaraan Bermotor Mentok, Gubernur Koster Rancang Gali Sumber Potensi Lain

Selain itu, orangtua juga diajak terlibat (menyusun jadwal terkait aktivitas dan kegiatan antara belajar dengan bermain, ide kreatif orangtua dan terlibat langsung dengan anak, komunikasi yang positif dalam mendisiplinkan anak dan juga sebagai teman serta pemahaman etika dan budi pekerti menjadi bagian terpenting dalam tumbuh dan berkembang, mengingatkan tentang waktu dengan membangun komunikasi yang baik dan tidak meninggalkan sikap instrospeksi diri, relasi sebagai hubungan baik antara orangtua dengan anak yang berfungsi sebagai guru rupaka dan juga sebagai orangtua) untuk mendampingi anak-anaknya belajar di rumah yang memiliki keterkaitan dengan teknologi.

Sejak pandemi virus Corona atau Covid melanda, berbagai kebijakan diambil sebagai upaya guna memutus penyebaran virus tersebut, di antaranya mengambil kebijakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi semua siswa semua jenjang untuk belajar dari rumah melalui sistem daring atau online. Kebijakan belajar dari rumah itu sangat tepat, terlebih di tengah situasi pandemi Corona. Meskipun aktivitas belajar dilakukan dari rumah, namun para siswa tetap bersemangat mengikuti pembelajaran. Selain itu peran orangtua sangat penting, sekaligus bisa mendampingi serta mengawasi anaknya untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh gurunya.

‘’Belajar dari rumah, pasti ada positif maupun negatifnya, yang terpenting, orangtua sangat penting dalam pendampingan belajar anaknya, sekaligus orangtua bisa mengawasi penggunaan gadget. Saat ini, belajar dari rumah pastinya banyak segi positifnya, terlebih lagi bisa mengakrabkan ikatan antara orangtua dan anak. Selain bisa mengerjakan tugas materi dari sekolah orangtua juga bisa mengajarkan pekerjaan rumah kepada anaknya seperti memasak hingga membersihkan rumah. Semua itu juga sebagai pembelajaran anak dan orangtua juga bisa membatasi penggunaan gadget,’’ paparnya.

Selama ini, saat belajar dari rumah selama semua siswa tetap semangat dan rajin belajar, bahkan semua kegiatan belajar juga terpantau guru baik itu melalui grup Whatsapp. Tidak hanya itu, semua tugas juga dikirim lewat Whatsapp dan absen pun juga dikirim melalui grup WA. Agar semua bisa berjalan dengan efektif, maka dibutuhkan tips atau cara mendampingi anak belajar di rumah yang baik selama masa darurat virus Corona ini orangtua bisa menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Dukung Penuh Lomba Layangan Virtual

“Suasana aman dan nyaman sebisa mungkin, pada masa pandemi virus Corona ini orangtua bisa menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman. Ini adalah kunci utama efektifnya proses belajar, sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi rumah senyaman mungkin bagi anak untuk belajar,” ujar Ny. Putri Koster.

Suasana positif menciptakan suasana positif yang mendukung proses belajar mengajar. Orangtua dapat mendampingi anak saat anak belajar daring, mengerjakan tugas dari sekolah atau belajar mandiri. Kehadiran orangtua dalam proses pendampingan belajar mengajar merupakan sebuah energi positif penambah semangat belajar bagi anak.

Memberlakukan proses belajar mengajar di rumah dengan disiplin, terapkan “aturan main”. Misalnya, jam berapa anak harus mulai belajar, istirahat, melanjutkan belajar, makan dan beribadah. Diskusikan dengan anak tentang pembagian waktu tersebut dan konsekuensi terbaik apa yang bisa diterapkan bersama. Dengan adanya pemberlakuan disiplin ini, harapannya kegiatan belajar mengajar bisa terjadwal dan rutin. Sehingga waktu yang digunakan untuk belajar mengajar di rumah menjadi efisien.

Waktu disesuaikan dengan fleksibel, maka waktu belajar di rumah tidak harus sama dengan waktu belajar di sekolah. Proses dan tugas belajar harus disesuaikan dengan kondisi anak, orangtua dan lingkungan di rumah. Jangan menetapkan target terlalu tinggi bagi anak untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dalam satu waktu sementara orangtua juga memiliki tugas lain.

Ny. Putri Koster mengingatkan sebelum mendampingi anak belajar, pastikan kondisi orangtua dalam situasi yang baik atau tidak stres. Sehingga proses belajar mengajar dapat tersampaikan dengan baik. Orangtua juga harus bisa menyiapkan bahan-bahan bacaan di luar materi yang diajarkan secara daring atau ditugaskan oleh sekolah untuk menambah wawasan baru bagi anak. “Misalnya, materi tentang Covid-19, bencana pandemi, kesehatan maupun kesenian untuk disampaikan kepada anak dengan menggunakan bahasa orangtua,” imbuhnya.

Agar bisa menambah wawasan anak, maka orangtua harus melibatkan anak dengan berbagai aktivitas di rumah, seperti membuat kue, memasak, membersihkan rumah, berkebun, bereksperimen, kegiatan kreatif lainnya. Tentunya kegiatan ini dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan disertai dengan penjelasan agar anak tertarik dan rasa ingin tahu anak untuk belajar semakin bertambah. Serta mengajarkan anak melakukan berbagai permainan edukatif di rumah. Intinya kembali kepada hidup normal dengan cara baru (utamakan protokol kesehatan) dan manfaatkan teknologi karena kesehatan menjadi hal utama saat ini.

Baca Juga  Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Denpasar Gelar Rapat Keamanan Prokes
de
PENDAMPINGAN ORANGTUA: Ny. Putri Koster dan Kadis Dikpora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyatakan pentingnya peran orangtua mendampingi proses belajar-mengajar anak dalam sistem online.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. Ia menyampaikan manfaat pendampingan orangtua untuk pendidikan anak yang baik bahwa masa kanak – kanak merupakan fase dalam hidup manusia yang sangat menentukan bagaimana kondisi dan kemampuan yang dimilikinya ketika dewasa. Setiap orangtua tentu memiliki harapan yang positif agar anaknya dapat memiliki perkembangan kemampuan yang baik.

Untuk mendapatkan perkembangan kemampuan tersebut, maka anak haruslah mendapatkan pembelajaran dalam pendidikan anak yang berkualitas. Pendidikan anak yang berkualitas tentu tidak didapatkan dengan hanya menyekolahkan anak saja, namun ada juga peran yang harus dilakukan oleh orangtua. Melakukan pendampingan terhadap anak selama masa pendidikan tertentu dengan cara yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan menjadi hal yang akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan akademis anak.

Untuk lebih memberikan gambaran yang jelas terhadap orangtua, beberapa penjelasan mengenai manfaat pendampingan orangtua untuk pendidikan anak, di antaranya memberikan semangat bagi anak.

Bentuk pendampingan yang paling sederhana untuk anak dalam proses pembelajarannya seperti mengantarkan anak sekolah terutama untuk hari pertama sekolahnya serta menyiapkan segala kebutuhan perlengkapan yang diperlukan.

Membantu anak menyelesaikan kesulitan dalam belajarnya setiap menjalani proses pendidikan, setiap anak pernah menemukan berbagai bentuk kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolah. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh orangtua maka berbagai macam persoalan yang menyulitkan anak seharusnya dapat terselesaikan dengan baik atas bantuan dari orangtua.

Orangtua juga harus mengajarkan proses penyelesaian permasalahan tersebut agar anak dapat belajar untuk mengatasi masalah yang sama di kemudian hari.

Mengawasi perkembangan anak dan setiap orangtua tentu menginginkan agar proses pendidikan yang diterima anak berjalan dengan baik. Melalui pendampingan maka orangtua akan secara leluasa mengawasi perkembangan yang terjadi pada anak apakah menuju arah yang positif atau menunjukkan keadaan yang tidak baik bagi pendidikannya.

“Stres akan menyebabkan imun anak-anak turun, karena ketakutan orangtua yang menyebabkan kepanikan tersendiri yang dialami oleh orangtuanya. Toleransi jam berkurang dengan tujuan utama setiap pembelajaran dapat ditangkap maksimal oleh siswa, dan orangtua disarankan untuk tidak lebih tahu karena anak pastinya memahami kegiatan pembelajaran yang harus mereka laksanakan sesuai dengan peraturan sekolahnya,” cetus Kadisdikpora Boy Jayawibawa.

Meskipun terdapat tantangan bagi siswa dan guru, di balik kerinduan siswa dengan teman dan gurunya, namun jangan sampai terjadi tatap muka sebelum adanya perubahan kebijakan dari Kepala Daerah (dalam hal ini Gubernur Bali). “Kepala sekolah jangan mengambil kebijakan sendiri untuk melakukan tatap muka dengan siswa dan usahakan ikuti peraturan dari kepala daerah dulu,” pungkas Jayawibawa. (gs)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Festival Ogoh-ogoh Singasana 2024

Usung Pelestarian Adat, Seni dan Budaya Tabanan

Published

on

By

Festival Ogoh-ogoh Singasana
FESTIVAL OGOH-OGOH: Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024 berlangsung di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Taman Bung Karno hingga Jalan Gajah Mada, Tabanan, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam mendukung serta memfasilitasi kreatifitas dan inovasi seni generasi muda di Tabanan direalisasikannya melalui Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024. Dibuka dengan penuh sukacita dan semangat riang gembira, event seni dan budaya ini diikuti oleh ratusan peserta dan disaksikan ribuan masyarakat yang nampak memadati seputaran areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Taman Bung Karno hingga Jalan Gajah Mada, Tabanan, Sabtu (24/2).

Festival tahunan ini, merupakan inisiasi langsung dari orang nomor satu di Tabanan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terutama Sekaa Yowana yang mengikuti perlombaan ogoh-ogoh, di mana penilaiannya telah dimulai sejak tanggal 22 Februari dan dilaksanakan hingga 26 Februari 2024 selama 5 hari. Saat itu juga turut menyaksikan parade, salah satu Anggota DPR RI, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat juga para tokoh masyarakat.

Pelaksanaan Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024 bedasarkan lomba yang diselenggarakan sebagai pilot project Kecamatan Tabanan ini mengambil tema ‘‘Nyomya Bhuta Kala Nyanggra Nawa Warsa Icaka 1946 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana‘‘. Diikuti oleh 12 peserta dari 12 Desa Dinas yang ada di Kecamatan Tabanan. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan pada 23 Februari lalu, para pemenang lomba telah ditentukan. Di mana juara pertama diraih oleh Yowana dari Desa Subamia yang memenangkan hadiah sebesar 10 juta rupiah.

Kemudian juara kedua, yakni Yowana Desa Delod Peken dengan hadiah sebesar 7,5 juta rupiah dilanjutkan dengan juara ketiga, yakni dari Yowana Desa Denbantas dengan hadiah sebesar 5 juta rupiah. Selanjutnya pada festival kali ini akan ditentukan kejuaraan khusus dari juri kehormatan, yakni kategori juara Terfavorit pilihan Bupati Tabanan, juara Terunik pilihan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan dan juara Terkreatif pilihan Wakil Bupati Tabanan, di mana masing-masing juara akan mengantongi hadiah sebesar 5 juta rupiah.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Dukung Penuh Lomba Layangan Virtual

Bupati Sanjaya di kesempatan itu, memberikan apresiasi yang sangat baik atas turut serta seluruh lapisan masyarakat dalam memeriahkan kegiatan tahunan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi ini. Pihaknya juga seraya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Bendesa Adat, tokoh-tokoh serta seluruh pihak terkait karena terselenggaranya parade ogoh-ogoh yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Tabanan.

‘‘Kita di Pemerintah Era Baru ini, bahwa setiap tahun ada 12 bulan, banyak parade yang akan kita lakukan, seperti kemarin ada lampion dan parade nusantara, Parade Imlek dan lain-lain. Semua kita paradekan, sehingga masyarakat Tabanan menjadi riang gembira, menyambut Tabanan Era Baru ini. Bagaimana tugas pemerintah untuk menghibur masyarakat, sehingga masyarakat dan anak-anak menjadi riang gembira, dengan pemerintah juga melaksanakan pelestarian adat, agama dan seni budaya,‘‘ ujar Sanjaya penuh semangat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Made Yudiana juga menyampaikan terselenggaranya festival ini merupakan peran serta dan inisasi yang luar biasa dari Bupati Tabanan. ‘‘Mewakili para yowana, kami menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Bupati atas ruang, waktu dan pendanaan yang telah diberikan. Sehingga kreativitas anak muda di Tabanan dapat terwadahi seperti saat ini,‘‘ jelasnya.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yakni untuk memberikan apresiasi atas kreativitas seni generasi muda, melestariakn adat seni dan budaya dan juga mempererat hubungan generasi muda, khususnya Sekaa Teruna di Tabanan. Dalam memeriahkan kegiatan ini, di seputaran Taman Bung Karno juga dilaksanakan berbagai pameran UMKM dan aneka kuliner, juga disediakan hiburan seperti joged, pementasan seni hingga penampilan grup band mulai dari 22 hingga 25 Februari 2024. (gs/bi)

Baca Juga  Indonesia-Iran Sharing Pengalaman Praktik Implementasi Kota Layak Anak

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Alit Wiradana Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Pura Kahyangan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Peguyangan

Published

on

By

MELASPAS: Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri upacara Karya Panca Madurga, Melaspas, Mendem Pedagingan Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri upacara Karya Panca Madurga, Melaspas, Mendem Pedagingan Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan bertepatan dengan Purnama Kesanga, Sabtu (24/2). Upacara ini dilaksanakan setelah rampungnya proses pembangunan pura secara keseluruhan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar beserta tokoh masyarakat serta unsur adat setempat.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan ini adalah salah satu upaya dan kesadaran krama desa dalam meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Pelaksanaan karya ini perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan. Dan kami memberikan apresiasi kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat kita peroleh dengan baik,” katanya.

Sementara Manggala Karya, I Gede Alit mengatakan, rangkaian pembangunan di Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan ini dilaksanakan beberapa bulan lalu. Dimana juga dilaksanakan upacara melaspas lan mendem pedagingan.

Dikatakannya, upacara melaspas dan mendem pedagingan ini dilaksanakan setelah rampungnya pembangunan pura secara keseluruhan. Adapun dana pembangunan keseluruhan merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung yang diserahkan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar serta seluruh krama desa, dengan berlangsungnya upacara ini kedepannya dapat mengubah pola pikir masyarakat, bahwa semua tempat yang kita sucikan itu harus dan wajib dijaga, baik keindahan maupun kebersihannya,” ungkapnya. (eka/bi)

Baca Juga  PAD Bali dari Pajak dan Bea Kendaraan Bermotor Mentok, Gubernur Koster Rancang Gali Sumber Potensi Lain

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Mecaru dan Melaspas Pura Pasek Agung Tegal

Ingatkan Momentum Jaga Tri Hita Karana Berlandaskan Spirit ‘‘Vasudhaiva Kutumbakam‘‘

Published

on

By

MELASPAS: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri upacara Mecaru dan Pemelaspasan area pelinggih utama Pura Pasek Agung Tegal, Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Upacara Mecaru dan Pemelaspasan area pelinggih utama Pura Pasek Agung Tegal, Jalan Imam Bonjol, Denpasar digelar pada Sabtu (24/2), bertepatan dengan Rahina Purnama Kesanga.

Upacara ini sekaligus menandai selesainya pembangunan area pelinggih utama yang telah dimulai sejak Oktober 2023 hingga rampung pada Januari 2024 lalu itu.

Sejak pagi, nampak ramai dan antusiasme krama (warga) serta seluruh pangempon Pura memadati area Pura dan mengikuti rangkaian acara.

Hadir Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Turut hadir Ketua Harian PHDI Bali, I Nyoman Kenak, Perwakilan PHDI Kota Denpasar, Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purnawasara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Bendesa Adat Desa Pakraman Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa turut mengikuti salah satu prosesi yakni Mendem Pedagingan dan Ngunggah Daksina Linggih Ida Batara di Pelinggih Ratu Ayu Dalem Sakenan. Sementara, Bupati Badung Giri Prasta melakukan penandatanganan prasati bersama Yajmana Karya.

Ditemui usai acara berlangsung, Wawali Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, berjalannya berbagai kegiatan keagamaan di Kota Denpasar merupakan landasan penting kota berbudaya berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong-royong. Rampungnya pembangunan Pura Pasek Agung Tegal ini, juga diharapkan akan dapat menjadi momentum bagi krama dan seluruh pangempon, untuk selalu menjaga keharmonisan sebagai implementasi Tri Hita Karana yang tegak lurus dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Badung, Giri Prasta mengemukakan, pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya, adalah pondasi kehidupan yang mesti dijalankan untuk menjadikan kehidupan menjadi tertata.

Baca Juga  Indonesia-Iran Sharing Pengalaman Praktik Implementasi Kota Layak Anak

“Karena jika semeton semua memiliki adat yang kuat berarti memiliki kehidupan yang kuat juga. Jika memiliki agama akan mendapatkan kehidupan yang tertata, jika memiliki seni akan mendapatkan kehidupan yang indah, dan jika memiliki tradisi dan budaya akan memiliki jati diri maka dari itu diharapkan semua ini dapat dilestarikan,” ucap Bupati Badung Giri Prasta.

Sementara itu, perwakilan panitia, Wayan Sudarta menjelaskan upacara Mecaru dan Pemelaspasan Pura Pasek Agung Tegal ini, dipuput oleh Ida Pandita Mpu Daksa Merta Yoga Griya Agung Beraban, Ida Pandita Mpu Dhaksa Pramangga Yoga Griya Agung Tasik dan Ida Pandita Mpu Griya Kroya Sumerta.

“Dapat kami informasikan pula bahwa pangempon Pura Pasek Agung Tegal ini berasal dari 58 Dadia Alit yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Pulau Bali. Semoga dengan rampungnya pembangunan Pura Pasek Agung Tegal ini dapat menaikkan nilai spiritual masyarakat dan seluruh pangempon Pura kami serta meningkatkan sradha bhakti terhadap Ida Shang Hyang Widhi Wasa, Betara di Kawitan dan leluluhur kami sehingga dapat dituangkan dalam mendukung Pemerintah Kota Denpasar menjalankan roda pemerintahan yang baik,” ungkapnya. (eka/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca