Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung Terhadap Tiga Raperda

Ketua Dewan Putu Parwata: Ada Beberapa Hal yang Harus Disikapi Secara Strategis Melalui Kebijakan Pemerintah

Loading

BALIILU Tayang

:

rpaat paripurna dprd badung
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyerahkan pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap tiga raperda kepada Bupati Badung Giri Prasta pada Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua di ruang Gosana Utama Lantai III Kantor DPRD Badung, Jumat, 12 Juli 2024. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, pada Jumat, 12 Juli 2024 menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua di ruang Gosana Utama Lantai III Kantor DPRD Badung.

Rapat Paripurna mengagendakan Pandangan Umum Faksi-Fraksi DPRD Badung yakni Fraksi Badung Gede, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Golkar terhadap: 1. Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025; 2. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2023; dan 3. Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2025 -2045.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I, I Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II, I Made Sunarta. Hadir dari pihak eksekutif Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah Badung, Staf Ahli DPRD Badung.

Selepas sidang, Putu Parwata kepada awak media mengatakan ada beberapa hal yang sangat menarik yang memang harus disikapi secara strategis melalui kebijakan pemerintah. Dari pemandangan fraksi-fraksi yang pertama adalah penyampaian dari Badung Gede, dimana mereka tetap berkonsentrasi terhadap infrastruktur, jalan, gorong-gorong dan alur-alur jalan yang memang membuat krodit agar segera diselesaikan, demikian juga masalah persampahan dan air.

Kemudian, bagaimana Badung ini terus berinovasi dengan karakternya yaitu adat, budaya, tradisi yang sudah ada, dimana pariwisata merupakan sektor utamanya dapat dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Badung.

rpaat paripurna dprd badungKetua DPRD Badung Putu Parwata saat memberikan keterangan pers. (Foto: gs)

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama, Sekretariat DPRD Badung dan Media Kunjungi DPRD Balikpapan 

Parwata lanjut mengatakan, selaras juga yang disampaikan oleh Fraksi Golkar. Ada beberapa yang sangat menarik yang tentunya sama disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan. Pertama adalah implementasi dari kebijakan strategis, kedua, arah kebijakan dari penguatan transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Ini yang dirancang, yang disampaikan oleh Golkar dan PDI Perjuangan.

‘’Maka ini harus menjadikan satu hal yang prinsip, yang wajib dituangkan dalam RPJP 2025-2045. Dan ini merupakan dorongan yang disampaikan oleh PDI Perjuangan, satu adalah bagaimana wajah kota ini bagus, yang kedua kota itu bisa bagus, Kota Mangupura, infrastrukturnya bagus, kebutuhan airnya bagus dan kebijakan digitalisasi teknologi harus dikembangkan secara maksimal,’’ ujarnya.

Dari poin-poin pandangan fraksi itu, Parwata menegaskan, maka ini harus dirangkai kembali oleh Bappeda, Sekda dan beberapa stakeholder lainnya untuk dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2025-2045, yang berkelanjutan sampai 2045.

Hal ini penting dimana Badung harus memiliki inovasi daerah yang bisa meningkatkan ekonominya secara sustainable. Dia boleh berfokus kepada pembenahan pariwisata, tetapi di satu sektor dia harus melakukan pembenahan di bidang ekonomi yang berkelanjutan. Bagaimana Badung yang diamanatkan oleh Kementerian Keuangan bahwa aset-aset yang dimiliki Badung bisa digunakan untuk peningkatan ekonomi yang berkeadilan, sehingga di luar sektor pariwisata juga ada sektor ekonomi lanjutannya yang merupakan galian dari inovasi-inovasi yang dilakukan pemerintah bersama-sama dengan DPR.

’’Karena itu kami tegaskan bahwa ke depan Badung ini harus dirancang dengan baik. Karena apa? Kebahagiaan masyarakat Badung itu menjadi tanggung jawab pemerintah bersama. Nah inilah, kebahagiaan ini yang merupakan indikator utama yang wajib kita lakukan bersama-sama antara pemerintah dan DPRD Kabupaten Badung,‘‘ pungkasnya.

Baca Juga  Capaian Pendapatan Daerah Meningkat, Putu Parwata Apresiasi Kinerja Eksekutif dan TAPD Badung

Sementara Bupati Giri Prasta mengatakan pihaknya melanjutkan tugas konstitusi bertalian dengan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Badung, baik itu Fraksi Badung Gede, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PDI Perjuangan. ‘‘Jadi sederhananya bagaimana kita menyelaraskan persoalan kebutuhan masyarakat sesuai dengan priority dan audiensi. Semua priority, tetapi ada yang lebih urgensi. Saya kira itu pedoman yang harus dilakukan,’’ ujarnya.

Giri Prasta menjabarkan pertama, bertalian dengan 20% minimal anggaran untuk pendidikan. Yang kedua 10% minimal anggaran untuk kesehatan, ketiga, 30% maksimal itu adalah belanja untuk pegawai, 40% adalah untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat secara umum. ’’Saya kira itu sudah. Tadi juga disampaikan oleh teman-teman di fraksi, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan sebuah penjelasan, saya kira momentum ini yang berdasar nanti akan ada rapat internal baik itu Banggar dengan TPAD, begitu juga nanti ada penyampaian jawaban di hari Senin nanti. Saya kira tugas konstitusi yang konstruktif ini taat pada regulasi, kebijakan politik anggaran untuk masyarakat. Saya kira top kita bersama mengantarkan masyarakat Badung tentunya menjadi masyarakat yang bahagia dan sejahtera,’’ ucapnya menegaskan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

HLM TP2DD dan TPID, Pemkot Denpasar Pacu Transaksi Digital dan Stabilitas Harga

Published

on

By

pemkot denpasar
HLM TP2DD: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri HLM TP2DD serta TPID Kota Denpasar yang digelar di Aston Denpasar Hotel and Convention Center, Rabu (24/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat upaya peningkatan penerimaan daerah dan menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui percepatan digitalisasi pajak daerah dan pengendalian inflasi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang digelar di Aston Denpasar Hotel and Convention Center, Rabu (24/6).

Kegiatan ini dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Kepala Bulog Propinsi Bali Simon Melki Sedek, Direktur Teknologi Informasi BPD Bali IB Gede Setia Yasa, perwakilan Kadin Bali, Ketua IPPAT Denpasar serta sejumlah pemangku kepentingan, baik dari instansi vertikal dan perangkat daerah.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi daerah merupakan instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, digitalisasi penemerimaan daerah tidak semata-mata berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi harus mampu menghadirkan kemudahan, kecepatan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Upaya tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar yang terus menunjukkan tren positif di tengah tantangan ekonomi global,” ujar Jaya Negara.

Lebih jauh Jaya Negara juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Bapenda Kota Denpasar telah mampu meningkatkan pendapatan daerah terutama dari sektor pajak daerah.

“Apalagi di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah akibat penurunan dana transfer ke daerah, inovasi yang telah diluncurkan Bapenda Denpasar mampu menggenjot pendapatan daerah,” katanya

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan mengapresiasi sinergi yang selama ini dibangun Pemerintah Kota Denpasar dalam pengendalian inflasi. Ronald menjelaskan bahwa Denpasar memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan Indeks Harga Konsumen (IHK) Bali, sehingga keberhasilan menjaga stabilitas harga di Kota Denpasar turut berpengaruh terhadap capaian inflasi Provinsi Bali secara keseluruhan. Meski demikian, Ronald mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap berbagai faktor yang berpotensi memicu kenaikan harga, khususnya pada sektor pangan.

Baca Juga  Hadiri Peresmian InaTEWS Bali, Wagub Giri Prasta Minta Informasi Kebencanaan Tersampaikan dengan Cepat

Sementara Ketua Harian TP2DD dan TPID Kota Denpasar yang juga Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, didampingi Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adi Merta, melaporkan bahwa TPID Kota Denpasar terus mengoptimalkan strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari operasi pasar, bazar pangan, pemantauan stok komoditas strategis hingga penguatan kerja sama antar daerah.

Di sisi lain, implementasi pembayaran digital untuk seluruh jenis pajak daerah telah mencapai 95 persen, menunjukkan semakin kuatnya budaya transaksi non-tunai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Capaian tersebut didukung oleh berbagai inovasi digital yang terus dikembangkan, di antaranya Reditia, Melodi Sanur, Paon Gatsu, KLADI 5B, Pagi Bersinar BPHTB, SIPARKIR, dan SIPERDI.

“Melalui kolaborasi dan inovasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Denpasar optimistis mampu menjaga stabilitas harga, mempercepat transformasi digital, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga meluncurkan dua inovasi baru, yakni Kedai Pasar (Kawasan Ekonomi Digital Terintegrasi sebagai klaster digital di kawasan Panjer, Sesetan dan Sidekarya serta inovasi SMALDING (Smart Building Dharma Negara Alaya) sebagai model tata kelola aset pemerintah yang modern, efisien, dan berbasis data. Kehadiran inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas ekosistem transaksi digital sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan pemerintahan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen perangkat daerah dalam mendukung digitalisasi keuangan, Pemkot Denpasar juga menyerahkan penghargaan kepada instansi dengan penggunaan transaksi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) terbanyak, yakni Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. Penghargaan serupa diberikan kepada UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan, UPTD Puskesmas III Denpasar Selatan, dan UPTD Puskesmas I Denpasar Timur sebagai puskesmas dengan capaian transaksi keuangan digital tertinggi. (eka/bi)

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Pimpin Rapat Paripurna HUT Ke-15 Kota Mangupura

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Musim Layang-layang Tiba, PLN Intensifkan Edukasi Demi Jaga Keandalan Listrik Bali

Published

on

By

pln bali
TALKSHOW: PLN bersama unsur distribusi dan transmisi di Bali saat menggelar talkshow bertajuk "Bijak Bermain Layang-layang untuk Keselamatan Ketenagalistrikan" di Radio RPKD FM, Rabu (24/6/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – PLN mengintensifkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat selama musim layang-layang guna menjaga keandalan pasokan listrik di Bali. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya gangguan jaringan listrik akibat layang-layang yang tersangkut pada jaringan distribusi maupun transmisi.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PLN mencatat 33 kejadian gangguan jaringan listrik yang disebabkan oleh layang-layang di Bali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kejadian terjadi pada periode Mei hingga Juni, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat bermain layang-layang selama musim angin dan masa libur sekolah.

Sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, PLN bersama unsur distribusi dan transmisi di Bali menggelar talkshow bertajuk “Bijak Bermain Layang-layang untuk Keselamatan Ketenagalistrikan” di Radio RPKD FM, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bermain layang-layang di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan listrik.

Dalam talkshow tersebut, Team Leader K3L PLN UP2D Bali, Ari Hidayanto, menjelaskan bahwa musim layang-layang yang berlangsung pada periode April hingga September berpotensi meningkatkan risiko gangguan kelistrikan apabila aktivitas tersebut dilakukan di dekat jaringan listrik. Layang-layang yang tersangkut pada jaringan distribusi maupun transmisi dapat menyebabkan terputusnya pasokan listrik dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Edukasi juga disampaikan oleh Team Leader K3L dan Keamanan PLN ULP Sanur Made Aris Prasetya, Team Leader K3 dan Keamanan PLN UPT Bali AA Sutrisna Dwi Putra, serta Gusti Ngurah Puja Mantrawan. Dalam kesempatan tersebut, PLN mengingatkan masyarakat untuk menerbangkan layang-layang jauh dari jaringan listrik, tidak menggunakan benang atau material yang bersifat konduktif, tidak menginapkan layang-layang, serta segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik.

Baca Juga  Wagub Giri Doakan “Karya Padudusan Alit” di Banjar Adat Kenanga Labda Karya dan Berdana Punia Rp 50 Juta

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan bahwa keandalan pasokan listrik memerlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat.

“Gangguan akibat layang-layang masih menjadi salah satu penyebab terputusnya pasokan listrik di Bali. Dari 33 kejadian yang kami catat sepanjang semester pertama tahun ini, sebagian besar terjadi dalam dua bulan terakhir. Karena itu kami mengajak masyarakat memilih lokasi bermain yang aman dan tidak berada di sekitar jaringan listrik agar tradisi bermain layang-layang tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan pasokan listrik,” ujar Petrus.

Penyiar Radio RPKD FM, Bambang Hariyadi, mengapresiasi upaya PLN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media radio.

“Melalui talkshow ini masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik,” ujar Bambang.

Selain melakukan sosialisasi, PLN juga secara rutin melaksanakan patroli dan inspeksi jaringan listrik, khususnya pada wilayah yang berpotensi mengalami gangguan akibat layang-layang. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

PLN mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil sendiri layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik karena berisiko menimbulkan kecelakaan. Masyarakat dapat segera melaporkan kejadian tersebut melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, kantor PLN terdekat, maupun kanal media sosial resmi PLN agar dapat ditangani petugas secara aman dan cepat.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan tradisi bermain layang-layang yang menjadi bagian dari budaya Bali dapat terus berlangsung secara aman tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan pasokan listrik. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Koordinasi ke BRIN, Pemkab Tabanan Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Published

on

By

pengelolaan sampah tabanan
KONSULTASI: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, saat melakukan koordinasi dan konsultasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait inovasi pengelolaan sampah di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Selasa (23/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Sesuai arahan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, melakukan koordinasi dan konsultasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait inovasi pengelolaan sampah di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Selasa (23/6). Kegiatan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat pengelolaan sampah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran BRIN, mulai dari Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah hingga Tim Manajemen Riset dan Inovasi Regional Jawa Timur dan Bali, dibahas kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Tabanan, penerapan inovasi dan teknologi pengelolaan sampah, serta peluang kerja sama antara Pemkab Tabanan dan BRIN.

Didampingi Kasubag Umum dan Keuangan Brida Tabanan, Wabup Dirga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penanganan sampah sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular berbasis inovasi. Menurutnya, persoalan sampah memerlukan penanganan yang tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi juga didukung riset dan teknologi yang sesuai dengan karakteristik daerah.

“Kehadiran kami merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat pengelolaan sampah yang lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memperoleh masukan serta menjajaki peluang kerja sama dengan BRIN dalam pengembangan berbagai inovasi pengelolaan sampah,” ujar Dirga.

Ia juga berharap sinergi antara Pemkab Tabanan dan BRIN dapat menghasilkan langkah konkret, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, pengolahan berbasis teknologi, hingga pengembangan ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, memaparkan berbagai dukungan yang dapat diberikan BRIN kepada pemerintah daerah melalui riset, kajian, inovasi, dan teknologi sesuai kebutuhan daerah, sekaligus memperkuat peran Brida dalam mendorong inovasi daerah. Ia juga menjelaskan pengelolaan sampah dapat dilakukan pada tingkat rumah tangga, kawasan, hingga kabupaten/kota.

Baca Juga  Penjelasan Bupati pada Rapat Paripurna DPRD Badung

Pada skala Kabupaten/Kota, dikatakannya salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah incinerator yang mampu mengolah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik, dengan penerapan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca