Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Nilai Gugatan Investor Lift Kaca ke PTUN Lemah

BALIILU Tayang

:

lift kaca
BERI KETERANGAN: Ketua Pansus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, I Made Supartha, saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Pansus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya tidak khawatir atas langkah investor proyek Lift Kaca Kelingking Beach di Nusa Penida yang menggugat Gubernur Bali ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar.

Investor yang dimaksud adalah PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group, pengelola proyek Lift Kaca di kawasan Kelingking Beach, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Menurut Supartha, sejak awal pendalaman oleh Pansus bersama eksekutif, kemungkinan gugatan hukum sudah diprediksi. “Kami sudah hitung dari awal, bahkan kemungkinan terburuknya. Jadi bukan hal yang menimbulkan kekhawatiran,” tegasnya saat diwawancara, Kamis (26/2) sore.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali ini menjelaskan, dalam perspektif hukum, setiap gugatan akan dinilai berdasarkan fakta dan regulasi yang berlaku. Pansus meyakini fakta-fakta menunjukkan kewenangan pengaturan tata ruang, wilayah tebing, sempadan pantai, hingga laut berada pada Pemerintah Provinsi Bali.

“Pelanggaran yang terjadi menyangkut tata ruang, izin, dan aset. Wilayah tebing itu kewenangan provinsi. Wilayah laut 0–12 mil juga kewenangan provinsi sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Tata ruang diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2007. Pesisir dan pulau-pulau kecil diatur dalam UU Nomor 27 Tahun 2007. Itu jelas,” paparnya.

Ia menyoroti tidak adanya rekomendasi maupun izin tata ruang dari Pemprov Bali terkait proyek tersebut. “Kalau izin hanya dari kabupaten, sementara kewenangan ada di provinsi, itu lemah secara hukum. Pembuktiannya nanti jelas, bukti surat dan siapa yang mengeluarkan izin,” ujarnya.

Supartha juga mempertanyakan lokasi pembangunan lift kaca yang disebut berada di tebing dan sempadan pantai. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan aset negara yang berada dalam kewenangan provinsi. “Di mana injakan lift kaca itu? Di tebing, di sempadan pantai. Itu aset negara. Tidak ada izin penggunaan aset dari provinsi,” katanya.

Baca Juga  Diduga Langgar PBG dan Tata Ruang, DPRD Badung dan Pansus TRAP DPRD Bali Segel Proyek Hotel di Cemagi

Pihaknya mengingatkan bahwa langkah hukum adalah hak setiap pihak. “Hak menggugat itu dijamin hukum. Pengadilan tidak boleh menolak perkara. Tapi hakim akan menilai fakta dan regulasi yang ada. Semua orang sama di depan hukum, equity before the law,” tegasnya.

Lebih lanjut, Supartha menyinggung adanya proses penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Klungkung terkait dugaan pelanggaran izin. Ia menilai, apabila terdapat perkara pidana dan perdata pada objek yang sama, maka proses pidana seharusnya didahulukan.

“Kalau ada pidana dan perdata di objek yang sama, pidananya diselesaikan dulu. Itu aturan umum. Jadi sekarang kita tunggu proses penyelidikannya sampai di mana,” katanya.

Ia memastikan Pemprov Bali telah memiliki tim hukum dan melakukan kajian mendalam sebelum mengambil langkah penghentian kegiatan. Pansus, kata dia, yakin tindakan pemerintah sudah sesuai aturan. “Kami tidak salah. Pemerintah Provinsi Bali tidak salah. Gubernur tidak salah. Ini penegakan undang-undang untuk kepentingan Bali dan rakyat Bali,” ujarnya.

Supartha bahkan menyebut peluang gugatan tersebut untuk dikabulkan sangat tipis. “Posisinya lemah. Fakta-faktanya lemah. Tapi silakan saja, kami hadapi,” tandasnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga ruang, aset, dan tata kelola perizinan Bali agar tetap selaras dengan kearifan lokal dan peraturan daerah, termasuk Perda RTRW Bali 2023. “Siapa lagi yang jaga ruang Bali kalau bukan kita? Jangan sampai kegiatan yang tidak sesuai karakter dan arsitektur Bali dibiarkan. Kita tenang saja. Posisi kita kuat,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Jaga Stabilisasi Pasokan dan Harga, DKPKP Gianyar Gelar GPM

Published

on

By

Pangan Murah gianyar
GPM: Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Jumat (13/3). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Jumat (13/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Gerakan tersebut melibatkan Bulog, Agen LPG , dan pelaku UMKM  lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan bahwa gerakan pangan murah  dilaksanakan guna menstabilkan harga pangan pokok di masyarakat menjelang hari raya, serta memastikan ketersediaan pangan.

“Melalui GPM ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,  sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Gerakan ini juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah,” terangnya.

Berbagai bahan pokok tersedia dalam kegiatan ini meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, gas LPG 3Kg, buah-buahan, serta berbagai produk UMKM. Dimana harga yang ditawarkan tentunya  di bawah harga  pasar, namun tidak pula merugikan peternak dan UMKM masyarakat sehingga mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Selain memastikan harga yang terjangkau, kegiatan ini juga mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung, sehingga distribusi pangan menjadi lebih efektif. “Harga murah terjadi karena bertemunya produsen dengan konsumen sehingga marginnya kecil, karena tidak lewat perantara atau pengepul,” jelasnya.

Ketersediaan beras dan berbagai bahan pokok lainnya, yang terjual dengan cepat menunjukkan tingginya minat masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini berfungsi untuk menjaga inflasi di daerah agar tetap rendah dan stabil. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, pemerintah dapat memantau, serta memastikan pasokan dan harga di pasar tetap seimbang.

Baca Juga  Pansus TRAP DPRD Bali Berikan Tindakan Tegas Pelanggar Tata Ruang, Hingga Pencabutan Izin

“Dengan diadakannya Gerakan Pangan Murah, Pemkab Gianyar berharap kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah ini bisa terjaga, sambil juga memperkuat ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan,” tutup Sri Widiawati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Buleleng Gelar Gotong-royong Bersih Pantai dan Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Banjar

Published

on

By

banjir di buleleng
BERSIH PANTAI: Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan gotong-royong pembersihan pantai pasca-bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Banjar pada Jumat (13/3). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan gotong-royong pembersihan pantai pasca-bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Banjar. Kegiatan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng, BUMD, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat setempat pada Jumat (13/3).

Apel pagi sebagai tanda dimulainya kegiatan dipusatkan di Pantai Banjar. Selanjutnya, kegiatan gotong-royong dilaksanakan serentak di delapan titik pantai yang berada di wilayah Kecamatan Banjar. Aksi bersih pantai ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus upaya percepatan pemulihan kawasan pesisir yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Selain kegiatan bersih-bersih pantai, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram per keluarga diberikan kepada 437 Kepala Keluarga (KK). Beras tersebut berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang dikelola oleh Dinas Pertanian, dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Buleleng.

Tidak hanya itu, bantuan lainnya juga turut disalurkan berupa kompor gas lengkap dengan regulator, paket sembako, serta family kit yang merupakan kontribusi dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, S.POG menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Jadi kita dari APBD Kabupaten Buleleng memberikan bantuan 20 kilogram beras selain biaya-biaya operasional lainnya. Ada juga bantuan kompor gas beserta regulatornya hingga paket sembako. Diharapkan ini dapat membantu menjawab penanggulangan dampak dari bencana yang terjadi kemarin,” ujarnya.

Salah satu warga penerima bantuan, Ketut Masning, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Diduga Picu Banjir Hebat, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Beberapa Proyek Bali Handara Golf Disegel

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Kami merasa benar-benar diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Bantuan ini sangat membantu kami yang terdampak banjir. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli dengan masyarakat,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Putu Areni. Ia berharap ke depan upaya penanggulangan bencana dapat semakin ditingkatkan, sekaligus menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng atas bantuan yang sudah diberikan kepada kami. Harapan kami ke depan, penanggulangan bencana bisa semakin cepat dan sigap sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Melalui kegiatan gotong-royong serta penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap proses pemulihan pasca bencana di Kecamatan Banjar dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Musker PMI, Gaungkan Jiwa Sukarela dan Ketulusan Hati

Published

on

By

bupati sanjaya
MUSKER PMI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis (12/3), sekaligus menyaksikan pelantikan 115 pengurus PMI dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat kemanusiaan kembali ditegaskan dalam Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan dengan Penggalangan Donasi Kemanusiaan Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut menghadiri kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis (12/3), sekaligus menyaksikan pelantikan 115 pengurus PMI dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

Ratusan relawan tersebut dilantik secara langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan. Turut hadir, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, Wakil Ketua PMI Provinsi Bali dan pengurus PMI Kabupaten Tabanan. Diharapkan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk terus menumbuhkan jiwa kerelawanan dan pengabdian kepada sesama.

“Saya yakin saudara-saudara yang baru dilantik ini memiliki jiwa sukarela yang tulus dari sisi kemanusiaan,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu. Ia juga mengulas kembali sejarah berdirinya PMI yang resmi dibentuk pada 17 September 1945, tidak lama setelah kemerdekaan RI. Pembentukan PMI kala itu merupakan amanat Presiden Soekarno kepada Menteri Kesehatan dr. Boentaran dan dipimpin oleh Wapres Mohammad Hatta, sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak membantu korban perang kemerdekaan.

“Teman-teman PMI selalu sigap turun ke lapangan bersama TNI, Kepolisian, dan tokoh masyarakat ketika terjadi bencana. Kehadiran mereka secara sukarela di tengah masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang patut kita apresiasi,” imbuh Sanjaya. Seraya mengingatkan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah, terutama dalam bidang pelayanan sosial, kesehatan, serta penanggulangan bencana yang ditegaskannya harus dilaksanakan dengan penuh ketulusan. (gs/bi)

Baca Juga  Diduga Picu Banjir Hebat, Pansus TRAP DPRD Bali Rekomendasikan Beberapa Proyek Bali Handara Golf Disegel

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca