Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Pasemetonan Arya Tegeh Kori Bulat Dukung Kemenangan AMERTA

BALIILU Tayang

:

Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra dan Mede Bagus Kertha Negara mengunjungi Sekaa Santi Giri Suara di Jalan Gatot Subroto Barat, Rabu (18/11)

Denpasar, baliilu.com – Paslon AMERTA kembali mengadakan simakrama untuk mensosialisasikan visi dan misinya. Kali ini Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra dan Mede Bagus Kertha Negara mengunjungi kediaman Pasemetonan Tegeh Kori Wayan Susila di Banjar Abian Kapas Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur.

Sambutan sangat ramah ditunjukkan semeton Tegeh Kori saat menerima Paslon AMERTA, Rabu petang (18/11-2020). I Wayan Tantra satu dari anggota keluarga yang didampingi I Ketut Arta selaku tim pemenangan AMERTA menyampaikan harapannya jika nanti AMERTA dipercaya untuk memimpin Kota Denpasar hendaknya menjadi pemimpin yang jujur dan adil. Karena di pundak mereka berdua selain digantungkan harapan masyarakat Kota Denpasar pada umumnya juga harus menjaga nama baik desa kelahiran mereka masing-masing. Jika mereka menjadi pemimpin yang baik maka akan memberi imbas yang positif untuk desa kelahirannya.

Menyambut harapan yang disampaikan oleh Pasemetonan Arya Tegeh Kori tersebut, Gede Ngurah Ambara Putra memaparkan visi dan misi dan program-programnya yang menyentuh langsung serta berpihak kepada masyarakat, yang akan membangun menjadi Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing. Aspek-aspek yang akan menjadi perhatian Paslon AMERTA ini adalah lapangan kerja, fasilitas umum, kesehatan, dan pendididkan.
Di masa pandemi ini membuka lapangan kerja sangat diharapkan, karena untuk mencapai masyarakat yang sejahtera tentu saja sangat tergantung dengan pertumbuhan ekonominya.

“Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini investasi jangka panjang dan menengah seharusnya tetap dibangun atau diserap sehingga bisa membuka lapangan kerja, dengan harapan setelah ditemukannya vaksin dan kita bebas dari pandemi, lapangan kerja terbuka sehingga bisa menyerap tenaga kerja,” terang Ambara. Investasi seharusnya tidak hanya melibatkan pemerintahan saja tetapi juga melibatkan stakeholder atau pihak swasta.

Baca Juga  Kelurahan Dangri dan Desa Dangri Kauh Bersinergi Gelar Tertib Prokes, Nihil Pelanggaran


Ambara juga menambahkan, “Jika Amerta di percaya untuk menjadi pemimpin Kota Denpasar maka hal tersebut di atas akan menjadi prioritasnya, sehingga kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar bisa terwujud.”

Selanjutnya kebulatan tekad untuk memenangkan Paslon AMERTA juga ditunjukkan oleh Sekaa Santi Giri Suara yang dikunjungi Paslon di Jalan Gatot Subroto Barat. Di sini Paslon disambut dengan tarian yang diiringi dengan gambelan geguntangan oleh sekaa santi yang beranggotakan sekitar 28 orang tersebut.

Antusiasme sangat jelas terlihat di wajah-wajah mereka saat Ambara selaku Calon Walikota Denpasar memaparkan visi, misi dan program kerja AMERTA. Beberapa kali mereka terlihat mencakupkan tangan serta mengacungkan jempol dengan mata berbinar. Sriarta sebagai koordinator Pesantian Giri Suara menaruh harapan besar dan yakin jika AMERTA terpilih maka Kota Denpasar akan menjadi kota yang luar biasa.

Sementara itu Putra Suarjana yang merupakan tim pemenangan AMERTA menambahkan, “Saya punya keyakinan dan masyarakat Kota Denpasar juga berkeinginan agar Denpasar tumbuh dan berkembang sesuai visi misi yang dicanangkan AMERTA. Apa yang dicanangkan oleh AMERTA untuk menjadikan Denpasar sebagai kota yang Berseri, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing itu mencerminkan bahwa Paslon sangat memahami permasalahan -permasalahan yang ada di Kota Denpasar ini.”
Karena itulah, lanjut Suarjana, tidak terlalu berlebihan jika kita menjatuhkan pilihan pada Paslon AMERTA. Karena di samping memahami birokrasi dan manajemen pemerintahan itu sendiri AMERTA juga memiliki tekad yang kuat dan semangat yang luar biasa dalam memajukan Kota Denpasar ini.

“Denpasar merupakan barometernya Bali artinya kalau Denpasar tidak dipelihahara dan dimanage oleh orang yang memahami persoalan Kota Denpasar itu sendiri saya kira tidak akan mampu untuk mewujudkan Denpasar Smart City. Karena itulah mari jangan ragu-ragu untuk menentukan pilihan untuk mencoblos Paslon Nomor 2 tanggal 9 Desember nanti,” pungkas Putra Suarjana. (*/eka)

Baca Juga  Waspadai Kegiatan Libur Panjang dan Cuti Bersama, Pemprov Bali Keluarkan SE Nomor 4253 Tahun 2020

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta Buka Musancab Se-Badung

Published

on

By

dpc badung
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.

Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.

Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Lantik Pengurus DPP HIPI, Cok Ace Ajak HIPI Bersinergi Bangkitkan Perekonomian Bali
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Pertemuan Koster dan De Gadjah Penuh Kekeluargaan

Ajak Krama Bali Bersatu Dukung Pembangunan Pro Rakyat

Loading

Published

on

By

koster de gadjah
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.

Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.

“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.

Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.

“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.

De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.

Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.

De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.

Baca Juga  671 Hotel dan 200 Restoran Calon Penerima Dana Hibah Pariwisata di Badung Siap Diajukan ke Pusat

Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Komisi II Bersama Mitra Segera Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2024

Published

on

By

jadwal pelantikan kepala daerah
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.

“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.

Baca Juga  Gubernur Koster Usulkan Kebijakan Spasial Darurat kepada Presiden dalam Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Bali

Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.

“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca