Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pelayanan Pos Kesehatan 24 Jam di Kawasan Besakih Bantu “Pemedek” Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

BALIILU Tayang

:

pos kesehatan besakih
PELAYANAN: Pelayanan kesehatan yang tersedia selama 24 jam saat Karya Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Keberadaan pos kesehatan di kawasan suci Besakih terus memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, khususnya para pemedek yang mengikuti rangkaian upacara karya. Pelayanan kesehatan yang tersedia selama 24 jam ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan umat.

Pos kesehatan di Besakih sejatinya telah lama hadir dalam setiap pelaksanaan karya. Namun, dalam tiga tahun terakhir, pengelolaannya berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Bali dengan melibatkan seluruh UPTD puskesmas se-Bali. Kolaborasi ini memperkuat kualitas serta cakupan layanan kesehatan yang diberikan di lokasi.

“Pelayanan di pos kesehatan berlangsung tanpa henti selama 24 jam dengan sistem operan antarpetugas untuk memastikan layanan tetap optimal. Hal ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari,” ungkap Ni Putu Eny Trisnawati, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di pos kesehatan tersebut, Rabu (15/4).

Adapun layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, penanganan keluhan ringan seperti pusing, mual, dan muntah, serta penanganan cedera ringan akibat aktivitas di lapangan, seperti terkilir atau jatuh. Selain itu, pos kesehatan juga melayani sulinggih, pemangku, panitia, dan seluruh pemedek yang membutuhkan bantuan medis. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas juga melakukan rujukan ke rumah sakit.

Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan pos kesehatan ini sangat positif. Mengingat banyak pemedek datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan sejak dini hari, kehadiran layanan kesehatan di lokasi sangat membantu dalam menangani keluhan yang muncul selama kegiatan berlangsung.

“Di kawasan Besakih terdapat tiga titik pos kesehatan yang tersebar secara strategis, yakni di Perantenan Suci (dekat Penataran), Bencingah, dan Manik Mas. Penyebaran ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di tengah padatnya aktivitas upacara,” terang Eny.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Ikuti Prosesi "Nedunang" Ida Bhatara Serangkaian IBTK di Pura Agung Besakih

Ke depan, pos kesehatan ini diharapkan dapat terus memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat yang tangkil maupun panitia yang bertugas. Mengingat jarak fasilitas kesehatan formal yang relatif jauh dari lokasi, keberadaan pos kesehatan menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan karya di Besakih. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Puncak Pekan Budaya Gianyar, Seniman Se-Kabupaten Gianyar Tampilkan Karya Terbaik

Published

on

By

Pekan Budaya Gianyar
PAWAI BUDAYA: Gemuruh gambelan berpadu dengan riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah demi langkah peserta Pawai Budaya sebagai puncak rangkaian Pekan Budaya Gianyar dalam peringatan HUT ke-255 Kota Gianyar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Gemuruh gambelan berpadu dengan riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah demi langkah peserta Pawai Budaya sebagai puncak rangkaian Pekan Budaya Gianyar dalam peringatan HUT ke-255 Kota Gianyar, Jumat (17/4). Pertunjukan yang sarat nilai seni tersebut menampilkan garapan matang, inovatif, serta kolaborasi apik dan dilanjutkan kemegahan Pawai Ogoh-ogoh dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gianyar.

Pawai Budaya dibuka secara meriah oleh Duta Kecamatan Payangan melalui garapan Buana Purnaning Jiwa yang bermakna penyempurnaan jiwa dalam pemuliaan alam. Selanjutnya, Duta Kecamatan Sukawati menampilkan garapan tematik Dukuh Pengubengan, yang terinspirasi dari cerita rakyat tentang ritual pengingat atas perang di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah.

Duta Kecamatan Tampaksiring menghadirkan garapan Sastra Winaya Tirtha, yang dimaknai sebagai tuntunan suci yang mengalir laksana air, menyucikan raga dan menuntun jiwa menuju kemuliaan.

Sementara itu, Duta Kecamatan Tegallalang menampilkan garapan bertajuk Atma Kerti Ning Tegallalang yang mengisahkan krisis spiriual dan ekologi yang melanda Desa Tegallalang, di mana kemarau panjang mengakibatkan flora dan fauna layu, serta memicu kegaduhan ditengah masyarakat.

Duta Kecamatan Ubud turut memukau dengan konsep mobile performance yang mengangkat perjalanan spiritual Rsi Markandeya. Pertunjukan tersebut memanfaatkan ruang jalan sebagai simbol tahapan transformasi jiwa.

Penampilan berlanjut dari Duta Kecamatan Blahbatuh dengan garapan Bebed Poleng yang mengisahkan perjalanan Ni Luh Ayu Sekarini mengandung putra Maha Patih Gajah Mada. Bebed Poleng, adalah pengingat yang diberikan oleh Patih Gajah Mada agar kelak putranya datang dan menemuinya ke Majapahit dengan membawa Bebed Poleng.

Penampilan Duta Kecamatan Gianyar menjadi pagelaran terakhir dengan garapan Sudhamala, yang bermakna penyucian atau pelepasan dari segala dosa, sebelum dilanjutkan dengan Pawai Ogoh-ogoh 7 kecamatan se-Kabupaten Gianyar.

Baca Juga  Hari Ke-11 IBTK 2026, Pamedek di Pura Agung Besakih Capai hingga 28 Ribu Orang per Hari

Pawai Ogoh-ogoh menampilkan ogoh-ogoh Mecaru garapan STT. Sekar Jaya Banjar Serongga Tengah sebagai juara Harapan IV. Dilanjutkan dengan ST. Abdi Pertiwi Mandala, Banjar Gelgel, Blahbatuh sebagai juara Harapan III yang bertajuk Bhuta Cuil. Juara Harapan II diraih ST. Satria Pajarakan, Banjar Triwangsa, Keliki, Tegallalang dengan ogoh-ogoh berjudul Mlempeh.

Juara Harapan I diraih oleh ST. Rama Sita, Banjar Sanding, Bitera, Tampaksiring dengan ogoh-ogoh berjudul Dadap Wong. Selanjutnya, penampilan memukau dari juara III oleh ST. Giri Manila Sari, Banjar Susut, Payangan dengan judul Bhuta Sigug. Kemeriahan berlanjut, penampilan ST. Eka Susila dengan ogoh-ogoh bertajuk Bhauma Suara yang berhasil menyabet juara II. Dan, perhelatan Pekan Budaya Gianyar ditutup oleh penampilan spektakuler dari ST. Pandawa, Banjar Tarukan, Mas Ubud, yang bertajuk Tugu Mayang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prananda Prabowo, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta dan Bupati/Walikota se-Bali yang turut membuka Pawai Budaya dengan memanah anyaman patung yang bermakna menuju Gianyar ke arah yang sejahtera, aman, dan nyaman.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan bahwa Pawai Budaya tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah tuntunan nilai, sebuah manifestasi bhakti dan rasa hormat kepada warisan leluhur yang adi luhung. Gianyar sebagai jantung seni dan budaya Bali memikul tanggung jawab historis dan kultural untuk menjaga kesinambungan tradisi, sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam bingkai kearifan lokal.

“Oleh karena itu, apa yang kita hadirkan hari ini sejatinya merupakan pengejawantahan dari ajaran luhur Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Di sinilah budaya menjadi penyangga utama jati diri bangsa, bukan sekadar simbol, tetapi menjadi roh yang menghidupkan peradaban,” jelasnya.

Baca Juga  Shuttle Bus Permudah Akses Pemedek di Pura Besakih Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

Lebih lanjut, Bupati Mahayastra mengungkapkan bahwa partisipasi 7 kecamatan se-Kabupaten Gianyar, serta parade ogoh-ogoh terbaik, adalah cerminan dari daya cipta, rasa, dan karsa masyarakat Gianyar yang tidak pernah padam. Hal tersebut merupakan bukti bahwa budaya di Gianyar hidup, tumbuh, dan diwariskan dengan penuh kesadaran dan kebanggaan.

“Momentum peringatan HUT ke-255 Kota Gianyar ini hendaknya kita jadikan sebagai refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah ke depan. Saya mengajak seluruh masyarakat Gianyar untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong-royong, meningkatkan kualitas kreativitas, serta tidak henti-hentinya menjaga kelestarian lingkungan, sebagai bagian dari tanggung jawab kita kepada generasi mendatang,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buleleng Terima Bantuan Traktor dan Perbaikan Irigasi, Dorong Produktivitas Pertanian Menuju Kemandirian Pangan

Published

on

By

Bupati Buleleng
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG saat memberikan bantuan traktor gratis dan bantuan dana rehab irigasi tersier kepada kelompok Subak yang diterima di Kantor Bupati Buleleng pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG resmi memberikan bantuan traktor gratis dan bantuan dana rehab irigasi tersier kepada kelompok Subak yang secara langsung diterima di Kantor Bupati Buleleng pada Jumat (17/04). Ia menegaskan dedikasinya untuk terus memfokuskan perhatiannya terhadap perbaikan sektor pertanian di Buleleng.

“Selain bantuan traktor dan perbaikan saluran irigasi, tahun ini kami akan merehabilitasi 40 saluran irigasi pula agar nantinya subak-subak yang memerlukan air tidak akan kekurangan lagi. Kami berharap produksi dari masing-masing subak sawah ini bisa meningkat sehingga kemandirian pangan di Kabupaten Buleleng dapat kita capai. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meringankan beban para petani.” ungkap Bupati Sutjidra.

Sejalan dengan itu, Gede Melandrat selaku Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah sebagai ujung tombak yang telah merealisasikan pemberian bantuan traktor ini kepada para petani di Kabupaten Buleleng. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat mengurangi biaya tenaga kerja dan meminimalisir kebocoran saluran irigasi.

“Kami berharap bantuan ini dapat mempermudah para petani di tengah kendala keterbatasan tenaga kerja. Nanti setiap kelompok subak diharapkan dapat mempertanggung jawabkan penggunaan bantuan yang telah diberikan,” ujarnya.

Salah satu perwakilan kelompok dari subak-subak tersebut, Made Arina menyambut baik dan bersyukur atas bantuan ini. Bantuan yang bila dirupiahkan total mencapai Rp. 1 miliar tentu akan membantu pengolahan tanah sehingga dapat meningkatkan hasil dari produksi pertanian.

“Sebelumnya sebagian dari kami sudah menggunakan traktor namun alatnya masih terbatas. Dengan adanya bantuan traktor ini, biaya pengelolaan tanah bisa ditekan dan pada akhirnya bisa untuk meningkatkan hasil dari para petani,” pungkasnya.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster Perintahkan Perbaiki Jalan dan Lampu demi Kenyamanan Pemedek saat IBTK 2026

Untuk diketahui adapun lima kelompok subak penerima bantuan traktor tersebut meliputi Subak Yeh Lembu di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan; Subak Menagung di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar; Subak Rangdu di Desa Rangdu, Kecamatan Seririt; Subak Anyar Petemon di Desa Petemon, Kecamatan Seririt; serta Subak Bengkel di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.

Selain bantuan alsintan, pemerintah juga mengalokasikan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebanyak 10 unit kegiatan. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi air irigasi ke lahan pertanian, sehingga mendukung peningkatan produktivitas petani.

Pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan melalui peningkatan saluran dari tanah menjadi konstruksi permanen seperti pasangan batu atau beton, serta rehabilitasi jaringan yang rusak agar kembali berfungsi secara optimal. Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif kelompok tani atau subak melalui pola padat karya.

Setiap unit kegiatan irigasi tersier mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta. Program ini dilaksanakan dengan memperhatikan lokasi prioritas di Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) serta luas dampak terhadap lahan pertanian.

Sepuluh subak penerima program irigasi tersebut antara lain Subak Lebah Mantung (Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng), Subak Lapang Bedauh (Desa Panji, Kecamatan Sukasada), Subak Dalem dan Subak Bongkang (Desa Bungkulan dan Menyali, Kecamatan Sawan), hingga Subak Kekeran di Kecamatan Busungbiu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Korban Jatuh ke Bendungan Ditemukan Meninggal Dunia

Published

on

By

Bendungan Banjar
PENCARIAN: Tim SAR saat mencari seorang pemuda terpeleset dan jatuh saat hendak buang air kecil di Bendungan Banjar, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (17/4/2026) pagi. (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Seorang pemuda terpeleset dan jatuh saat hendak buang air kecil di Bendungan Banjar, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (17/4/2026) pagi. Dugaan sementara menurut laporan, korban dalam pengaruh minuman keras.

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 04.00 Wita dari Polsek Mengwi, Gede Artawan. Dalam keterangan saksi mata, diketahui estimasi kejadian kurang lebih pukul 02.00 Wita. Identitas korban atas nama Sugeng (laki-laki) asal Malang.

Merespons laporan kejadian, diberangkatkan 8 orang personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera mempersiapkan peralatan untuk turun mencari korban. Pada pukul 06.00 Wita, 1 orang personel dengan menggunakan kelengkapan selam mencari di seputaran pintu air bendungan, di ketinggian air 3-4 meter. Hasil penyelaman masih nihil.

Selanjutnya dilakukan penyisiran menuju hilir dan akhirnya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. “Diperkirakan lokasi penemuan 10 sampai 15 meter dari lokasi terjatuh,” terang Gede Suastra, selaku koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Posisi ditemukannya pada kedalaman kira-kira sepaha orang dewasa dan masih menggunakan pakaian lengkap.

Lokasi penemuan berjarak ± 15 meter dari posisi korban terjatuh. Kemudian jenasahnya dibawa menuju RSUD Mangusadha Badung dengan menggunakan Ambulance PMI Kabupaten Badung.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan 8 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, 3 orang Polres Badung, 6 orang Polsek Mengwi, 2 orang Polair Polres Badung, 3 orang PMI Badung dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Ikuti Prosesi "Nedunang" Ida Bhatara Serangkaian IBTK di Pura Agung Besakih
Lanjutkan Membaca