Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Pembukaan Tahap III Pariwisata Bali Ditunda, Gubernur Koster: Perkembangan Covid-19 masih Fluktuatif

BALIILU Tayang

:

des
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Rencana pembukaan pintu gerbang pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada 11 September 2020, kelanjutan dari memasuki Tatanan Kehidupan Bali era Baru tahap pertama, 9 Juli untuk wisatawan lokal dan tahap kedua, 31 Juli untuk wisatawan domestik, ditunda atau tidak dapat dilaksanakan karena perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali yang masih mengalami fluktuatif.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan hal itu saat konferensi pers terkait diterbitkannya Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, di gedung Gajah Jayasabha, Rabu (26/8-2020).

Penundaan pembukaan pintu masuk wisatawan mancanegara tahap III pada 11 September, ungkap Gubernur Koster, karena juga masih ada masyarakat yang tidak tertib termasuk pelaku usaha pariwisata yang diberikan surat edaran untuk melaksanakan protokol kesehatan masih banyak yang tidak tertib yang membuat citra kita di Bali menjadi kurang baik terhadap masyarakat luar.

‘’Kuncinya satu, kita harus bersama-sama tertib dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga penanganan Covid-19 menjadi baik. Keberhasilan ini tidak hanya oleh komitmen dan kepemimpinan dari pemerintah, tapi juga komitmen dan tanggung jawab bersama-sama seluruh komponen masyarakat,’’ ujar Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI P Provinsi Bali.

Karena itu, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini mengajak sesuai Pergub Nomor 46 Tahun 2020 yang baru ini agar masyarakat betul-betul tertib dan disiplin termasuk para pelaku usaha pariwisata.

‘’Saya sudah melakukan rapat kemarin dengan PHRI agar anggotanya yang tidak tertib dan disiplin dicabut saja sertifikatnya. Kalau ada ditemukan pegawainya tidak memakai masker, tidak mengindahkan protokol kesehatan agar sertifikatnya dicabut diberikan sanksi kalau perlu dengan Pergub ini izinnya sementara dicabut,’’ tegas Gubernur Koster.

Baca Juga  Usulan Dana Talangan untuk Pelaku Pariwisata Bali, AWK: Inilah Saatnya Jokowi Balas Budi pada Bali

Selain permasalahan di internal sendiri yang belum tertib dalam menerapkan protokol kesehatan, juga sebagai satu kebijakan pemerintah masih memberlakukan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang pelarangan sementara orang asing berkunjung ke wilayah Negara Indonesia. ‘’Jadi peraturan ini masih berlaku sehingga otomatis tidak ada wisatawan mancanegara yang bisa datang termasuk ke Bali,’’ ujar Koster seraya mengatakan juga negara lain belum memberlakukan kebijakan untuk mengizinkan warganya berkunjung ke luar dari negaranya untuk berkunjung ke negara lain.

‘’Saya kira antar-negara sama-sama masih melakukan pengendalian pergerakan warganya ke luar negeri. Itulah sebabnya kita telah mempertimbangkan dengan matang mengenai rencana tahap ketiga 11 September yang akan datang kita tunda sampai kondisi pandemi Covid-19 baik di Bali maupun juga nasional dan internasional kondusif. Karena untuk melaksanakan juga sangat tergantung dengan kebijakan yang dilakukan oleh negara lain.

Terkait sanksi langsung dibayar di tempat yang tertuang dalam Pergub 46/2020, Gubernur menegaskan justru ini akan diterapkan untuk membangun kepercayaan masyarakat luar terhadap Bali di dalam penanganan Covid-19.

Begitu juga Pemerintah Provinsi Bali masih memberlakukan syarat rapid test bagi pelaku perjalanan ke Bali baik melalui darat, laut dan udara. Dari pembicaraan Gubernur Koster dengan Menteri Kesehatan bahwa peraturan perihal rapid test ditiadakan bagi pelaku perjalanan tidak ada atau belum keluar. Namun yang ada, kata Gubernur bahwa rapid test tidak menjadi alat diagnostic Covid-19. ‘’Tapi untuk syarat sebagai pelaku perjalanan belum dicabut, masih berlaku peraturannya dan kini masih sedang dibahas,’’ ungkapnya.

Gubernur mengatakan dalam upaya pemulihan kepariwisataan dengan membuka pintu pariwisata tahap II sekarang sedang menggeliat. Dari pengamatan beberapa minggu lalu, bahwa penerbangan rata-rata sudah 35 yang datang ke Bali dan juga keberangkatan dari Bali. Penumpangnya sebelum diberlakukan 31 Juli maksimum 1.000 per hari sekarang berada di kisaran 2.500-5.000 yang datang lewat udara belum melalui darat.

Baca Juga  Update Covid-19 (28/9) di Kota Denpasar, Kembali 2 Orang Meninggal, Pasien Sembuh Bertambah 39 Orang

‘’Kita melihat sejumlah objek wisata seperti Tanah Lot, Kuta, Ubud, Sanur, Kintamani sudah mulai ada wisatawan yang berkunjung ke lokasi. Itulah sebabnya ini betul-betul dijaga agar protokol kesehatan berjalan tertib dan baik. Kita berharap masyarakat, pelaku pariwisata dan wisatawan nusantara agar tertib dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,’’ pungkas Gubernur. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Lagi, 33 Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari Denpasar Dites Swab

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) Bali, Positif Bertambah 28 Orang, Dewa Indra: Jika Disiplin Virus akan Cepat Berlalu

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Update Covid-19 (13/6) Bali, Positif Bertambah 28 Orang, Dewa Indra: Jika Disiplin Virus akan Cepat Berlalu
Lanjutkan Membaca