Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemerintah Longgarkan Kebijakan Pemakaian Masker bagi Masyarakat

BALIILU Tayang

:

Presiden
Presiden Joko Widodo. (Foto: Setneg)

Bogor, baliilu.com – Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka. Kebijakan tersebut diambil dengan memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang saat ini makin terkendali.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa, 17 Mei 2022.

“Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, tetap harus menggunakan masker,” ujar Presiden.

Sementara itu, bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, Presiden Jokowi tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

“Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas,” imbuhnya.

Selain melonggarkan kebijakan pemakaian masker, pemerintah juga melonggarkan kebijakan tes usap PCR atau Antigen bagi pelaku perjalanan. Aturan tersebut berlaku bagi mereka yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap.

“Kedua, bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap maka sudah tidak perlu lagi melakukan tes swab PCR maupun antigen,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut MotoGP 2022

NEWS

Kodam IX/Udayana Resmi Lantik 1.407 Prajurit Tamtama Baru dalam Penutupan Dikmata Infanteri 2026

Published

on

By

kodam udayana
DIKMATA: Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 yang dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Jumat (22/5/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Semangat pengabdian dan jiwa keprajuritan mewarnai Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 yang dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Jumat (22/5/2026). Upacara berlangsung khidmat sebagai penanda resmi dilantiknya 1.407 prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Prajurit Dua yang siap mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta dan tamu undangan, serta berlangsung tertib dan penuh makna melalui rangkaian prosesi militer, mulai dari pemeriksaan pasukan, pembacaan pernyataan resmi penutupan pendidikan, penanggalan tanda siswa, pemasangan tanda pangkat, hingga pengambilan sumpah prajurit. Momentum sakral ini menjadi simbol transformasi para siswa dari warga sipil menjadi prajurit TNI AD yang telah ditempa secara fisik, mental, dan disiplin keprajuritan.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IX/Udayana selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan buah dari kegigihan, disiplin, loyalitas, dan semangat juang selama menjalani proses pembentukan prajurit. Kasad juga mengingatkan agar para mantan siswa senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Momentum pelantikan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian yang masih panjang. Pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI Angkatan Darat,” demikian amanat Kasad yang dibacakan Kasdam IX/Udayana.

Lebih lanjut, Kasad menekankan pentingnya peran prajurit muda dalam mendukung penguatan Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan multidimensional bangsa. Para tamtama remaja diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang profesional, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat, membantu pembangunan, serta memperkuat ketahanan wilayah demi mendukung stabilitas nasional.

Baca Juga  Presiden Tegaskan Pemerintah Terus Perbaiki Sistem Cegah Korupsi

Upacara penutupan pendidikan turut dihadiri Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, unsur Forkopimda Kabupaten Buleleng, serta perwakilan instansi BUMN dan BUMD.

Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para prajurit berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan capaian terbaik selama menjalani pendidikan. Penghargaan tersebut diberikan kepada Prada Muhammad Aldino sebagai peraih Nilai Tertinggi Tri Pola Dasar sekaligus Nilai Tertinggi Pengetahuan dan Keterampilan, Prada Aril Efendi sebagai peraih Nilai Tertinggi Sikap dan Perilaku, serta Prada Oswald Juventus Kaenube sebagai peraih Nilai Tertinggi Jasmani Militer.

Tidak hanya itu, para prajurit muda juga menampilkan demonstrasi keterampilan militer dengan penuh semangat dan percaya diri. Atraksi yang ditampilkan meliputi Bela Diri Militer, ketangkasan halang rintang sebagai simulasi menghadapi tantangan medan penugasan, hingga atraksi Separko yang memperlihatkan kekuatan fisik, kekompakan, disiplin, serta kesiapan mental prajurit muda TNI Angkatan Darat dalam menghadapi berbagai tugas pengabdian ke depan.

Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa keberhasilan para mantan siswa menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia TNI AD yang profesional, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara.

“Para prajurit muda ini telah melewati proses pembentukan yang tidak mudah. Mereka ditempa untuk memiliki disiplin, mentalitas tangguh, jiwa korsa, serta kesiapan menghadapi dinamika tugas ke depan. Kodam IX/Udayana berharap para lulusan Dikmata mampu menjadi prajurit yang profesional, adaptif, dicintai rakyat, dan senantiasa menjaga kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Penutupan Dikmata Infanteri Gelombang I TA 2026 ini menjadi tonggak awal lahirnya generasi prajurit TNI Angkatan Darat yang profesional, tangguh, adaptif, dan senantiasa hadir untuk rakyat dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (gs/bi)

Baca Juga  Sabtu Pagi di Yogyakarta, Presiden Jokowi Gowes “Dikawal” Jan Ethes

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TNI AD Siap Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali

Published

on

By

Pangdam Udayana
KUNKER: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Provinsi Bali, Jumat (22/5/2026), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jl. Surapati No.1, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. dalam kunjungan kerja di wilayah Provinsi Bali, Jumat (22/5/2026), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jl. Surapati No.1, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka rapat koordinasi dan peninjauan lokasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta calon lokasi PSEL terbaru di wilayah Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam kegiatan tersebut, KASAD didampingi para Pejabat Utama TNI AD dan Staf Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI. Turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, para Asisten Kasdam IX/Udayana, Walikota Denpasar, Bupati Badung, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, serta Kapendam IX/Udayana.

Kedatangan KASAD beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Bali di halaman Rumah Jabatan Gubernur Bali, sebelum selanjutnya menuju Gedung Kertha Sabha untuk mengikuti rapat dan paparan terkait penanganan sampah di Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada KASAD beserta rombongan yang telah tiba di Bali dalam keadaan aman dan lancar. Gubernur juga memaparkan berbagai persoalan sampah yang menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dan pusat kebudayaan nasional.

Menurutnya, Bali dituntut mampu menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem di tengah meningkatnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat dan sektor pariwisata.

Gubernur Bali turut menjelaskan perkembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang saat ini masih berada pada tahap pembangunan dan diperkirakan berlangsung selama 18 bulan. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2027 sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi di Bali.

Baca Juga  Tanggapi Rencana Berkantor di IKN, Presiden Jokowi: Saya Muter ke Semua Daerah

“Saya menegaskan bahwa pembangunan PSEL harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Aspirasi masyarakat sekitar harus didengar dan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek ini. Yang kami upayakan selama ini adalah menertibkan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Sementara itu, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

KASAD menjelaskan sejumlah keunggulan metode tersebut, di antaranya tidak memerlukan investasi pemerintah, proses pengolahan sampah yang relatif cepat, ditargetkan dapat beroperasi pada April 2027, tidak membutuhkan subsidi pemerintah, serta menggunakan teknologi ramah lingkungan tanpa emisi terbuka.

Selain itu, TNI AD juga siap membantu mendukung sistem pengambilan dan pengelolaan sampah di wilayah Bali guna mempercepat penanganan persoalan sampah secara terpadu.

Dalam paparannya, KASAD juga menyampaikan beberapa hal yang diperlukan untuk mendukung implementasi program tersebut, di antaranya dukungan prosedur administrasi, penyediaan lahan sekitar 5 hektare untuk kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari, jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan, serta kerja sama berkelanjutan selama 30 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Staf Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Ibu Neni, turut memaparkan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pemilahan sampah organik, plastik bernilai ekonomis, dan limbah rumah tangga harus dilakukan sejak dari sumbernya. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, buah, dan sayuran dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF).

Baca Juga  Bertemu Presiden Biden, Presiden Jokowi Ajak Kemitraan Indonesia-AS Berkontribusi untuk Perdamaian Global

Lebih lanjut disampaikan bahwa penggunaan teknologi PSEL dan pengolahan sampah menjadi BBM terbarukan dinilai mampu membantu mengurangi kondisi kedaruratan sampah di kawasan Denpasar Raya, termasuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Provinsi Bali juga telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project teknologi pirolisis bersama beberapa kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang, yang pelaksanaannya akan didukung oleh TNI AD bersama tim terpadu lintas kementerian dan lembaga.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara TNI AD, Pemerintah Daerah, dan kementerian terkait dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern, terpadu, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang bersih dan sehat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot, dan TNI AD Matangkan “Groundbreaking” PSEL Denpasar Raya

Published

on

By

PSEL Denpasar Raya
RAKOR: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri rapat koordinasi Pembangunan PSEL Denpasar Raya kawasan Benoa di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali serta ke lokasi proyek PSEL Denpasar Raya, Jumat (22/5). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Benoa terus dipercepat. Pemprov Bali bersama Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (22/5), dilakukan di sela kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Rapat kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi proyek PSEL Denpasar Raya serta calon lokasi Pembangkit Energi (PSE) BBM Terbarukan.

Percepatan proyek strategis nasional ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan hadirnya Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, dalam pertemuan tersebut.

Ditemui usai peninjauan lapangan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas dukungan dan inovasi yang digagas KSAD dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah modern di Bali.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak KSAD terhadap percepatan pembangunan PSEL Denpasar Raya. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah di Bali,” ujarnya.

Sebelumnya di dalam rapat, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan berbagai kesiapan teknis dan administratif menjelang groundbreaking yang dijadwalkan pada 8 Juli 2026 mendatang. Koordinasi intensif tersebut meliputi kesiapan lokasi, rencana penandatanganan MoU dengan Pelindo, akses infrastruktur, legalitas lahan, perizinan lingkungan, hingga teknis pelaksanaan seremoni.

Pada kesempatan yang sama, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memaparkan kesiapan TNI Angkatan Darat untuk mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap isu lingkungan hidup sekaligus mendorong kolaborasi berbasis masyarakat.

Baca Juga  Presiden Joko Widodo akan Hadiri Apel Akbar Pasukan Kokam di Stadion Manahan

“Jadi sampah yang ada akan diolah menjadi bahan bakar alternatif menjadi solar. Ini sebagai langkah inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi. Jadi pemerintah daerah menyiapkan lahan dan segala perizinannya, nanti kami dari TNI yang membantu menyiapkan fasilitasnya,” ucapnya.

Usai pembahasan di Kertha Sabha, rombongan bertolak meninjau langsung lokasi pembangunan PSEL Denpasar Raya di kawasan Benoa. Di lapangan, proses pengurugan dan pematangan lahan sudah mulai berjalan sebagai tahap awal pembangunan fisik fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Dimulainya aktivitas fisik ini menandai bahwa proyek PSEL Bali kini telah memasuki fase realisasi nyata, setelah sebelumnya melewati berbagai tahapan perencanaan panjang dan koordinasi lintas lembaga.

Sebagai informasi, PSEL Denpasar Raya dirancang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.200 ton sampah per hari, yang mengintegrasikan pengolahan sekitar 700 ton sampah dari Kota Denpasar dan 500 ton dari Kabupaten Badung.

Keberadaan PSEL ini diharapkan menjadi solusi konkret dan jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Sarbagita, sekaligus membawa Bali menuju sistem pengelolaan lingkungan yang modern, berkelanjutan, dan mandiri energi.

Turut hadir dalam rangkaian agenda tersebut Walikota dan Wakil Walikota Denpasar beserta jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Badung I Made Agus Aryawan, Kepala Dinas LHK Badung Made Rai Warastuthi, Kepala Dinas PUPR Badung I Nyoman R Karyasa, serta perwakilan dari Danantara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca