Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar akan Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi TA 2024 Bagi SDM Pariwisata

BALIILU Tayang

:

sertifikasi pekerja pariwisata denpasar
HADIRI UJI KOMPETENSI: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri pembukaan kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Tahun 2024 di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, pada Kamis (7/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata akan menggelar uji sertifikasi kompetensi bagi 200 orang pekerja pariwisata, meliputi pekerja hotel dan restoran, serta pemandu wisata pada pertengahan Maret mendatang.

Hal ini disampaikan dalam laporan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Putu Riyastiti, pada kegiatan pembukaan kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Tahun 2024 sekaligus talkshow dengan tema “SDM Pariwisata Kompeten” di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, pada Kamis (7/3).

Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Sidharta, Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis International, I Made Sudjana, Rektor Universitas Triatma Mulya, I Ketut Putra Suarthana, Rektor UNHI Denpasar, I Made Damriyasa, Asosiasi HPI Bali, HRA Bali, pimpinan dan Human Resources Hotel dan Restoran di Kota Denpasar dan para peserta Uji Kompetensi.

Selain itu, tampak hadir pula beberapa narasumber talkshow yang berasal dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan  Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Bali, serta lembaga terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kadispar Kota Denpasar, Putu Riyastiti juga menyampaikan, adapun tujuan sertifikasi kompetensi pariwisata di bidang kepariwisataan, bagi tenaga kerja bertujuan membantu tenaga profesi agar dapat meyakinkan organisasi, industri, ataupun kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa.

“Selain itu, kita harapkan melalui sertifikasi ini juga dapat membantu tenaga profesi dalam merencanakan kariernya, dan juga dari sisi pemenuhan persyaratan regulasi,” ujarnya.

Putu Riyastiti melanjutkan, uji sertifikasi kompetensi ini akan bekerja sama dengan

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi, yaitu LSP PARBI dan LSP PARINDO. Menurut jadwal tertera, uji sertifikasi kompetensi ini sendiri akan dilaksanakan pada 16 Maret 2024, di dua lokasi, yakni di Kampus IPBI dan Kampus MAPINDO.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Penguatan GNPIP BI Wilayah Bali Nusra

Sementara itu, dalam sambutan Walikota Denpasar yang dibacakan Sekda Alit Wiradana disebutkan, sertifikasi kompetensi adalah langkah penting bagi SDM pariwisata, untuk memastikan bahwa para pelaku pariwisata memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai standar internasional.

“Di tengah begitu banyaknya bermunculan destinasi wisata baru, maka kita harapkan, dengan sentuhan pelayanan yang kita berikan dan juga berbekal sertifikasi kompetensi, maka akan ada pembeda antara pariwisata Bali dan Kota Denpasar, dengan daerah lainnya,” katanya.

Alit Wiradana menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar juga mendorong perluasan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, akademisi, pihak industri, dan lembaga sertifikasi kompetensi untuk bersama meningkatkan kualitas layanan dalam industri pariwisata.

“Ini adalah indikator untuk merealisasi pariwisata berkualitas di Bali secara umum, dan Kota Denpasar khususnya,” tegas Alit Wiradana. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

GPIPS Balinusra 2026: Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Balinusra dan Jaga Inflasi Nasional

Published

on

By

Suasana kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 di Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan.
GPIPS 2026: Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) Tahun 2026 di Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali pada 27 Juli 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Tabanan, baliilu.com – Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) Tahun 2026 di Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali pada Senin, 27 Juli 2026.

GPIPS merupakan penguatan dari program pengendalian inflasi sebelumnya, yaitu Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yang dilakukan sebagai respons terhadap semakin kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan sehingga upaya pengendalian inflasi pangan perlu diperkuat secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui GPIPS, program pengendalian inflasi pangan dirumuskan selaras dengan program prioritas untuk mencapai ketahanan pangan, energi, dan finansial. Sebagai bagian dari implementasi GPIPS Nasional, penyelenggaraan GPIPS Balinusra memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui berbagai program yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Balinusra.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asisten Gubernur/Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu turut hadir perwakilan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Balinusra, kementerian/lembaga, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pangan Nasional, Perum BULOG, BMKG, ASDP, HKTI, perbankan, akademisi, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Asisten Gubernur/Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Rudy B. Hutabarat, menyampaikan lima hal penting terkait implementasi GPIPS Balinusra 2026 sebagai berikut:

1.GPIPS dilakukan melalui sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan berbagai pemangku kepentingan melalui implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, guna menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga  Perayaan HUT Ke-44 SMPN 3 Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara Kukuhkan Duta Baca Spentri

2.Pengendalian inflasi di wilayah Balinusra menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring karakteristik wilayah kepulauan, meningkatnya risiko perubahan iklim dan cuaca ekstrem, serta dinamika global yang memengaruhi produksi dan distribusi pangan.

3.Menjawab berbagai tantangan tersebut, implementasi GPIPS Balinusra difokuskan pada penguatan produktivitas pangan, modernisasi pertanian, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta peningkatan efisiensi rantai pasok pangan. Bank Indonesia mendorong replikasi sistem Subak di Bali sebagai model pengelolaan irigasi dan tata kelola produksi yang mampu menyelaraskan kebutuhan air dan pola tanam, serta mendorong sinkronisasi wilayah surplus dan defisit pangan.

4.Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada TPID di wailayah Balinusra atas komitmen, inovasi, dan kolaborasi yang telah dibangun dalam pengendalian inflasi. Berbagai success story seperti pengembangan pertanian terintegrasi dan modern, pasar murah berbasis 3T berkolaborasi dengan perumda, gerakan tanam cabai, serta inovasi stabilisasi harga di daerah menjadi contoh keberhasilan yang layak direplikasi dan telah mengantarkan Balinusra meraih berbagai capaian dalam pengendalian inflinfl

5.Ke depan, implementasi GPIPS akan terus diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi yang semakin erat untuk membangun ekosistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas harga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan secara konsisten melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID) selama ini terus mendukung terjaganya stabilitas inflasi nasional. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34% (yoy), tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan Pemerintah dan Bank Indonesia. Capaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui implementasi GPIPS secara berkelanjutan.

Baca Juga  Siapkan 2500 Lowongan Kerja, Wawali Arya Wibawa Buka Festival Pasar Kerja Kota Denpasar

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya penguatan koordinasi pusat dan daerah serta kesiapsiagaan menghadapi tantangan iklim. Bima menekankan bahwa ketahanan pangan daerah merupakan fondasi utama stabilitas inflasi nasional, sehingga langkah antisipasi terhadap dampak El Nino dan cuaca ekstrem harus dimitigasi secara cepat melalui sinergi TPID. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan menyampaikan pentingnya sinkronisasi kebijakan dan penguatan koordinasi antar-lembaga. Sinkronisasi ini diperlukan untuk memastikan efektivitas kelembagaan pangan, keterlibatan BUMN/BUMD sebagai offtaker, serta kelancaran rantai pasok antarwilayah di Balinusra.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali menekankan perlunya komitmen kuat dalam perlindungan lahan pertanian berkelanjutan serta pemberian insentif nyata untuk mendorong regenerasi petani muda agar sektor pertanian tetap memiliki daya tarik dan keberlanjutan secara jangka panjang.

GPIPS Balinusra 2026 dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Balinusra yang menghasilkan komitmen bersama bertajuk Panca Kerthi Pangan sebagai arah penguatan ketahanan pangan di wilayah Balinusra. Rapat menyepakati berbagai langkah strategis untuk memperkuat implementasi strategi 4K melalui lima fokus utama, yaitu (i) memperkuat regenerasi dan peningkatan kapasitas petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan; (ii) mempercepat implementasi pertanian modern melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), mekanisasi, dan digitalisasi pertanian; (iii) memperkuat mitigasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan; (iv) mengoptimalkan stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, dan penguatan kelembagaan pangan; serta (v) memperkuat kelancaran distribusi melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD), pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan, dan penguatan komunikasi kebijakan.

Sebagai implementasi komitmen tersebut, GPIPS Balinusra 2026 turut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian modern kepada kelompok tani, penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memperkuat penyerapan, penyediaan, dan distribusi komoditas pangan strategis, serta penguatan sinergi lintas sektor melalui kolaborasi riset pertanian, penguatan offtaker hasil panen, program urban farming, dan dukungan pembiayaan sektor pertanian. Berbagai inisiatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok pangan, serta menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-52, Korpri Denpasar Kembali Serahkan Bantuan Sasar Panti Asuhan

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat implementasi GPIPS melalui penguatan sinergi lintas sektor, perluasan Kerja Sama Antar-Daerah, peningkatan produktivitas pangan, serta penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Kolaborasi yang berkelanjutan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Balinusra. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Sinergi Pengelolaan Pangan dan Ketahanan Daerah, Bupati Badung Terima Kunjungan Pemkab Tapin

Published

on

By

Bupati Badung Adi Arnawa menerima kunjungan Wakil Bupati Tapin Hj. Juanda beserta jajaran di Ruang Tamu Bupati Badung, Puspem Badung.
TERIMA WABUP: Bupati Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan Wakil Bupati Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Juanda, beserta jajaran di Ruang Tamu Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (28/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Juanda, beserta jajaran di Ruang Tamu Bupati Badung, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (28/7). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari studi tiru dan sharing informasi terkait pengelolaan sektor pangan, pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan, serta pengembangan tata kelola bisnis dan distribusi hasil pertanian.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Tapin yang telah memilih Kabupaten Badung sebagai daerah tujuan studi tiru.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Tapin ke Kabupaten Badung. Semoga pertemuan ini menjadi sarana untuk saling berbagi pengalaman, mempererat kerja sama antardaerah, serta memberikan manfaat bagi pembangunan di masing-masing daerah,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Badung merupakan destinasi pariwisata internasional dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian Badung, namun keberlanjutannya harus diimbangi dengan penguatan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan di Kabupaten Badung.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan suatu daerah harus bertumpu pada potensi yang dimiliki masing-masing daerah.

Pada kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung, yaitu pemberian bantuan hari raya sebesar Rp 2 juta per KK bagi masyarakat Badung yang memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan. Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.

Di bidang pariwisata, Pemerintah Kabupaten Badung terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga kenyamanan wisatawan, di antaranya melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di sejumlah titik strategis guna mengurangi kemacetan lalu lintas.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Terus Galakkan Beragam Inovasi Jaga Stabilitas Inflasi Berkelanjutan

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Tapin Hj. Juanda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Badung beserta seluruh jajaran atas sambutan hangat dan penerimaan yang diberikan kepada rombongan selama melaksanakan kunjungan kerja. Ia menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Badung bertujuan untuk mempelajari berbagai kebijakan dan inovasi Pemkab Badung dalam pengelolaan sektor pangan, pembinaan BUMD pangan, sistem distribusi beras, pengelolaan penggilingan padi, hingga tata kelola bisnis yang diterapkan.

Menurutnya, sektor pertanian, khususnya komoditas beras, merupakan sektor strategis di Kabupaten Tapin sehingga diperlukan berbagai referensi dan inovasi untuk memperkuat sistem pengelolaannya.

“Kami ingin belajar, menggali pengalaman, bertukar pikiran, serta memperoleh referensi mengenai pola pengelolaan sektor pangan yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung. Semoga kunjungan ini dapat menjadi masukan untuk pengembangan kebijakan di Kabupaten kami,” ungkapnya.

Turut mendampingi Bupati Badung dalam pertemuan tersebut Asisten Administrasi Umum Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Badung Gede Sudharta, Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha serta Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Ketut Sudibia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Badung dan Ketua TP PKK Hadiri Puncak Perayaan HAN Kabupaten Badung 2026

Published

on

By

Bupati Badung Adi Arnawa bersama Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Puncak Perayaan Hari Anak Nasional Kabupaten Badung Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.
HADIRI HAN: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Puncak Perayaan Hari Anak Nasional Kabupaten Badung Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (28/7). (gs/bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Puncak Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) “Swakarya Praba” Kabupaten Badung Tahun 2026, yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (28/7).

Pada kesempatan ini, Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan penghargaan Anugerah Kumara Mangupura kepada 7 perwakilan Forum Anak Kecamatan se-Kabupaten Badung. Kegiatan ini juga diisi Pameran Forum Anak Daerah Kabupaten Badung dan Kecamatan se-Kabupaten Badung, selain itu juga terdapat pameran UMKM.

Bupati Wayan Adi Arnawa ditemui seusai acara menyampaikan sejalan dengan tema HAN tahun ini “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Pemkab Badung terus berupaya dalam melindungi anak dari perundungan, diskriminasi, eksploitasi maupun tindakan lainnya yang tidak sepantasnya untuk anak-anak. Dijelaskan lebih lanjut, Indonesia Emas 2045 dapat dicapai apabila anak-anak kita sudah siap.

“Membangun satu bangsa ini tidak cukup dengan membangun infrastruktur saja. Tapi membangun satu bangsa ini harus menyiapkan regenerasi yang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan kita. Pertama, kita harus melindungi anak, lindungi anak dari kekerasan, kerundungan, dari keterbelakangan, kita harus melindungi dengan cara memberikan ruang buat anak yang seluas-luasnya untuk masa depan anak kita. Yang kedua, sayangi anak, sayangi anak dengan cara mempersiapkan dia, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya

Bupati Adi Arnawa juga berpesan bahwa pendidikan merupakan hal yang penting untuk membangun SDM di Kabupaten Badung. Dirinya juga meminta kepada anak-anak di Kabupaten Badung untuk serius dalam mengenyam pendidikan, jangan melakukan perundungan maupun menzolimi teman-teman.

“Belajar yang baik, jangan menyesal belakangan, karena ini kesempatan untuk belajar. Berikan kesempatan, ruang untuk belajar setinggi-tingginya sehingga bisa menjadi orang yang berguna bukan hanya untuk orang tuanya tapi untuk daerah, untuk bangsa dan negara. Saya perintahkan kepada Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung I Nyoman Gunarta untuk terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkreativitas, berinovasi dan lainnya yang positif,” pungkas Adi Arnawa.

Baca Juga  Meningkat, Sebanyak 46 Orang Positif Covid-19 di Kota Denpasar

Ketua Panitia HAN tahun 2026 Yude Artini dalam laporannya menyampaikan bahwa Swakarya Praba merupakan akronim dari Suatu Wujud Kreativitas Budaya dan Prestasi Anak Badung yang mengangkat Samsara, yang bermakna bahwa kehidupan akan selalu berputar dan mengalami perubahan. Dijelaskan lebih lanjut, sebelum puncak Forum Anak Daerah Kabupaten Badung telah banyak menggelar kegiatan sosial hingga perlombaan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Ayah Bupati Badung dan Bunda Ketua TP PKK beserta seluruh jajaran yang senantiasa menghadirkan ruang bagi suara dan karya anak. Semoga Swakarya Praba tidak berhenti sebagai sebuah perayaan melainkan terus menjadi cahaya yang menuntun langkah anak-anak Badung untuk berkarya, berdaya dan bermakna,” ucapnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Perwakilan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Perwakilan BPD Bali Mangupura dan Badung, Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Nyonya I Gusti Ayu Oka Trisna Dewi, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, Forum Anak Daerah Kabupaten Badung, Siswa/siswi SD, SMP, SMA/SMK sederajat di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca