Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Kembali Gelar Pasar Murah Sambut HUT Ke-237, Kali ini Dipusatkan di Desa Ubung Kaja

BALIILU Tayang

:

pasar murah denpasar
PASAR MURAH: Sekda Alit Wiradana saat meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di Jalan Cargo Kenanga, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara pada Rabu (19/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar kembali menggelar giat pasar murah dalam rangka menyambut HUT ke-237 Kota Denpasar. Kali ini, pelaksamaan pasar murah dipusatkan di Jalan Cargo Kenanga, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara pada Rabu (19/2).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dalam kesempatan tersebut meninjau langsung harga bahan kebutuhan yang dijual dalam pelaksanaan pasar murah ini. Turut mendampingi pula Kadisperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari serta Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara.

Sekda Denpasar, Alit Wiradana usai meninjau pasar murah mengatakan tujuan dilaksanakannya pasar murah di sejumlah wilayah di Kota Denpasar ini selain untuk pengendalian inflasi daerah, juga menjaga stabilitas harga kebutuhan ditengah masyarakat dan bertepatan juga menjelang HUT ke-237 Kota Denpasar Tahun 2025.

“Semoga rangkaian pasar murah ini dapat membantu masyarakat kita dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Sementara Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari saat diwawancarai juga menjelaskan, rangkaian pasar murah menyambut HUT ke-237 Kota Denpasar dilaksanakan total sebanyak delapan kali bergiliran di seluruh kecamatan di Kota Denpasar.

“Sebelumnya pada tanggal 14 dan 15 Februari kemarin dilaksanakan di Kelurahann Dangin Puri, dilanjutkan pada tanggal 18 Februari di Desa Peguyangan Kaja dan hari ini dilaksanakan di Desa Ubung Kaja,” ujarnya.

Dikatakannya, tujuan pasar murah ini selain menyambut HUT ke-237 Kota Denpasar Tahun 2025, juga memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan mengendalikan inflasi daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Bimbingan Teknis Meningkatkan Realisasi Investasi di Kota Denpasar

Terkait harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah Pemkot Denpasar ini masih sama seperti sebelumnya seperti Beras Putri 5 Kg seharga Rp. 75.000, Beras Putri 10 Kg dengan harga Rp. 145.000, Gula Lokal dengan harga Rp. 17.500 per Kg, Minyak Raja Nabati 700 ml dengan harga Rp. 15.500. Dijual pula Gas LPG 3KG Rp. 18.000. Dijual pula buah-buahan dan bahan kebutuhan pokok lain tentunya dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran,” jelas Sri Utari.

Sementara salah satu pembeli di pasar murah, ibu Ayu mengaku sangat terbantu dengan diadakannya pasar murah oleh Pemkot Denpasar ini.

“Tentu kami masyarakat sangat antusias karena dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya yang terlihat membeli Gas LPG 3 kg. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Meranggi Festival

Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Kreativitas Seni Penjor Mini

Loading

Published

on

By

wawali arya wibawa
LOMBA PENJOR MINI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dalam kesempatan pelaksanaan Lomba Penjor Mini rangkaian Meranggi Festival yang digelar Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana, Banjar Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (9/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Meranggi Festival yang digelar Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana, Banjar Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (9/7). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Wawali Arya Wibawa meninjau karya para peserta Lomba Penjor Mini, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, sekaligus memberikan bantuan dana kepada panitia. Arya Wibawa mengapresiasi kreativitas para peserta yang mampu menghadirkan karya dengan detail artistik, konsep, tema, dan narasi yang kuat. Menurut Arya Wibawa, Meranggi Festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembelajaran untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi Bali.

“Kami sangat bangga melihat kreativitas generasi muda dalam berkarya melalui seni Penjor Mini. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan dan diberikan ruang untuk berkembang,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Ketua Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana, Kadek Yoga Febrian Ramartha, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Desa Kesiman Petilan atas dukungan yang terus diberikan terhadap kegiatan kepemudaan. Ia berharap Lomba Penjor Mini dapat menjadi agenda yang lebih luas, bahkan terintegrasi dalam rangkaian Kesiman Festival maupun festival budaya yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar sebagai wadah berkelanjutan bagi kreativitas generasi muda.

Lomba Penjor Mini tahun ini diikuti 24 peserta dari berbagai daerah di Bali, bahkan turut menarik peserta dari luar Pulau Bali. Berdasarkan penilaian dewan juri, karya-karya yang ditampilkan memiliki kualitas tinggi dengan detail yang rapi dan presisi. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, penjor mini juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai cenderamata khas Bali yang bernilai seni dan ekonomi, sehingga mampu memperkenalkan tradisi Bali kepada wisatawan dalam bentuk yang lebih praktis.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Hadiri Serangkaian ‘’Karya’’ di Banjar Abian Kapas Tengah

Pada kesempatan tersebut, Tim Dom Bungkil berhasil meraih Juara I, disusul Aik Jabrik sebagai Juara II, dan I Kadek Juana Putra sebagai Juara III. Sementara Juara Harapan I diraih I Putu Wahyu Saputra, Juara Harapan II diraih I Nyoman Juliastika, dan Juara Harapan III diraih Demen Mamenjor.

Banjar Meranggi sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pelestarian budaya dengan berbagai prestasi pada lomba penjor tingkat desa maupun Kota Denpasar. “Melalui festival ini diharapkan lahir regenerasi seniman muda yang tidak hanya mampu menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya Bali,” ujar Kadek Yoga. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Promosikan Kriya Unggulan Bali di Pameran HUT Ke-45 Dekranas di Makassar

Published

on

By

ketua dekranasda bali
HADIRI PAMERAN: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri Pameran Hari Ulang Tahun Ke-45 Dekranas sekaligus mempromosikan berbagai produk kriya unggulan Bali yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Makassar, Sulawesi Selatan, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menghadiri Pameran Hari Ulang Tahun Ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus mempromosikan berbagai produk kriya unggulan Bali. Pameran tersebut berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026.

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, pameran ini menjadi ajang strategis bagi Dekranasda dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan karya terbaik para perajin daerah, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Provinsi Bali menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya perajin lokal, yakni Taksu Design, Anom Gold and Silver, Kembang Sari Batik Painting, Werdhi Budaya, Warna Warni, Soka Wangi, Dhara Barong Bali, dan Kembang Pucuk Bordir. Berbagai produk tersebut merepresentasikan kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal Bali yang diwujudkan dalam karya berkualitas tinggi serta memiliki nilai ekonomi yang kompetitif.

Keikutsertaan Dekranasda Provinsi Bali dalam pameran ini merupakan wujud komitmen dalam mendorong kemajuan industri kerajinan daerah melalui promosi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar bagi para pelaku UMKM dan perajin Bali.

Selain sebagai wadah promosi, pameran HUT Dekranas juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mengembangkan industri kriya nasional yang inovatif, berdaya saing, serta mampu menembus pasar global tanpa meninggalkan identitas budaya Nusantara.

Melalui partisipasi dalam ajang nasional ini, Dekranasda Provinsi Bali optimistis produk kriya Bali akan semakin dikenal luas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat kerajinan dan ekonomi kreatif unggulan Indonesia. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gercep Tangani Sampah Menumpuk di TPS Lumintang

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Pemanfaatan EBT Laut di Nusa Penida, Bali Harus Mandiri Energi

Published

on

By

ebt nusa penida
PIMPIN FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar pada Kamis (9/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Bali harus mandiri energi dan tidak bergantung dengan pasokan energi dari luar Bali. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar pada Kamis (9/7).

Sebagai salah satu tujuan wisata utama di dunia, Koster menyampaikan bahwa sangat riskan jika Bali masih bergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. Terlebih konsumsi energi di Bali terus meningkat setiap tahunnya akibat pertumbuhan industri dan pariwisata.

“Bali harus mandiri energi dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan,” jelasnya.

Diketahui bahwa kebutuhan energi listrik di Bali saat ini berkisar 1300 MW hingga 1400 MW dimana 400 MW masih bergantung pada jaringan interkoneksi kabel bawah laut dari PLTU Paiton di Jawa Timur.

Berbagai upaya telah Wayan Koster lakukan untuk mendorong visi Bali Mandiri Energi dengan pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan sebagaimana diamanatkan dalam Pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Salah satunya adalah dengan akselerasi pemasangan PLTS Atap secara massal pada gedung pemerintahan, bangunan komersial serta bangunan hotel dan industri lainnya.

Kemudian ia juga mendorong Pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi krisis sampah perkotaan sekaligus menambah bauran EBT dalam memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Dewata.

Tidak hanya itu, Koster saat ini bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui kajian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) di bawah koordinasi Prof. Dwi Susanto dari Maryland University, ia tengah melirik pemanfaatan EBT Laut melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Kawasan Selat Nusa Penida.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat, RSUD Wangaya Tambah "Bed" di IGD

“Saya sudah menangkap idenya dan ini memang sangat kita perlukan. Ternyata kita memiliki potensi besar, ini harus kita manfaatkan sebagai sumber penghidupan masyarakat Bali,” jelasnya.

Prof. Dwi Susanto dari Maryland University USA, menjelaskan bahwa selat-selat di Indonesia termasuk selat-selat di wilayah Nusa Penida memiliki potensi energi arus laut yang besar yang sangat cocok untuk dikembangkan menjadi PLTAL. Lebih lanjut, potensi energi listrik yang dihasilkan dari tiga selat di sekitar Nusa Penida mencapai 376,8 MW. Lebih dari cukup untuk menjadikan Nusa Penida mandiri energi, walaupun pembangunannya akan bersifat modular menyesuaikan dengan kebutuhan.

Sementara itu, Dirjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kartika Listriana melalui sambungan zoom menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas upayanya dalam mendorong pemanfaatan EBT Laut. Ia berharap EBT Laut dapat diterapkan di Pulau Dewata untuk selanjutnya dapat implementasi di daerah lainnya di Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca