Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Percepat Pendistribusian Bag Komposter bagi Masyarakat

Genjot Penanganan Sampah Berbasis Sumber dan Sungai

Loading

BALIILU Tayang

:

RAKOR: Pelaksanaan Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengolahan Sampah Berbasis Sumber dan Sungai bersama Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Rabu (20/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Selain mengoptimalisasi pengolahan sampah di tengah dan hilir, Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak dalam mewujudkan optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber. Selain pengolahan sampah di rumah-rumah, mitigasi dan penanganan sampah di sungai juga menjadi prioritas. Hal ini dilaksanakan dengan percepatan pendistribusian Bag Komposter kepada masyarakat.

Demikian terungkap saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengolahan Sampah Berbasis Sumber dan Sungai bersama Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Rabu (20/5).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha dalam laporannya menjelaskan, saat ini progres penanganan sampah di Kota Denpasar terus dioptimalkan. Hal ini dilaksanakan dengan melaksanakan percepatan penanganan persampahan berbasis sumber.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini realisasi pembagian Bag Komposter di masyarakat telah dilaksanakan dengan cakupan mencapai 75 ribu lebih. Meski demikian, percepatan realisasi pembagian bag komposter tersebut akan terus dipercepat.

“Hari ini kita khusus mengevaluasi penanganan sampah berbasis sumber dan penanganan sampah yang ada di sungai, termasuk mengatasi tantangan pembagian bag komposter serta pembersihan sampah di sungai,” ujarnya.

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh jajaran, terutama perbekel/lurah. Hal ini lantaran seluruh jajaran hingga lapisan terbawah telah berkerja secara optimal.

Arya Wibawa menekankan bahwa saat ini fokus penanganan persampahan di hulu dioptimalkan dengan melaksanakan percepatan pembagian bag komposter. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan pengolahan sampah organik di hulu secara mandiri. Selain itu, penanganan sampah di sungai juga menjadi prioritas utama.

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sebanyak 33 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar

“Kami targetkan akhir bulan Juni pembagian bag komposter dapat mencapai target,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Dimana, pengawasan akan terus diperketat, sehingga sungai di Kota Denpasar tetap bersih.

“Kita akan perketat pengawasan untuk pembuang sampah di sungai, dan kami mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama membersihkan sungai di wilayah Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Terima Pemeriksaan Substantif DJKI Kemenkumham RI, Batu Pulaki Banyupoh Siap Miliki HKI

Published

on

By

Batu Pulaki Banyupoh
PEMERIKSAAN: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI saat melakukan pemeriksaan substantif langsung ke lapangan terkait pengajuan Indikasi Geografis (IG) untuk Batu Pulaki Banyupoh asli Desa Banyupoh, Selasa, (19/5), di Wantilan Kantor Perbekel Desa Banyupoh. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng terus mematangkan langkah perlindungan hukum bagi produk lokal unggulan. Dengan menggandeng Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja dalam pelaksanaan riset, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI melakukan pemeriksaan substantif langsung ke lapangan terkait pengajuan Indikasi Geografis (IG) untuk Batu Pulaki Banyupoh asli Desa Banyupoh, Selasa, (19/5), di Wantilan Kantor Perbekel Desa Banyupoh.

Kepala Brida Buleleng, Ketut Suwarmawan mengungkapkan bahwa proses pengajuan IG itu merupakan perjalanan panjang yang berbasis riset ilmiah. Pihaknya mengaku menggandeng Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja untuk melakukan riset Batu Pulaki Banyupoh pada tahun 2025 dan berhasil didaftarkan ahkir Desember 2025. “Prosesnya cukup lama. Kami terlebih dahulu melakukan riset yang dibantu oleh rekan-rekan dari Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan pada tahun 2025 lalu. Setelah data lengkap, kami melakukan pendaftaran di akhir Desember 2025 melalui fasilitas Kanwil Kemenkumham Bali,” ujar Suwarmawan saat ditemui di sela-sela verifikasi lapangan.

Kaban yang akrab disapa Ketsu itu menambahkan, setelah melewati masa pengumuman dan uji administrasi selama dua bulan tanpa adanya sanggahan, tahapan kini memasuki pemeriksaan substantif untuk mencocokkan dokumen dengan realita di lapangan. Pemeriksaan itu nantinya akan dilakukan pengecekan langsung kondisi riil terkait keberadaan kelompok sampai dengan letak geografis dan pemrosesan Batu Pulaki Banyupoh.

Sementara itu, perwakilan dari DJKI Kemenkumham RI, Gunawan, menyatakan bahwa verifikasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian dan spesifikasi produk yang diajukan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Batu Pulaki Banyupoh Buleleng. Pihaknya mengatakan Batu Pulaki Banyupoh memiliki potensi besar karena memiliki nilai kultur, budaya, dan religi yang sangat spesifik bagi masyarakat Bali, yang tidak ditemukan pada batuan dari daerah lain.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Kaji Penerapan Program PPAM

“Secara dokumen, semuanya sudah sesuai. Namun, ada beberapa hal teknis yang perlu dilengkapi, salah satunya terkait tingkat kekerasan batu yang berkisar antara 6 hingga 7 skala Mohs,” ujar Gunawan.

Pihaknya menyarankan agar ke depannya kelompok MPIG difasilitasi alat uji kekerasan untuk menjaga kontrol kualitas. Hal itu penting dilakukan agar setiap batu yang diproduksi harus terstandar pada skala tersebut. Jika di bawah 6, maka tidak bisa disebut sebagai Batu Pulaki Banyupoh Buleleng. Gunawan juga mengingatkan pentingnya perlindungan hukum ini agar tidak terjadi penyalahgunaan nama oleh pihak luar. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pihak luar yang menggunakan nama “Batu Pulaki Banyupoh Buleleng” tanpa hak dapat dikenai sanksi hukum.

Usai pemeriksaan IG, Ketua MPIG Batu Pulaki Banyupoh, Kadek Sudiasa mengaku bahwa kerajinan Batu Pulaki sudah eksis sejak tahun 1980-an, yang pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh tokoh lokal bernama Almarhum Putu Dana yang lebih dikenal dengan nama Pak Gobel, bahkan sempat mengikuti pameran nasional di Jakarta Convention Center (JCC). Pihaknya mengatakan meskipun potensi batu di kawasan hutan dan sungai Banyupoh sangat melimpah, untuk tahap awal ini baru ada tiga jenis batu dari dua lokasi yang didaftarkan karena dinilai paling langka dan diminati, yaitu: Batu Kresna Dana, Batu Gadang Tabur dan Batu Brumbun Tabur.

Disinggung terkait kisaran harga, Kadek Sudiasa menegaskan nilai ekonomi ketiga batu itu tergolong tinggi tergantung pada tingkat kemulusan tanpa retak. Untuk Batu Kresna Dana kualitas baik dibanderol mulai dari 1 juta rupiah ke atas. Sedangkan untuk jenis Hijau Tabur Emas dan Berumbun Pancawarna yang mulus, harganya bisa menembus di angka 5 juta rupiah.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Rancang Penataan Lanjutan Tukad Badung, Jadi Sarana Edukasi dan Wisata

“Saat ini pasca-pandemi Covid-19, jumlah perajin yang aktif tercatat sebanyak 26 orang. Kami berharap dengan adanya sertifikasi IG ini, Batu Pulaki bisa kembali booming seperti tahun 2015-2016 lalu dan tidak diklaim oleh daerah lain,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringatan Harkitnas Ke-118 di Badung, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

Published

on

By

harkitnas badung
INSPEKTUR UPACARA: Sekda Surya Suamba menjadi Inspektur Upacara saat Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Rabu (20/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Badung berlangsung khidmat, Rabu (20/5) di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba. Tema peringatan Harkitnas tahun ini “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan tunas bangsa. Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

Upacara diikuti Anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Organisasi Kewanitaan, TNI/Polri, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia, ASN dan para siswa.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Surya Suamba menekankan bahwa Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026, kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Dalam momen Harkitnas ini, semua harus meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat.

Dijelaskan, sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan. Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM.

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sebanyak 33 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar

Di sektor kesehatan, pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan dan pendidikan kini sedang dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh. Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

Peringatan Harkitnas 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan. “Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan

Published

on

By

bupati sanjaya
LEPAS SAMBUT: Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri acara Lepas Sambut Komandan Kodim 1619/Tabanan dari Letnan Kolonel Inf. Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., kepada Letnan Kolonel Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Delod Peken, Tabanan, Selasa (19/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Suasana penuh kehangatan dan penghormatan mewarnai Acara Lepas Sambut Komandan Kodim 1619/Tabanan dari Letnan Kolonel Inf. Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., kepada Letnan Kolonel Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Delod Peken, Tabanan, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama Cokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Letkol Inf. Trijuang Danarjati selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan sejak Juni 2025. Menurutnya, sosok Dandim lama telah menunjukkan pengabdian yang tulus, ramah, dan penuh semangat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Ini merupakan sebuah prestasi, saya atas nama Bupati Tabanan dan masyarakat Tabanan mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi perjuangan yang sama-sama saya ajak membangun Tabanan Era Baru yang aman unggul dan madani,” ujar Sanjaya.

Kepada Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., Sanjaya turut menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap koordinasi serta komunikasi antar unsur Forkopimda dapat terus diperkuat. “Mari kita bangun koordinasi dan komunikasi ini dengan baik, karena pada hakikatnya kita sama-sama mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat sesuai tupoksi masing-masing,” tegasnya. Pihaknya juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan semangat gotong-royong seluruh elemen pemerintahan dan institusi negara.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan komitmennya dalam mendukung sinergi bersama Forkopimda dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga memperkenalkan potensi alam, budaya, dan karakteristik masyarakat Tabanan sebagai daerah agraris yang kaya sumber daya. “Tidak mungkin pembangunan berhasil dikerjakan sendiri sebagai aparatur negara. Kita harus bergotong-royong mewujudkan visi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkas Sanjaya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Rancang Penataan Lanjutan Tukad Badung, Jadi Sarana Edukasi dan Wisata

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan yang baru, Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang merupakan putra asli Magelang, Jawa Tengah, menyampaikan kesiapan dirinya untuk bersinergi bersama seluruh jajaran Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga memohon dukungan, arahan, serta bimbingan dalam menjalankan amanah dan tugas sebagai Dandim 1619/Tabanan guna mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tabanan.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf. Trijuang Danarjati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati, jajaran Forkopimda, dan seluruh masyarakat Tabanan atas dukungan selama dirinya menjabat sebagai Dandim 1619/Tabanan. Pihaknya juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Menurutnya, Tabanan merupakan daerah yang memiliki ciri khas dan kesan tersendiri baginya. Di akhir sambutannya, ia memohon doa restu untuk melanjutkan penugasan berikutnya di Jakarta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca