Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Matangkan Implementasi SJUT-IPT, Kabel Telekomunikasi Sanur Segera Dipindahkan ke Bawah Tanah

BALIILU Tayang

:

penataan sanur
SURVEI: Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat melaksanakan Survei Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel SJUT-IPT Kawasan Sanur, Rabu (15/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya memajukan kawasan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan melalui berbagai penataan infrastruktur. Salah satu langkah strategis yang segera direalisasikan adalah implementasi program SJUT-IPT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi) dengan memindahkan kabel telekomunikasi udara ke bawah tanah guna mengembalikan estetika kawasan heritage dan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.

Sebagai bagian dari persiapan implementasi yang dijadwalkan mulai 15 Agustus 2026 mendatang, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia) melaksanakan Survei Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel SJUT-IPT Kawasan Sanur, Rabu (15/7).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekda Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Denpasar Ni Wayan Legi Sugiati, Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma I Nyoman Putrawan, serta jajaran APJATEL Bali.

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan bahwa penataan kawasan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas publik, tetapi juga pada penataan infrastruktur telekomunikasi agar lebih tertata dan mendukung wajah kota yang modern.

“Kita menyambut baik penataan kawasan Sanur sebagai destinasi unggulan. Salah satu yang ditata adalah pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi melalui SJUT-IPT. Dengan demikian, kabel-kabel udara yang selama ini semrawut dapat dipindahkan ke bawah tanah sehingga kawasan Sanur menjadi lebih indah, nyaman, dan berestetika,” ujarnya.

Eddy Mulya menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar telah menetapkan regulasi melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota yang menunjuk Perumda Bhukti Praja Sewakadharma sebagai penyelenggara SJUT-IPT. Seluruh aspek teknis, sosialisasi hingga edukasi kepada para pemangku kepentingan juga telah dilakukan.

Baca Juga  Rakor Kinerja 2025, Walikota Jaya Negara Dorong OPD Perkuat Sinergi Capai 33 Program Prioritas

“Hari ini kita bersama-sama melakukan uji coba di lapangan. Segala kelebihan maupun kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi. Masukan dari APJATEL sangat penting agar implementasi SJUT-IPT di Sanur berjalan optimal saat mulai diterapkan pada 15 Agustus mendatang,” jelasnya.

Ia berharap keberhasilan penataan di Sanur nantinya dapat menjadi model yang diterapkan di kawasan strategis lainnya di Kota Denpasar, termasuk kawasan heritage pusat kota seperti Jalan Gajah Mada.

“Harapan kami, Sanur menjadi destinasi yang unggul, baik dari sisi infrastruktur perkotaan, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, hingga pelayanan di sepanjang kawasan pantai. Ke depan, konsep ini juga akan dikembangkan di titik-titik strategis lainnya di Kota Denpasar,” tambahnya.

Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma, I Nyoman Putrawan, mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan amanat regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Denpasar.

“Posisi kami adalah melaksanakan regulasi. Baik Perda maupun Perwali menjadi dasar dalam pelaksanaan SJUT-IPT. Berbagai masukan teknis yang diperoleh saat uji coba hari ini akan kami sempurnakan sehingga pelaksanaan nantinya sesuai standar dan berjalan optimal,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah APJATEL Bali, Dodi Simanjuntak, menegaskan pihaknya sejak awal mendukung implementasi SJUT-IPT di Kota Denpasar. Menurutnya, uji coba ini menjadi momentum untuk menyelaraskan berbagai aspek teknis antarpenyelenggara jaringan telekomunikasi.

“Kami mendukung sejak tahap sosialisasi. Dari uji coba ini masih ada beberapa hal teknis yang perlu disempurnakan, baik terkait desain, teknologi masing-masing operator maupun parameter teknis lainnya. Hasil evaluasi akan kami bahas bersama seluruh anggota APJATEL dan selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai bahan penyempurnaan implementasi,” ujarnya.

Melalui implementasi SJUT-IPT ini, Pemerintah Kota Denpasar optimistis wajah kawasan Sanur akan semakin tertata dengan infrastruktur utilitas yang modern, aman, serta mendukung pengembangan Sanur sebagai destinasi wisata heritage yang unggul. (eka/bi)

Baca Juga  Arya Wibawa Buka Festival Lingkungan Hidup 2025, Gaungkan Aksi Nyata Jaga Bumi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD di Istana Negara

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik KSAD Tandyo
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pengangkatan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai KSAD didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh Jenderal Tandyo Budi Revita. Pengucapan sumpah tersebut menjadi penegasan komitmen KSAD yang baru untuk menjunjung tinggi konstitusi, menjaga kehormatan prajurit, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sapta marga dan sumpah prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan sumpah jabatan.

Usai pengucapan sumpah, rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan disaksikan oleh para pejabat negara serta tamu undangan yang hadir.

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD dan kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Jenderal TNI Tandyo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991.

Lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969, Jenderal TNI Tandyo memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian dan kepemimpinan di lingkungan militer.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Buka ‘’Seni Adhimukti Upangga Brahmacarya’’

Dalam jabatan barunya, Jenderal TNI Tandyo menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah yang melibatkan TNI Angkatan Darat. Menurutnya, sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, mulai dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, hingga ketahanan pangan, menjadi perhatian utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran TNI Angkatan Darat.

“Tentunya ini akan menjadi PR dari Angkatan Darat untuk bisa mempercepat, khususnya untuk operasionalisasi apakah itu KDKMP, apakah itu sekolah rakyat, apakah itu ketahanan pangan yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” ujar Tandyo dalam keterangannya usai pelantikan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, dan undangan lainnya. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir sebagai saksi dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI Merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 105/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan.

Setelah pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan oleh Presiden Prabowo. Acara dilanjutkan penandatanganan berita acara.

Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Usai pelantikan, Maruli mengatakan bahwa Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil merupakan gagasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil. Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih. Sementara, terkait dengan tugasnya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membantu Panglima TNI dalam menjalankan tugas.

Baca Juga  Karang Taruna Sutamandala Kelurahan Peguyangan Serahkan 100 Paket Sembako kepada Disabilitas dan Anak Yatim Piatu

“Ini jadi badannya nanti dari badan nasional pengelola perbatasan jadi sekarang pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, dan para undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi MA, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum

Published

on

By

Kapolri Kunjungi Mahkamah Agung
KUNJUNGI MA: Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Gedung Balairung MA, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Gedung Balairung MA, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system).

Kapolri hadir bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri dan disambut langsung oleh Ketua MA RI Sunarto beserta jajaran hakim agung.

Suyudi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi sebagai pejabat baru untuk memperkuat hubungan antarlembaga penegak hukum dalam pelaksanaan tugas ke depan.

“Ini adalah bentuk koordinasi sekaligus juga silaturahmi sebagai pejabat baru agar kita semua bagian dari criminal justice system ini bisa lebih solid, lebih kuat, dan lebih koordinatif dan kolaboratif dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujar Suyudi.

Ia berharap, penguatan sinergi tersebut dapat mendukung terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia tetap aman dan kondusif.

“Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat, hukum yang berkeadilan bisa terwujud. Situasi masyarakat, kondisi kamtibmas di Indonesia bisa aman, lancar, dan kondusif,” kata Suyudi.

Melalui kunjungan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan MA dan lembaga penegak hukum lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penegakan hukum yang profesional, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gencarkan Gerakan Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Serahkan Bantuan BKB Kit Stunting
Lanjutkan Membaca