Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Penyucian Diri dan Alam Semesta, Pemkot Gelar Upacara ‘’Pengelukatan Sudamala’’

BALIILU Tayang

:

de
PENGELUKATAN SUDAMALA, Pelaksanaan Upacara Pangelukatan Sudamala oleh Pemkot Denpasar di Pantai Matahari Terbit, Sanur Denpasar, Minggu (5/7) bertepatan dengan Hari Banyu Pinaruh.

Denpasar, baliilu.com – Beragam upaya terus dimaksimalkan Pemkot Denpasar beserta jajaran untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19. Tak hanya menempuh upaya sekala dalam melaksanakan pencegahan, upaya niskala juga turut ditempuh dengan melaksanakan upacara suci. Kali ini, Pemkot Denpasar bekerjasama dengan Majelas Madya Desa Adat Denpasar melaksanakan upacara Pengelukatan Sudamala yang dipusatkan di Pantai Matahari Terbit, Sanur Denpasar bertepatan dengan Hari Banyu Pinaruh, Minggu (5/7-2020).

Pelaksanaan upacara Pengelukatan Sudamala dipuput Ida Pedanda Putra Sari Arimbawa, Griya Tegal Sari, Denpasar. Namun, pelaksanaan kegiatan tetap mengacu pada penerapan protokol kesehatan masyarakat saat beribadah. Karenanya, jumlah masyarakat dan pengilen yadnya dibatasi, dan penggunaan masker, jaga jarak dan tidak berkerumun wajib dilaksanakan.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Puwantara saat dijumpai di sela pelaksanaan upacara menjelaskan Hari Suci Banyu Pinaruh yang dilaksanakan sehari setelah Hari Suci Saraswati identik dengan pembersihan diri. Dengan melihat dewasa ayu dimana Banyu Pinaruh bertepatan dengan Purnama Kasa, maka ditempuh upaya niskala untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Bali, khususnya Kota Denpasar.

“Selain merupakan upaya penyucian diri dan alam semesta, upacara Pengelukatan Sudamala merupakan salah satu upaya niskala untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Bali, khususnya Kota Denpasar,” kata Raka Puwantara.

Pihaknya menjelaskan rangkaian upakara Pengelukatan Banyu Pinaruh di Kota Denpasar  dengan Pengelukatan Sudamala dilaksanakan dengan konsep segara lan gunung. Dimana, pagi harinya pukul 07.00 Wita sudah dilaksanakan upacara Pamlehpeh lan Peneduh Jagat di Pura Pengubengan, Besakih yang diempon oleh Pemkot Denpasar.

Selanjutnya pukul 11.00 Wita, dilaksanakan upakara Pengelukatan Sudamala di Pantai Matahari Terbit, Sanur. Dimana, tirta dari Pura Pangubengan di-pendak menuju tengah segara (tengah laut) untuk diupacarai dan disatukan, sehingga menjadi Tirta Pengelukatan Sudamala.

Setelah pelaksanaan upacara di Pantai Matahari Terbit usai, tirta langsung di-pundut ke masing-masing kecamatan, diteruskan ke bendesa adat untuk selanjutnya dibagikan melalui banjar adat. Selanjutnya, masyarakat Denpasar dapat melaksanakan pengelukatan di rumah masing-masing. 

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gelar Patroli dan Sosialisasi Prokes di Taman Kota Lumintang

“Bagi masyarakat kami harapkan untuk tidak beramai-ramai menuju pantai, melainkan melaksanakan pengelukatan di rumah masing-masing dengan menggunakan Tirta Pengelukatan Sudamala, dan masyarakat juga diharapkan memohon dan ngrastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Covid-19 segera bisa diatasi dan merana virus ini segera hilang, sehingga keadaan dapat kembali normal, masyarakat bisa kembali produktif dan aman Covid-19,” harap Raka Puwantara. (*/eka)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra Hadiri “Karya Pangeratep Mapedudusan Agung” di Pura Segara Ungasan

Published

on

By

ungasan
PENANDATANGANAN PRASASTI: Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra mendampingi Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa penandatanganan prasasti saat “Nodya Karya Pangeratep Mapedudusan Agung”, “Menawa Ratna” di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Selasa (9/12). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra menghadiri Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Anggara Kliwon Wuku Medangsia, Selasa (9/12). Upacara dipuput oleh Tri Sadaka yaitu Ida Rsi Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, Ida Budha Sikara dan Ida Pedanda Kusamba.

Hadir pada upacara tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Perbekel Ungasan, Bendesa Adat Ungasan, Prajuru Dinas dan Adat se-Desa Adat Ungasan, serta Krama Agung Desa Adat Ungasan.

Usai melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon pura, Bupati Adi Arnawa menyerahkan punia sebesar Rp 50 juta yang diterima Bendesa Adat Ungasan Wayan Disel Astawa. Bupati juga menandatangani prasasti sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Krama Agung Desa Adat Ungasan yang telah berhasil melaksanakan Karya Pangeratep Mapedudusan Agung, Menawa Ratna di Pura Segara Desa Adat Ungasan yang kebetulan juga berlokasi di Destinasi Wisata Pantai Melasti yang dikenal memiliki panorama alam yang sangat indah.

“Saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Destinasi Wisata Pantai Melasti dan apa yang selama ini saya dengar memang benar adanya. Pantai Melasti memiliki panorama alam yang indah dan menawan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami akan selalu mendukung perencanaan dan program-program Desa Adat Ungasan,” ujar Adi Arnawa.

Bupati berharap melalui pelaksanaan karya suci ini, Krama Agung Desa Adat Ungasan senantiasa mendapatkan anugerah keselamatan, kerahayuan, dan kesejahteraan, serta Pemerintah Kabupaten Badung diberikan tuntunan dalam menjalankan roda pemerintahan demi kemajuan daerah dan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Kota Denpasar Wakili Indonesia dalam Konferensi ICMA, Rai Mantra Paparkan Inovasi dan Teknologi Pelayanan Publik di Masa Pandemi Covid-19

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa” di Parahyangan DNA Kota Denpasar

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri “Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana” dan “Mecaru Wraspati Kalpa” di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12). Upacara tersebut dilaksanakan sebagai upaya melengkapi upacara serta mewujudkan keseimbangan berlandaskan Tri Hita Karana.

Hadir dalam kesempatan tersebut Forkopimda Kota Denpasar, Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar, Ida Bagus Ketut Rimbawan, Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Pimpinan OPD serta undangan lainnya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian karya diawali dengan sesolahan Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Renteng dan Topeng Wali. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama dan ngerebeg caru.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti mengatakan, Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini dilaksanakan sebagai implementasi Tri Hita Karana. Sehingga keharmonisan dapat terus tercipta secara berkelanjutan baik sekala maupun niskala.

Dikatakannya, rangkaian karya telah dimulai sejak 26 November lalu yang diawali dengan nanceb tetaring, mareresik dan masang wastra. Dilanjutkan dengan matur piuning karya yang dilaksanakan pada 30 November. Sedangkan puncak karya dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem pada Kamis (4/12). Setelah pelaksanaan puncak karya, rangkaian akan dilanjutkan dengan penyineban yang akan dilaksanakan pada Jumat (5/12).

“Semoga dengan pelaksanaan upacara ini dapat menjaga keseimbangan baik parahyangan, palemahan dan pawongan, sehingga DNA sebagai pusat kegiatan kreatif dapat terus tumbuh dan berkembangn dengan optimal,” ujarnya.

Baca Juga  286 Pedagang Pasar Padangsambian Ikuti Rapid dan Swab Test, 27 Reaktif

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas pelaksanaan aci di parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Upacara ini juga merupakan wujud sradha bhakti seluruh jajaran DNA Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Melaspas” Bale Kulkul Banjar Ceramcam Desa Adat Kesiman

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI UPACARA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara “Melaspas” dan “Mendem Pedagingan” bale kulkul  di Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, pada Kamis (4/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara Melaspas dan Mendem Pdagingan bale kulkul di Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, pada Kamis (4/12).

Turut hadir Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Marhaendra Jaya, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati serta warga masyarakat banjar setempat yang sejak pagi telah memadati area persembahyangan.

Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Balai Banjar Ceramcam. Hal ini sesuai dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan spirit vasudhaiva khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Pihaknya mengatakan bahwa upacara Melaspas serangkaian rampungnya Bale Kulkul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga dapat menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upacara pemelaspasan ini mari kita tingkatkan rasa sradha bakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parhyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujarnya.

Sementara Kelihan Banjar Ceramcam, Ketut Puja mengatakan adapun pelaksanaan renovasi dan pembangunan ini telah dimulai sejak September 2025. Perbaikan yang dilaksanakan yakni perbaikan Bale Kulkul Jero Luh dan Bale Kulkul krama Banjar Ceramcam. Pada upacara turut pula dilaksanakan prosesi Mendem Pedagingan Mulang Dasar.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemkot Denpasar. Dan kami berharap dengan pelaksanaan upacara ini agar dapat terus mempertahankan tradisi, adat, dan budaya serta keharmonisan umat di Kota Denpasar, khususnya masyarakat kami di Banjar Ceramcam,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Kota Denpasar Wakili Indonesia dalam Konferensi ICMA, Rai Mantra Paparkan Inovasi dan Teknologi Pelayanan Publik di Masa Pandemi Covid-19

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca