Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Diawali Upacara ‘’Pamahayu Jagat’’, Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Dimulai 9 Juli

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Karangasem, baliilu.com – Bertepatan dengan Purnama Kasa, 5 Juli 2020, bertempat di Pura Agung Besakih, Pemerintah Provinsi Bali menggelar upacara Pamahayu Jagat dan Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali yang tahap pertama dimulai 9 Juli. Upacara diikuti oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Ny. Tjokorda Putri Hariyani Sukawati, Sekda Prov. Bali Dewa Made Indra, DPRD Bali, tokoh-tokoh agama serta anggota Forkopimda se-Bali.

Usai persembahyangan, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan munculnya wabah Covid-19 saat ini, merupakan salah satu jenis Gering, yang cakupan penularannya mendunia dengan tingkat infeksi yang tinggi sehingga disebut Gering Agung (pandemi Covid-19). Ia menambahkan wabah sebagai penanda adanya ketidakharmonisan/ ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya akibat ulah manusia yang tidak melaksanakan tata kehidupan berdasar nilai-nilai kearifan lokal. 

de
SEMBAHYANG BERSAMA, Gubernur Bali dan Ny. Putri Koster sembahyang bersama serangkaian upacara ”Pamahayu Jagat”.

“Bahwa hidup harus menyatu dengan alam, yaitu manusia adalah alam itu sendiri, manusia harus seirama dengan alam, hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus menghormati alam, alam ibarat orang tua, oleh karena itu hidup harus mengasihi alam,” kata Gubernur asal desa tua bernama Desa Sembiran, Buleleng ini.

Gubernur Koster mengatakan pandemi Covid-19 mesti dimaknai secara positif sebagai proses alam, dari situasi negatif-berbahaya untuk mencapai kondisi di titik nol, sebagai pondasi menuju suatu keseimbangan baru yang akan menjadi tatanan kehidupan baru secara holistik dalam Era Baru.

Pandemi Covid-19 di Bali telah menimbulkan dampak luas dalam berbagai bidang kehidupan kesehatan, sosial, dan ekonomi termasuk pariwisata, yang telah dirasakan oleh masyarakat sejak pandemi ini muncul empat bulan lalu. Selama pandemi berlangsung, seluruh masyarakat tidak dapat melaksanakan aktivitas secara normal; bekerja dari rumah, belajar dari rumah, berdoa di rumah, tidak boleh berkerumun, dan berbagai pembatasan aktivitas lainnya di luar rumah.

Baca Juga  Peran PKK Hadapi Covid-19, Ny. Putri Koster: Manfaatkan Pekarangan Rumah
de
GUBERNUR KOSTER, ”Nuwek bagia pulakerti” serangkaian upacara ”Pamahayu Jagat”.

Untuk menangani pandemi Covid-19, sesuai arahan dan kebijakan pemerintah pusat, TNI/Polri, kejaksaan, Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali, majelis desa adat, majelis keagamaan, desa adat, desa/kelurahan, dan seluruh komponen masyarakat telah solid bergerak dengan bergotong-royong, yang dilaksanakan secara niskala dan sakala sehingga mencapai hasil yang baik dalam mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19. Hasil yang baik tersebut ditandai dengan terkendalinya muncul kasus positif baru, tingkat kesembuhan yang tinggi, dan jumlah yang meninggal relatif kecil.

de
UPACARA PAMAHAYU JAGAT, Diikuti Gubernur Bali Wayan Koster dan Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Ny. Tjokorda Putri Hariyani Sukawati, Sekda Prov. Bali Dewa Made Indra, DPRD Bali, tokoh-tokoh agama serta anggota Forkopimda se-Bali.

“Oleh karena itu, kita harus terus berupaya dengan sebaik-baiknya menangani Covid-19, seraya dalam waktu bersamaan kita mesti mulai melakukan aktivitas demi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Aktivitas ini harus dilakukan secara bertahap, selektif, dan terbatas dengan melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru untuk Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19,” kata Gubernur yang mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Tiga Tahapan

Tahapan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat di Bali dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, melaksanakan aktivitas secara terbatas dan selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali, mulai 9 Juli 2020 yang bertepatan dengan hari baik, pada Kamis Umanis Sinta. Untuk tahap pertama ini, sesuai arahan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, pelaksanaan Tatanan Kehidupan Era Baru, yang diijinkan terbatas hanya pada sektor: a) kesehatan; b) kantor pemerintahan; c) adat dan agama; d) keuangan, perindustrian, perdagangan, logistik, transportasi, koperasi, UMKM, pasar tradisional, pasar modern, restoran, dan warung; e) pertanian, perkebunan, kelautan/perikanan, dan peternakan; dan f) jasa dan konstruksi. Sedangkan untuk sektor pendidikan dan sektor pariwisata belum diberlakukan. Untuk sektor pendidikan menunggu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahap kedua, melaksanakan aktivitas secara lebih luas, termasuk sektor pariwisata, namun hanya terbatas untuk wisatawan Nusantara, mulai 31 Juli 2020 yang bertepatan dengan Jumat, Pon, Kulantir.

Baca Juga  Gubernur Koster Harapkan Pemaknaan Sejarah Pura Tak Berhenti pada Generasi Tua

Tahap ketiga, melaksanakan aktivitas secara lebih luas sektor pariwisata termasuk untuk wisatawan mancanegara, mulai 11 September 2020 yang bertepatan Jumat, Kliwon, Sungsang, Sugihan Bali; kurun waktu 42 hari (abulan pitung dina) dari tahap kedua 31 Juli 2020.

Gubernur Koster mengatakan tiga tahapan tersebut merupakan suatu ancang-ancang yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar, baik, dan sukses atas izin, restu, tuntunan, serta perlindungan Ida Bhatara Bhatari Sasuhunan sami, Leluhur, Lelangit, dan Guru-guru Suci di Bali. “Untuk itu kita berserah diri sepenuhnya dan setulusnya, seraya memohon kepada Beliau agar berkenan memberikan anugerah yang terbaik untuk kita semua,” ujarnya.

Menurut Gubernur, upacara Pamahayu Jagat yang dihaturkan pada hari ini merupakan aled rasa bakti dan suksmaning manah atas anugerah Beliau sehingga penanganan Covid-19 di Provinsi Bali telah berjalan dengan baik. “Melalui upacara Pamahayu Jagat ini pula, kita memohon izin, restu, tuntunan, serta pelindungan Ida Bhatara Bhatari Sasuhunan sami agar Beliau berkenan memberikan anugerah yang terbaik sehingga tiga tahapan itu dapat berjalan dengan lancar dan sukses dengan penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali,” jelasnya.

Agar semua tahapan tersebut berjalan sesuai harapan dan restu Beliau, secara sakala, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang mengatur ketentuan dalam berbagai sektor kehidupan. Surat Edaran ini sudah ditandatangani oleh Gubernur pada pagi hari sebelum berangkat ke Pura Besakih.

“Saya memohon kepada seluruh krama Bali agar melaksanakan aktivitas dalam tiga tahapan tersebut dengan menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru secara tertib, disiplin, dan dengan rasa penuh tanggung jawab, seperti: selalu memakai masker/pelindung wajah, menjaga jarak, tidak berkerumun, rajin mencuci tangan, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga daya tahan tubuh,” pintanya.

Baca Juga  Tekan Covid-19 Tanpa PSBB, Presiden Jokowi: Bali Lakukan Langkah Bagus lewat Satgas Berbasis Desa Adat

Gubernur juga memohon kepada krama Bali agar dalam beraktivitas selalu mematuhi imbauan, arahan, dan kebijakan pemerintah pusat, TNI/Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, majelis desa adat, dan majelis keagamaan, sehingga bisa produktif dan aman Covid-19.

“Saya perlu menegaskan bahwa harapan ini bisa terwujud hanya berkat restu Beliau secara niskala, dan secara sakala harus ada kesamaan rasa, kesadaran kolektif, kebersamaan gerak dan soliditas seluruh komponen masyarakat Bali,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada tenaga medis, TNI/Polri, kejaksaan, bupati/walikota, majelis desa adat, majelis keagamaan, satgas gotong-royong desa adat, relawan desa/kelurahan, media pers, dan seluruh komponen masyarakat yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi, tanpa lelah dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bali.

“Marilah kita terus bergerak dengan penuh soliditas, kebersamaan, serta semangat gotong-royong demi gumi Bali yang kita cintai bersama,” pungkasnya. (gs)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pemkot Denpasar Peringati Tumpek Krulut, Dirangkaikan dengan Dharma Santhi Nyepi

Walikot Jaya Negara Ikuti Prosesi dan Persembahyangan Bersama

Published

on

By

tumpek krulut
Walikota Jaya Negara bersama para tamu undangan dalam kesempatan Peringatan Rahina Tumpek Krulut dan dirangkaikan dengan Dharma Santhi Nyepi, Sabtu (13/4) di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Rangkaian peringatan Rahina Tumpek Krulut yang digelar Pemkot Denpasar dikoordinir Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Kota Denpasar pada Sabtu (13/4). Peringatan Rahina Tumpek Klurut yang jatuh setiap Saniscara Kliwon, Wuku Krulut dipusatkan di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung yang juga dirangkaian dengan Puja Dharma Santhi Nyepi, Tahun Saka 1946.

Peringatan Rahina Tumpek Krulut dipuput Ida Pedanda Gede Putra Keniten, Griya Satya Loka dan Dharma Wacana oleh Dr. Komang Indra Wirawan. “Wewalen” peringatan Rahina Tumpek Krulut meliputi, pembacaan Sloka dan Puja Dharma Santhi, Tari Rejang Dewa oleh siswa SMPN 1 Denpasar, Tari Rejang Taksu Bhuwana dari PHDI Kota Denpasar, Tari Rejang Renteng dari WHDI Denpasar, Rejang Napik Siti binaan I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Bebarongan, Gandrung, Bondres, hingga Tabuh Semarandana.

Tampak Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir dan mengikuti prosesi Rahina Tumpek Krulut yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua Komisi I DPRD Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Forkopimda Denpasar, pimpinan OPD Pemkot Denpasar, Ketua MDA Denpasar, A.A Ketut Sudiana, dan Ketua PHDI Denpasar, I Made Arka.

Walikota Jaya Negara disela-sela prosesi acara menjelaskan, filosofis dari perayaan Tumpek Krulut mencerminkan penghormatan terhadap alat musik sebagai bagian penting dari kehidupan dan budaya Bali yang menstanakan Dewa Iswara sebagai Dewa Suara. Keindahan suara banyak terdapat dalam karya seni, seperti gamelan atau alat musik. Selain itu, perayaan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan mendorong keberlanjutan warisan budaya Bali.

“Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, hari yang baik atau Dewasa Ayu untuk mengupacarai Sarwa Tetangguran atau Gamelan adalah Rahina Tumpek Krulut. Pada Rahina Tumpek Krulut kita memuja Dewa Iswara atau Kawiswara sebagai Dewa Keindahan, memohon waranugraha agar manusia terus menerus diberi kesenangan dan kebahagiaan Sekala-Niskala,” jelasnya

Baca Juga  Salurkan BLT-DD Tahap II, Bupati Giri Prasta Tekankan KPM harus Sesuai Kriteria

Dikatakanya, Rahina Tumpek Krulut memiliki makna yang mendalam dalam konteks keberlanjutan budaya. Hari ini adalah waktu untuk merenungkan peran seni tradisional dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk menghormati kreativitas dan keterampilan para seniman. Ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya merawat alat-alat musik dan peralatan tradisional, serta mempertahankan hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, bertepatan dengan Rahina Tumpek Krulut yang juga diperingati sebagai Rahina Tresna Asih yang bermakna kasih sayang. Hal ini juga berkaitan dengan visi misi mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan dilandasi spirit Weda Wakya “Vasudaiva Khutumbakam” yang mengandung makna dalam kehidupan ini kita semua bersaudara, atau menyama braya, menjalin hubungan yang harmonis dalam mewujudkan suatu kebahagiaan lahir batin.

“Dalam peringatan Tumpek Krulut mari kita maknai peran seni tradisional dan menghormati kreativitas para seniman, dengan merawat alat musik tradisional menuju keharmonisan bersama yang mengedepankan saling asah asih asuh, salunglung sabayantaka dalam pemaknaan Rahina Tresna Asih,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Pujawali’’ di Pura Kawitan Kayu Selem Songan

Published

on

By

Pura Kawitan Kayu Selem Songan
SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah secara simbolis saat menghadiri Pujawali di Pura Kawitan Kayu Selem Gwasong - Songan Banjar Kayu Selem, Kintamani, Bangli, Selasa (9/4). (Foto: Hms Badung)

Bangli, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Pujawali di Pura Kawitan Kayu Selem Gwasong – Songan Banjar Kayu Selem, Kintamani, Bangli, Selasa (9/4). Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, anggota DPRD Provinsi Bali terpilih Dapil Bangli Sang Putra Irawan, anggota DPRD Bangli I Wayan Wirya, dan anggota DPRD terpilih I Wayan Artom Krisna Putra, Camat Kintamani Ketut Hery Soena Putra serta unsur Tripika Kecamatan Kintamani, tokoh dan warga masyarakat Kayu Selem.

Bupati Giri Prasta juga menyerahkan bantuan dana Hibah Induk 2024 secara simbolis sebesar Rp 3,2 miliar untuk pembangunan pura serta secara pribadi membantu dana sebesar Rp 30 juta.

Giri Prasta mengucapkan, rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta Ida Batara-Batari yang berstana di Pura Kawitan Kayu Selem dan berharap seluruh krama pengempon diberikan keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan karya pujawali.

“Kehadiran kami disini untuk meringankan beban krama semua dan ini murni dari pikiran yang suci dan ning nirmala, apalagi untuk masyarakat pengempon kawitan Kayu Selem khususnya, waktu banyak habis di adat seperti ada pitra yadnya, manusa yadnya dan dewa yadnya, piodalan di tingkat dadia sampai Sad Kahyangan itu waktu dan uang banyak habis di adat untuk meyadnya maka dari itu kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat seperti saat ini. Untuk membangun Pura Kawitan Kayu Selem kami bantu sebesar Rp 3,2 miliar agar tuntas supaya masyarakat tidak mengeluarkan uang,” ucapnya.

Pujawali ini, lanjut Giri Prasta, dapat dikatakan Puja itu dilaksanakan oleh Sulinggih bersama Pemangku sedangkan Wali-nya dilaksanakan oleh welaka, ada Sekaa Gong, Pesantian, Topeng Sidakarya, tari Rejang lan Renteng itu yang dimaksud pujawali, dimana masyarakat laksanakan di hari yang baik ini.

Baca Juga  Tekan Covid-19 Tanpa PSBB, Presiden Jokowi: Bali Lakukan Langkah Bagus lewat Satgas Berbasis Desa Adat

Sementara itu Manggala Karya I Wayan Suyasa, mewakili keluarga besar Kayu Selem seluruh Bali menghaturkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama para undangan lainnya. “Kami keluarga besar Kayu Selem sudah banyak dibantu untuk pembangunan di Pura Kayu Selem dari awal pembangunan diberikan bantuan sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan Pura Kayu Selem dan sekarang untuk melanjutkan pembangunan pura di jaba sisi juga kami dibantu dana Hibah Induk 2024 sebesar Rp 3,2 miliar. Sekali lagi saya mewakili keluarga besar Kayu Selem mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Badung Bapak Nyoman Giri Prasta,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sekda Alit Wiradana Hadiri Puncak ‘’Karya Angasti Puja Atma Wedana’’ Griya Gede Telaga Tegal

Published

on

By

sekda alit wiradana
NGUPASAKSI: Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri sekaligus ngupasaksi Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal Denpasar, Senin (8/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri sekaligus ngupasaksi Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal Denpasar, Senin (8/4). Rangkaian puncak Karya diawali dengan Atetangi, Ngadegang Puspa Lingga, Mapurwa Daksina dan Stiti Puja.

Sejak pagi hari tampak silih berganti masyarakat yang ikut serta dalam upacara mendatangi lokasi upacara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purwanasara, Panglingsir Griya dan Puri, serta undangan lainnya.

Pengrajeg Karya, Ida Bagus Ngurah Widasna didampingi Prawartaka Karya, Ida Bagus Witamaja, menjelaskan, rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal Denpasar ini telah berlangsung sejak tanggal 5 Januari lalu yang diawali dengan Matur Piuning Karya. Dilanjutkan dengan Upacara Nganam Daun Waringin pada tanggal 4 April.

Selanjutnya, pada tanggal 5 April dilaksanakan upacara Mepandes. Sedangkan puncak Karya dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Kedasa pada 8 April. Setelah puncak karya, rangkaian dilanjutkan dengan Pralina Puja dan Nganyut ke Segara pada tanggal 9 April. Sedangkan upacara Nyegara Gunung akan dilaksanakan di Segara Pantai Goa Lawah pada 11 April mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan, secara keseluruhan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal diikuti oleh 304 pengiring sawa. Sedangkan untuk upacara mepandes diikuti oleh 179 peserta. Sehingga besar harapannya karya ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan bersama.

Astungkara kita berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana memberikan apresiasi atas pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal ini. Tentunya hal ini merupakan wujud sradha bhakti antara Griya atau Purahita dengan masyarakat atau Para. Sinergi ini tentu sangat baik dalam mewujudkan masyarakat Kota Denpasar yang paras paros sarpanaya dan sagilik, saguluk salunglung subayantaka sesuai dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam bahwa kita semua bersaudara.

Baca Juga  Wawali Jaya Negara Serahkan Sembako Bantuan Tiga Koperasi

“Dengan pelaksanaan karya ini tentu kami berharap kedepannya dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, begitupun manusia dengan alam lingkungan harus tetap dijaga sebagaimana mestinya sehingga kehidupan tetap harmonis,” ujar Alit Wiradana. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca