Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Perayaan Rahina Tumpek Uye, Upacara Segara Kerthi Dipusatkan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., saat mengikuti upacara Segara Kerthi, Sabtu (27/8). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  – Rahina Tumpek Uye yang dimaknai sebagai perwujudan dalam menjaga keseimbangan alam dengan memuliakan sarwa wewalungan (satwa), jatuh pada Saniscara Kliwon Uye, Sabtu (27/8) dan ditandai dengan pelaksanaan upacara Segara Kerthi oleh Pemerintah Provinsi Bali dan diikuti oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., beserta jajaran, di Pura Baturancang, Desa Adat Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. 

Pantai Yeh Gangga, dipilih sebagai pelaksanaan upacara Segara Kerthi Rahina Tumpek Uye agar terbangun keharmonisan manusia dengan unsur alam yaitu laut sekaligus menjadi rumah bagi pelepasan tukik yang disimbolisasikan dalam upacara ini.

Upacara diinisiasi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan diikuti juga Ketua DPRD Provinsi Bali, Kapolda Bali, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Provinsi Bali, para Asisten Setda Provinsi Bali, Sekda Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, beserta OPD terkait. 

Pelaksanaan upacara Segara Kerthi di Pantai Yeh Gangga ini merupakan pelaksanaan yang kedua, sejak pertama kali diberlakukan pada (29/1) lalu. Ini merupakan implementasi dari instruksi Gubernur Bali nomor 10 Tahun 2022, sebagai pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang tata titi kehidupan masyaraat Bali bedasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sat Kerthi dalam Bali Era Baru. 

Tumpek Uye merupakan kepercayaan masyarakat Hindu Bali dalam memuliakan sarwa wewalungan (binatang/satwa) sebagai penghuni bumi yang lebih dahulu dari manusia. Maka kewajiban sebagai manusia untuk menghormati dan memuliakannya dengan pelaksanaan upacara Segara Kerthi sebagai upaya dalam membangun satu keharmonisan antara unsur alam. Di kesempatan itu, Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat untuk memahami pentingnya upacara  ini, karena sangat baik dan bersifat universal, serta pengembangan sifat prilaku toleran dan harmoni terhadap semua unsur alam memang sejatinya harus dimiliki oleh semua umat manusia. 

Baca Juga  Pemkab Tabanan Hadiri Pengakhiran Tugas Pemeriksaan Interim LKPD 2021 BPK-RI Provinsi Bali

Pada upacara yang dimulai sejak pagi tersebut, juga diiringi dengan pelepasan 100 ekor tukik ke lautan dan dilanjutkan dengan pelepasan burung sebagai upaya melestarikan satwa dan alam. “Segara Kerthi adalah penyucian dan pemuliaan laut, muara segala kehidupan, jadi pada hari ini kita akan melepas ciptaan Tuhan. Ini sekaligus mengajarkan kita agar tidak kebablasan terus mengeksploitasi dan menggunakan, maka hari ini kita melepas, agar seimbang kembali kehidupan alam ini bersama ciptaannya,” Wayan Koster memaparkan dalam sambutannya. 

Pihaknya juga menekankan bahwa laut menjadi habitat beragam jenis satwa dan sumber kehidupan bagi manusia yang wajib dilindungi bersama, maka harus terus disosialisasikan secara massif agar dipahami, dihayati, diterapkan, dan dilaksanaan secara menyeluruh, konsisten, berkelanjutan dengan tertib, disiplin dan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh masyarakat Bali.

Upacara Segara Kerthi disertai dengan kegiatan secara niskala berbentuk penyucian laut, otonan sarwa wewalungan dan persembahyangan Tumpek Uye, dan kegiatan sekala dilakukan dengan melepas 100 ekor tukik ke Laut Yeh Gangga, melepas burung ke habitatnya, vaksinasi anjing dan sapi serta resik sampah di sekitar Pantai Yeh Gangga. 

Bupati Tabanan, Sanjaya, tentunya sangat mendukung pelaksanaan upacara Segara Kerthi ini. Baginya penting bagi seluruh komponen masyarakat untuk saling bersinergi, bergotong-royong melaksanakan nilai-nilai adiluhung Segara Kerthi sebagai pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Upacara ini dilaksanakan serentak di Bali, dan kali ini dipusatkan di Pantai Yeh Gangga Tabanan dan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali, tentunya kami sambut dengan sangat baik sekali. Kami juga berharap ini bisa menjadi suatu aktivitas yang rutin dan berkelanjutan, dan bisa menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, sehingga keharmonisan manusia dengan alam dan lingkungannya bisa terus terjaga,” ujar Sanjaya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Market Sounding KPBU Revitalisasi Pasar Induk Gadarata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bantiran Festival Ke-2 Dibuka Bupati Tabanan

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian Karya di Pura Dalem Penataran Sari Banjar Pekandelan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Pura Penataran Sari
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, saat ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, melaksanakan ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9).

Kegiatan ngayah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian Walikota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat di tengah masyarakat. Kehadiran Walikota juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan krama adat serta masyarakat Kota Denpasar.

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Walikota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

“Kebersamaan dan gotong-royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.

Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (eka/bi)

Baca Juga  Bantiran Festival Ke-2 Dibuka Bupati Tabanan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung “Ngupasaksi Karya Utama” di Pura Dalem Kahyangan Tuban

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tanda Tangani Prasasti Karya Pura Tuban
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama yang puncak karyanya dipimpin Yadnyamana Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda pada 26 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa naik ke Padmasana setinggi 12 meter untuk ngunggahang kwangen, menandatangani prasasti pura. Bupati mendoakan agar karya berjalan sida sidaning don labda karya dan sida paripurna demi kerahayuan jagat Badung dan Bali, serta berharap krama Tuban tetap menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka.

“Kebersamaan ini penting untuk menjaga Desa Adat Tuban yang menjadi gerbang pertama pariwisata Bali melalui jalur udara. Melarapan subakti, kita memohon kelancaran dalam menata Badung menjadi lebih nyaman dan berdoa agar PAD meningkat sehingga semakin banyak program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung menegaskan komitmen melakukan penataan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mengungkapkan bahwa pemugaran Pura Dalem Kahyangan didanai melalui hibah Pemkab Badung TA 2025 sebesar Rp 15,9 miliar pada APBD induk. Namun, karena dana tersebut hanya untuk fisik bangunan pura, kas desa adat harus mengeluarkan biaya mandiri hingga hampir Rp 9 miliar, sehingga total pembangunan diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Prosesi upacara sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 yang diawali dengan Pemarisuda Bumi, Pecaruan, hingga Melaspas Tetaring. Rangkaian akan memuncak pada Purnamaning Kapat, Sabtu Umanis Bala, 26 September 2026, dilanjutkan penganyaran selama empat hari, dan prosesi sineb pada 30 Oktober 2026 yang ditutup ritual Nyegara Gunung.

Mendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah besar dari Pemkab Badung, meski ia berharap dukungan ke depan terus ditingkatkan karena kebutuhan belum sepenuhnya tercukupi. Ia juga berharap pemerintah daerah serta PT. Angkasa Pura Indonesia memberikan perhatian lebih pada Desa Adat Tuban sebagai beranda depan dan belakang Bali.

Baca Juga  Torehkan ‘’Best Excellent’’ Lomba Patung Salju, Gustin Terima Penghargaan dari Bupati Sanjaya

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung Dapil Kuta seperti I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada. Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, Majelis Desa Adat, Lurah Tuban, unsur TNI-Polri, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, BBMKG Wilayah III, serta jajaran Jasa Marga Bali Tol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca