CAPACITY BUILDING MEDIA: Deputi KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Andy Setyo Biwado (nomor 2 dari kanan), ke kiri bersama Fadel, Reinaldy Akbar saat kegiatan Capacity Building Media BI Bali di Perum Peruri, Senin (24/7). (Foto: gs)
Karawang, Jabar, baliilu.com – Selama ini masyarakat Indonesia menggunakan alat transaksi pembayaran dengan uang Rupiah baik kertas maupun logam. Namun sebagian besar tidak bisa melihat dari dekat bagaimana proses pencetakan uang Rupiah tersebut baik bahan yang digunakan maupun teknik cetaknya yang sulit dipalsukan. Sebanyak 30 jurnalis sobat Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali mendapat kesempatan diajak mengunjungi Peruri yang beralamat di Desa Parung Mulya, Ciampel, Karawang Jabar dalam program Capacity Building Media pada Senin-Selasa, 24-25 Juli 2023. Hari kedua mengunjungi Museum Bank Indonesia.
‘’Kunjungan sebanyak 30 sobat media ke Peruri ini dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai pencetakan uang Rupiah,’’ ujar Andy Setyo Biwado, Deputi KPw Bank Indonesia Provinsi Bali yang mendampingi para awak media dalam program kegiatan Capacity Building Media BI Bali ini saat diterima Fadel bersama jajaran dari Perum Peruri. Turut hadir Reinaldy Akbar, analis Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia.
Andy Setyo berharap dari hasil kunjungan ke Peruri ini, media sebagai corong informasi ke masyarakat bisa memberikan penjelasan yang lebih clear lagi soal pencetakan uang. “Kami berharap nantinya, teman-teman media bisa memberi penjelasan lebih jelas kepada masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” ucap Andy Setyo menegaskan.
Fadel selaku kepala PSI Perum Peruri sebelum diijinkan meninjau langsung proses pencetakan uang Rupiah, ia menjelaskan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipercaya oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mencetak uang kertas dan uang logam Rupiah serta produk dokumen sekuriti atau kertas berharga bukan uang lainnya.
Didirikan pada 15 September 1971, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 tahun 2019, Peruri diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mencetak uang Rupiah (uang kertas dan uang logam), buku paspor, meterai, pita cukai dan buku/sertifikat tanah, serta jasa digital sekuriti.
‘’Di kawasan ini ada fasilitas pencetakan uang baik uang kertas maupun uang logam. Juga ada produksi non-uang. Jadi Peruri sesuai dengan PP 6 tahun 2019 selain melakukan pencetakan uang rupiah juga mendapatkan dokumen keamanan negara seperti paspor, pita cukai, dokumen pertanahan dan dokumen security lainnya. Jadi seluruh dokumen penting milik negara diproduksi di kawasan ini,‘‘ ujar Fadel.
Sejak tahun 2011, perusahaan ini berekspansi ke jasa keamanan digital, dengan menyediakan jasa otentikasi elektronik, identitas elektronik, tanda tangan elektronik, stempel elektronik, segel elektronik, kode QR, analitik grafik, pembayaran elektronik, dan pusat data. Pada tahun 2020, perusahaan ini mendapat kontrak untuk mencetak buku paspor Srilanka dan mencetak uang kertas Peru.
Untuk itu, Fadel berharap kepada media untuk bisa menggambarkan bahwa produksi uang Rupiah di Peruri tidak sekedar mencetak di printer tetapi melalui proses cetak dengan selalu memfokuskan unsur-unsur keamanan pada setiap produk cetakannya.
Awak media BI Bali berkesempatan foto bersama di depan lobi Perum Peruri. (Foto: ist)
Sementara itu, Reinaldy Akbar, analis Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia menjelaskan bahwa proses cetak uang Rupiah di Perum Peruri sesuai dari pesanan Bank Indonesia.
Bank Indonesia bermula mengeluarkan campaign 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang untuk mengidentifikasi uang kertas Rupiah. Namun campaign 3D yang dikeluarkan memiliki area yang masih bisa disempurnakan, diperluas, dan dipertajam. Di 3D masyarakat hanya sebatas mengetahui, mengenal dan menerawang, namun unsur pengaman uang masih belum optimal.
Reinaldy Akbar mengungkapkan penerapan unsur pengaman pada uang rupiah bertujuan untuk memudahkan pengguna mengidentifikasi keaslian uang Rupiah sekaligus mempersulit pemalsuan, untuk pengaman yang mudah dikenal dan mempercepat proses transaksi pembayaran, mencegah terjadinya penolakan penggunaan Rupiah karena meragukan keasliannya dan menjadikan Rupiah alat pembayaran/alat tukar yang terpercaya di wilayah NKRI.
Ada 12 unsur pengaman baik dari bahan uang dan pada teknik cetak. Pada bahan uang menggunakan watermark, electrotype dan benang pengaman. Sedangkan teknik mencetak menggunakan teknik intaglio, rectoverso, multi colour latent image, latent image, blind code, colour shifting, UV features dan mikroteks.
Selain itu, untuk menunjukkan kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap uang kertas Rupiah, sebagai salah satu simbol kedaulatan bangsa, uang kertas Rupiah didesain dengan menampilkan empat unsur yakni pahlawan nasional kebanggaan bangsa, keindahan dan keragaman budaya nusantara guna memperkuat kebhinekaan negara Indonesia, seperti seni budaya, flora fauna dan pemandangan alam.
Setelah mengunjungi Perum Peruri yang selama kunjungan ke arena pabrik tidak diperkenankan membawa HP atau kamera dan tas, jurnalis hanya bisa menyaksikan dari lorong kaca dipandu petugas, selanjutnya pada Selasa (25/7/2023) Capacity Building Media BI Bali mengunjungi Museum Bank Indonesia. (gs/bi)
PEMERIKSAAN HANDPHONE: Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., Selasa (8/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., sebagai langkah pengawasan dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel menggunakan perangkat komunikasi secara bijak serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng citra institusi Polri.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. “Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pengawasan internal. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi disiplin maupun kode etik sesuai tingkat pelanggarannya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. “Jangan sampai kesalahan pribadi berdampak pada tugas dan nama baik institusi. Gunakan teknologi secara bertanggung jawab, jauhi judi online dan pinjaman online ilegal. Polsek Denpasar Selatan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Dinas Damkarmat Buleleng saat melakukan pemadaman api di salah satu rumah penduduk yang terbakar. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam sehari, Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Desa Pangkung Paruk dan Ularan di Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih LC Baktisraga, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan enam kejadian tersebut memiliki karakteristik berbeda. Tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, masing-masing seluas sekitar 50 are di Desa Ularan dan 30 are di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa dan di Desa Pangkung Paruk. Sementara tiga kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, dengan bagian yang terbakar meliputi dapur dan bangunan rumah, kemudian di Jalak Putih LC 8 Blok B yang terbakar atap, rumah, kompor dan pakaian, lalu kebakaran rumah di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada kondisi kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, dalam penanganan enam kejadian tersebut, petugas menggunakan total sekitar 5 tangki air. Sebanyak satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki di lokasi kebakaran lahan Banjar Dinas Konci, Tigawasa serta Pangkung Paruk, dan satu tangki untuk penanganan kebakaran rumah di Gitgit.
“Dari laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi. Untuk kebakaran lahan di Ularan, pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di Tigawasa sekitar satu jam 40 menit, sedangkan kebakaran rumah di Gitgit dan LC serta di Desa Bengkel dapat ditangani sekitar 45 menit,” ungkap Arya.
Menurut Arya, respons cepat tersebut penting untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Terlebih, kebakaran lahan di wilayah pedesaan berpotensi meluas apabila kondisi vegetasi kering disertai hembusan angin.
“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan kecepatan, keselamatan dan ketepatan dalam melakukan penanganan. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisir agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari tiga kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa. Kerugian material juga dapat ditekan karena petugas segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi. Untuk itu, masyarakat diminta segera menghubungi Damkarmat apabila melihat adanya tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Musim kemarau saat ini, kami mengimbau masyarakat agar benar-benar berhati-hati terhadap sumber api. Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Kondisi angin kencang sangat mudah membuat api kecil menjadi kebakaran besar. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat,” pungkas Arya dikutip dari laman bulelengkab.go.id. (gs/bi)
IKUTI WAWANCARA: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).
Kegiatan ini berfokus pada penilaian kesiapan daerah dalam melakukan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, tim juga menilai kemampuan daerah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian ini diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Kabupaten Badung.
Ditemui seusai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kompetisi, melainkan forum diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung, yaitu program Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)