Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pj. Gubernur Bali Paparkan Pendapat Terkait Ranperda Kemudahan Investasi dan Pengarusutamaan Gender

BALIILU Tayang

:

rapat paripurna dprd bali
SAMPAIKAN PENDAPAT: Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya saat menyampaikan Pendapat Gubernur Bali terkait Ranperda Inisiatif Dewan dan Laporan LKPJ Gubernur Bali Tahun 2023, pada Rapat Paripurna ke-4 DPRD Provinsi Bali, di Ruang Sidang DPRD Bali, Denpasar, Soma Umanis-Wuku Pujut, Senin (25/3). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan Pendapat Gubernur Bali terkait Ranperda Inisiatif Dewan tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, Raperda Inisiatif Dewan tentang Pengarusutamaan Gender serta Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bali Tahun 2023, pada Rapat Paripurna ke-4 DPRD Provinsi Bali, di Ruang Sidang DPRD Bali, Denpasar, Soma Umanis-Wuku Pujut, Senin (25/3).

Disampaikannya, terkait masukan Pemerintah Daerah Provinsi Bali terhadap Ranperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, agar aspek legal drafting atau teknis penyusunan Ranperda dilakukan dengan mengacu pada teknik penyusunan Peraturan Perundang-undangan, dengan mempedomani Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Selanjutnya Konsideran menimbang perlu disesuaikan, karena sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal, dengan materi muatan mengenai bentuk insentif dan kemudahan investasi perlu dikaji dengan melibatkan Perangkat Daerah terkait,” ujarnya.

Selain itu ketentuan teknis dalam Pasal 10 ayat (2) Ranperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi perlu disempurnakan karena terkesan hanya Badan Usaha Pembangunan dan Pengelolaan (BUPP) yang menyelenggarakan kegiatan usaha di KEK yang bisa mendapatkan insentif berupa pengurangan dan/atau keringanan pajak daerah dan/atau retribusi daerahj. Untuk menghindari kekosongan hukum, menjamin kepastian hukum, memberikan perlindungan hukum, dan mengatur hal-hal yang bersifat transisional/sementara, dalam pengaturan Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi maka perlu ditambahkan materi mengenai ketentuan peralihan.

Baca Juga  Pengujung 2023, Pemprov Bali Sabet Tiga Penghargaan dari Kemen PAN-RB

Selanjutnya Pj. Gubernur Bali, S.M Mahendra Jaya membacakan masukan Pemerintah Daerah Provinsi Bali terhadap Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender, dimana konsideran menimbang perlu disesuaikan agar memuat uraian singkat pokok-pokok pikiran yang menjadi latar belakang dan alasan pembuatan Ranperda tersebut dengan mempertimbangkan aspek filosofis, sosiologis, dan yuridisnya, dengan dasar hukum mengingat dalam Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender perlu ditambahkan peraturan perundang-undangan mengenai pembentukan peraturan perundang-undangan dan pembentukan produk hukum daerah serta peraturan perundang-undangan teknis terkait pedoman umum pengarusutamaan gender di daerah.

“Terkait materi muatan partisipasi masyarakat perlu dicermati kembali, mengingat partisipasi masyarakat yang tidak bersifat wajib. Sedangkan ketentuan mengenai pengenaan sanksi  administratif terhadap pelanggaran partisipasi masyarakat kiranya perlu dipertimbangkan kembali. Tentunya kedua Ranperda ini dimaksud perlu dilakukan pembahasan lebih mendalam oleh tim teknis beserta perangkat daerah terkait,” tambahnya.

Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya menyampaikan LKPJ kepada DPRD sebagai laporan atas hasil penyelenggaraan urusan pemerintah menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah selama 1 (satu) tahun anggaran. Penyusunan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2023, mendasari Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Disampaikannya lagi, bahwa Tahun 2023 adalah tahun terakhir implementasi RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Terkait berakhirnya jabatan Gubernur definitif pada tanggal 05 September 2023, dan menunjuk Penjabat Gubernur untuk mengisi kekosongan sementara hingga Pilkada nanti.

Hal ini, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan tata kelola pemerintahan dan pembangunan, terutama mendorong efektivitas dan efisiensi pengelolaan APBD. “Namun demikian aspek keberlanjutan program dan kegiatan pembangunan, tetap dijaga secara konsisten, melalui kolaborasi semua pihak, terutama dukungan dari segenap pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bali, tahun 2023 pun dapat dilalui, dengan meninggalkan beberapa catatan penting untuk penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pada tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Baca Juga  Komisi I dan IV DPRD Bali Gelar Raker Kedudukan Bandesa Adat Dalam Pemilu 2024

Disampaikannya lagi terkait pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali di Tahun 2023 sebesar 5,71%, melebihi pertumbuhan ekonomi Tahun 2019 sebesar 5,60%, dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita (PDRB) Bali Tahun 2023 sebesar lebih dari Rp 60 Juta, juga lebih tinggi dari PDRB tahun 2019 sebesar lebih dari Rp 58 juta.

Sesuai data BPS periode Maret 2023, persentase penduduk miskin di Bali,  sebesar 4,25%, menurun dibandingkan tahun 2022 yaitu sebesar 4,57%. Angka ini merupakan yang terendah di antara provinsi lainnya di tanah air.  Jika dibandingkan dengan angka nasional,  jumlah penduduk miskin di Bali relatif jauh lebih rendah. “Secara nasional persentase penduduk miskin sebesar 9,36%. Sementara persentase kemiskinan ekstrem di Provinsi Bali pada tahun 2023 sebanyak 0,19%, turun signifikan dibandingkan tahun 2022 sebanyak 0,54%. Kondisi ini merupakan kemiskinan ekstrem terendah di Indonesia. Target Presiden untuk kemiskinan ekstrim nasional pada tahun 2024 adalah 0%,” kata Pj. Gubernur Bali.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2023 tercatat sebesar 2,69%, turun dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar 4,80%. Sebesar 0,362 menurun atau lebih baik dibandingkan tahun 2022 sebesar 0,363, yang masih termasuk kategori ketimpangan sedang.

Pelaksanaan program-program pembangunan dalam APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi dengan pencapaian pembangunan bidang pangan, sandang, dan papan telah dilaksanakan secara konsisten dari hulu sampai hilir, diwujudkan dengan komitmen kuat melalui berbagai upaya untuk memproduksi, mengembangkan, memasarkan, dan memanfaatkan produk lokal Bali.

Dijabarkan pula terkait pencapaian pembangunan dalam bidang pendidikan, ditandai dengan percepatan peningkatan akses dan mutu pendidikan SMA/SMK/SLB, dan peningkatan tata kelola penyelenggaraan pendidikan. Pencapaian pembangunan bidang kesehatan, ditandai dengan peningkatan peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat, peningkatan jangkauan jaminan kesehatan, dan peningkatan tata kelola penyelenggaraan layanan kesehatan.  Selain layanan kesehatan konvensional, juga telah dikembangkan program layanan kesehatan tradisional Bali, dan pembangunan industri obat herbal berbasis kearifan lokal Bali. Sementara pembangunan bidang adat, ditandai dengan komitmen nyata, yaitu: penguatan kedudukan, fungsi,dan kewenangan desa adat; mengalokasikan anggaran untuk desa adat; membangun perekonomian desa adat, memantapkan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT).

Baca Juga  Polsek Dentim dan Polresta Denpasar Gelar Apel Kesiapan

Seluruh pembangunan ini diselenggarakan dengan menetapkan haluan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat ditandai dengan pencapaian: membangun platform kebijakan kepariwisataan Bali yang menjaga adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali, yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan Krama Bali secara berkelanjutan.

“Sementara pembangunan di bidang pariwisata, diselenggarakan dengan menetapkan haluan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat ditandai dengan pencapaian, membangun platform kebijakan kepariwisataan Bali yang menjaga adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali, yang berdampak langsung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan Krama Bali secara berkelanjutan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ibu Putri Koster Tekankan Pendidikan dan Kesadaran Kolektif dalam Penanganan Sampah Bali

Published

on

By

Putri Koster
PEMBICARA: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan penanganan sampah yang berkelanjutan di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5).

Dalam paparannya, Ibu Putri Koster menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga menyangkut pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan sejak dari sumbernya.

“Sampah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama dan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar terhadap kualitas lingkungan di Bali.

Ibu Putri Koster juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat telah diatur melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah desa didorong menyiapkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, memanfaatkan lahan pemerintah kabupaten/kota untuk pengolahan sampah, serta aktif melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia memaparkan, pola pengelolaan sampah dilakukan dengan pemilahan menjadi dua jenis utama, yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik basah dimasukkan ke tong komposter, sedangkan sampah organik kering dimasukkan ke teba modern. Adapun sampah anorganik 3R dibawa ke TPS3R, sementara sampah residu diangkut menuju TPST.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan sejak dari sumber akan jauh lebih efektif dibandingkan sampah yang tercampur. Sampah yang tidak terpilah akan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dalam proses pengolahannya.

Baca Juga  Kunjungi TPS3R Baktiseraga, Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya Berikan Apresiasi dan Harap Bisa Direplikasi

“Selama kita sadar bahwa lingkungan yang kotor akan berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali, maka secara otomatis kita akan membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak awal,” imbuhnya.

Selain menyoroti pentingnya pemilahan sampah, Ibu Putri Koster juga mengingatkan masyarakat terhadap bahaya penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebut pembatasan sampah plastik sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 perlu terus disosialisasikan karena plastik sangat sulit terurai dan dapat merusak lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan membakar sampah plastik juga berpotensi menimbulkan polusi racun dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber kedua, I Gede Sukanaya yang juga Kepala Sekolah SMKN 1 Kubutambahan, menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Ia menyebut anak-anak akan lebih mudah membangun kebiasaan disiplin apabila tumbuh di lingkungan yang juga menerapkan kedisiplinan.

Sementara itu, Prof. I Made Yudana selaku akademisi Undiksha menyampaikan dukungannya terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Bali. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tumbuhnya kesadaran masyarakat.

“Jangan sampai alam marah terlebih dahulu baru kita memulai. Jika kita bersatu dan kompak, maka penanganan sampah diyakini akan terwujud,” ujarnya.

Melalui kegiatan RISE Talks Singaraja ini, diharapkan lahir integrasi pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang mampu mencetak generasi muda Bali yang siap bersaing sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua PP PAUD Denpasar Buka Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar

Published

on

By

paud denpasar
GEBYAR KREATIVITAS TK: Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya membuka kegiatan Semarak Gebyar Kreativitas TK Aisyiyah Kota Denpasar bertajuk “Kreasi Tas Ecoprint” yang digelar di areal parkir Taman Kota Lumintang, Sabtu (9/5). Pembukaan kegiatan ditandai dengan mengaplikasikan pigmen warna alami daun ke tas ecoprint serta pemukulan kulkul.

Kegiatan yang mengusung tema “Ciptakan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Dengan Bersumber Dari Alam” ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Ni Made Ayu Agustini, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Utara, Perwakilan PWA Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Denpasar.

Sebelum acara dimulai, Ny. Suwandewi Eddy Mulya tampak berbaur bersama anak-anak dengan mengikuti senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Dalam kesempatan itu, Ny. Suwandewi Eddy Mulya mengapresiasi inovasi TK Aisyiyah Kota Denpasar dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang tidak hanya melatih kemampuan motorik dan seni anak, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak dapat belajar mencintai lingkungan, mengenal potensi alam sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas,” ujarnya.

Ketua Panitia, Yuli Dina Rahmawati mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka mengasah dan mengembangkan kreativitas peserta didik PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan PAUD ‘Aisyiyah Badung bersama orang tua atau wali murid.

Ia menjelaskan, Gebyar Tahunan tersebut sebelumnya sempat vakum selama lima tahun akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya dapat kembali terlaksana tahun ini.

“Kegiatan ini menjadi wadah ajang kreativitas, pengembangan talenta serta mempererat kedekatan anak didik dengan orang tua. Hari ini kita dapat melihat betapa kreatifnya wali murid yang tergabung dalam PAUD ‘Aisyiyah Kota Denpasar dan Badung,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Bali Sampaikan Raperda Inisiatif Dewan tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah

Lebih lanjut disampaikan, tema yang diangkat memiliki makna untuk mengajak seluruh peserta hidup harmonis serta berpartisipasi menjaga keseimbangan alam agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat, asri dan lestari.

Gebyar Kreativitas tahunan ini diikuti seluruh siswa-siswi bersama orang tua atau wali murid dari PAUD ‘Aisyiyah 1, 2, 3, 4, 5, 6 serta PAUD ‘Aisyiyah Badung dengan jumlah peserta sekitar 442 orang.

Sementara itu, Ketua PAUD Dasmen Kota Denpasar, Hj. Siti Khotjah menambahkan bahwa tema ramah lingkungan sangat penting dikenalkan kepada anak usia dini karena anak-anak merupakan generasi masa depan yang perlu dibiasakan mencintai dan menjaga lingkungan sejak sekarang.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menanamkan nilai-nilai sederhana namun bermakna seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, memanfaatkan bahan-bahan alami serta mencintai lingkungan sekitar. Alam sudah memberikan manfaat kepada kita sehingga sudah sepatutnya dirawat dan dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak untuk memulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang yang dapat dipakai ulang serta menjaga kebersihan sekolah dan rumah.

“Dengan langkah kecil itu kalian sudah menjadi pahlawan lingkungan,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka BBGRM, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kebersamaan

Published

on

By

bbgrm
BBGRM: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan simbolis penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Sabtu (9/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan Gong dan simbolis penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Sidakarya, Denpaaar Selatan, pada Sabtu (9/5).

Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan paket sembako kepada anak yatim piatu serta petugas kebersihan Desa Sidakarya oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Kadis DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Camat Denpasar Selatan, IB Made Purwanasara, DPD serta LPM Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas sinergitas program pemberdayaan dan pembangunan melalui semangat gotong royong yang diusung dalam kegiatan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat yang digelar sinergi DPD dan LPM Kota Denpasar.

“Kami turut mengapresiasi atas semangat gotong royong dan sinergitas berbagai instansi ini sejalan dengan nilai Vasudhaiva Khutumbakam yakni semangat menyama braya. Selain mempererat kebersamaan antar sesama kegiatan ini juga meningkatkan hubungan dengan alam dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” pungkas Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Bulan Bhakti Gotong-royong, I Made Sutha Atmaja saat ditemui mengatakan pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat (BBGRM) Kota Denpasar Tahun 2026 ini mengambil tema ‘Melalui Bulan Bhakti Gotong-royong Masyarakat Kita Optimalkan Peran LPM Dalam Membangun Kota Denpasar Berlandaskan Semangat Vasudhaiva Khutumbakam’.

Lebih lanjut dikatakannya adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan serangkaian acara ini yakni bersih pantai, penanaman pohon, penyerahan sembako kepada anak yatim piatu dan petugas kebersihan, lomba joged lansia se-Kecamatan Densel, lomba cerdas cermat tingkat SMP dan lomba karaoke se-Kecamatan Densel.

Baca Juga  Matangkan Raperda Haluan Pembangunan Bali, DPRD Bali Gelar Raker dengan Gubernur Bali

“Tentu kami berharap pelaksanaan Bulan Bakti Gotong-royong Masyarakat dapat menjadi agenda rutin yang menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan, partisipasi aktif, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Denpasar,” ungkap Sutha Atmaja. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca