Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Pojok UMKM Bali di Bandara Ngurah Rai, Menparekraf: Kolaborasi Apik dan Ciamik Bangkitkan Ekonomi Bali

BALIILU Tayang

:

de
POJOK UMKM BALI: Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Pojok UMKM Bali, kolaborasi antara Bank Indonesia, Angkasa Pura I, Dekranasda Bali, Balimall, Bank BPD Bali, HIPMI Bali, dan Kadin Bali, Sabtu (15/1) di Bandara Ngurah Rai Bali. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno mengucapkan selamat kepada Bank Indonesia, Angkasa Pura I, Dekranasda Bali, Balimall, Bank BPD Bali, HIPMI Bali, dan Kadin Bali yang telah berkolaborasi membangun Pojok UMKM Bali, UMKM SIAP QRIS yakni UMKM Sehat Inovatif Aman Pakai QRIS di Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali.

‘’Ini adalah kolaborasi yang apik dan ciamik untuk kebangkitan ekonomi Bali. Kita lihat jumlah lapangan kerja yang tercipta total 500 yang sudah dikurasi, dan kalau kita lihat sumbangsih UMKM di Bali lebih dari 61 persen. Berarti 97 persen lapangan kerja di Provinsi Bali diciptakan oleh UMKM dan banyak di ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya dan fashion,’’ terang Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Pojok UMKM Bali, Sabtu (15/1) di Bandara Ngurah Rai Bali.

Menparekraf Sandiaga Uno disambut tari Barong di gerbang kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Sabtu (15/1). (Foto: gs)

Menteri Sandiaga lanjut berharap ini orientasi kebangkitan kita. Dengan adanya G20 di Bali, ia memastikan UMKM akan semakin menggeliat, bangkit karena akan banyak event. Event ini harus diarahkan ke Bali karena Bali salah satu provinsi yang masih minus tahun lalu. ‘’Jadi pertama, kita tahun ini ingin Bali sudah positif. Insyaallah,’’ ujar Menteri.

Kedua, Sandiaga berharap lapangan kerja tercipta kembali tahun ini. Sektor pariwisata akan menambah sekitar 400 ribu lapangan kerja. Ekonomi kreatif akan menambah 700 ribu. Oleh karena itu, kita ingin Bali mengambil porsi untuk penciptaan lapangan kerja. ‘’Ini adalah program menurut saya yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu dan kita harus secara tegas berpihak kepada UMKM yang dibutuhkan rakyat sekarang,’’ katanya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan Pojok UMKM Bali yang dibangun belum sebulan ini merupakan kerja sama antara Bank Indonesia, Bank BPD Bali, Balimall, Angkasa Pura 1, Dekranasda Bali, HIPMI dan Kadin yang khusus untuk UMKM Bali.

Baca Juga  Dampak KTT G20, Menparekraf: Tidak Hanya Dirasakan oleh Nusa Dua, juga Seluruh Ekosistem Pariwisata

Trisno Nugroho berharap kehadiran Pojok UMKM Bali ini bisa menjadi tempat untuk melihat-lihat produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Bali sebelum mengunjungi Bali seperti Art Center dan tempat-tempat lain di Bali. Di sini barang-barangnya bagus, medium-premium ke atas dari UMKM seluruh Bali, ada makanan dan juga kerajinan seperti kain endek Bali. ‘’Jadi kita ingin agar masyarakat di luar Bali bisa datang ke sini untuk berbelanja sekalian mendorong UMKM Bali bangkit,’’ paparnya.

Menparekraf menjadi Rojali, rombongan jadi beli dengan menggunakan transaksi QRIS di salah satu Pojok UMKM Bali. (Foto: gs)

Trisno Nugroho juga menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai seluruhnya sudah memakai QRIS, transaksi nontunai. Langsung mendarat sudah tahu dan bisa melihat-lihat UMKM SIAP QRIS yakni UMKM Sehat, Inovatif, Aman Pakai QRIS dan Bali siap digitalisasi dan UMKM Bali siap bangkit.

‘’Astungkara untuk proyeksi kami di Bali walaupun pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali sepanjang tahun 2021 kemungkinan masih negatif, tetapi pemulihan ekonomi Bali akan berlanjut di tahun 2022 dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Bali bisa mencapai antara 5-6 lebih persen. Kami berharap dukungan bapak Menteri karena Bali ingin tahun 2022 merupakan awal kebangkitan Bali,’’ harapnya.

Menteri Sandiaga Uno pun menyatakan keberpihakan pemerintah untuk hadir demi kebangkitan Bali kembali. ‘’Alhamdulilah, astungkara, waktu Nataru pecah rekor 26 ribu kunjungan wisatawan nusantara ke Bali,’’ ungkapnya seraya menyebut kita sudah menjadi Rojali, rombongan yang jadi beli dan mencoba SIAP QRIS, sehat inovatif aman pakai QRIS.

Sandiaga pun mengungkapkan, quarter ketiga dan keempat 2021 kedatangan domestik meningkat 341 persen quarter to quarter. Untuk Oktober November Desember, 7.600 untuk Oktober, 9.300 November dan Desember mencapai 11.400. Peningkatan yang sangat signifikan ini merupakan awal kembangkitan kita dan lapangan kerja akan terbuka, dan di sinilah keberpihakan pemerintah untuk hadir demi kebangkitan Bali kembali. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Penutupan BBTF Ke-9, Wagub Cok Ace Harap Bali Bisa Jadi “HUB” Perkenalkan Pariwisata Indonesia

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Layanan Kas Keliling Bersama Bank Indonesia dan Perbankan

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Transaksi Tunai dan Nontunai Naik 7,1 % Sepanjang 2023

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Dampak KTT G20, Menparekraf: Tidak Hanya Dirasakan oleh Nusa Dua, juga Seluruh Ekosistem Pariwisata

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca