Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Polres Buleleng Ungkap Kasus Curat di Pasar Anyar Buleleng

BALIILU Tayang

:

curat
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika K., S.I.K., M.H. yang didampingi Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya, S.H., saat konferensi pers kasus curat. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi pada Sabtu, 19 Maret 2022 pukul 05.00 Wita di dalam Pasar Anyar Kelurahan Banjar Bali Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Pelaku ditangkap pada Selasa, 10 April 2022 setelah polisi melakukan penyelidikan secara intensif.

Informasi penangkapan pelaku curat ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika KP, S.I.K., M.H. yang didampingi Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya, S.H., saat konferensi pers, Rabu (11/5/2022) di Mapolres.

Hadimastika seijin Kapolres Buleleng menyampaikan, terungkapnya kasus curat tersebut setelah polisi menerima laporan Nomor : LP / B / 43 / III / 2022 / SPKT / Polres Buleleng / Polda Bali,  tanggal 19 Maret 2022 atas nama Wayan Redipa. Pelapor Wayan Redipa asal Bungkulan Sawan melaporkan telah terjadi adanya dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

Selanjutnya Unit I Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan tersebut. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan telah mengamankan diduga pelaku dengan inisial ML (18) asal Kelurahan Banyuasri Buleleng dan pelaku dengan inisial SS (24) tinggal di Desa Panji Kecamatan Sukasada Buleleng.

Hadimastika mengatakan, dari keterangan korban serta saksi dan didukung dengan adanya barang bukti serta pengakuan tersangka bahwa benar telah terjadi dugaan perkara tindak pidana pencurian pada Sabtu 19 Maret 2022 di dalam Pasar Anyar Kelurahan Banjar Bali Kecamatan/Kabupaten Buleleng yang dilakukan oleh ML bersama SS. Mereka mencuri dengan cara bersama -sama datang ke TKP untuk mengambil barang berupa tas slempang yang terbuat dari plastik berwarna biru yang di dalamnya berisi uang tunai sekitar Rp 20.000.000, 1 buah HP Merk Nokia warna hitam, buku tabungan Bank BRI, dan nota belanjaan tanpa sepengetahuan pemiliknya dengan maksud untuk dimiliki sendiri. Hasil pencurian tersebut digunakan oleh pelaku untuk bermain judi dan kehidupan sehari-hari. Dengan kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 20.100.000.

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Buleleng Berikan Imbauan kepada Sektor Non-Esensial

Dalam perkara tersebut polisi mengamankan barang bukti 1 buah sepeda motor Yamaha N Max warna putih DK 2700 UBA, 1 buah HP Nokia warna hitam dan uang sejumlah Rp. 960.000. ‘’Pelaku atas nama ML dan SS diduga melanggar Pasal 363 Ayat 1 ke 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun,’’ jelas Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Hadimastika. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Polri: Pemecatan Ferdy Sambo Langkah Tegas dan Komitmen Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Survei Mayoritas Warga Setuju Ferdy Sambo Dipecat, Polri: Sejak Awal Kami Komitmen!

Published

on

By

polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 22 September 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Polri menegaskan bahwa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo di kasus penembakan Brigadir J merupakan langkah tegas dan komitmen yang digaungkan sejak awal.

Keseriusan Polri dalam menindak tegas dan mengusut tuntas perkara ini terwujud dari ditolaknya banding PTDH Ferdy Sambo. Atau dengan kata lain, putusan PTDH Ferdy Sambo sebagai anggota Polri telah final dan mengikat.

“Polri sejak awal komitmen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun yang dianggap tidak profesional maupun terlibat dalam kasus itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Tak hanya itu, Dedi menyinggung soal hasil survei Charta Politika terkait dengan keinginan publik soal dipecatnya Ferdy Sambo sebagai personel kepolisian.

Dalam survei tersebut, Charta Politika membagi menjadi dua yakni semua responden dan yang mengetahui kasus. Hasilnya, sebesar 52,6 persen semua responden sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Sedangkan, 58,1 persen yang mengetahui kasus sangat setuju Ferdy Sambo dipecat. Dengan adanya hasil survei tersebut, disimpulkan bahwa mayoritas warga sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Menurut Dedi, kedepannya baik tim khusus dan inspektorat khusus sampai saat ini terus fokus untuk berkas perkara kasus dugaan pembunuhan berencana, sidang kode etik dan berkas kasus pidana menghalangi penyidikan atau Obstruction of Justice.

“Kami terus secara intens berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses pemberkasan agar segera rampung untuk dilanjutkan ke persidangan. Kami terus berkomitmen mengusut tuntas perkara ini,” tutup Dedi. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kapolres Buleleng Lakukan Bakti Sosial Pembagian Sembako Dimasa PPKM Darurat
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Jadi Kurir Shabu Pasangan Kekasih Diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) pada konferensi pers saat mewawancarai pelaku. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Selain mengamankan ganja, Satresnarkoba Polresta Denpasar juga mengamankan pasangan kekasih, RRB (33) dan MN (20) di saat kedua pelaku menempel paket shabu di Jalan Serma Gede, Banjar Sanglah, Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (6/9) pukul 15.30 Wita.

Dari tangan pasangan kekasih berstatus mahasiswa ini polisi mengamankan barang bukti berupa 22 paket shabu seberat 185,28 gram.

Saat Press Conference Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) mengatakan bahwa setelah keduanya ditangkap di Jalan Serma Gede dan ditemukan 2 paket shabu, lanjut polisi melakukan penggeledahan kamar kos di Jalan Juwet Sari Gang Dewi Uma, Denpasar Selatan. Di sana polisi menemukan 20 paket shabu.

“Kedua tersangka ini mendapatkan pasokan shabu dari seseorang yang mereka kenal bernama Bos. Keduanya tergiur dengan upah besar, yakni dapat Rp 50.000 sekali tempel. Uang hasil jual narkoba ini rencananya untuk melunasi utang. Kalau shabu berhasil diedarkan semua, keduanya dapat upah Rp 6 juta,” beber Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Menurut pengakuan kedua pelaku saat mereka sedang kuliah di salah satu kampus swasta yang sama di Kota Denpasar. Kini keduanya sedang duduk di bangku semester III.

“Apapun alasannya, melanggar hukum harus dihukum. Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tegasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Buleleng Berikan Imbauan kepada Sektor Non-Esensial
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Kedapatan Miliki 28 Paket Shabu, Pasutri Ditangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

pasutri
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasatresnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK saat konferensi pers pada Kamis (15/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pasangan suami istri (Pasutri) ditangkap Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar karena mengedarkan paket Shabu. Pelaku berinisial Ad (25) dan YDL (21). Pasutri ini ditangkap di Jalan Raya Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Petugas menyita barang bukti berupa 28 paket shabu yang dikemas plastik klip seberat 7,22 gram. ‘’Menurut pelaku barang bukti itu didapatkan keduanya dari seseorang yang mereka kenal dengan nama Asbu. Puluhan paket shabu itu ditemukan polisi di dalam jok sepeda motor dan di dalam almari pakaian,” jelas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasatresnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK pada Kamis (15/9).

Kepada polisi keduanya mengaku telah 5 kali melakukan penempelan di daerah Denpasar. Setiap kali tempel dapat upah Rp 50.000. “Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tuturnya.

Kapolresta Denpasar menegaskan pengungkapan kasus narkoba ini merupakan bentuk keseriusan Polresta Denpasar dalam menjaga masyarakat dari bahaya narkoba.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan ini menyelamatkan 10.000 jiwa dari bahaya narkoba. Pemberantasan narkoba merupakan instruksi bapak Kapolri dan perintah dari bapak Kapolda,” tutup Kapolresta Denpasar. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dewa Gede Dalem Ditemukan Meninggal di Depan Warungnya di Buleleng
Lanjutkan Membaca