Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Polresta Denpasar Amankan Dua Pelaku Penganiayaan dan Penelantaran Anak

BALIILU Tayang

:

polresta
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. saat memberikan keterangan pers terkait dua pelaku penganiayaan dan penelantaran anak. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Setelah viral di media sosial terkait penemuan anak kecil bernama Naya (5) yang ditelantarkan orangtuanya dan ditemukan warga di Jalan Bedugul depan Kios Massage Desa Sidakarya Densel pada Selasa, 19 Juli 2022 sekira pukul 07.15 Wita, Unit Reskrim Polsek Densel dan Buser Polresta Denpasar langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelakunya.

Saat ditemukan warga, korban dengan keadaan memprihatinkan dan terdapat sejumlah luka pada badan serta mengalami patah di bagian paha kanan.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. kedua pelaku diamankan pada Rabu (20/7/2022) pagi di rumah kosnya Jalan Kertadalem Sari II Densel.

Kedua pelaku bernama Yohanes Paulus Maniek Putra alias Jo (39) yang merupakan teman dekat ibu korban dan biasa dipanggil Dedi oleh korban dan Dwi Novita Murni alias Novi (33).

“Dari keterangan pelaku Jo mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menampar korban bahkan menenggelamkan kepala korban ke dalam ember setelah itu korban juga diminta lari sampai korban lemas,” ungkap Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H.,S.I.K.

Alasan pelaku menganiaya korban karena  kesal korban tidak mau tidur dan jika ditanya tidak mau menjawab yang kemudian pelaku Jo memukul korban dengan tangan kosong sebanyak dua kali, mencubit perut, menyuruh korban push-up dan lari sampai korban lemas. Bahkan yang lebih parah korban ditarik kakinya dan pelaku memaksa korban untuk menekuk kaki untuk dilipat ke belakang kepala sehingga korban mengalami patah pada bagian paha.

Sedangkan ibu korban Dwi Novita Murni melihat korban dianiaya oleh pelaku hanya bisa menonton dengan alasan akan dimarah oleh pelaku Jo, tambah Kapolresta.

Baca Juga  Peduli Sesama, Satresnarkoba Polresta Denpasar Sambangi Panti Asuhan

“Kedua pelaku meninggalkan korban di Jalan Bedugul depan kios massage dan keadaan luka pada tubuhnya dan paha patah,” tutur Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Pasal yang disangkakan terhadap kedua pelaku yaitu Tindak Pidana Kekerasan terhadap anak di bawah umur dan penelantaran terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 C Jo Pasal 80 dan Pasal 76 B Jo 77 B UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU.No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Jambret Tas Wisatawan Prancis, Rohmat Diamankan Polsek Densel

Published

on

By

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku Jambret bernama Rohmat (39) asal Banyuwangi Jawa Timur. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku Jambret berinisial Rohmat (39) asal Banyuwangi Jawa Timur pada Sabtu, 13 Agustus 2022 lalu.

Sebelumnya korban Noemie Chloe Sancelme turis asal Prancis melaporkan telah kehilangan tas miliknya di Jalan Sekar Waru Sanur Kauh Densel pada Selasa, 9 Agustus 2022 sekitar pukul 10.45 Wita saat korban naik sepeda gayung menuju Pantai Mertasari. Saat di TKP korban dihampiri pelaku yang naik sepeda motor dan mengambil tas yang diletakkan di keranjang depan.

“Pelaku berhasil kami amankan setelah melakukan olah TKP dan mengidentifikasi nomor plat kendaraan dan identitas pelaku,” ungkap Kapolsek Densel Kompol I Made Teja Dwi Permana, S.H.,S.I.K. didampingi Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi, Senin (15/8/2022).

Lebih lanjut disampaikan sesuai dengan perintah Kapolda Bali dan Kapolresta Denpasar agar seluruh jajaran Kepolisian mengatensi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berlibur di pulau Bali dan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku yang berani berbuat kriminal.

“Setelah diamankan dan dilakukan pengembangan pelaku berusaha melakukan perlawanan sehingga kami berikan tindakan tegas (tembak),” ucap Kapolsek.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa 1 buah tas parasut warna pink uang Rupiah Rp 1,4 juta, kartu kredit, kaca mata dan alat perlengkapan ke pantai.

“Pelaku mengakui mengambil tas korban setelah sebelumnya korban dibuntuti pelaku selanjutnya pelaku membuang pakaian dan kartu kredit korban di hutan mangrove Benoa, sedangkan barang lain disimpan pelaku, ” jelas Kompol Made Teja.

Dari hasil pemeriksaan pelaku juga mengakui pernah melakukan jambret di kawasan Jalan Pengembak Sanur sekitar tiga bulan lalu. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Baca Juga  Dukung PPKM Darurat, Operasi Aman Nusa Agung II 2021 Gelar Penerangan Keliling
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Anggota Komisi III DPR RI Wayan Sudirta Apresiasi Langkah Tegas Kapolri

Published

on

By

sudirta
Anggota Komisi III Fraksi PDIP I Wayan Sudirta, S.H. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Anggota Komisi III Fraksi PDIP I Wayan Sudirta, S.H. mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengungkapkan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Kasus yang menyita perhatian publik itu menetapkan mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Dihubungi via telepon pada Rabu (10/8) Anggota Komisi III DPR menyampaikan, ketegasan seperti ini tidak saja bisa menghapus keragu-raguan masyarakat terhadap langkah-langkah kepolisian, dimana tingkat awal kasus ini sempat muncul atau menimbulkan tanda tanya, banyak hal-hal dipertanyakan, serta tidak masuk akal. Namun Kapolri Listyo melakukan beberapa tindakan tegas, yaitu memberikan sanksi kepada 31 pertugas kepolisian yang tidak profesional, diikuti penyelidikan dan penyidikan serius oleh Timsus Mabes Polri sehingga memunculkan tersangka yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya 1 tapi 4 orang, salah satunya adalah perwira tinggi yaitu Irjen FS.

Ditambahkan lagi ini bertanda bahwa kepolisian dapat mewujudkan secara konkret instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menuntaskan perkara ini dan kita berikan penghargaan dan jadi contoh ketegasan ini.

“Hal Ini diperlukan bagi Indonesia yang sedang membangun dan memerlukan terobosan diberbagai bidang karena sesungguhnya tidak mudah untuk mengatasi situasi intern seperti ini. Tapi akhirnya Kapolri bisa cari jalan keluar, tentu banyak hambatan, saya paham itu. Yang paling penting adalah hambatan-hambatan itu bisa disingkirkan sehingga sampai tingkat sekarang pertanyaan-pertanyaan masyarakat kalaupun tidak memuaskan dan terjawab, tapi cukup menyenangkan,” ungkap politisi PDIP ini.

Dengan langkah-langkah kapolri yaitu menentukan dan memastikan ada empat tersangka, ini cukup menyenangkan tapi sekali lagi belum memuaskan. Karena apa, masih perlu langkah-langkah berikutnya misalnya bagaimana hasil pemeriksaan inspektorat/pengawasan tentang masalah kode etik, apakah akan berhenti ditingkat kode etik, atau masih tanda koma. Kalau tanda koma berarti selain proses kode etik, harus dilacak unsur-unsur pidana jangan sampai ada tercecer. Artinya harus tuntas, baik secara kode etik, maupun pidana. Ini bisa dilakukan, termasuk kemungkinan ada pelanggaran pidana berapapun jumlahnya, apakah masalah pembunuhan, menghilangkan barang bukti, mengambil barang bukti, menyembunyikan barang bukti, laporan palsu, dan rekayasa. Semua itu harus dituntaskan dari segi kode etik dan pidana, “Bolehlah kita berharap masyarakat puas dengan langkah-langkah polisi sampai hari ini,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Dukung PPKM Darurat, Operasi Aman Nusa Agung II 2021 Gelar Penerangan Keliling

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Ungkap Kasus Pornografi, Ditreskrimsus Polda Bali Amankan Pasutri Muda

Published

on

By

Polda Bali
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dipimpin Kabid Humas Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., saat menggelar press release, Rabu ( 10/8). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali dipimpin Kabid Humas Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., menggelar press release terkait kasus pornografi yang marak dan terjadi di wilayah hukum Polda Bali.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kabagbinops Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati, S.H., M.H., Kasubdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, S.I.K., M.I.K., dan Kanit 2 Subdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Bali Kompol Tri Joko W., bertempat di Ruang Rupatama Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (10/8/2022).

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/A/406/VII/2022/SPKT.Ditreskrimsus/Polda Bali, yang bertanggal 21 Juli 2022, dari patroli siber diketahui bahwa adanya akun twitter dengan 106 following dan 68,900 follower yang memposting video yang bermuatan pornografi.  Di mana terlihat dari beberapa video, adegan berhubungan badan antara beberapa orang dengan perempun yang sama.

Di dalam akun twitter tersebut termuat open group exclusive telegram, dan untuk dapat bergabung ke dalam group tersebut diwajibkan membayar dengan nominal uang sebesar Rp. 200.000. Di dalam group telegram tersebut tersangka yang merupakan admin membagikan video porno yang di mana diduga diperankan oleh tersangka bersama dengan seorang wanita.

Berdasarkan dari patroli siber tersebut, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Bali melaksanakan penyidikan dan diketahui bahwa pelaku dan wanita didalam video porno tersebut merupakan pasangan suami-istri (pasutri) dengan inisial GGG dan Kadek DKS.

Saat melakukan penangkapan didapati bahwa video tersebut diposting oleh GGG dengan sepertujuan Kadek DKS.  Berawal dari tahun 2019 tersangka sudah mulai meng-upload video porno mereka di twitter untuk memenuhi fantasi seksual namun tidak berbayar, dan pada tahun 2020 pada group telegram yang dibuatnya itu tersangka meng-upload video porno yang telah tersangka buat, apabila ada yang ingin bergabung ke dalam group telegram tersebut tersangka meminta bayaran sebesar Rp. 200.000, dan sampai saat ini tersangka memiliki 3 group telegram yang beranggotakan ratusan orang dan dengan keuntungan yang diperoleh kurang lebih sebesar Rp. 50.000.000.

Baca Juga  Polresta Denpasar Ungkap 26 Kasus dengan 31 Tersangka Sepanjang 2 Juli-12 Agustus

Kabid Humas Polda Bali Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa tersangka akan dijerat dengan pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU No.19 th 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 4,10 UU No.44 th 2008 tentang Pornografi dan pasal 55 KUHP.

”Dari perbuatannya tersangka akan dijerat pasal 27 tentang UU ITE, UU nomor 44 tentang pornografi dan pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” ucapnya.

Untuk barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni 1 buah Handphone merek Realme C2 berwarna biru, 1 hardisk sebagai penyimpanan video, 1 akun twitter yang dipergunakan untuk memposting video bermuatan pornografi, 1 akun telegram dengan 3 group telegram berbayar yang berisi puluhan video porno yang diperankan oleh tersangka. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca