Connect with us

KRIMINAL

Polsek Seririt Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor oleh Anak Pelajar

BALIILU Tayang

:

KONPRES: Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K, S.H., M.Si. didampingi Kapolsek Kompol Gede Juli saat konferensi pers kasus pencurian kendaraan bermotor, Senin (4/10) di Mapolres Buleleng.

Buleleng, baliilu.com – Polsek Seririt Polres Buleleng telah berhasil melakukan pengungkapan terhadap peristiwa tindak pidana pencurian sepeda motor oleh pelaku berinisial KBS yang masih berstatus pelajar yang terjadi pada Senin, 27 September 2021 sekira jam 12.00 Wita, bertempat di bilangan Sulanyah, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Kasus pencurian terjadi berawal dari adanya laporan masyarakat perihal terjadinya pencurian 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan Nopol DK  2784 ZQ, sesuai dengan Laporan Polisi nomor : LP/B/28/IX/2021/SPKT/ Polsek Seririt/ Polres Buleleng /Polda Bali, tanggal 27 September 2021.

Dari laporan ini, Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, S.IP. memerintahkan anggota Reskrim Polsek Seririt dipimpin Kanit Reskrim Iptu Putu Edy Sukaryawan, S.H., M.H. dan panit I Ipda Ketut Wijana, untuk melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut.

Kapolsek Kompol Gede Juli seijin Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K, S.H., M.Si., Senin (4/10) menyampaikan, tim selanjutnya melakukan introgasi saksi-saksi di sekitar TKP, maping terhadap penjual dan pembeli barang rongsokan, pengecekan ke tempat gadai / jual-beli sepeda motor dan pengecekan CCTV di seputaran TKP. Sampai akhirnya mendapat petunjuk yang mengarah ke pelaku berinisial KBS (16), pekerjaan pelajar, alamat Seririt, Kabupaten Buleleng.

Pada Rabu, 9 September 2021 sekitar jam 13.00 Wita, papar Kapolsek, tim melakukan penangkapan dan introgasi terhadap pelaku di rumahnya. Dari hasil introgasi pelaku mengakui telah melakukan perbuatan mengambil 1 unit sepeda motor Honda Beat Nopol DK 2784 ZQ dari sebuah pekarangan rumah di Desa Sulanyah, dan sudah digadaikan oleh pelaku Rp. 1.500.000.

Kapolsek Gede Juli memaparkan, pelaku melakukan perbuatan tersebut karena berkeinginan memiliki sesuatu barang berupa kalung emas. Uang yang diterima pelaku dari hasil menggadaikan sepeda motor tersebut dibelikan 1 buah kalung emas seharga Rp. 900.000, kemudian digunakan untuk makan-makan bersama temannya dan sisanya masih tersisa Rp. 200.000. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Seririt untuk penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Polres Buleleng Salurkan 5 Ton Beras Polri Untuk Masyarakat yang Tidak Mampu dan Terdampak Covid- 19

Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui saat pencurian sempat lewat di depan rumah korban sambil mengendarai 1  unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam sendirian. Kemudian setelah melihat ada kunci sepeda motor tercantol timbul niat pelaku untuk mencurinya. Lalu pelaku memarkir sepeda motor yang dibawanya di sebelah utara Rumah Sakit Santi Graha yang berjarak sekitar 50 meter dari TKP dan kembali dengan berjalan kaki ke rumah korban untuk mengambil sepeda motor yang kuncinya tercantol tersebut.

Setelah itu, pelaku langsung mengendarainya dan membawa ke tempat gadai, dan kemudian kembali ke lokasi untuk mengambil sepeda motornya. ‘’Keterangan pelaku ini sesuai dengan rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku sempat memarkir sepeda motor di sebelah utara Rumah Sakit Santi Graha,’’ ungkap Kapolsek.

Terhadap pelaku disangka / diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun  penjara. ‘’Namun karena pelaku masih di bawah umur atau anak-anak dalam proses penyidikan mengacu pada  UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta saat ini pelaku dalam status wajib lapor di Polsek Seririt,’’  tutup Kapolsek Kompol Gede Juli. (eka/bi)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Sat Resnarkoba Polresta Denpasar Sebulan Amankan 51 Tersangka

Published

on

By

de
JUMPA PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo, S.I.K. saat jumpa pers pengungkapkan kasus narkoba, Kamis (14/10) di Mako Polresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Satuan Res Narkoba Polresta Denpasar berhasil mengamankan 51 (lima puluh satu) pelaku penyalahgunaan narkoba dalam kurun waktu dari tanggal 1 September sampai 11 Oktober 2021 dengan jumlah 36 kasus.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Losa Lusiano Araujo, S.I.K. menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan dari semua pelaku berupa ganja 1.181 gram (1 kg), sabu 175,6 gram, ekstasi 211 butir dan tembakau sintetis 4,62 gram.

“Ada enam kasus dengan barang bukti besar, salah satunya pasangan suami istri asal Jakarta yang saat diamankan memiliki sabu seberat 42,46 gram ditangkap di Jalan Juwet Sari Densel,” ungkap Kapolresta Denpasar, Kamis (14/10) saat jumpa pers di Mako Polresta Denpasar. 

Kemudian ada pelaku Ruliff (18) dan Faris (23) TKP Jalan Kawasan Pecatu Kutsel dengan barang bukti 1 kg ganja kering, Teguh (42) TKP Jalan Pulau Bungin Denpasar Selatan dari pelaku diamankan sabu seberat 59,02 gram dan 117  butir ekstasi.

Haryono (27) ditangkap di Jalan Pura Demak Denbar dengan barang bukti dari tangan pelaku berupa sabu 15,99 gram dan 25 butir ekstasi, Ryan (25) yang berprofesi sebagai buruh diamankan di Jalan Alam Sari Denpasar Barat dari pelaku disita sabu 25,92 gram dan Benny (30) di TKP Jalan Glogor Carik Denpasar Selatan dengan 25 butir ekstasi.

Menurut dari daerah pelaku, asalnya dari Jawa 32 orang, Bali 17 orang, NTB 1 orang dan Ambon 1 orang. Peran dari pelaku sebagai kurir dan bandar.

“Modus operandi para pelaku yaitu menyimpan, mengantar / menempel narkotika dimana mereka melakukan perbuatan itu karena faktor ekonomi,” Jelas Kombes Jansen Avitus.

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Buleleng Berikan Imbauan kepada Sektor Non-Esensial

Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap para pelaku yaitu Pasal 111 ayat (2) Pasal 112 ayat 1 dan 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Enam Pelaku Curas di Bawah Umur Diamankan Sat Reskrim Polresta Denpasar

Published

on

By

de
JUMPA PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, SIK, MH, didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S H.,S.I.K.,M.H. saat jumpa pers kasus curas di bawah umur, Senin (11/10/2021).

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reskrim Polresta Denpasar berhasil mengamankan enam pelaku pencurian dengan kekerasan, empat di antaranya pelaku merupakan anak di bawah umur.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan., S.I.K.,M.H. menjelaskan, pengungkapan kasus ini  berawal dari laporan korban bernama Jefriyanto (20) yang mengaku pada Sabtu 2 Oktober 2021, sekira jam 02:56 Wita. Korban memesan kapsul obat kuat kepada pelaku Nanda melalui aplikasi Mi Chat, selanjutnya pelaku bersama – sama menuju TKP di Jl. Gn. Talang VI.C No. 12 Denpasar.

Saat di TKP, pelaku dan korban ngobrol dan korban hendak membayar, namun dompet korban ditarik oleh pelaku dan pelaku yang berjumlah enam orang secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan double stik memukul kepala korban hingga kepala korban luka mengeluarkan darah. Pelaku kemudian merampas HP dan dompet korban.

Pelaku enam orang berinisial ART (19), DD (19), KSA (15), PT LD (13), MD SW (15), dan GD CSF (17), melakukan penganiayaan dilakukan secara bersama-sama terhadap korban.

“Setelah kita kembangkan terhadap keenam pelaku, ternyata mereka sudah beraksi sebanyak 13 (tiga belas) kali di wilayah Denpasar,” kata Kapolresta Denpasar didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S H.,S.I.K.,M.H. (11/10/2021).

Dijelaskan Kapolresta, ketiga belas TKP tersebut di antaranya di Jalan Bikini 3 kali , Jl. Mahendradata Gg. Akasia 4 kali, Jalan Gunung Talang Denpasar sebanyak 5 kali dan di Jalan Pura Demak Denpasar  1 kali. Kapolresta menegaskan perbuatan mereka sangat meresahkan masyarakat, sedangkan hasil dari kejahatannya pelaku gunakan untuk berfoya-foya.

“Pasal yang dilanggar Pasal 365 ayat 2 ke 1e dan 2e KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun (12) dan karena ada pelaku anak di bawah umur tentunya ada pengurangan masa hukuman,” jelas Kombes Jansen Avitus. (gs)

Baca Juga  Kapolres Buleleng Lepas Puluhan Tukik di Pantai Penimbangan

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Bareskrim Kerahkan Tim Asistensi Terkait Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Published

on

By

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Jakarta, baliilu.com – Bareskrim Polri mengerahkan tim asistensi terkait dengan kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, tim asistensi itu untuk melakukan pendampingan terhadap Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait dengan proses hukum kasus tersebut.

“Hari ini tim asistensi Wasidik Bareskrim, dipimpin Kombes Helfi Assegaf dan tim berangkat ke Polda Sulsel,” kata Argo kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (9/10).

Menurut Argo, tim asistensi Bareskrim Polri tersebut bakal bekerja secara profesional. Bahkan, ditegaskan Argo, apabila nantinya ditemukan bukti baru maka, polisi bakal kembali membuka perkara tersebut.

Diketahui, Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel menghentikan proses penyelidikan kasus itu. Pasalnya, aparat tidak menemukan barang bukti yang kuat terkait dengan perkara tersebut.

“Kalau ada bukti baru bisa dibuka kembali,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Argo sebelumnya memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini pihak kepolisian sudah melakukan tindaklanjut dari adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, polisi mengantar ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” ucap Argo.

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

Baca Juga  Polres Buleleng Salurkan 35.000 Kilogram Beras Mensetneg di Wilayah Buleleng

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk di pangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orangtua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca