Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud Laksanakan PKM di Museum Pendet Gianyar

BALIILU Tayang

:

de
Kaprodi Doktor Kajian Budaya Prof. Dr. I Nyoman Dharma Putra, M.Litt. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Progam Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Museum Pendet, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Sabtu, 26 Februari 2022. Tema yang diangkat “Industri Budaya: Pemertahanan Kesenian di Masa Pandemi di Ubud”.

Kegiatan tersebut dipimpin Kaprodi Doktor Kajian Budaya Prof. Dr. I Nyoman Dharma Putra, M.Litt., yang diikuti oleh mahasiswa S-2 dan S-3 angkatan 2021/2002, para dosen, dan sejumlah seniman di Ubud dan sekitarnya. Seperti seniman perupa, videografi, seniman grafis, pertunjukan dan kurator. Jumlah keseluruhan peserta pengabdian mencapai 50 orang dan diisi dengan berbagai materi salah satunya yaitu literasi digital bagi seniman di masa pandemi seperti saat ini.

Diskusi khusus tentang Industri Budaya. (Foto: Ist)

Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., menyampaikan, program PKM merupakan kerja sama antara Prodi S-3 Kajian Budaya dengan Museum Pendet. Lokasi itu terpilih karena Museum Pendet merupakan museum unik dalam sejarah perkembangan museum di Bali. Kendati lokasi dan ukuran museum itu relatif kecil, namun nilai karya yang terpajang di sana sangat besar. Sementara, Kaprodi S-2 Kajian Budaya, Dr. I Wayan Tagel Eddy mengatakan bahwa kebudayaan sangat terkait erat dengan kehidupan masyarakat. Kebudayaan bukan semata kesenian dan keindahan, tetapi juga merupakan ruang negosiasi kekuasaan.

Ketua Panitia PKM, Wayan Nuriarta menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memberikan solusi berdasarkan kajian akademik di bidang kajian budaya atas kebutuhan, tantangan, dan persoalan yang dihadapi kelompok seniman di Ubud. PKM juga diharapkan untuk memberikan informasi mengenai peningkatan kinerja (capacity building) bagi kelompok seniman di Ubud, dalam rangka mendukung pembangunan seni budaya dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Mahasiswa FIB Unud Gelar PKM Bertajuk “FIB Peduli Lingkungan’’

“Melalui kegiatan ini sekaligus juga untuk memperoleh umpan balik dan masukan bagi Program Studi Doktor Kajian Budaya, dalam rangka meningkatkan relevansi pendidikan, dari para praktisi dan pakar,” terangnya. Kegiatan PKM diisi dengan peninjauan koleksi museum,  diskusi koleksi saat peninjauan, dan diskusi khusus mengenai “Industri Budaya” dengan tiga narasumber, yaitu Dr. Ketut Muka Pendet (pengelola museum/ Dosen ISI Denpasar), dan dua mahasiswa Kajian Budaya yaitu Richard Togaranta Ginting dan I Kadek Puriartha.

Diskusi dipandu oleh AA Gde Agung Dalem. Dalam presentasinya berjudul “Konsep Berkesenian Dulu dan Kini”, Dr. Muka Pendet menyampaikan sejarah kaitan kesenian dengan kehidupan sosial dan keagamaan serta komersial masyarakat. “Meski terjadi perubahan konteks mencipta dalam sejarah kesenian Bali, peran seni sebagai pendukung kegiatan spiritual dan keagamaan di Bali ikut membuat kesenian itu menjadi berkembang ajeg dan dinamis,” ujar alumnus Prodi S-3 Kajian Budaya Unud ini.

Richard dalam presentasinya “Digital Culture: Mengenalkan Kesenian dan Budaya Indonesia melalui Literasi Digital” mendorong seniman, mahasiswa, dan warga pada umumnya untuk rajin memperkenalkan seni budaya Nusantara lewat media digital. Nilai promosinya itu tinggi sekali, karena penonton bisa tertarik dan sungguh akan berkunjung.

Kadek Puriartha dalam presentasi “Seni Virtual Bali di Masa Pandemi” menyampaikan bahwa pandemi menghambat berbagai kegiatan seni. Sebagai contoh, kelompok seni yang dimiliki di Singapadu sudah harus pentas memenuhi undangan ke Paris tetapi batal karena pandemi. Dosen S-3 Kajian Budaya Unud Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., yang hadir memuji kreativitas seniman Bali tetap berkreasi dalam situasi pandemi lewat penciptaan seni virtual. Dosen lain, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., menyampaikan pemertahanan kesenian Bali terjadi karena kemampuan seniman dan budayawan yang melakukan transformasi. “Kata kuncinya ada dua yaitu transformasi dan kemitraan. Dewasa ini. di era digital, tidak ada orang bisa bekerja sendiri tetapi pasti memerlukan mitra kolaborasi,” ujar Prof. Suarka.

Baca Juga  Disbud Denpasar Lepas 13 Mahasiswa Magang FIB Unud

Diskusi berlangsung hangat selama dua jam. Dalam kesempatan itu dibahas mengenai sejarah seni rupa Bali, kehidupan seniman, manfaat seni bagi kehidupan sosial masyarakat, literasi budaya, literasi digital, dan seni virtual Bali di masa pandemi. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4381-Prodi-Doktor-Kajian-Budaya-Fakultas-Ilmu-Budaya-Unud-Melaksanakan-Pengabdian-kepada-Masyarakat-di-Museum-Pendet-Ubud-Gianyar-Bali.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Disbud Denpasar Lepas 13 Mahasiswa Magang FIB Unud

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  FIB Unud dan FIB Unair Berkolaborasi Tingkatkan Capaian IKU
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Kajian Wayang Topeng Antarkan Tri Wahyuningtyas Raih Gelar Doktor Kajian Budaya

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca