Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Prodi MIE FEB Unud Gelar Inisiasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023/2024

BALIILU Tayang

:

inisiasi mahasiswa baru feb unud
INISIASI: Prodi MIE FEB Unud melaksanakan kegiatan Inisiasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023/2024 pada Jumat, 8 September 2023, ditutup sesi foto bersama. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Prodi MIE FEB Unud) melaksanakan kegiatan Inisiasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023/2024 pada Jumat, 8 September 2023. Inisiasi Mahasiswa Baru ini merupakan inisiasi kedua yang digelar secara bersama-sama dengan seluruh Program Magister di Lingkungan FEB Unud. Acara dibuka oleh Dekan FEB Unud, Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D.

Dekan FEB Unud dalam sambutannya menyampaikam selamat datang kepada mahasiswa baru angkatan 2023 jenjang Magister FEB Unud. Ia juga menyampaikan rasa bahagianya karena bisa menyambut kedatangan mahasiswa baru di tempat penuh sejarah milik Universitas Udayana. Secara khusus, Dekan FEB Unud menyampaikan bahwa FEB akan menjadi rumah kedua untuk mahasiswa bernaung dan menjadi rumah tempat belajar untuk nantinya menjadi orang hebat yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan inisiasi dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan di Aula Gedung BM Lantai IV FEB Universitas Udayana, dengan materi sistem pendidikan di Prodi Magister dan dilanjutkan dengan penyampaian pedoman penulisan tesis. Pengenalan kurikulum Prodi MIE FEB Unud dilanjutkan pada sesi kedua yang dilaksanakan di Gedung BI lantai III FEB Univesitas Udayana. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3593-Kegiatan-Inisiasi-Mahasiswa-Baru-Program-Studi-Ilmu-Ekonomi-2023-2024.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Hadiri PKKMB Unud, Wamen Dikti Tekankan Hindari Bulying, Judol dan Narkoba
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pelaksanaan Puncak Hari Mangrove Sedunia

Wujud Komitmen Jaga Pelestarian Lingkungan

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri penanaman pohon mangrove di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Tahura Ngurah Rai, Denpasar.
PENANAMAN MANGROVE: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan penanaman Pohon Mangrove serangkaian Puncak Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan di seputaran area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar pada Minggu (26/7) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri pelaksanaan penanaman Pohon Mangrove serangkaian Puncak Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan di seputaran area Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar pada Minggu (26/7) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan diselenggarakan oleh PLN Indonesia Power Ini mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Moh. Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, serta undangan lainnya dengan menanam sebanyak 15.000 bibit pohon mangrove jenis Rhizophora Mucronata.

Di sela-sela pelaksanaan tersebut, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut adalah aksi nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan dan memuliakan bumi serta alam semesta.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Wawali Arya Wibawa.

Sementara Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo mengatakan keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengelola kawasan.

Lebih lanjut dikatakannya, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan salah satu destinasi ekowisata berkelanjutan yang menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. “Dan melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, namun juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,“ ujarnya.

Baca Juga  British Council Siap Fasilitasi Test IELTS untuk Kuliah di Luar Negeri

“Berharap kedepannya PLN Indonesia Power dapat terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat agar model konservasi berbasis masyarakat seperti di Batu Lumbang ini dapat memberikan dampak yang lebih luas,” pungkas Ridho Hutomo.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat menilai Indonesia memiliki keunggulan besar karena didukung wilayah laut yang luas, ekosistem mangrove yang melimpah, serta kondisi geografis yang menjadikan ekonomi hijau sebagai potensi ekonomi baru yang menjanjikan. Karenanya, Jumhur mengajak seluruh pihak menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove agar kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jumhur menegaskan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya. Karena itu, penanaman satu hektare mangrove dinilai setara dengan sekitar empat hektare tanaman daratan dalam menyerap emisi karbon.

“Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi penting untuk mengimbangi peningkatan emisi karbon akibat aktivitas ekonomi sekaligus mendukung target pengendalian perubahan iklim,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lovina Festival 2026 Resmi Dibuka, Bupati Buleleng Tegaskan Kolaborasi dan Inklusivitas sebagai Kunci Penguatan Pariwisata Bali Utara

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memukul cengceng di main stage Pantai Lovina saat pembukaan Lovina Festival 2026.
LOVINA FESTIVAL: Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Lovina Festival 2026 resmi dibuka Jumat (24/7) dengan pemukulan cengceng di main stage kawasan Pantai Lovina oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival tahun ini hadir dengan semangat baru berupa kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan komunitas yang lebih luas untuk memperkuat posisi Bali Utara di peta pariwisata dunia.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Lovina Festival bukan sekadar agenda tahunan. Festival ini telah menjadi panggung kebanggaan Kabupaten Buleleng untuk menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi pariwisata Bali Utara kepada dunia.

“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Bupati Sutjidra.

Apresiasi khusus disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha menjadi fondasi utama agar festival dapat memberi dampak nyata.

Tahun ini, Lovina Festival menghadirkan pembeda utama. Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun kolaborasi lintas OPD se-Bali. Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta Kabupaten Banyuwangi, bersinergi mempromosikan Lovina Festival 2026.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tegas Sutjidra.

Semangat inklusivitas juga menjadi sorotan. Festival tahun ini merangkul berbagai komunitas, mulai dari komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, hingga musisi dari seluruh Kabupaten Buleleng. Partisipasi beragam komunitas menunjukkan bahwa festival ini adalah milik bersama, ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kreatif.

Baca Juga  Monitoring Pelaksanaan PPK Ormawa Mesin, Tim Pemonev FT Unud Berkunjung ke Desa Gunaksa

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga memperkenalkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival. Pendataan dilakukan melalui pengelompokan target wisatawan berdasarkan kategori UMKM industri dan UMKM lokal. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar pemetaan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal mereka di Buleleng selama festival berlangsung. Dengan begitu, kebijakan pengembangan pariwisata ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Melalui Lovina Festival 2026 “Theatre of Dolphins”, Pemkab Buleleng berharap mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta memperluas jangkauan promosi pariwisata Bali, khususnya Bali Utara.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Lovina Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh pengunjung,” tutup Bupati Sutjidra.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menyampaikan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menegaskan bahwa kawasan Lovina bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah “panggung alam” yang menampilkan harmoni antara laut, lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni dan budaya masyarakat lokal.

Dalam laporan yang disampaikan saat pembukaan festival di Pantai Lovina, Reika menjelaskan tema tahun ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia.

“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Lovina Festival 2026 dirancang sebagai etalase pariwisata Bali Utara untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, dan potensi unggulan Kabupaten Buleleng kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsep festival dibuat lebih terarah agar memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca Juga  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud Gelar Badan Kekeluargaan Ke-13

Untuk pertama kalinya, kegiatan festival dibagi ke dalam dua segmentasi panggung. Panggung di kawasan Tasikmadu berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 dan menyasar wisatawan mancanegara. Sementara panggung di kawasan Binaria berlangsung pada 26 hingga 28 Juli 2026 dengan fokus pada wisatawan domestik.Durasi festival juga diperpanjang menjadi lima hari.

“Perpanjangan ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” ungkapnya.

Reika menyebutkan target kunjungan tahun ini mencapai 25.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, dengan rata-rata 5.000 kunjungan per hari. Target tersebut disusun sebagai upaya nyata meningkatkan daya tarik Lovina sebagai destinasi unggulan Bali Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Untuk mendukung target tersebut, Lovina Festival 2026 melibatkan lebih dari 250 pengisi acara yang terdiri dari artis nasional dan kolaborasi talenta lokal. Selain itu, festival ini juga melibatkan 82 pelaku UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 44 komunitas dari bidang seni, olahraga, lingkungan, dan industri kreatif turut berpartisipasi aktif menyemarakkan rangkaian kegiatan.

Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan didukung melalui tiga sumber utama yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

“Sinergi pendanaan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan,” kata Reika.

Mengacu pada capaian tahun sebelumnya, Lovina Festival 2025 berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung dengan komposisi 47% wisatawan mancanegara dan 53% wisatawan domestik. Total transaksi ekonomi mencapai lebih dari Rp 600.000.000. Tingkat hunian hotel di kawasan Lovina rata-rata mencapai 82%, bahkan beberapa hotel mencapai 100% selama pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga  Mahasiswa FK Unud Raih ‘’Travel Grant Awards’’ di Seoul

Capaian itu juga didukung penataan kawasan Lovina yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kini kawasan Lovina tampil lebih indah, asri, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis Lovina Festival kembali menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Optimisme tersebut didukung berbagai destinasi unggulan di sekitar Lovina, mulai dari wisata pantai, air terjun, danau, pegunungan, hingga wisata religi, budaya, dan pusat oleh-oleh.

Turut hadir dalam pembukaan festival, Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Sekda Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Wakil Bupati Gede Supriatna, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb David Dwi Martin Warginanto, Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya, Anggota DPRD Buleleng, Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten Buleleng, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, Camat, Perbekel, Kelian Desa Adat dan undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polisi Selidiki Dugaan Perbuatan Melanggar Kesusilaan terhadap Anak di Lingkungan SD Negeri 3 Kerta

Published

on

By

Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, pascadugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak.
Situasi SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar pasca dugaan kasus perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Payangan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan perbuatan melanggar kesusilaan terhadap anak yang terjadi di lingkungan SD Negeri 3 Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, yang sempat viral di medsos.

Seijin Kapolres Gianyar , Kapolsek Payangan AKP I Putu Budi Artama, S.H., M.H.,menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah menerima informasi terkait dugaan peristiwa yang sempat beredar di media sosial.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal menerangkan bahwa ada seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya memanggil-manggil korban. Dan juga laki-laki tersebut sempat menawarkan permen kepada beberapa siswa, serta ada juga menjelaskan sempat memperagakan gerakan yang bermuatan asusila. Seluruh keterangan tersebut masih didalami oleh penyidik,” ujar AKP I Putu Budi Artama.

Polsek Payangan telah melakukan pendalaman di lokasi, meminta keterangan dari siswa, pihak sekolah, guru, sekaligus melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Petugas juga telah melakukan penelusuran dan mengidentifikasi kendaraan yang diduga digunakan oleh laki-laki tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila ada masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini, agar segera menyampaikan informasi kepada Polsek Payangan atau Polres Gianyar,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dan akan dilakukan secara profesional, objektif, serta mengutamakan perlindungan terhadap anak sebagai korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Monitoring Pelaksanaan PPK Ormawa Mesin, Tim Pemonev FT Unud Berkunjung ke Desa Gunaksa
Lanjutkan Membaca