Denpasar, baliilu.com – Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan Kurikulum Tahun 2022 Prodi Sarjana Manajemen dengan tema “Penilaian dan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sesuai SN-Dikti dengan Pendekatan Outcome-Based Education” pada Kamis, 28 April 2022 yang dilaksanakan secara daring via Cisco Webex Meetings.
FGD Penyempurnaan Kurikulum Tahun 2022 Program Studi Sarjana Manajemen dilaksanakan karena adanya perubahan kurikulum yang mengadaptasi pembobotan Outcome-Base Education. Tujuan dilaksanakan FGD ini yaitu untuk mendapatkan masukan dan informasi yang akurat mengenai kriteria lulusan yang harus dibentuk pada kurikulum sehingga mendapatkan profil lulusan mahasiswa yang sesuai. Kurikulum ini rencananya akan dilaksanakan pada semester ganjil tepatnya pada bulan Agustus tahun 2022.
Saat pemaparan materi FGD.
Kegiatan ini dihadiri oleh 60 orang diantaranya para Guru Besar, dosen FEB Unud, undangan eksternal, alumni dan mahasiswa manajemen. Adapun rinciannya sebagai berikut: Guru Besar yang hadir sejumlah 10 orang, yaitu Prof. Dr. I Ketut Rahyuda, S.E., MSIE, Prof. Dr. I Wayan Gede Supartha, S.E., S.U., Prof. Dr. I Made Wardana, S.E., M.P., Prof. Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, S.E., M.Si., Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S., Prof. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini, S.E., M.Si., Prof. Dr. I Gede Riana, S.E., M.M., Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Giantari, S.E., M.Si., Prof. Dr. Desak Ketut Sintaasih, S.E., M.M., dan Prof. Dr. Ida Bagus Anom Purbawangsa, S.E., M.M.
Unsur Dosen Tetap Program Studi (DTPS) yang berkesempatan hadir diantaranya : Dr. I. B. Panji Sedana, S.E., M.Si., Dr. Gede Suparna, S.E., M.S., Dr. Dra. I G.A. Manuati Dewi, M.A., Dr. Sayu Kt Sutrisna Dewi, S.E., M.M., Ak., Drs. Kastawan Mandala, M.M., I Gst. Ayu Dewi Adnyani, S.E., M.Si., I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M., Km. Agus Satria Pramudana, S.T, M.Com., I Wayan Santika, S.T., M.M., Ni Md. Wulandari Kusumadewi, S.E.,M.Sc., B.A., Gede Bayu Rahanatha, S.E., M.M., Ni Putu Ayu Darmayanti, S.E., M.M., Dr. Ica Rika Candraningrat, S.E.,M.M., I Gst. Made Suwandana, S.E., M.M., dan I Gst. Bgs. Honor Satrya, B.bus.Com., MIB.
Undangan Eksternal yang merupakan bagian dari stakeholders terbagi menjadi 2 kelompok asal yaitu User / Pengguna, Alumni dan Mahasiswa. Untuk User / Pengguna dihadiri oleh 10 orang yang terdiri dari : Luh Gede Suryani Astuti (Pgs. Wakil Pemimpin Kantor Cabang BNI Denpasar), Wiranda Adiyasa (Pemimpin KK BNI Unud), I Gede Putu Wedana, ST (BPD), I Nyoman Hermanto Darmawan – Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda (OJK), Bp. IGB Adi Wijaya – Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (OJK), Bachtiar Rivai Rozak – Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (OJK), I Ketut Widiana Karya, S.E., MBA (PT. JAMKRIDA Bali Mandhara), IGP Sidhi Wikramayana, S.E., M.Sc. (Manager Operational Batur Agung Multitama Tours & Travel), Dr. Putu Yudi Wijaya, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Unhi), dan I Nyoman Panca Utama, S.E. (Branch Manager PT Agung Automall Tabanan – Bali).
Para Alumni yang berkesempatan hadir pada FGD penyempurnaan kurikulum ini sebanyak 5 orang, diantaranya : Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra S.E., Ak., Ida Ayu Tri Rasmiwinari, S.E., M.M., Gde Aditya Prabawa Sudibya, S.E., I Putu Adi Sumardika, S.E., Putu Ayu Trisna Febrianty, S.E., dan Putu Ratih Argita Dewi, S.E. Sedangkan dari unsur mahasiswa dihadiri oleh Kadek Bagus Krishna Dwipayana, Ni Nyoman Santi Irayani Putri, I Made Denis Agung Prastya, Ketut Ayu Novaryani Putri, serta Anak Agung Istri Anom Bintang Pramawati.
Focus Group Discussion ini dibuka langsung oleh Koordinator Program Studi Sarjana Manajemen Dr. I Made Artha Wibawa, S.E., M.M.
Setelah pembukaan dilangsungkan sesi pemaparan materi terkait Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan Pendekatan Outcome-Based Education oleh narasumber pertama, yaitu Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S., Ph.D., dan dilanjutkan oleh narasumber kedua yaitu Prof. Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, S.E., M.Si.
Dalam pemaparan materi Supartha Utama menegaskan pengalaman belajar tidak selalu ada di dalam kampus tetapi juga ada di luar kampus seperti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, dijelaskan pula bahwa Capaian Pembelajaran Lulusan pada kurikulum dengan pendekatan Outcome-Base Education bukan lagi penilaian pada pengetahuan yang dicapai mahasiswa tetapi lebih berdasarkan pada kebutuhan lulusan saat bekerja.
PU FRAKSI: I Gusti Ngurah Shaskara, ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Fraksi Partai Golkar DPRD Badung mendukung langkah-langkah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam postur Perubahan APBD Badung Tahun Anggaran 2026 yang bermuara menyelesaikan persoalan-persoalan menuju pembangunan pariwisata berkualitas.
“Kami, Fraksi Partai Golkar dapat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, setelah mendapatkan penyelarasan dari Pemerintah Provinsi Bali,” ujar I Gusti Ngurah Shaskara, ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung.
Pada kesempatan itu, Fraksi Partai Golkar juga memberikan usul, saran dan masukan terhadap Pencapaian Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di antaranya dalam konteks optimalisasi pendapatan/pencapaian target pendapatan, Fraksi berharap pada OPD Penghasil agar berupaya capaian kinerjanya mendekati realisasi target tersebut. Proyeksi pencapaian target tersebut agar berbasis data, yang dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap realisasi PAD sampai dengan bulan berjalan dan mengkorelasikan dengan target dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
“Kemudian memperkuat pengawasan terhadap Potensi Pajak Sektor Pariwisata, mengingat struktur ekonomi Badung sangat kuat ditopang aktivitas pariwisata, perlu memberikan perhatian khusus pada kepatuhan pelaku usaha,” ujarnya.
Selanjutnya, meminimalisir terjadinya Piutang dan Tunggakan Pajak, melalui penyusunan peta piutang pajak berdasarkan umur piutang, nilai, jenis pajak, dan tingkat kemungkinan penagihannya.
“Upaya peningkatan penerimaan pendapatan, tentu ditopang oleh kompetensi sumber daya yang relevan. Dalam konteks ini, kami mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pola penempatan pegawai pada OPD penghasil, perlu dihubungkan dengan indikator kinerja yang terukur,” tegasnya.
Dikatakan, setiap bidang atau unit kerja dapat diberikan target yang relevan dengan peningkatan kepatuhan wajib pajak, perluasan dan pemuktahiran basis data, penurunan piutang, efektivitas penagihan, pengurangan tax gap, peningkatan kualitas pelayanan, serta kontribusi terhadap pencapaian target PAD. Dengan demikian, evaluasi SDM tidak hanya bersifat administratif, tetapi terkait langsung dengan kinerja pendapatan.
Dari perspektif Belanja Daerah, kata Gusti Ngurah Shaskara, dimana tersedia sumber dana yang memadai, diharapkan para OPD Pengguna Anggaran agar melakukan akselerasi serapan anggaran supaya terjadi eksekusi anggaran sesuai dengan target waktu yang ditentukan. (gs/bi)
HADIRI UDG BALI 2026: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026).
UDG Bali XXXIII Tahun 2026 berlangsung selama enam hari, 11–16 September 2026, dengan mengusung tema Dharmagita Atmanam Dharma. Pelaksanaan UDG menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sastra, bahasa, dan budaya Bali sekaligus membangun karakter serta sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul.
Pada UDG XXXIII tahun ini terdapat 11 bidang lomba dengan 37 kategori yang dipertandingkan. Kesebelas bidang tersebut meliputi membaca Sloka, Palawakya, Kakawin, Kidung, Nyanyian Keagamaan Hindu, Gaguritan, Dharmawacana Bahasa Bali, Dharmawacana Bahasa Inggris, Menghafal Sloka, Dharmawiwada, dan Dharmacarita.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan salah satu wahana strategis untuk membangun SDM Bali yang unggul, sejalan dengan arah pembangunan Bali dalam kerangka Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
Menurut Gubernur Koster, salah satu pijakan penting dalam pembangunan Bali ke depan adalah mewujudkan SDM Bali yang unggul. Pemikiran tersebut, kata dia, lahir dari hasil membaca berbagai dokumen penelitian serta buku-buku yang mengulas perjalanan peradaban Bali sejak zaman Bali Kuno.
“Kenapa saya mengangkat SDM Bali unggul? Karena saya membaca berbagai dokumen hasil riset dan buku-buku tentang peradaban Bali, mulai dari Bali Kuno hingga perkembangan Bali sampai sekarang,” ujar Gubernur Koster.
Ia menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali juga bersumber dari khazanah sastra dan peradaban Bali masa lampau. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter masyarakat Bali yang unggul.
Karakter tersebut tercermin dalam sikap jemet, tekun, ulet, rajin, jujur, dan berpegang pada satya, serta lebih mengutamakan kewajiban daripada menuntut hak.
“Orang Bali itu jemet, tekun, ulet, rajin, jujur, berpegang pada satya, dan lebih mendahulukan kewajiban daripada hak,” tegasnya.
Namun, Gubernur Koster mengakui bahwa perkembangan zaman telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat Bali. Perubahan tersebut menghadirkan kemajuan, tetapi di sisi lain juga membawa tantangan terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi karakter masyarakat Bali.
Ia menyinggung mulai munculnya berbagai persoalan sosial seperti perilaku tidak jujur, korupsi, serta tindakan yang tidak mencerminkan nilai kesantunan dan karakter masyarakat Bali.
Meski demikian, Gubernur Koster menekankan bahwa perilaku tersebut bukanlah gambaran mayoritas masyarakat Bali. “Memang ada penurunan dari kesunatian orang Bali. Mulai ada korupsi, ada yang nakal, ada yang jahat. Tetapi yang begitu tidak banyak. Yang masih banyak adalah orang-orang yang baik,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali integritas orang Bali, sehingga nilai-nilai luhur yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, penguatan karakter dan integritas tersebut tidak dapat dilepaskan dari keberadaan bahasa Bali, aksara Bali, dan sastra Bali. Ketiganya merupakan bagian penting dari ekosistem kehidupan masyarakat Bali yang mengandung nilai, pengetahuan, sekaligus menjadi identitas kebudayaan Bali.
“Bahasa Bali dan aksara Bali itu adalah ekosistem kehidupan orang Bali,” kata Gubernur Koster.
Melalui Utsawa Dharma Gita XXXIII, ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sastra, bahasa, dan budaya Bali tidak hanya dilestarikan dalam bentuk kegiatan seremonial dan perlombaan, tetapi juga dapat terus hidup, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan UDG Bali XXXIII Tahun 2026 sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat Bali untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang sastra dan seni keagamaan Hindu, memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan aksara Bali, serta menumbuhkan SDM Bali yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan memiliki jati diri yang kuat.
Dengan mengusung semangat Dharmagita Atmanam Dharma, UDG XXXIII diharapkan semakin memperkuat keberadaan dharmagita sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bali sekaligus menjadi salah satu fondasi dalam menjaga keberlanjutan peradaban Bali. (gs/bi)
PU FRAKSI: I Made Yudana, juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026. (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung mengapresiasi langkah Pemkab Badung dalam melakukan penyesuaian anggaran pada Rancangan Perubahan APBD 2026 guna memastikan program dan kegiatan prioritas daerah tetap dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perubahan APBD hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka-angka anggaran, tetapi harus benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat,” ujar I Made Yudana, juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung.
I Made Yudana menyampaikan untuk mengakomodasi berbagai perkembangan yang terjadi selama tahun anggaran berjalan dan penyesuaian terhadap target pendapatan dan belanja daerah sebagai bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efesiensi belanja dalam melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja daerah, sehingga penyusunan Perubahan APBD 2026 sangat diperlukan dan Rancangan Perubahan APBD 2026 menjadi sebagai berikut.
Pendapatan Daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 dirancang Rp. 10.504.798.752.047,00 meningkat Rp. 170.116.378.416,00 atau setara dengan 1,65 % dari APBD induk 2026 sebesar Rp. 10.334.682.373.631,00. Belanja Daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 dirancang Rp. 13.089.787.587.855,00 meningkat sebesar Rp. 1.562.626.576.308,00 atau setara dengan 13,56 % dari APBD Induk 2026 sebesar Rp. 11.527.161.011.547,00.
Penerimaan Pembiayaan terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya dirancang Rp. 1.192.890.352.904,00. Pinjaman Daerah Rp. 1.971.193.721.000,00. Pengeluaran Pembiayaan yang terdiri dari penyertaan modal kepada PT BPD Bali Rp. 300.000.000.000,00. Pembayaran utang daerah Rp. 279.095.238.096,00.
“Dari pemaparan itu kami sepakat menerima untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut terhadap rancangan peraturan daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Fraksi PDI-Perjuangan juga memberikan beberapa masukan di antaranya agar menertibkan gubuk kumuh dan liar yang mana dapat merusak citra daerah pariwisata. Apabila di suatu desa/kelurahan masih terdapat gubuk kumuh dan liar agar Bupati Badung menegur aparatur bawahannya, bila dipandang perlu tukin (tunjangan kinerja)-nya dipotong sebagaimana mestinya.
Mengingat musim kemarau berkepanjangan yang berpotensi rawan kebakaran, Fraksi PDI-Perjuangan mengusulkan untuk menerbitkan aturan yang melarang penggunaan ilalang atau sejenisnya sebagai atap bangunan yang mudah terbakar oleh sinar matahari dan apabila masih ditemukan penggunaan ilalang agar ijin-ijinnya di-stop karena sudah terbukti akhir-akhir ini telah terjadi kebakaran, contoh: kebakaran lahan, cafe/restaurant gado-gado di wilayah Seminyak Kuta.
Fraksi juga menegaskan demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan agar dilakukan peningkatan pengaspalan, penataan trotoar dan drainase sepanjang jalan Darmawangsa dari Kampial menuju Ungasan Kuta Selatan. Serta untuk mengurai kemacetan di jalan raya Mengwitani, Kapal sampai Sempidi, Fraksi mengusulkan agar jalan dari Desa Kapal menuju Cica Abianbase Mengwi terkait penganggarannya supaya ditindaklanjuti. (gs/bi)